Saya Malas Maka Saya Sukses!

August 8, 2011 · 53 Comments
Filed under: Kiat Sukses 

malasHm… Anda mungkin heran membaca judul tulisan ini. Kok kontradiktif banget, ya? Masa sih, orang malas bisa sukses?

Saya pun awalnya berpikir demikian. Tapi beberapa waktu lalu, saya membaca tulisan berjudul “Orang Sukses Itu Pemalas” dan “Malas itu jurus ampuh jadi Entrepreneur”. Keduanya menjelaskan dengan argumen yang sangat logis bahwa sukses bisa berawal dari sifat malas.

Waduh! Kok makin aneh saja!” Read more

[Stop Dreaming Start Action] The Power of Kepepet

June 28, 2009 · 20 Comments
Filed under: Kiat Sukses, Motivasi 

Saya sedang menyukai slogan Stop Dreaming Start Action. Sebab ini adalah seruan penuh motivasi yang bisa membangungkan kita dari mimpi yang panjang. Tapi walau sudah diberi motivasi sebesar apapun, masih banyak juga orang yang ogah-ogahan, bingung, belum tergerak untuk segera action.

Beberapa hari lalu, ketika saya mengisi acara pelatihan di sebuah kampus, Pak Moderator mengomentari jumlah peserta yang tidak banyak. “Inilah buktinya bahwa jumlah orang yang ingin sukses itu hanya sedikit,” katanya.

Ucapan dia ini saya komentari dengan pendapat, “Sebenarnya semua orang ingin sukses. Apakah ada di antara Anda yang ingin miskin terus? Jadi pecundang terus? Menjadi orang gagal seumur hidup Anda? Tentu tidak, bukan? Semua orang PASTI ingin sukses. Tapi orang yang menindaklanjuti keinginan tersebut dengan ACTION-lah yang jumlahnya sedikit.” Read more

Akhirnya Saya Termotivasi untuk Menjadi Kaya!

May 16, 2008 · 20 Comments
Filed under: Motivasi, Renungan, Sehari-hari 

Anda boleh tak percaya (bahkan mungkin bingung), tapi terus terang saya pernah takut menjadi orang kaya.

Sejak kecil, saya memang hidup dalam keluarga kelas bawah. Kekurangan dari segi materi. Ketika saya masih SD, keluarga kami pernah terpaksa mengganti nasi dengan bubur, demi menghemat beras. Bahkan hingga kuliah, saya belum pernah memiliki sepeda, karena orang tua saya tak sanggup membelikannya. Saya sering punya keinginan ini itu, tapi belum terkabul juga karena tak punya uang.

Alhamdulillah, secara perlahan perekonomian keluarga kami meningkat. Saat ini, saya merasa bersyukur karena dari segi materi kami sudah jauh lebih baik. Tapi memang, untuk disebut sebagai orang kaya sepertinya belum memenuhi kriteria. Mobil saja belum punya. Seandainya tidak dibelikan oleh mertua, hingga kini kami mungkin belum bisa punya rumah sendiri.

Mohon maaf, saya bukan bermaksud mengeluh atau tidak bersyukur. Namun semoga penjelasan demi penjelasan di bawah bisa membuat Anda paham apa maksud saya yang sebenarnya. Read more