[Kiat Menulis] Tak Ada Istilah “Tulisan Fals”

October 14, 2009
Filed under: Dunia Penulisan, Motivasi 

Anda mungkin sering melihat sebuah iklan kopi di televisi yang menayangkan sosok suara pria bersuara fals. Lalu muncul si narator dengan ucapan, “Enggak semua orang bisa bermain musik.”

Ya, di dunia musik, memang suara merdu banyak ditentukan oleh bakat alam. Ada orang yang ditakdirkan bersuara merdu, sehingga dia berpotensi besar menjadi seorang penyanyi sukses. Sementara ada orang (termasuk saya) yang bersuara fals, pas-pasan, sehingga nyaris tak mungkin menjadi penyanyi sukses.

Ada seorang teman yang pernah berkata pada saya, “Penyanyi dan penulis pada dasarnya sama. Ada orang yang suaranya fals, sehingga tak mungkin jadi penyanyi. Ada juga orang yang tulisannya jelek, sehingga tak mungkin menjadi penulis.”

Pendapat seperti ini bukan hanya dilontarkan oleh orang awam. Bahkan Stephen King – penulis cerita horor paling ngetop sedunia – pun, dalam bukunya On Writing, menjelaskan bahwa ada penulis luar biasa seperti Kahlil Gibran atau Ernest Hemingway, ada pula penulis yang biasa-biasa saja seperti kita-kita ini. Menurut King, seorang penulis yang biasa-biasa saja tak mungkin “naik status” menjadi penulis luar biasa.

Walau Stephen King termasuk salah seorang penulis yang paling terkenal sedunia, saya SANGAT TIDAK SETUJU dengan pendapatnya ini.

Di dunia penulisan, tidak ada istilah “tulisan fals”. Dunia penulisan SANGAT BERBEDA dengan dunia musik.

Pada dasarnya, siapa saja bisa menjadi penulis. Siapa saya bisa menjadi penulis yang luar biasa. Termasuk Anda dan saya!

Yang Anda butuhkan untuk “naik status” menjadi seorang penulis yang luar biasa adalah seperti yang pernah saya jelaskan di sini.

Itu saja. Tak lebih dan tak kurang.

Dunia penulisan tidak mengenal istilah “tulisan fals”.

Salam Sukses!

Jonru

  • Share/Bookmark

Comments

33 Comments on [Kiat Menulis] Tak Ada Istilah “Tulisan Fals”

  1. marina on Wed, 14th Oct 2009 07:44 pm
  2. maaf, saya ‘agak’ tidak setuju dgn tulisan pak Jonru di atas. Menurut saya, apapun bisa dicapai selama berlatih dan bekerja keras. Seperti halnya dalam dunia tulis-menulis, dalam dunia musik pun ada berbagai cara untuk mencapainya. Dari mulai latihan vokal, pernapasan, pemilihan jenis musik yang tepat sampai dengan menggunakan teknologi supaya suaranya terdengar mulus. Artinya dalam bidang apapun kita bisa berhasil, asal ada kemauan (niat yang kuat) dan kerja keras. Saya yakin, barangsiapa yang berusaha, maka Tuhan akan menunjukkan jalan. Demikian, mohon maaf apabila ada kesalahan.

  3. jonru on Thu, 15th Oct 2009 10:00 am
  4. @Marina: Gak apa2 kok beda pendapat. Santai saja :)

  5. danuakbar.com on Sat, 17th Oct 2009 07:59 pm
  6. kata – kata yang sangat inspiratif…
    ini akan jadi pembelajaran untuk saya..

  7. bulan on Wed, 21st Oct 2009 09:24 am
  8. sangat menggugah..tfs

  9. sari on Wed, 21st Oct 2009 10:52 am
  10. ya betul mas jonru,ngga ada yg namanya penulis fals…tugas kita sll melatih diri ini untuk tetap kreatif dan tak putus asa.penyanyi fals banyak,kalopun itu suaranya pas dg musik(itukan di rekaman sj yg ada filter dsb)coba kalo nyanyi live akan kelihatan suaranya kacau/pecah.
    thanks atas supportnya.

  11. nunung on Wed, 21st Oct 2009 10:53 am
  12. setuju sama pendapat marina… semua bisa dipeljari selama masih hal2 yg bersifat manusiawi, meskipun jika ada bakat akan lebih menunjang apa yg telah dipelajari…
    jadi ,menyanyi sambil menulis atau menulis sambil menyanyi,ya,pak? (e,he,he) karena menulis adalah menyanyi juga, yaitu menyanyikan hati…he,he,he
    salam hangat

  13. omjun on Wed, 21st Oct 2009 11:52 am
  14. sebenarnya menulis adalah menuangkan semua ide, buah fikiran dalam sebuah tulisan,,, orang yang jago orasi belum tentu bisa menulis dengan baik,,, begitu sebaliknya,,,,tapi,,, apapun bisa dicapai di dunia ini,,, dengan ijin Allah SWT dan usaha dan kerja keras,,,, mudah2an berhasil… lanjutkan pak…

  15. RitaSusanti on Wed, 21st Oct 2009 12:57 pm
  16. Saya sepakat dengan Bang Jonru, kalau dalam dunia tarik suara, bakat memang berpengaruh cukup signifikan saya fikir, karena yg namanya suara kan bagus atau tidak sudah tidak bisa kita ubah. Meski kalau mengenai teknik bernyanyi dsb nya memang mungkin bisa kita pelajari. Tapi kalau dasar suara nya sudah fals ya susah juga yah :)

    Nah sementara kalau dalam dunia tulis menulis itu benar2 ditentukan oleh kegigihan kita untuk terus belajar, mencoba dan berlatih, tanpa kenal putus asa.

    Salam hangat Bang Jonru:)

  17. Manto Ginting on Wed, 21st Oct 2009 01:57 pm
  18. Bakat, anda percaya dengan bakat?. Saya meyakini bahwa setiap orang punya bakat berbeda-beda. Di negara-negara maju, ada yang namanya PENCARI BAKAT, sebab bakat seseorang itu tidak akan diketahui apabila tidak dipupuk betul-betul. Mereka melakukan bermacam test untuk menemukan bakat terbaik seseorang.
    Bakat itu tertanam di dalam GEN dan KROMOSOM pembawa sifat seseorang. GEN itulah yang akan membawa keinginan kita untuk melakukan sesuatu yang kita senangi. Ada yang cepat belajar matematika, tetapi lambat dalam menghafal kalimat. Ada yang senang olahraga sementara yang lain menyukai bermain musik. Ada yang pendiam, sementara saya OUT SPOKEN.
    Menurut pendapat saya, Dalam pekerjaan apapun juga, termasuk menulis, bakat itu sangat penting. Ada yang suka menulis cerita petualangan, yang lain suka cerita romatis.
    Semua orang bisa MENULIS, tetapi tidak semua orang bisa menjadi PENULIS.
    Saya kira Bang Jonru yang sudah banyak pengalaman menulis bisa melihat dengan jelas hal itu. Menulis itu tidak bisa dipaksakan sebagaimana memaksakan seorang anak membaca buku yang tidak disukainya.
    Tetapi, belajar menulis itu saya akui sangat penting, walaupun tidak ada tujuan kita menjadi penulis yang terkenal. Paling tidak menambah pengalaman dan pandangan hidup kita.
    Jadi, saya kira saya setuju dengan Stephen King.

    Terimakasih.

  19. Artikel Kehidupan on Wed, 21st Oct 2009 02:09 pm
  20. Hmmm… jadi tulisanku nggak fals ya??

  21. Muhammad Syafii Masykur on Wed, 21st Oct 2009 02:42 pm
  22. Kalau saya menulis kadang seperti main dadu. Ada tulisan yang saya anggap bagus dan saya terbitkan sendiri malah gak laku. Ada tulisan yang saya anggap buruk dan saya jual murah ternyata laris di pasaran dan dalam satu tahun cetak ulang berkali-kali….Ya, bagaimana pasar menilai aja lah….

  23. salwangga on Wed, 21st Oct 2009 04:38 pm
  24. setiap orang bisa menulis, tapi, tak semua orang beruntung dapat menjual tulisannya.

    piece…..

  25. Tips Ampuh menghindari kegagalan bisnis internet on Wed, 21st Oct 2009 08:25 pm
  26. Tulisan yang sangat inspiratif mas, namun kadangkala ketika kita lagi semangat ada aja orang mematahkan semangat kita. Contohnya ketika lebaran kemarin saat saya ngobrol dengan kakak saya yang berkali-kali membuat cerita dan skenario film tapi tidak pernah ada yang diterbitkan atau menembus rumah produksi. Waktu itu saya sedikit promosi ” sekolah menulis online ” mas Jonru. Dia langsung berkata,” percuma, orang kaya kita ini tidak mungkin bisa tembus ke penerbit, Disana banyak mafianya! kakak sudah pengalaman masalah itu, lupakan saja. saya jadi bertanya2. ” Apa betul begitu?

  27. siswanto on Wed, 21st Oct 2009 08:37 pm
  28. tulisan yg fals itu seperti apa ya? ah gak ngerti, blum pernah mbaca, tapi klo Iwan Fals gue suka banget. tak ada istilah ‘tulisan fals’, setuju.

  29. jonru on Wed, 21st Oct 2009 10:55 pm
  30. @Salwanggga: Keberuntungan bukan milik orang tertentu saja. Semua orang bisa beruntung. Ada sebuah buku bagus yang membahas masalah keberuntungan ini secara ilmiah dan sangat logis. Coba baca resensinya di sini.

    @Tips ampuh: Itu pandangan yang SANGAT keliru. Siapa bilang ada mafia seperti itu? Mungkin kakak Anda itu pernah mengalami hal buruk dengan penerbit tertentu, lalu dia melakukan generalisasi.

  31. febri on Wed, 21st Oct 2009 11:19 pm
  32. yang terpenting untuk menjadi orang besar adalah keberuntungan

  33. udin on Thu, 22nd Oct 2009 02:12 pm
  34. saya bersikap netral dengan pendapat mas jonru tentang tulisan “fals”. Dan menurut saya pendapat stephen king itu sangat jumawa dan meremehkan.
    Menurut saya, tulisan itu seperti makanan. Mungkin ramuan bang jonru lebih merdu di otak saya dibanding dengan ramuan mas stepen king. mungkin karena selera rasa saya yang sama dengan mas jonru. Bisa jadi menurut saya stephen king hanya lebih terkenal saja dari mas jonru tapi tidak lebih hebat. Contohnya saja, saya lebih senang dengan novel2 kang abik atau Shindunata di banding dengan novel2 aghata christie atau mungkin Khalil Gibran. Sekali lagi, ini semua selera.. menurut saya tulisan aghata christi sangat fals hingga cuma satu novelnya yang saya baca dan tidak tamat … memuat saya bosan.

  35. M. Rustam on Thu, 22nd Oct 2009 08:58 pm
  36. menurut saya tergantung dari masing-masing orang tersebut, apakah dia ingin berusaha dan terus berjuang “melampaui batas” ataukah dia hanya bisa merenung dan menyalahkan diri sendiri,
    misalnya >>> seorang yang punya suara “fals” atau kurang enak belum tentu tidak dapat menjadi penyanyi sukses toh banyak cara untuk memerdukan suara, banyak cara pula untuk dapat bernyanyi dengan baik, seperti kursus vokal dan makan buah-buahan yang bisa membuat suara merdu dan jernih, bahkan ada teknologi yang bisa merubah suara. ( saya tidak menganjurkannya ^^’)begitu juga dengan penulis, pasti pada awalnya kurang enak tulisannya, tapi begitu berlatih dengan gigih dan berkoreksi dengan teliti maka akan menjadi penulis yang hebat dan ternama, yaaa makanya itu saya katakan diawal tadi sesuai dengan usaha dan semangat orang itu sendiri ada optimis pasti ada jalan pula. ingat pepatah yang satu ini >>> ala bisa karena biasa ( kalau bisa menghasilkan tulisan yang berbobot pasti dia telah biasa untuk terus berlatih menulis dengan baik. )Insya Allah tulisan ini bisa memotivasi teman-teman yang suka menulis juga ( seperti saya ) dan Insya Allah buku komputer saya bisa segera diterima oleh penerbit yang sedang saya ajukan sekarang ( bantuu doain yaaaah ^^)

    feed back ke m_rustam_as@yahoo.co.id
    silahkan kunjungi juga blog saya teman
    yakinsukses.blogspot.com

    semoga dapat berguna untuk kita semua…

    AMIIIIIIIIIIIIIINNNN… ^^

  37. eddy on Fri, 23rd Oct 2009 04:47 am
  38. Bang jonru… ada satu lagi yang lebih penting. banyak dari kita yang masih bertahan dalam dunia lisan belum pindah ke dunia tulisan karena takut fals. Bila kita sering mengikuti komunikasi di dalam milis, saya kira yang fals akan bisa menjadi lebih baik. Salam Bang…

  39. Yani Setiawan on Fri, 23rd Oct 2009 10:45 am
  40. Intinya adalah belajar dan berlatih , berani mencoba dan terus mencoba….

  41. didi purwanto on Fri, 23rd Oct 2009 03:04 pm
  42. penuli yang baik, ya jonru

  43. nanda on Sat, 24th Oct 2009 05:42 pm
  44. Trima kasih Pak Jonru, saya jadi semangat utk menulis, cuma waktunya aja belum pas kali pak,anak saya masih kecil jd perlu waktu byk dgn saya, sedang klu menulis itukan perlu konsentrasi dan ketenangan, trima kasih atas masukkannya.

  45. jonru on Sun, 25th Oct 2009 11:07 am
  46. @Nanda: Sebenarnya kesibukan dan situasi lingkungan bukan alasan untuk tidak menulis. Masalahnya sekarang, apakah kita merasa bahwa menulis itu penting atau tidak. Apakah kita mencintainya atau tidak. Kalau kita merasa itu penting dan kita mencintainya, maka kendala sebesar apapun tidak akan jadi masalah.

    Info selengkapnya, coba baca artikel yang satu ini :)

  47. bening on Sun, 25th Oct 2009 07:47 pm
  48. yup setuju meski tulisanku nggak bagus2 amat, tapi bolehkan aku bilang setuju he he he…
    btw terkadang kita mati ide, gimana dong biar ide bisa mengalir deras di otak kita :)

  49. jonru on Sun, 25th Oct 2009 10:18 pm
  50. @benin: Agar tak pernah mati ide dan bisa lancar menulis, silahkan baca kiatnya di sini

  51. muamdisini on Mon, 26th Oct 2009 03:04 pm
  52. maaf om jonru..baru sempat mampir kesini…
    wah..makasih atas nasehat2nya…

    saya kira, tulisan fals itu adalah tulisan2 sumbang, artinya sebuah tulisan yang didalamnya mengandung konteks perlawanan terhadap sebuah kekuasaan, atau rezim..
    bahkan bisa perlawanan dengan suatu arus mainstream…

    mohon penjelasannya…
    thanks

  53. jonru on Mon, 26th Oct 2009 09:02 pm
  54. @Muamdisini: Kalau Anda mempersepsikan “tulisan fals” seperti itu, ya monggo. Bebas2 saja :)

  55. ulung on Tue, 27th Oct 2009 01:36 am
  56. mantap dah.. yang pentingt ikhtiar yang maksimal insyaAllah semuanya mungkin..

  57. defkana on Wed, 25th Nov 2009 12:40 am
  58. kalo kyk gtu biasa ja kok kn da latar belakang na,yg penting gak mubazir he he he

  59. Ai el Afif on Thu, 7th Jan 2010 11:43 am
  60. Berbeda pendapat hal yang biasa… bukannya perbedaan menjadikan segala sesuatu makin berwarna.. perbedaan juga membawa kita pada titik sempurna asal menerima satu sama lain.. buktinya Bhineka tunggal ika.. meskipun berbeda2 tapi tetap satu jiwa…. ( terus berusaha ) terima kasih Untuk ayahnda Jonru yang setia men up date info ter anyar… sukses bos!!!!

  61. batiknovita.com on Wed, 10th Feb 2010 09:47 am
  62. Keahlian menulis yang baik, didapat setelah latihan yang terus menerus dan konsisten. Terima kasih. :)

  63. Erlangga on Tue, 27th Apr 2010 09:23 am
  64. Tak ada yg tak mungkin dihidup ini asalkn kita tetap trjga dlm sgitiga khdupan ykni:USAHA,SEMANGAT,DOA(iman).klw yg 3 tsbt tlh ada dlm jiwa seseorang,psti ia akn brhsil,prcyalh.

  65. someonefromthesky on Wed, 4th Aug 2010 02:53 am
  66. Saya sudah baca kok buku On Writing itu. Yang disebutkan oleh Stephen King di sana, kalau tidak salah ada 3 jenis penulis: Penulis yang jenius, penulis yang bagus, dan penulis yang sangat buruk. Pendapatnya saya rasa berkenaan dengan masalah “bakat”.

    Memang tidak semua orang percaya dengan “bakat”, tapi bagi saya bakat tidaklah lebih dari ketertarikan yang luar biasa. Ketika seseorang memiliki ketertarikan yang luar biasa pada suatu hal, saya menyebut orang tersebut berbakat.

    Orang yang tidak punya ketertarikan pada tulis-menulis, tidak mungkin dan mustahil bisa menjadi penulis yang bagus, apalagi penulis jenius. Namun di sisi lain, ada juga kecenderungan bawaan yang bersifat genetis. Seperti yang kita tahu, kecenderungan seseorang ada berbagai macam jenisnya, mulai dari verbal, spasial, kinetis, dll.

    Kalau seseorang memang bakatnya dalam bidang olahraga dan tidak punya bakat di bidang verbal/linguistik maka (seperti yang dikatakan King–dalam bahasa yang lebih sarkastik) percuma dipaksakan menjadi penulis yang baik. Lagipula untuk apa memaksa seseorang menjadi penulis, kalau memang ia tidak tertarik?

    Dan saya harus bilang kalau Stephen King bukanlah seorang motivator seperti Anda, cara pengungkapannya bertolak belakang.

Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.

Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
- Jonru's Fan Page
- Twitter
- Koprol, atau
- Account Facebook Saya

Mau diskusi atau konsultasi seputar penulisan? Klik di sini