Benarkah Anda Tak Punya Bakat Menulis?
Saya sering mendengar orang yang berkata, “Saya ingin menjadi penulis, tapi rasanya kok sulit sekali karena saya tidak punya bakat.”
Dulu, saya selalu menjawab ucapan seperti ini dengan perkataan, “Bakat itu tidak penting. Yang penting adalah kerja keras dan motivasi yang kuat.”
Ya, itu memang benar.
Tapi kini, ada pemikiran baru yang tiba-tiba hadir di kepala saya.
Apakah orang yang berkata seperti itu memang benar-benar tidak punya bakat menulis?
Sebelum dijawab, saya akan kutipkan sebuah pengalaman saya yang pernah ditulis di sini beberapa waktu lalu.
Ketika SD, saya pernah menyerah dalam belajar bermain gitar. Saya tetap tidak bisa juga walau sudah berkali-kali mencoba. Teman-teman lain dengan amat mudah mengenali kunci C dan berbagai macam kunci lainnya di snar gitar, sementara saya sama sekali tidak bisa melihat di mana bedanya. Teman-teman lain dengan sangat mudah memainkan nada dari lagu tertentu hanya setelah mereka mendengarnya satu kali saja. Sementara saya? Blank sama sekali soal begituan.
Saya teringat sesuatu:
Selain sama sekali tak bisa karena saya memang tak berbakat bermain gitar, seumur hidup saya pun memang tak pernah kepikiran untuk menjadi seorang pemain gitar. Ketika memutuskan untuk berhenti belajar bermain gitar, sampai hari ini saya sama sekali tidak menyesal. Saya merasa bahwa tak ada satu cita-cita atau ambisi atau mimpi pun pada diri saya yang harus dikorbankan. Saya tidak merasa kehilangan apapun!
Dari pembahasan di atas, saya akhirnya meyakini suatu hal:
Bila kita sama sekali tidak berbakat di bidang tertentu, itu artinya kita memang tak akan pernah tertarik untuk menekuni bidang tersebut.
Namun sebaliknya:
Bila Anda pernah merasa tertarik – walau dalam skala yang paling kecil sekalipun – untuk menekuni bidang tertentu, itu artinya Anda punya bakat di bidang tersebut.
Soal seberapa besarkah bakat Anda tersebut, ini adalah masalah yang berbeda
Yang jelas, bila Anda pernah berkata – setidaknya pada diri sendiri, “Saya ingin menjadi penulis,” atau “Saya ingin rajin menulis,” maka sebenarnya Anda punya bakat menulis! Kalau tak punya bakat menulis, pasti Anda tak akan pernah tertarik untuk menjadi penulis, atau rajin menulis.
Bila selama ini Anda merasa sulit menulis, sulit memahami teori-teori penulisan yang ada, itu sama sekali bukan menandakan Anda tidak punya bakat menulis. Tapi:
1. Mungkin Anda belum menemukan strategi yang jitu agar menulis menjadi mudah dilakukan.
2. Mungkin Anda belum terlalu termotivasi untuk belajar dan praktek menulis secara bersungguh-sungguh.
3. Mungkin bakat menulis Anda hanya sedikit. Jadi yang benar bukan “Anda tidak punya bakat”, melainkan “bakat Anda kecil”.
* * *
Jadi saran saya, mulai sekarang berhentilah berkata, “Saya tidak punya bakat menulis. Sebab bila Anda tertarik untuk membaca tulisan ini pun, itu artinya Anda sebenarnya punya bakat menulis.”
Lagipula, bukankah BAKAT ITU MEMANG TIDAK PENTING?
Untuk lebih jelasnya, silahkan baca dua tulisan saya berikut ini:
1. Kapan Saat yang Tepat untuk Menyerah?
2. Menulis, Antara Bakat dan Pilihan Hidup
Silahkan baca pula sebuah tulisan saya lainnya:
Bagaimana Cara Menjadi Penulis?.
Salam Sukses!
Jonru
Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Comments
21 Comments on Benarkah Anda Tak Punya Bakat Menulis?
-
Tongkonan on
Mon, 7th Sep 2009 02:20 pm
-
agus on
Mon, 7th Sep 2009 03:20 pm
-
ovan on
Tue, 8th Sep 2009 04:39 am
-
Irwan M Santika on
Tue, 8th Sep 2009 02:47 pm
-
arsyak16 on
Wed, 9th Sep 2009 11:39 am
-
deru on
Wed, 9th Sep 2009 05:18 pm
-
ulistiyowati on
Thu, 10th Sep 2009 07:03 am
-
jonru on
Thu, 10th Sep 2009 10:45 am
-
asie on
Thu, 10th Sep 2009 06:18 pm
-
Rere on
Thu, 10th Sep 2009 06:23 pm
-
jonru on
Thu, 10th Sep 2009 08:53 pm
-
Lintang on
Fri, 11th Sep 2009 06:55 am
-
Abdurahman on
Sat, 12th Sep 2009 07:48 am
-
Rindu on
Sun, 27th Sep 2009 10:02 pm
-
irma on
Tue, 29th Sep 2009 05:23 pm
-
iis on
Mon, 5th Oct 2009 08:45 am
-
ryodimas on
Mon, 5th Oct 2009 06:28 pm
-
siswanto on
Wed, 21st Oct 2009 08:47 pm
-
Ferdi on
Fri, 23rd Oct 2009 07:37 am
-
[Kiat Menulis] Berguru dari Penulis yang (justru) Merasa BUKAN Penulis | Jonru on the Web on
Sun, 22nd Nov 2009 09:11 am
-
kiwi on
Sun, 27th Dec 2009 12:14 pm
Terimah kasih atas motivasinya pak. Jadi semangat terus nih buat belajar menulis.
oh, iya juga ya pak, hemm.. brati saya punya bakat nulis neh…. semangaat! ayo nulis! Yes!
hehehe
perlu ditambhkan “KEMAUAN” kali Bang
Biasanya nulis lebih mudah jika tulus mas, nulis yang benar2 sedang dialami lebih mudah lagi karena tinggal menuangkan apa yang ada dipikiran
ada ide nih,
gimana kalau mas jon bikin icon tentang INDONESIA WRITING..
Jonru, terimakash banyak untuk artikel2 yg sangat memotivasi…
Saat SMP dan SMA saya produktif sekali, Jonru. Sampai dalam suatu pameran lima puisi saya langsung terpilih untuk ditampilkan. Bahkan dalam satu hari saya bisa menyelesaikan satu cerita pendek.
Namun sekarang untuk membuat satu cerita pendek saja, tidak pernah selesai. Energi saya terkuras untuk pekerjaan kantor dan keluarga. Padahal jika “terpaksa” saya bisa menyelesaikan materi untuk mengisi seminar atau lainnya dalam waktu semalam. Bagaimana tipsnya?
@Ulistiyowati: Sebenarnya dari cerita Anda di atas sudah ada jawabannya. Anda bisa karena anda terpaksa. Maka selalulah ciptakan kondisi terpaksa yang menyebabkan anda harus menulis. Bila sulit menemukan kondisi terpaksa, cobalah mengingat kematian. “Bagaimana bila saya keburu meninggal sebelum sukses sebagai penulis?” Kita tak aka pernah tahu kapan ajal tiba.
Salam sukses!
sebenarnya saya mulai tertarik menulis setelah masuk UT karena saya ngambil fakultas ilmu sosial dan politik.tapi saya lebih tertarik ke jurnalistik,karena itu saya berusaha untuk belajar menulis artikel dan lainnya,namun saya gak punya pengalaman dalam tullis menulis,jadi saat saya menemukan website dari bapak,dari situlah saya jadi berani meneruskan cita-citaku ini.makasih banyak ya pak,motivasi yang sangat berharga buat pemula seperti saya.
makasih banyak pak.
wah makasih mas atas motivasinya. tapi klo saya punya kendala di mood. ada saran mas biar nulis gak tergantung moody…
thanks…
@Rere: Anda harus bertekad kuat untuk melawan mood. Mood itu adalah kuli kita, sedangkan kita majikannya. Masa majikan kalah sama kuli? Malu dong!
mmmmmau mau mau belajar nulis ahhhh.
Super mas Jonru, terima kasih. Saya banyak sekali dapat ilmu dari setiap artikel yang mas posting. Untuk permasalahan menulis, saya sangat terbantu dengan artikel mas Jonru mengenai gaya menulis bebas.Pas sekali buat saya.
Tulis apa yang kamu pikirkan dan pikirkan apa yang kamu tulis … katanya as simple as that
Trims ya mas selalu ingatkan saya untuk tetap semangat menulis… rasa malas dan berbagai alasan masih suka mengalahkan keinginan menulis rutin ku mas…he..he..malas mmg gak da obat ya mas?
hmmm,,
thnxz ya,,mas…
jadi tambah semangat lagi nih buat nulis…
tapi,,kadang masih sering malu n takut karena pengetahuan saya yang sangat2 dikiiiit…
he,,he,,
…
saya sering sekali merasa minder ketika menulis…
apa yg saya pahami dng istilah ‘bakat’ adalah kemampuan yg terbentuk karena kebiasaan. anak dari seorang montir yg setiap harinya membantu bapaknya kerja di bengkel tentunya akan terbentuk bakat montir pada si anak itu. demikian jika kita membiasakan menulis ya pasti kita akan berbakat menulis. betul?
Benar sekali mas Jonru, bakat memang tidak begitu penting. Saya pernah membaca sebuah buku yang saya lupa judulnya apa, tapi buku itu jelas tentang menulis. Dibuku itu dikatakan bahwa bakat hanya 1% dalam menentukan kesuksesan seseorang. Saya belum pernah menulis apapun sampai saat ini, tapi saya sudah mulai belajar menulis. Sulit memang karena tidak terbiasa, tetapi tidak ada yang lebih baik dari terus mencoba. Kalau menurut saya, tidak ada bakat yang kecil ataupun besar. Semuanya bergantung pada bagaimana kita memoles bakat yang 1% tersebut agar menjadi 100% bila kita mampu. Terimakasih mas JONRU atas bimbingannya, good luck for everything..!
[...] Anda masih percaya bahwa bakat itu penting, coba baca dulu artikel yang ini dan yang [...]
mat kenal pak… jadi tertarik untuk melanjutkan hobby nulis lagi ketika baca2 disini… awalnya nulis buat saya hanya kesenangan belaka karena dari sd udah suka coret2 tapi ketika memilih kegiatan serius saya malah milih coret2 atau ngambar dan malah sering ke arah photography… walaupun semuanya saya lakukan tanpa mikir ini jadi duit apa ngak…. thanks pak…. tulisannya menginspirasi buat ngatur ulang waktu lagi…buat setumpuk hobby yg ingin semuanya saya kerjakan…
Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.
Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
-
Jonru's Fan Page
-
Twitter
-
Koprol, atau
-
Account Facebook Saya
Mau diskusi atau konsultasi seputar penulisan? Klik di sini









Blog ini sangat 









