Mendadak Anita Cemerlang (Lagi!) (Bagian III-selesai)

February 13, 2009 · 9 Comments
Filed under: Dunia Penulisan, Motivasi, Renungan, Sehari-hari 

Cinta Tak TerleraiAlhamdulillah, di tahun 2004 saya bangkit dari “mati suri” selama 8 tahun. Saya kembali hadir di dunia penulisan. Semangat saya kembali menyala-nyala. Saya berpikir bahwa saya tak boleh larut dalam kesedihan, kekecewaan dan keputusasaan. Saya ingin meneruskan perjuangan, mewujudkan kembali impian sebagai penulis sukses, seperti yang sudah lama saya idam-idamkan. Impian yang selama 8 tahun nyaris saya lupakan!

Saat itulah saya mengubah nama pena dari Jon Riyadi menjadi Jonru. Awalnya, saya sebenarnya masih sangat suka pada nama Jon Riyadi. Bahkan ketika mengirim naskah ke penerbit di tahun 2004, saya masih menggunakan nama tersebut. Harapan saya, nama ini bisa menjadi salah satu “nilai jual” buku saya. Karena saya berharap masih banyak orang yang ingat pada nama Jon Riyadi.

Namun dari sejumlah milis penulisan yang saya ikuti, banyak teman yang berkata bahwa nama Jon Riyadi itu jelek. Mereka lebih suka nama Jonru. Karena bingung dan ragu, saya sempat membuat sebuah polling di milis. Saya meminta teman-teman untuk memilih, “Anda suka yang mana?”

Ternyata 100% dari penjawab memilih nama Jonru. Tak satu pun yang memilih Jon Riyadi! Read more

Mendadak Anita Cemerlang (Lagi)! (Bagian II)

February 13, 2009 · Leave a Comment
Filed under: Dunia Penulisan, Motivasi, Renungan, Sehari-hari 

Beginilah tampang saya di era Anita CemerlangTahun 1993, saya mengikuti Lomba Cipta Cerpen Remaja (CLLR) yang diadakan oleh Anita Cemerlang. Cerpen yang saya kirim berjudul Telepon. Hasilnya, naskah saya tidak menang tapi alhamdulillah masuk ke dalam kategori “naskah yang layak muat”. Maka, cerpen Telepon ini pun menjadi NASKAH PERTAMA saya yang dimuat di Anita Cemerlang. Duh, betapa bahagianya! Saya bersyukur karena akhirnya naskah saya bisa dimuat di majalah yang bergengsi tersebut!

Di awal tahun 1994, secara mengejutkan saya mendapat sebuah kiriman surat (saat itu belum ada email) dari majalah Anita Cemerlang. Isinya sangat manis dan membahagiakan: Pemberitahun bahwa mereka kembali mengadakan lomba cerpen, dan saya dihimbau untuk ikut serta.

Terus terang, di balik kebahagiaan saya ketika itu muncul sebuah pertanyaan yang didorong oleh rasa heran, “Kenapa Anita Cemerlang begitu perhatian pada saya? Kenapa mereka menyurati saya seperti itu? Bukankah saat itu saya masih sangat pemula, nama saya belum dikenal?” Read more

Mendadak Anita Cemerlang (Lagi)! (Bagian I)

February 13, 2009 · 10 Comments
Filed under: Dunia Penulisan, Motivasi, Renungan, Sehari-hari 

Anita Cemerlang

Selama aktif di Facebook (yang katanya milik Yahudi itu), saya sudah terbiasa mendapat invite untuk bergabung dengan group tertentu. Hampir semuanya saya accept. Begitu pula ketika Mas Benny Rhamdani meng-invite saya untuk bergabung dengan sebuah group bernama “Penulis Anita Cemerlang”. Langsung saya terima, berhubung saya dulu aktif menulis di majalah kumpulan cerpen yang satu ini.

Setelah bergabung, saya baru sadar bahwa “Penulis Anita Cemerlang” sangat jauh berbeda dengan group-group lain di Facebook. Di group inilah untuk pertama kalinya saya bisa berkenalan dengan berinteraksi langsung dengan nama-nama penulis yang hanya saya kenal lewat karya-karya mereka.

Oke, nama-nama seperti Gola Gong, Benny Rhamdani, Ali Muakhir, Pangerang Em (yang kini dikenal dengan sebutan Pak Ustadz Cepy), bahkan Paul sang ilustrator, telah saya kenal sebelumnya. Namun banyak nama yang justru baru saya “temukan” langsung setelah bergabung dengan group “Penulis Anita Cemerlang”. Ada Adek Alwi, Donatus A Nugroho, Nur Alim Jalil, Ayi Jufridar (yang dulu saya kira perempuan, tapi ternyata pria asli), Ryana Mustamin, Djoenaedi Siswo Pratikno, Bambang Sukma Wijaya, dan masih banyak lagi. Bahkan para redakturnya seperti Ganda Pekasih dan Bens Leo pun ikut muncul. Read more