[Kiat Sukses] Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan

August 6, 2008
Filed under: Kiat Sukses, Motivasi, Renungan, Sehari-hari 

Bila ada manusia yang sempurna, tak punya kelemahan apapun, maka yakinlah bahwa sebenarnya dia BUKAN manusia. Masalahnya, begitu banyak orang yang sibuk memikirkan, menyesali, bahkan mengutuki kelemahannya. Mereka bahkan berpikir, “Saya punya kelemahan A, maka tak mungkin saya menjadi orang sukses”.

Benarkah sikap hidup yang demikian? Untuk menjawabnya, saya akan menceritakan dua pengalaman pribadi.

Kelemahan #01: Tidak Mau Disalahkan

Ya, salah satu hal yang paling saya benci di muka bumi ini adalah DISALAHKAN. Ini tidak terlepas dari sejumlah pengalaman buruk di masa kecil saya. Saat itu, saya hidup di tengah orang-orang yang suka menyalahkan orang lain. Saya berbuat salah sedikit saja, langsung disalahkan, dibilang bodoh, goblok, dasar anak ceroboh! dan kata-kata lain yang menyakitkan.

Pengalaman-pengalaman pahit ini membuat saya mengalami semacam trauma setiap kali disalahkan oleh orang lain. Karena itu, janganlah sekali-kali menyalahkan saya. Biasanya, saya akan langsung marah besar – bahkan mungkin mengamuk – bila ada orang yang mencoba-coba menyalahkan saya.

(Tapi bukan berarti saya anti kritik, sebab “disalahkan” dan “dikritik” adalah dua hal yang berbeda).

Saya tentu saja sangat menyadari kelemahan seperti ini. Karena itu, saya berusaha mengatasinya dengan cara bersikap hati-hati. Dalam melakukan apapun, saya selau berusaha semaksimal mungkin untuk tidak melakukan kesalahan. Dalam melakukan apapun, saya selalu berpikir jangka panjang, mempertimbangkan dengan matang, dengan harapan semoga tidak ada penyesalan di kemudian hari. Alhamdulillah, kelemahan terbesar saya ini akhirnya menjadi salah satu kekuatan diri saya.

Kelemahan #02: Minderan

Ya, aslinya saya sebenarnya sangat minderan. Bila berhadapan dengan orang yang menurut saya lebih hebat dari saya, levelnya jauh di atas saya, biasanya saya akan grogi, minder, bingung harus berbuat apa. Karena itu, saya sangat tidak cocok bekerja sebagai salesman, pebisnis MLM yang harus merayu banyak orang, melobi pejabat penting atau membangun networking dengan mereka, dan seterusnya.

Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya saya bertemu Anne Ahira. Sikap minder saya pun tak terhindarkan, sebab saya merasa Ahira ini jauh lebih hebat dari saya. Saya tak berani menyapa duluan. Ketika ada kesempatan ngobrol, saya justru lari ke tempat lain.

Tapi sejujurnya, saya ingin sekali agar kami saling kenal, bahkan akrab bila memungkinkan. Maka, saya menulis sebuah artikel dengan judul “Anne Ahira: Sebuah Paradoks di Tahun 2007″. Tulisan ini menarik perhatian banyak orang, termasuk orang-orang yang dekat dengan Anne Ahira. Sepertinya Ahira pun sudah membaca tulisan ini. Akibatnya, nama saya menjadi bahan pembicaraan di lingkungan Asian Brain. Anne Ahira pun jadi kenal dengan saya.

Akibat berikutnya:

- Saya di-invite oleh Anne Ahira lewat Yahoo! Messenger

- Dia mengomentari sebuah tulisan saya dengan komentar yang sangat bagus (lihat gambar di bawah ini. Klik untuk melihat ukuran sebenarnya)

- Dia juga memberikan masukan untuk PenulisLepas.com

- Dan yang terbaru: Saya bisa menjadi pembicara di sebuah seminar bersama dia!

* * *

Tentu saja, kelemahan saya lainnya masih banyak. Tapi semoga dua contoh di atas menjadi motivasi bagi kita semua. Ingatlah bahwa kelemahan yang kita miliki bukan bencana. Sebab dengan trik tertentu, kita justru bisa mengubahnya menjadi sebuah kekuatan yang luar biasa!

Semoga terinspirasi, semoga bermanfaat.

Salam Sukses!

Cilangkap, 6 Agustus 2008

Jonru

Tulisan Terkait:

Baca Artikel Terkait:

Comments

22 Comments on [Kiat Sukses] Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan

  1. salwangga on Fri, 8th Aug 2008 8:52
  2. orang yang paling sukses adalah orang yang berhasil mengevaluasi diri. telah banyak orang bicara ini itu pada orang lain bahkan mampu memberi semangat dan merubah orang tersebut. untuk diri sendiri?

    salut dan acung jempol untuk mas jonru. kalau pun misalnya, kedua puluh dari kaki dan tangan saya jempol semua, keduapuluhnya saya acungkan. tapi, jangan dong. repot kalo jempol semua. kemana cincin kawin hendak melingkar?

    membaca postingan mas jonru diberbagai situs(nya) benar-benar membakar “otak” saya untuk lebih keras bergolak. paling tidak, saya telah berani kembali bermimpi untuk mewujudkan obsesi saya.

    hanya saja, untuk merealisasikan mimpi tersebut saya harus bangun dan bangkit dari tidur. atau, saya tetap selamanya berada dalam alam mimpi.

    hanya satu yang pasti dan saya ancam. waktu. saya tidak memaksakan kubangan (kolam kesuksesan) harus segera terwujud, namun, saya mencoba membangun aliran-aliran kearah kubangan itu. SEMUA PASTI ADA SAATNYA.

    semoga semakin sukses buat mas jonru. satu pesan dari pengagum anda “jangan pernah berhenti menjadi mata air”.

  3. yulyanto on Tue, 12th Aug 2008 22:57
  4. Jadi teringat saat jaman sekolah dulu,

    Mungkin tidak hanya saya, setiap siswa saat menerima rapor pasti yang pertamakali ditanyakan oleh orang tua adalah: Ada merahnya ga???….

    untunglah saya belum pernah mengecewakan orang tua, karena jawabannya selalu: “Tidak ada donk!!…:)”

    Kondisi tersebut merefleksikan, orang tua selalu fokus untuk memperbaiki kelemahan, bahkan menghabiskan waktu hanya untuk memperbaiki angka merah tersebut agar menjadi hitam (meskipun cuma minimal).

    Padahal mungkin hasilnya akan lebih baik, jika setiap kali kita terima rapor dilihat nilai mana yang paling baik, lalu fokus dan gali potensinya hingga sukses…..

    Finally, focus on your strenght much better than waste your time to find your weakness……

    salam,
    http://www.yulyanto.com

  5. Muhammad shafiq bin razak on Wed, 13th Aug 2008 22:53
  6. selamat petang..saya mempunyai masalah untuk menangani kelemahan diri saya iaitu mengawal emosi diri..saya masih trauma akan peristiwa 6 tahun dahulu apabila saya pernah terhantuk sehingga pengsan..saya sering mengatakan kepada diri saya bahawa saya hilang ingatan dan tidak dapat menerima diri sendiri..boleh encik bantu?

  7. Andi Sugiarto on Thu, 21st Aug 2008 22:04
  8. Memang, saya pun punya kebiasaan menunda2, akhirnya semuanya jadi urgent.

    Your weakness is your strength, asal dimanfaatkan secara bijak dan akurat!!

  9. Tantri on Wed, 27th Aug 2008 9:24
  10. saya selalu berpikir kl apa yang saya jalani hari ini dan yang akan datang adalah sudah memang digariskan oleh sang Khalik ,jadi jika saya merasakan kesedihan , job yg begini2 saja, bosan, saya akan kembali ke pikiran saya tadi, kl pun ada perubahan dalam diri saya saya hanya menunggu kapan saya sampai garis perubahan tsb.Mungkinkah ini sebuah kelemahan saya …….

  11. Nan-Yang on Tue, 2nd Sep 2008 0:27
  12. Mas jonru

    Bisa Gak Yach Kaya Tapi Gak Terkenal ?
    Cara ini lebih keren di banding yang lain lain

    regrads

  13. mena on Wed, 24th Sep 2008 16:56
  14. saya ingin seperti mang Jonru….berusaha membunuh rasa minder dan segala kekurangan yang ada padaku itu amatlah sulit bagiku. karena itu saya ingin seperti bang Jonru…

  15. Free! on Tue, 4th Nov 2008 21:12
  16. rasa minder timbul karena belum dapet “ilmunya”. pertama malau-malu…lama2 malu-maluin :)

  17. mira on Wed, 25th Feb 2009 17:39
  18. mas Jonru, emang orang paling sakit hati kalo dimarahin tapi kita gak melakukan kesalahan. sandainya pun kita punya kesalahan wajar aja namanya juga orang kerja. apa lagi kalo dicari2 kesalahannya itu yang membuat aku paling sakit hati. jaman sekarang karyawan tidak pernah di hargai sama bosnya. mereka berkata dan bertindak semaunya dia tidak memikirkan perasaan orang mentang2 dia yang menggaji kita, mudah2an para bos di beri kesadaran.

  19. tutik on Thu, 30th Jul 2009 12:19
  20. waduh mas jonru ini memang sudah mendapat titik yang menjadi pencerahan mas jonru, tinggal dijalani saja…yang susah itu saya mempu menganalisa tapi saya tidak mampu menggerakkannya, saya bisa menilai diri saya tapi pada saat saya mau menggunakan kelemahan saya muncul kelemahan-kelemahan yang lain, misalkan saya sama dengan mas saya tidak mau disalahkan, belum baca tulisan ini saya juga punya pemikiran yang sma, saya tidak mau orang-orang menyalahkanyaitu dengan menggunakan pengalaman-penglaman saya agar saya berhasil tidak disalahkan, tapi ketika dipertengahan muncul kelemahan saya yang lain yaitu saya tidak yakin dengan diri saya sendiri, bahkan kelemahan yang lain muncul lagi, sepertinya hidup saya penuh dengan kelemahan, mungkin orang bete dengan sikap saya

  21. hosting murah indonesia on Thu, 20th May 2010 18:04
  22. ma’af sobat mengganggu nich…ada pengumuman tentang kontes seo. yu’ ikut meramaikan, terimakasih :D278
    http:www dot indositehost.com/kontes-seo.php

  23. hosting murah indonesia on Thu, 20th May 2010 18:06
  24. ma’af sobat mengganggu nich…ada pengumuman tentang kontes seo. yu’ ikut meramaikan, terimakasih :D280
    http:www dot indositehost.com/kontes-seo.php

  25. sarjoni on Wed, 12th Jan 2011 15:21
  26. berkunjung,, balik udah dicantumkan dari awal tu mas,,, barangkali mas onru lupa lihat ya…. coba cek ke tkp http://sarjoni.wordpress.com/2010/02/25/kiat-sukses-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan/

    [...] [Kiat Sukses] Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan [...]

  27. bukan penulis biasa on Tue, 8th Feb 2011 16:12
  28. jatuh bagun dalam menulis kerap saya alami. hampir semua buku yg saya tulis selalu diwarnai dengan gemiricik air mata. tapi buku yg saya terbitkan selalu naik cetak 4 sampai 8 kali dalam 2 tahun. sekarang setelah 10 tahun didera penyakit yg hingga kini tak ada obatnya, tak menyurutkan langkah saya untuk kembali menerbitkan buku. walaupun sarana tak saya miliki, kadang ngetik dirumah teman, tidur berpindah dari rumah teman satu ke rumah teman yg lain, kadang 2 hari puasa hanya bersahur dan berbuka air putih, untuk berangkat ke kantor penerbit saja saya harus ngutang uang untuk ongkos pp pada teman, malu tapi saya berusaha untuk tegar dan tebal muka. seribu caci maki pun bertebaran. bahkan ada teman saya ketakutan kalau saya datang ke rumahnya, takut saya numpang tidur dan pinjam ongkos. saya terus bergerak. jika tak ada ongkos ke kantor penerbit, dari stasiun ui ke kantor penerbit saya jalan kaki. padahal saya dalam keadaan puasa. alhamdulilah baik-baik saja. kalau saya kebingungan mau tidur di mana, saya tidur di masjid, bergabung dengan mereka yg sedang iftikah.

    semua saya jalani dengan iklas dan ridho. semua bukan menjadi penghalang buat saya untuk mundur.

    alhamdulilah,
    dalam waktu 2 bulan, dengan linangan air mata, doa yg menyertainya dan tahajud yg tak pernah berhenti

    sekarang saya dikontrak selama 1 tahun untuk menulis 4 buku setiap bulannya, penerbit lain minta setiap bulan 1 buku, dan saya juga menjadi kontribusi di majalah untuk mengasuh rubrik inovasi dan kreatif sebanyak 8 halaman.

    sekarang saya juga sedang mengerjakan buku setebal 500 halaman dengan 1000 foto untuk penerbit nasional di Jkt. rencana harga buku tersebut 150 ribu. materi buku tsb asli hasil riset saya selama berbln-bln, dan saya yakin buku tsb akan laku mengingat buku tsb bisa membantu banyak orang dalam mengantisapi kenaikan harga bahan makanan yg naik setiap hari.

    mendapat tawaran yg begitu banyak malah membuat saya kebingungan, karena saya butuh uang untuk biaya ujicoba. ketika saya mengajukan uang dp, penerbit berjanji akan membayar setelah semuanya sudah jadi. itu hal biasa yg terjadi pada semua penerbit. istilahnya, penulis “nalangin” atau ‘minjemi’ dulu, atau biaya produksi untuk sementara ditanggung penulis dulu, nanti setelah naskah, foto dan desain bukunya selesai, penerbit akan menggantinya.

    saya percaya saja. sebab mereka bukan penerbit biasa, tapi penerbit skala nasional. jadi tak main-main dlm hal ini.

    untuk buku sistem jual putus, untungnya memang lumayan. untuk 4 buku untungnya bisa 4 sampai 6 juta per bulan.

    lewat halaman ini, barangkali ada orang yg mau bekerjasama. tentu bukan kerjasama biasa. ada perjanjian di atas hitam putih. atau pak Jonru punya solusi??

    terimakasih.

    terima kasih.

    [...] saya pun termasuk orang yang kurang pintar bergaul. Seperti yang saya jelaskan di sini dan di sini, saya aslinya sangat minderan. Tapi saya mencoba menyiasati rasa minder tersebut – antara lain [...]

    [...] Tini baca tulisan saya yang satu ini. Dari situ, semoga Tini bisa belajar dari kiat yang saya terapkan untuk menyiasati rasa minder. [...]

    [...] Tini baca tulisan aku Yangg ini. Dari situ, semoga Tini bisaa belajar dari kiat Yangg aku terapkan guna menyiasati rasa minder. [...]

    [...] [Kiat Sukses] Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan (Di sini saya bercerita tentang kegiatan menulis yang bisa mengatasi salah satu kelemahan saya: [...]

    [...] [Kiat Sukses] Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan (Di sini saya bercerita tentang kegiatan menulis yang bisa mengatasi salah satu kelemahan saya: [...]

    [...] saya pun termasuk orang yang kurang pintar bergaul. Seperti yang saya jelaskan di sini dan di sini, saya aslinya sangat minderan. Tapi saya mencoba menyiasati rasa minder tersebut – antara [...]

  29. Tahajud on Fri, 23rd May 2014 15:37
  30. When someone writes an article he/she keeps the plan of a user in his/her
    brain that how a user can be aware of it. So that’s why this paragraph is perfect.
    Thanks!

Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.

Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
- Jonru's Fan Page
- Twitter
- Belajar Menulis GRATIS di Facebook


WARNING: Komentar yang tujuannya hanya untuk mencari backlink akan dihapus. Kecuali jika isi komentar Anda memang bagus. Be friendly please :)