|
eBook GRATIS 10 Kiat Sukses Berbisnis Online >> |
15 May 2008, 08:01 am
“Hantu Jonru di Koran Tempo” Jilid 2: The Legent Continous :)
Agar tidak bingung, saya menyarankan Anda untuk membaca dulu kronologis peristiwanya DI SINI dan DI SINI
* * *
Pagi ini (15 Mei 2008), saya mendapat SMS dari seorang teman. Dia mengabarkan bahwa Hak Jawab saya untuk Koran Tempo sudah dimuat. Saya sangat surprise dan buru-buru membeli koran tersebut.
Naskah lengkap Hak Jawab saya tersebut dapat Anda baca DI SINI. Mungkin karena keterbatasan halaman, oleh Koran Tempo naskah itu dipersingkat. Tak apalah, bagi saya tidak masalah. Yang penting intinya tersampaikan.
Secara tulus saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Koran Tempo atas niat baik mereka memuat Hak Jawab tersebut. Namun terus terang, saya merasa terusik oleh jawaban mereka: Continue Reading »
Ini Dia: Pemenang Beasiswa Gratis dari Sekolah-Menulis Online
Assallamualaikum,
Sejak awal April 2008 lalu, Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com (SMO) membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung sebagai siswa secara gratis. Beasiswa tersebut kami berikan kepada 5 (lima) orang dengan syarat yang sangat mudah.
Alhamdulillah, antusiasme rekan-rekan penulis untuk mendapatkan beasiswa ini cukup besar. Ada 44 pelamar yang mengirimkan naskah mereka. Semuanya menulis naskah yang sangat bagus. Continue Reading »
Akhirnya! Domain Jonru.com Kembali Saya Miliki!
Alhamdulillah, saya kira ini adalah kejadian yang sangat ajaib.
Akhir tahun 2003 lalu, saya kehilangan domain Jonru.com yang sudah saya miliki sejak tahun 2000. Saat itu, masih banyak situs di internet yang menyediakan domain gratis (ya, benar-benar gratis!). Nah, Jonru.com saya dapatkan dari situs yang seperti itu.
Tapi beberapa waktu kemudian, ketika banyak situs layanan gratis yang bertumbangan, situs tersebut pun ikut bubar. Pengelolaan Jonru.com pun dialihkan ke perusahaan lain. Sejak saat itu status domain ini sudah berbayar.
Menjelang expired, saya memperpanjang Jonru.com selama setahun. Bayarnya pakai kartu kredit. Tapi setelah itu, hiks… kartu kredit saya dijebol seorang carder senilai $12. Jumlah yang tidak besar sebenarnya. Tapi itu cukup membuat saya kapok untuk berbelanja online dengan kartu kredit (*). Continue Reading »
EVALUASI: 2 Bulan Menjadi Pekerja Kantoran (Lagi)
Tak terasa, sudah dua bulan saya menjadi pekerja kantoran (lagi). Sesuai kontrak yang saya tandatangani, tanggal 7 Januari adalah hari terakhir saya ngantor. Setelah itu, insya Allah saya akan menjadi ORANG BEBAS lagi.
Bagi teman-teman yang belum tahu cerita saya yang tiba-tiba ngantor lagi, silahkan baca beritanya di sini .
Berikut ini saya akan menjabarkan sisi-sisi baik dan sisi-sisi buruk yang saya alami selama dua bulan ngantor tersebut. Continue Reading »
Mendapat undangan dari pesta blogger 2007
Alhamdulillah… saya mendapat undangan gratis untuk menghadiri pesta blogger 2007. Buat teman-teman yang belum mendaftar, ayo buruan MENDAFTAR. Ini adalah kegiatan yang sangat langka.
Wassalam
Jonru
Mulai Pakai Adword
Mulai hari ini, saya pakai Google Adwords. Ini merupakan salah satu wujud keseriusan saya dalam menjalankan bisnis internet marketing. Dan bisnis yang pertama kali saya iklankan lewat adwords adalah buku Menerbitkan Buku Itu Gampang.
Semoga nanti berhasil. Amiin
Cilangkap, 18 September 2007
Jonru
Anne Ahira, Sebuah Paradoks di Tahun 2007
Anne Ahira adalah sosok yang kontroversial. Ia seorang gadis dari pinggiran kota Bandung, yang sukses menjadi milyuner dari bisnis Internet. Banyak orang yang mengagumi dia, namun banyak pula yang antipati padanya.
Awalnya, saya termasuk orang yang tak begitu peduli pada Anne Ahira (AA). Saya pertama kali mendengar nama dia beberapa tahun lalu, ketika saya masih punya pandangan yang sangat negatif terhadap bisnis online. Ini bukan apriori semata. Sejak kenal internet, saya sudah bergabung dengan puluhan bisnis online (seperti program ‘get paid to surf‘ atau ‘get paid to read email’ dan entah apa lagi). Tapi semuanya ternyata bohong belaka. Saya juga sudah sering menemukan perilaku pebisnis online yang tidak beretika. Mereka rajin mengirim spam dan janji-janji bombastis yang tidak masuk akal.
Saya mengenal nama AA pada kondisi seperti itu. Karena itulah, walau banyak orang yang membicarakan dia, saya tak begitu antusias. Continue Reading »
Milis Free-English yang Aneh
Terus terang, bahasa Inggris saya masih kacau banget. Padahal English is very important. Isn’t it?
Ketika SMA, saya sempat kursus bahasa Inggris selama 3 tahun, dan sudah cukup lancar berEnglish ria. Tapi karena jarang dipraktekkan, ya gini deh jadinya.
Inilah salah satu alasan kuat saya untuk bergabung dengan Milis Free-English. Lewat milis ini kita bisa berlatih bahasa Inggris, sehingga kemampuan kita pun makin lancar.
Tapi betapa kagetnya saya. Setelah mendaftar, datang sebuah email pemberitahuan: Continue Reading »
Inilah si penipu itu!
Teman-teman, masih ingat kan… dengan kasus penipuan sayembara novel yang saya ceritakan beberapa bulan lalu? Jika belum tahu, coba baca kisahnya di sini dan di sini
Tanpa sengaja, saya membaca sebuah posting di milis Apresiasi Sastra. Posting ini sebenarnya sudah beredar sejak Maret 2007 lalu. Tapi karena adanya kesalahan teknis, baru saya baca tanggal 5 April 2007. Continue Reading »
Perjuangan Mencari Akses Internet Ideal
Sejak resign dari kantor , salah satu “tugas besar” saya adalah mencari akses internet buat dipakai di rumah.
Dulu, ketika masih bekerja, saya tidak hanya bisa menikmati internet gratis di kantor sebebas mungkin . Di rumah pun, saya mendapat fasilitas 40 jam gratis dari kantor. Jadi, selama menggunakan internet di rumah, saya hanya perlu membayar pulsa teleponnya.
Karena itu, saya tidak merasakan bagaimana mahalnya tarif internet dial up. Dalam sebulan, tagihan telepon kami maksimal Rp 280.000, sudah termasuk pemakaian pulsa buat internet. Continue Reading »
Ini Dia, Para Inspirator Saya!
Terus terang, keputusan saya untuk keluar dari status sebagai pekerja kantoran , antara lain dipengaruhi oleh beberapa orang, yang saya sebut sebagai inspirator. Merekalah - antara lain- yang membuat saya begitu menggebu-gebu untuk segera mewujudkan keinginan menjadi “manusia bebas”.
Mereka adalah (maaf jika ada nama yang terlupa):
Welcome My Freedom! (Catatan 7 Tahun Menjadi Pekerja Kantoran)
Ya, saya tahu. Kebebasan sejati tak pernah ada. Seorang teman menganalogikan kebebasan seperti seseorang yang baru keluar dari sebuah rumah. Ia kini terbebas dari rumah tersebut, beserta semua aturan dan tetek bengek yang ada di dalamnya. Tapi begitu berada di luar rumah, ternyata ia tidak benar-benar bebas. Justru di dunia luar pun terdapat sejumlah aturan, etika, dan seterusnya yang membuat dia menghadapi ketidakbebasan yang lain.
Ya, kebebasan sejati tak pernah ada selama kita masih berada di dunia yang fana ini.
Namun, saya yakin setiap orang pernah punya keinginan untuk terbebas dari hal tertentu, sama seperti negeri kita di masa lalu yang ingin membebaskan diri dari penjajahan Belanda dan Jepang.
Saya pun seperti itu. Sejak beberapa tahun lalu, saya ingin membebaskan diri dari sesuatu yang menurut saya amat membelenggu: status sebagai pekerja kantoran. Continue Reading »
Lanjutan: Lomba penulisan novel yang aneh
Ini adalah lanjutan dari tulisan yang ini
Teman-teman…
ternyata si D***M tersebut masih membalas email saya, siang tadi.
Dan saya tersenyum geli ketika membacanya, karena banyak sekali kejanggalan di dalam email balasan tersebut.
berkut saya cantumkan: Continue Reading »
Ikutilah! Lomba penulisan novel yang aneh!
Kata Bang Napi, waspadalah! Waspadalah!
Di dunia penulisan, banyak penerbit atau perusahaan tak jelas yang suka mengirim publikasi ke milis-milis, menginformasikan bahwa mereka butuh naskah, dan menerima naskah dari siapa saja.
Lucunya, mereka hanya mencantumkan alamat email, tanpa adanya identitas yang jelas (alamat, nama perusahaan, nomor telepon, dan sebagainya). Continue Reading »
Random Friends, Why?
Di sidebar (kolom kanan) blog ini, tepatnya bagian bawah, ada kumpulan link yang saya beri nama My Friends (Random). Isinya adalah nama-nama dan URL blog dari sejumlah teman, yang ditampilkan secara random. Dalam satu kali tampilan, yang muncul sejumlah 20 nama.
Kenapa dibuat random begitu? Kenapa tidak ditampilkan semuanya saja?
Penulis
SUKSES Berawal dari 







