[Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian II)

Ketika situs belajarmenulis.com mulai berkembang, saya berpikir bahwa situs ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana bagi siapa saja yang ingin belajar menulis lewat internet. Saya juga ingat pada maraknya pelatihan menulis jarak jauh (lewat pos) pada tahun 1990-an lalu. Saya kira ini bisa ditiru, tapi diterapkan secara online.

Maka, ide untuk mendirikan sekolah-menulis online pun muncul. Saya ingin segera mewujudkannya. Tapi saat itu saya belum percaya diri, karena merasa belum punya kompetensi.

Saya sangat sadar, orang yang dianggap paling kredibel di dunia penulisan adalah mereka yang sudah menerbitkan banyak buku, atau memuat banyak tulisan di media cetak. Saya sama sekali tidak memenuhi kriteria ini. Dua buku saya yang sudah terbit, gagal di pasaran. Jumlah tulisan saya di media cetak masih sangat sedikit. Dengan fakta ini, saya tentu bukan orang yang kredibel untuk mengadakan pelatihan penulisan, bukan?

Namun alhamdulillah, ada dua faktor utama yang akhrinya memicu saya untuk berani mendirikan SMO.

Pertama, saya diundang oleh Pak Ikhwan Sopa untuk mengikuti Workshop EDAN – sebuah pelatihan untuk membangkitkan dan melejitkan rasa percaya diri kita. Dari worskhop inilah, saya akhirnya percaya bahwa saya punya kompetensi.

Ya, dari segi penerbitan buku dan publikasi karya di media cetak, portofolio saya memang masih sangat jauh dari meyakinkan. Tapi setelah dipikir-pikir, ternyata saya punya beberapa kelebihan yang belum dimiliki oleh penulis-penulis lain di Indonesia:

  1. Barangkali saya adalah penulis Indonesia yang paling produktif menulis di internet. Ini menyebabkan nama saya dan website-website yang saya kelola “merajai” Google untuk hampir semua keyword yang berhubungan dengan dunia penulisan.
  2. Saya adalah founder PenulisLepas.com, yang telah menjadi komunitas penulis terbesar di dunia maya Indonesia.
  3. Tidak banyak (mungkin bisa dihitung dengan jari) penulis yang juga memiliki keahlian dan pengetahuan di bidang teknologi informasi. Alhamdulillah, saya termasuk satu di antara penulis yang sedikit tersebut.
  4. Tanpa saya sadari, selama ini telah banyak orang yang menjadi pembaca setia tulisan-tulisan saya di internet.
  5. Juga tanpa saya sadar, hampir semua website yang saya bangun menjadi cepat populer.

Fakta inilah yang membuat saya akhirnya yakin, bahwa ternyata saya punya kredibilitas dan kompetensi untuk mendirikan sekolah-menulis online.

Kedua, desakan ekonomi. Pada pertengahan 2007, saya berada dalam keadaan yang sangat kritis dari segi finansial. Proyek-proyek bisnis yang saya tangani, semuanya tak jelas, bahkan banyak yang gagal. Saya stress, bingung harus mencari uang dengan cara apa lagi.

Pada saat itulah, secara tak terduga saya bertemu langsung dengan Anne Ahira, internet marketer yang sangat terkenal dan menjadi miliarder lewat bisnis online. Pertemuan itu menggerakkan saya untuk bergabung dengan AsianBrain, Sekolah Internet Marketing yang ia kelola. Masalahnya, saya harus membayar biaya Rp 199.000 perbulan (untuk bulan pertama, cukup bayar Rp 149.000). Bagi saya yang sedang dalam keadaan sekarat dari segi finansial, uang sebesar itu tentu sangat besar. MAHAL SEKALI. Jangankan Rp 199.000. Mengeluarkan uang Rp 10.000 saja rasanya SANGAT BERAT.

Tapi pada saat itulah “otak bisnis” saya jalan. Saya berpikir begini:

“Mungkin sekarang saatnya saya mendirikan pelatihan-menulis online yang sudah lama direncanakan. Saya akan mendaftar sebagai siswa AsianBrain. Uang pendaftaran sebesar Rp 149.000 memang SANGAT BESAR dan SANGAT MAHAL bagi saya saat ini. Tapi saya akan “berjudi” saja. Saya pertaruhkan uang sebesar itu, dengan harapan saya akan mendapat penghasilan yang lebih besar dari penyelenggaraan pelatihan-menulis online.”

Alhamdillah, “perjudian” saya berhasil, keyakinan saya ternyata terbukti.

Saat itu, saya memang baru saja menemukan wealth profile, membuat saya berkesimpulan bahwa TERNYATA saya tidak cocok mengerjakan proyek pesanan. Saya memutuskan untuk fokus dalam bisnis internet marketing (IM).

Masalahnya, penghasilan dari IM bersifat jangka panjang. Saya harus berjuang selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum mendapatkan penghasilan yang memadai untuk membiayai hidup. Padahal, saat itu saya justru SANGAT BUTUH fresh money. Saya harus mencari bisnis yang bisa menghasilkan uang dalam jangka pendek.

Saat itulah saya berpikir bahwa pelatihan-menulis online merupakan solusi yang tepat bagi saya yang sedang SANGAT SEKARAT dari segi finansial.

Maka, tanggal 22 Juli 2007, tepat setahun lalu, untuk pertama kalinya saya mengumumkan penyelenggaraan “Pelatihan Menulis Secara Online, Biaya Super Murah!” (sayang alamat URL-nya sudah diubah karena alasan tertentu).

Terus terang, saat itu saya memang sengaja menonjolkan faktor biaya yang super murah. Sebab – seperti cerita di atas, saya mendirikan SMO ini karena “kepepet”. Saya SANGAT BUTUH fresh money. Selain itu, bisnis baru ini belum teruji. Saya belum tahu apakah nanti ada orang yang mau mendaftar atau tidak. Karena itu, saya harus menetapkan biaya yang semurah mungkin. Yang penting saya bisa mendapatkan fresh money dalam jangka pendek.

Alhamdulillah, ternyata fakta yang menggembirakan pun muncul: Ada sekitar 60 orang yang mendaftarkan diri pada pelatihan-menulis online tersebut! Bahkan ada pendaftar yang menggunakan alamat email khusus “murid_baru_pak_jonru @ yahoo.com“. Hm… saya benar-benar surprise menghadapi fakta ini :)

Singkat cerita, fresh money yang saya inginkan pun tercapai. Masalah keuangan saya teratasi. Alhamdulillah. Sejak saat itu hingga hari ini, saya tak pernah lagi stress gara-gara kekurangan uang. Semoga untuk seterusnya pun demikian. Amiin.

Bersambung ke Bagian III >>

Cilangkap, 23 Juli 2008

Jonru

Artikel Sebelumnya:

- [Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian I)

Baca Artikel Terkait:

16 thoughts on “[Kilas Balik] Sekolah-Menulis Online Genap Setahun (Bagian II)

  1. first, best, different. tiga unsur ini, sudah dimiliki oleh SMO.

    “ke pintu. setelah pertengkaran itu, seharusnya engkau mendekat. dan, ternyata engkau pun semakin dekat. pintumu telah terbuka. masuklah, jangan pernah ditutup lagi. biarkan terbuka, agar segera terisi dengan apapun yang engkau kehendaki. bukalah pintu-pintu lain, bila perlu. tanpa harus melalui pertengkaran itu”.

    salut,

  2. Selamat Pak Jonru, mudah-mudahan terus maju dan berkembang sesuai harapan dan bermanfaat. Saya juga sering bercerita ke teman atau ke orangm lain yang saya anggap mereka akan membutuhkan informasi tentang SMO.
    Maju terus pak Jonru, Tuhan bersamamu.

  3. Saya yakin dan percaya Mas Jonru apapun kalau kita tekuni dengan serius pasti akan menuai kesuksesan. Untuk itu dibutuhkan keberanian dan keteguhan hati untuk selalu meningkatkan kapabilitas diri kita. Seperti perjalanan Sekolah Menulis Online (SMO) yang mencapai keberhasilan saat ini berkat keberanian yang ditunjukkan mas Jonru. Semoga SMO semakin berkibar dan melahirkan penulis-penulis andal.

  4. wah, tulisan bang Jonru ini memotivasi saya untuk all out dlm dunia pelatihan menulis, minta sekaligus do’a dari Bang Jonru sebagai guru saya, bahwa saat ini saya sedang menggelar acara pelatihan menulis offline dengan nama Sekolah Menulis SMART (Sistim Menulis Asik Reguler dan Terpadu), pesertanya ada 60 orang.

  5. semoga, dan semoga. semangat ini berubah menjadi virus untuk berlomba menjadi TDA. dengan semangat kreatititas, menggali potensi diri. dikemudian hari akan mampu mengangkat bangsa ini menjadi “bukan lagi bangsa kuli”

  6. SelamatBang Jonru,
    Maju terus, yang penting istiqamah dan amanah, maka Allah akan selalu bersama kita.
    Fi amaniLLah.
    Salam,
    Lia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>