Tentang Sebuah Warnet di Pojok Samping Kantor Pos Pusat Semarang
Bila Anda berkunjung ke Kantor Pos Pusat Semarang, cobalah tengok ke sisi-kanannya. Masih adakah paviliun kecil di sana? Jika ada, apakah masih ada warnet yang beroperasi di sana?
Pertanyaan ini bukan teka-teki, bukan jebakan, bukan sebuah misteri untuk menemukan harta karun. Saya sudah bertahun-tahun tidak ke Semarang. Dulu saya kuliah di sana, lulus tahun 1998, lalu mulai bekerja dan tinggal di Jakarta sejak 2000. Tahun 2004 dan 2005 saya pernah ke Semarang, tapi tidak mampir di Kantor Pos Pusat.
Kenapa saya tertarik pada Kantor Pos Pusat Semarang, khususnya pavililun kecil di samping kanannya? Sebab di tempat itulah untuk pertama kalinya tahun 1998 lalu saya berkenalan dengan internet. Read more
“Maaf, Saya Sibuk. Tak Sempat Menulis!”
Empat hari belakangan ini, saya berhadapan dengan empat hal yang berkaitan dengan ucapan “Saya sibuk”.
Yang pertama:
Saya sedang menyiapkan sebuah buku tentang motivasi menulis. Di dalam buku tersebut, saya menulis sebuah bab tentang mitos “kesibukan”. Mohon doanya, semoga buku ini cepat kelar dan terbit di pasaran, ya
Yang kedua:
Tulisan Agung “Mbot” di blognya yang berjudul “Gue Terlalu Sibuk Buat Nulis”.
Yang Ketiga:
Tulisan Lalu Abdul Fatah berjudul “Jamal Terselip di Tulisan Ini. Mohon Selamatkan Dia!”, yang merupakan RESPONS terhadap tulisan Agung Mbot di atas.
Yang keempat:
Barus saja ada teman yang menyapa saya lewat Yahoo! Messenger. Dia berkata, “Saya ingin jadi penulis sukses, tapi kesibukan di kantor menghambat saya.” Read more
[Kiat Sukses] The Power of KONSISTEN
Filed under: Dunia Penulisan, Kiat Sukses, Motivasi, Renungan, Sehari-hari
Alkisah di tahun 1990-an, saya adalah seorang penulis pemula. Untuk belajar menulis dan organisasi, saya bergabung dengan dua pers kampus sekaligus. Seperti pers kampus pada umumnya, di dalamnya kita bisa menemukan banyak orang yang jago menulis. Para senior saya ketika itu, adalah orang-orang yang saya kagumi. Saya banyak belajar tentang dunia penulisan dari mereka.
Masih di tahun 1990-an, saya juga mulai rajin mengirim cerpen ke sejumlah media cetak, terutama majalah Anita Cemerlang. Saat itu, saya terus terang merasa sangat minder terhadap para penulis yang sudah sangat produktif dan nama mereka SERING menghiasi halaman cerpen majalah-majalah ternama. Bagaimana tidak minder: Saya masih sangat pemula, sedangkan mereka sudah jagoan semua. Read more
Apa Yang Menyelamatkan Anda dari Ancaman Krisis Global?
Sebagai umat beragama, tentu kita percaya bahwa Tuhan Maha Penyelamat. Hanya DIAlah yang bisa menyelamatkan manusia. Namun dalam konteks duniawi, kita juga bisa bicara soal “jaminan masa depan” atau hal-hal sejenis yang berkaitan dengan “keselamatan hidup”.
Bila ditanya pada orang tua kita, mungkin mereka berkata bahwa PENDIDIKAN-lah yang akan membuat masa depan kita lebih terjamin. Tidak heran, sebagian besar orang tua menyuruh anak-anak mereka bersekolah setinggi-tingginya, agar “masa depan mereka cerah.”
Tapi fakta membuktikan bahwa banyak juga sarjana (bahkan lulusan S3) yang menjadi pengangguran.
Fakta juga membuktikan bahwa banyak sekali orang yang kuliah di Fakultas Teknik, tapi akhirnya menjadi Staf Marketing. Atau lulusan Institut Pertanian Bogor yang menjadi wartawan. Read more
Mengubah Kecanduan Internet Menjadi Hal yang Positif dan Produktif
Filed under: Blog Mania, Internet, Internet Marketing, Kiat Sukses, Motivasi, Renungan, Sehari-hari
Anda kecanduan internet, dan resah karena hal itu?
Anda merasa terlalu banyak menghabiskan waktu untuk browsing, chatting, ngeblog, dan kegiatan-kegiatan “nonproduktif” lainnya di internet?
Atau, pekerjaan utama Anda justru terganggu karena “penyakit” kecanduan internet ini terasa amat sulit untuk diatasi?
Terus terang, saya pun termasuk orang yang sudah sangat kecanduan internet. Tidak nge-net sehari saja, hidup rasanya kurang lengkap. Bila sedang nganggur, tak ada pekerjaan, atawa bengong, maka yang saya pikirkan pertama kali adalah INTERNET.
Bahkan tragisnya:
Ketika pertama kali menyalakan laptop, saya langsung konek ke internet, padahal saat itu saya mungkin sedang tidak perlu online sama sekali. Read more









Jonru adalah:

