Writing is not my hobby. It’s a part of my life

Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat!
Semua kegiatan belajar berlangsung lewat internet. Anda tak perlu ke luar rumah, tak perlu meninggalkan aktivitas lain.
Info Selengkapnya >>>.

 

28 Mar 2008, 02:34 pm

Sombong dan Percaya Diri, Apa Bedanya?

Posted in Dunia Penulisan, Motivasi, Renungan, Sehari-hari

Percaya DiriSetelah mengikuti Workshop EDAN setahun lalu, alhamdulillah rasa percaya diri saya meningkat secara drastis. Jika dulu saya sering bertanya “Apa saya mampu? Apa saya punya kompetensi?”, kini saya dengan penuh percaya diri berkata bahwa saya mampu, saya punya kompetensi.

Namun setelah beberapa minggu berlalu, setelah beberapa saat “terlena” oleh rasa percaya diri yang demikian kuat dan menggebu-gebu, tiba-tiba saya sadar. Saya dilanda rasa takut yang luar biasa. Saya khawatir bila saya secara sangat halus terjebak ke dalam sebuah sikap yang sangat dibenci oleh Allah: SOMBONG!

“Apakah saya telah berubah menjadi orang sombong? Apakah saya sekarang merasa sebagai orang yang sangat hebat?”

Ketika saya berkata “Saya seorang penulis dengan kompetensi yang tak dapat diragukan” (ini adalah salah satu hal yang diajarkan pada Workshop EDAN), apakah itu menandakan bahwa saya sedang sombong?

Terus terang, saya lama berpikir soal ini. Saya pelajari ISI HATI saya baik-baik. Sejujurnya, saya paling takut bila saya akhirnya berubah menjadi orang yang sombong. Tapi di sisi lain, saya ingin menjadi orang yang penuh percaya diri.

Pertanyaannya:
Bagaimana caranya memisahkan SOMBONG dan PERCAYA DIRI?

Sepertinya kedua hal ini memiliki jarak yang sangat tipis, membuat saya bingung bagaimana cara membedakannya.

* * *

Di tengah kebingungan itu, tiba-tiba saya teringat pada film Spiderman. Peter Parker, tokoh yang “dikutuk” menjadi Spiderman, adalah seorang pemuda yang sama sekali tidak pernah menghendaki dirinya menjadi Spiderman. Tapi tiba-tiba saja, tanpa dia kehendaki sama sekali, dia telah menjadi seorang MANUSIA SUPER. Dia punya kekuatan yang sangat luar biasa.

Awalnya, Peter Parker menjadi sangat bahagia atas KARUNIA yang dia dapatkan. Ia gunakan kemampuannya itu untuk membeli sebuah mobil impian. Tapi ternyata gagal.

Lantas, pamannya memberikan sebuah petuah yang akhirnya mengubah seluruh jalan hidup Peter Parker, “With great power comes great responsibility.”

Ya, ternyata di balik kekuatan SpiderMan yang sangat luar biasa tersebut tersimpan sebuah tanggung jawab yang sangat luar biasa pula. Peter Parker akhirnya menyadari hal ini. Maka dia pun menggunakan kekuatan supernya untuk membela kebenaran dan memberantas kejahatan.

* * *

SpidermanWalau Spiderman hanyalah fiksi, saya percaya bahwa cerita ini mengandung pesan moral yang sangat luar biasa.

Peter Parker pernah berkata, “I am Spiderman, It’s my curse.” Dia sangat yakin bahwa menjadi Spiderman adalah “kutukan” hidupnya. Maka dia menerima hal itu dengan lapang dada. Dia dengan penuh percaya diri memanfaatkan kekuatan supernya untuk melaksanakan tanggung jawab yang tersimpan di balik “great power” tersebut.

* * *

Alhamdulillah, cerita ini akhirnya membuat saya paham tentang perbedaan antara SOMBONG dengan PERCAYA DIRI.

Sama seperti Spiderman, saya pun harus sadar bahwa di balik “great power” yang saya miliki, tersimpan sebuah “great responsibility”. Saya bertanggung jawab penuh kepada Allah untuk menjalankan tanggung jawab tersebut sebaik-baiknya.

Penulis novel best seller Gajah Mada, Kresna Hadi, pernah berkata, “Ketika Tuhan memberikan Anda bakat menulis, itu artinya Tuhan menyuruh Anda memanfaatkan keahlian menulis tersebut untuk mencari rezeki. Anda harus menjadikan kegiatan menulis sebagai sumber penghasilan utama Anda.”

Dalam konteks yang lebih luas, saya sadar bahwa di balik bakat menulis yang saya miliki, sebenarnya Tuhan berbicara pada saya, “Hai Jonru, manfaatkanlah bakat yang AKU berikan padamu ini untuk menjalankan tanggung jawab ibadah dan dakwah sebagaimana yang Aku perintahkan kepada seluruh makhluk ciptaanKu.”

Maka… dalam konteks inilah saya akhirnya menemukan perbedaan antara PERCAYA DIRI dengan SOMBONG.

PERCAYA DIRI adalah ketika saya menyadari apa “kutukan” saya, dan dengan penuh kesadaran saya menjalankan tanggung jawab yang tersimpan di baliknya. Saya manfaatkan bakat dan keahlian saya untuk mencari rezeki, berdakwah, beribadah, memberikan yang terbaik bagi umat manusia.

Sedangkan SOMBONG adalah ketika saya merasa paling hebat, merasa takut bahkan tersinggung bila punya pesaing, dan suka meremehkan kemampuan orang lain yang memiliki bakat/keahlian yang sama dengan saya. SOMBONG juga adalah ketika saya memanfaatkan “great power” sekehendak saya, untuk kepentingan saya sendiri.

Dengan pemikiran seperti itu, alhamdulillah saya akhirnya bisa lega dan tidak takut lagi. Saya tidak khawatir lagi ketika memelihara rasa percaya diri yang telah tumbuh secara luar biasa dalam diri saya.

Kini, saya memahami APA tugas utama saya di muka bumi ini. Sama seperti Spiderman, tugas saya adalah menerima KUTUKAN saya secara TAWAKKAL, lalu menjalankan TANGGUNG JAWAB yang tersimpan di balik kutukan itu.

Maka, kini dengan penuh percaya diri saya berkata, “I am a writer. It’s my curse.”

Cilangkap, 28 Maret 2008

Jonru

1. NB: Saya pernah menulis artikel yang mirip sekali dengan artikel di atas. Judulnya “Bagaimana Jika Kamu Menjadi Spiderman?”

2. Maaf ini bukan promosi. Saya sudah merasakan manfaat yang sangat luar biasa setelah mengikuti Workshop EDAN bersama Pak Ikhwan Sopa. Rasa percaya diri saya meningkat dengan luar biasa. Rasa percaya diri merupakan salah satu kunci sukses. Karena itu, tak ada salahnya bila Anda mengikuti Workshop yang sangat luar biasa ini. KLIK DI SINI untuk informasi selengkapnya.


Ingin ngobrol bareng Jonru mengenai Penulisan, Blog Writing,
Web Copy, atau Jurnalistik? Klik DI SINI :)

7 Responses to “Sombong dan Percaya Diri, Apa Bedanya?”

  1. 1
    Ivana Said: @ 31 Mar 2008 04:13 pm 

    Sekarang,ada pertanyaan baru: pilih mana?
    sombong atau rendah diri?hehehe…

    warmest Regards,

    Ivana

    Pertanyaan retoris
    hehehehehe.. :)

  2. 2
    arinova Said: @ 01 Apr 2008 01:20 pm 

    Makasih mas, sudah mengingatkan,
    ternyata ’sombong’ itu batasannya tipis dengan ‘pe-de’ bagi orang yang gak mengetahui.

    salam kenal

    Arinova.. makasih juga karena sudah berkomentar…
    Salam kenal ya…

  3. 3
    benny tjundawan Said: @ 04 Apr 2008 10:16 pm 

    terima kasih, atas artikelnya yang bagus. salam sukses

    Terima kasih juga Pak Benny
    Salam sukses!

  4. 4
    Wuryanano Said: @ 10 Apr 2008 06:20 pm 

    Dear Mas Jonru,

    Salut dengan semangat Anda sebagai seorang Penulis Hebat.

    Saya hanya sekedar memberikan masukan soal istilah “curse” yang selengkapnya Anda tulis:
    “I am a writer. It’s my curse.” Saya seorang Penulis. Ini adalah Kutukan saya.

    Apakah tidak sebaiknya menggunakan kata lebih positif, misalnya begini:
    “I am a writer. It’s my blessing.” Saya seorang Penulis. Ini adalah Berkah saya.

    Kalau saya merujuk dari ayat suci Al-Qur’an ini:
    “Hai orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan kepercayaan orang dari luar lingkunganmu. Mereka selalu menimbulkan kemudaratan bagi kamu. Mereka inginkan kesusahan kamu. Telah jelas kebencian melalui mulutnya. Dan apa yang tersembunyi dalam hatinya, lebih buruk lagi. Sungguh, telah kami terangkan ayat-ayat kepadamu, sekiranya kamu menggunakan pikiran!” (Q.S. Ali ‘Imran: 3 : 118)

    Di sini jelas disampaikan Allah, bahwa kita sebagai Mukmin hendaknya tidak memakai kepercayaan orang dari luar lingkungan kita ini yang berpijak pada Al-Qur’an dan Hadits. Omongan Spiderman, jelas bukan dari lingkungan kita, sehingga karunia dianggapnya sebagai kutukan, meskipun dia harus bisa menerimanya.

    Kalau buat Mas Jonru, saya pikir itu adalah Berkah Ilahi yang semestinya disyukuri. Itu bukanlah Kutukan Ilahi. Berkah dan Kutukan itu sangat bertolak belakang.

    Demikian masukan dari saya. Semoga memang Mas Jonru diberikan Berkah bukan Kutukan. Amien.

    Mohon maaf jika tidak berkenan, tolong diabaikan saja masukan saya ini. Terima kasih.

    Salam Penuh Berkah Ilahi,
    Wuryanano

    Pak Nano…
    Terima kasih banyak atas masukannya yang sangat bagus
    Sebenarnya saya tidak bermaksud memberikan makna yang negatif ketika menggunakan kata “curse”. Tapi bila itu dirasa mengganggu, insya Allah nanti tulisannya saya perbaiki.

  5. 5
    Rozy Said: @ 24 Apr 2008 07:18 am 

    “Barangsiapa mengenal dirinya, maka ia akan mengenal Tuhannya”

    Salam silaturrahim Mas Jonru :)

    Pak Rozy…
    Salam silaturahim juga

    Jonru

  6. 6
    Alamin Said: @ 13 May 2008 05:43 am 

    ada kesamaan:

    sama dengan *pakde jonru yang ngangkat kalimat persis di mp-ku [tapi yakin tulisan ini bukan terinspirasi dari mp-ku, la wong anak baru di blog kok....:)] tentang ““With great power comes great responsibility””……
    http://maydays.multiply.com/journal/item/17/Spiderman

    sama dengan *wuryanano yang, kalw menurut saya nggak sebegitunya dengan al-quran seeh, tapi klw ana sendiri ngebaca tulisan sekaliber antum ketika yang menggambarkan kajian2 islami otomatis “funs-funs” muslim bakalan ngerasa gimanaaa gitu ketika antum ngambil inspirasi dari sebuah film, afa lagi film yg kayak gituan…..:):):)

    maaf bila kurang berkenan

    wassalam alaikum :)

  7. 7
    Jage Said: @ 21 May 2008 04:08 pm 

    kadang saya juga berpikir begitu, thanks pencerahannya

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment