Writing is not my hobby. It’s a part of my life

belajar menulis - penulis suksesPenulis SUKSES Berawal dari BelajarMenulis.com.
Sibuk, atau sulit mencari pelatihan penulisan di tempat Anda? Gabung saja di Sekolah-Menulis Online. Kapan Saja di Mana Saja. Berlaku Internasional.

Cara Menerbitkan Buku >>

eBook GRATIS 10 Kiat Sukses Berbisnis Online >>

Membedah Bisnis Anne Ahira >>

 

04 May 2008, 08:23 am

Beginilah Cara Koran Tempo Menyerang Sastra Islam

Posted in Dunia Penulisan, Islam, Renungan, Sosial Budaya

NB: Sebelum membaca tulisan di bawah ini, ada baiknya Anda menyimak dulu latar belakang ceritanya di sini. Terima kasih :)

* * *

Bagi Anda yang sudah membaca novel The Da Vinci Code, pasti familiar dengan seorang tokoh bernama Silas. Dia seorang albino, lugu, taat luar biasa pada jamaahnya (mungkin semacam taqlid buta), tapi ia tak sadar bahwa selama ini ia hanya diperalat oleh sebuah mafia kelas kakap. Dan dapat ditebak, tokoh-tokoh seperti Silas yang muncul di film atau novel, nasibnya selalu sama: mati mengenaskan di tangan orang yang selama ini memperalat dia.

Setelah membaca Ruang Baca Koran Tempo edisi April 2008, saya tiba-tiba merasa saya adalah seorang Silas!

Ya, saya memang tidak albino, tapi akan saya ceritakan sebuah fakta: [Image]


18 Dec 2007, 01:27 pm

Menemukan Islam dalam “30 Hari Mencari Cinta”

Posted in Dunia Penulisan, Islam, Renungan

30 Hari Mencari CintaSebenarnya, tahun 2004 atau 2005 lalu saya pernah membahas masalah ini. Tapi perbincangan dengan dua sahabat via Yahoo! Messenger baru-baru ini, membuat saya tertarik untuk menulisnya ulang.Kedua teman itu menanyakan hal yang lebih kurang sama:

“Saya ingin menulis novel, tapi saya hanya mau menulis yang Islami. Masalahnya, sekarang novel-novel Islami sudah tidak laku dijual. Penerbit Islam pun sudah tak mau menerbitkannya. Bagaimana dong? Saya kan tak mungkin menulis teenlit atau cerita-cerita populer lainnya yang sangat tidak Islami itu?”

“Bagaimana caranya agar novel Islami yang saya tulis bisa diterbitkan oleh Gramedia atau Gagasmedia?’ Continue Reading »


14 Aug 2007, 12:01 pm

Ayo Ramai-ramai Menghina Hantu!

Posted in Islam, Renungan, Sehari-hari

Seharusnya kita tidak perlu takut pada hantu!

Seharusnya pula: Film-film horor - yang mendominasi industri film kita saat ini - tidak laku di pasaran. Sebab hampir semua film-film seperti itu hanya menakut-nakuti penonton. Tak ada pesan moral yang jelas, tak ada misi dan visi yang jelas, kecuali misi untuk mengeruk laba sebanyak-banyaknya dari rasa takut penonton. Continue Reading »


29 May 2007, 08:27 pm

When FANATIK meets TOLERANSI

Posted in Islam, Politik, Sehari-hari, Sosial Budaya

Salah satu salah kaprah yang sangat kronis di dunia kita saat ini adalah: adanya anggapan bahwa FANATISME dan TOLERANSI merupakan dua musuh bebuyutan. Keduanya tak mungkin dipersatukan, tak mungkin seiring sejalan. Fanatik diartikan sebagai sebuah sikap “merasa paling benar dan tidak bisa menerima perbedaan”. Sedangkan toleransi adalah sebaliknya; “tidak merasa paling benar dan sangat akomodatif terhadap segala jenis perbedaan.” Fanatik dianggap sebagai sebuah sikap yang sangat tercela, sedangkan toleransi merupakan sikap yang sangat ideal di tengah keberagaman manusia di muka bumi ini.

Benarkah demikian? Continue Reading »


14 May 2007, 05:28 pm

Fiksi Islami: Konseptual vs Industri

Posted in Dunia Penulisan, Islam

Tulisan ini terinspirasi oleh komentar mas Sakti Wibowo yang dimuat pada kata pengantar untuk novel “Dan Cinta pun Rukuk” karya Dhani Ardiansyah dan Lulu L Maknun. Berikut cuplikannya.

“…. Hampir seluruh penerbit fiksi Islam, di tahun 2007 ini mengeluh. Dunia penerbitan fiksi Islam sedang mengalami titik kejenuhan yang parah, oleh sebah ceruk kecil itu sekarang begitu sesak pemain. Penjualan fiksi Islam mengalami terjun bebas, dan begitu banyak judul yang jeblok di pasaran.

Penulis-penulis yang dulu berbondong-bondong menjadi penulis fiksi Islam, kini juga sudah mulai berbondong-bondong lagi menjadi penulis fiksi umum….”

Saya mencoba berbaik sangka terhadap mas Sakti Wibowo atas kutipan di atas. Saya yakin mas Sakti tentu punya pemahaman yang sangat luas mengenai konsep “fiksi Islam”. Tapi entah kenapa, saya merasa amat tergelitik membaca tulisan itu, dan akhirnya menggerakkan saya untuk menulis artikel ini. Continue Reading »


27 Apr 2007, 07:38 pm

Tentang Jilbab dan Cerita Islami

Posted in Dunia Penulisan, Islam

Walau baru bergabung dengan FLP tahun 2004 lalu, sebenarnya saya sudah mengikuti perkembangan sastra Islami “ala FLP” sejak akhir tahun 90-an. Di kampus, ada beberapa teman yang rajin membaca majalah Annida, dan saya sering numpang baca. Ya, majalah Annida memegang peranan yang cukup penting dalam kelahiran dan kebangkitan FLP ketika itu.

Walau suka membaca cerpen-cerpen di Annida, saat itu sebenarnya saya sebel terhadap majalah ini. Motto yang diembannya adalah “seri kisah-kisah Islami”, tapi hampir semua cerpennya bercerita tentang perempuan yang awalnya tidak berjilbab, lalu mendapat hidayah kemudian berjilbab. Atau tentang perempuan yang memutuskan untuk berjilbab, lalu ditentang oleh keluarganya. Ia bahkan diusir dan tidak diakui lagi sebagai anak, atau tidak diperbolehkan masuk sekolah jika masih nekat mengenakan jilbab.

Saya pikir, apakah Islam itu hanya seputar jilbab? Tentu tidak, bukan? Tapi motto “seri kisah-kisah Islami” seolah-olah membenarkan asumsi bahwa Islam memang hanya seputar jilbab. Saya bahkan pernah kepikiran untuk mengusulkan pada redaktur majalah ini, agar mottonya diubah saja menjadi “seri kisah-kisah jilbab”. Continue Reading »


14 Nov 2006, 12:23 pm

Bagaimana Jika Kamu Menjadi Spiderman?

Posted in Dunia Penulisan, Islam, Renungan

spiderman2.jpg

Sebelum ajal menjemputnya, Uncle Ben mengucapkan sebuah kalimat yang amat berharga kepada keponakannya, Peter Parker alias Spiderman:

“Kekuatan yang besar pasti dibarengi oleh tanggung jawab yang besar pula.” (”With great power comes great responsibility.”)

Peter Parker amat terkesan oleh pesan ini. Ia pun mengamalkannya, menggunakan kekuatan supernya untuk berbuat baik, menolong orang-orang yang dianiaya dan dizalimi.

Kita tentu tak bisa menjadi Spiderman, karena ia hanyalah tokoh fiktif. Tapi setiap orang pasti memiliki keunggulan tertentu, termasuk keunggulan yang kita miliki secara otomatis, tanpa pernah kita minta. Kita tak pernah berusaha untuk mendapatkannya, tapi ia datang sendiri kepada kita, memberikan kita sebuah “kekuatan” yang luar biasa. Persis seperti yang dialami oleh Peter Parker.

Ya, kekuatan inilah yang kita kenal sebagai BAKAT ALAM. Continue Reading »