Writing is not my hobby. It’s a part of my life

Panduan Penulisan dan Penerbitan Buku untuk Pemula, Dapatkan Voucher Rp 150.000 dari SMO

Sekolah-Menulis Online
Versi Baru!

Pendaftaran 24 Jam Nonstop. Investasi Bisa Dicicil Perbulan.

Sekolah-Menulis Online (SMO)
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat!

Semua kegiatan belajar berlangsung lewat internet. Anda tak perlu ke luar rumah, tak perlu meninggalkan aktivitas lain.
Info Selengkapnya >>>

 

25 Jul 2007, 07:05 am

[Self Publishing] Percetakan Suka Seenaknya Menetapkan Harga?

Posted in Bisnis, Dunia Penulisan, Self Publishing, Waspada Penipuan

Beberapa minggu belakangan ini, saaya merasa seperti kembali ke masa silam, saat-saat saya masih menjadi pengurus pers mahasiswa. Saat itu, saya sering banget berurusan dengan percetakan. Bahkan setelah lulus kuliah, saya sempat bekerja di sebuah percetakan, sebagai staf setting/layout.

Setelah bekerja di Jakarta, boleh dibilang saya nyaris tak pernah lagi berhubungan dengan percetakan. Namun setelah menggeluti dunia self publishing, khususnya ketika saya menerbitkan buku MBIG, mau tidak mau saya harus berurusan lagi dengan yang satu ini.

Fakta menyedihkan yang saya temukan di dunia percetakan adalah: Begitu banyak pebisnis di bidang ini yang seenaknya menetapkan harga.

Wah, bagaimana bisa?

Baiklah, akan saya ceritakan pengalaman saya.

Tahun 2006 lalu, saya juga sempat berniat sebuah menerbitkan buku secara self publishing, tapi tak jadi karena tak ada modal. Namun saya sempat melakukan survey harga percetakan.

Dari semua sumber yang berhasil saya kumpulkan, ketahuan bahwa harga cetak buku tersebut berkisar antara Rp 3.000 hingga Rp 4.000. Nah… tiba-tiba ada percetakan yang menawarkan harga Rp 11.000.

Wah, apa enggak salah, tuh?

Saya sampaikan keheranan saya pada mereka. Saya bilang, “spesifikasi barang yang saya minta kan sudah disebutkan dengan jelas. Apa masih ada yang kurang jelas?”

“O… mungkin masih ada kesalahpahaman, Pak,” ujarnya. “Bagaimana jika kita ketemu besok, untuk meng-clear-kannya.”

“Boleh.”

Tapi hingga hari ini, dia belum pernah menemui saya lagi.

* * *

Beberapa bulan lalu, seorang penulis asal Depok (teman teh Pipiet Senja) juga menerbitkan buku secara self publishing. Saya kaget ketika diberitahu, “Oleh percetakan, dia dikenakan harga Rp 18.000 per eksemplar.”

Wuih!!! Jauh amat! Padahal perkiraan saya, paling harga aslinya hanya sekitar Rp 4.000 atau Rp 5.000.

* * *

Sahabat saya Dani Ardiansyah pun akhirnya merasa “tertipu”  ketika menerbitkan novelnya, Aurora. Ia membayar Rp 6.000 per eksemplar ke percetakan. Padahal harga aslinya mungkin hanya sekitar Rp 3.000.

* * *

Dan pengalaman saya terkini:

Baru-baru ini saya survey harga percetakan lagi, untuk menerbitkan sebuah buku. Tahukah Anda, berapa harga yang ditawarkan oleh para percetakan itu, untuk produk yang spesifikasinya sama? Inilah variasinya:

- Rp 20.000
- Rp 11.000
- Rp 9.000
- Rp 7.000
- Rp 6.000
- Rp 5.000
- Rp 4.500

Coba lihat, betapa jauhnya rentang harga antara satu percetakan dengan percetakan lain! Ini merupakan suatu hal yang benar-benar aneh, bukan?

Bahkan, seorang teman saya, teman yang sudah sangat dekat dengan saya, selama ini kami sudah sangat sering menjalin kerjasama bisnis, intinya kami sudah CS banget, eh… dia menawarkan harga Rp 9.000!

Padahal menurut seorang rekan saya yang bekerja di sebuah media cetak, biaya cetak buku saya paling hanya sekitar Rp 4.000!

* * *

Berapa sih, sebenarnya biaya cetak sebuah buku?

Menurut info yang saya dapatkan dari berbagai sumber, rata-rata biaya cetak buku adalah sekitar 1/5 atau 1/6 dari harga jualnya. Jadi jika misalnya harga jual sebuah buku adalah Rp 30.000, maka biaya cetaknya sekitar Rp 4.000 hingga Rp 6.000.

Tapi ini bukan rumus pasti sebenarnya. Sebab harga buku pun ternyata sangat variatif. Saya pernah survey ke toko buku, dan terkejut melihat fakta itu. Untuk buku-buku yang spesifikasinya lebih kurang sama, harga jualnya ternyata sangat variatif: Mulai dari Rp 29.000 hingga Rp 54.000!

Hm… ternyata banyak faktor yang menentukan harga jual sebuah buku, bukan hanya biaya cetak!

Jadi, ketika Anda melihat sebuah buku yang harganya Rp 60.000, jangan lantas berpikir bahwa biaya cetaknya sekitar Rp 10.000 atau Rp 12.000. Bisa saja harga aslinya hanya sekitar Rp 4.000! Buku itu jadi mahal harganya, mungkin karena penulisnya terkenal, atau karena faktor-faktor lain.

* * *

Baru-baru ini, seorang teman saya menceritakan sebuah fakta lain yang membuat saya makin bingung: Biaya cetak sebuah buku bukan 1/5 atau 1/6 dari harga jual, melainkan 1/10.

Nah, lho??? Mana yang benar, coba?

Terlepas manapun yang benar, yang penting kita jangan mudah terkecoh oleh harga yang ditawarkan oleh percetakan. Percayalah bahwa mereka itu hobi banget mempermainkan harga. Ini bukan gosip atau fitnah semata. Tapi saya sudah beberapa kali membuktikannya.

Wassalam,

Jonru


Ingin ngobrol bareng Jonru mengenai Penulisan, Blog Writing,
Web Copy, atau Jurnalistik? Klik DI SINI :)

24 Responses to “[Self Publishing] Percetakan Suka Seenaknya Menetapkan Harga?”

  1. 1
    BlackQuanta Said: @ 02 Aug 2007 10:14 am 

    Waduh, padahal lagi pengen nulis buku ini mas… Ntar deh kalo udah jadi, aku pengen ngobrol sama mas Jonru soal gimana cara menerbitkannya yang baik…

  2. 2
    Dian PP Said: @ 15 Aug 2007 10:48 am 

    Alangkah baiknya jikalau kita mengerti terlebih dahulu komponen percetakan yang menjadi dasar perbecaan harga. Kita bisa meulai dari jenis kertas,kemudian jenis cetaknya, apakah Full Colour atau BW, kemudian spesifikasi ukuranm yang menjadikan kita harus memilih lebar dan jumlah film yang nantina akan dipakai untuk mesin cetak. Kemudian juga biaya operasional untuk mesin cetak yang akan dipakai. Mau pake Heidelberg, Ryoby atau sekedar mesin cetak toko? Semuanya beda. Mungkin ini bisa menjadi alternatif untuk mengerti mengapa harga percetakan telatif bervariasi.

  3. 3
    syamsul Said: @ 04 Oct 2007 08:19 am 

    punya percetakan sendiri aja mas Jonru, biar nggak pusing :D

  4. 4
    marishka Said: @ 06 Oct 2007 09:46 am 

    saya mau bantu rekan2 yang mau cetak sendiri bukunya dengan perhitungan2 yang berlaku di pasaran. Kapan ya kumpulin temen2 (paling banyak 5 orang) lalu kita bicara bagaimana menghitung mulai kertas sampai jilid buku dst.

    hubungi aku di email di atas.

    salam,
    marishka

  5. 5
    jonru Said: @ 06 Oct 2007 11:41 am 

    marishka, thanks atas masukannya
    btw mana alamat emailnya?

  6. 6
    Aceng! Said: @ 03 Nov 2007 10:50 pm 

    Saya berwirausaha dibidang jasa percetakan, sampai hari ini. Informasi dari Mas Jonru ada benarnya (kan sudah pengalaman…), tapi ada yang kurang. Setahu saya yang paling menentukan harga produksi percetakan (buku), disamping spesifikasi teknis (Ukuran, bahan, jenis cetak, jumlah halaman, finishing, dll) adalah quantity. Semakin banyak buku diproduksi dalam satu masa produksi, semakin murah harga satuannya.
    Pengalaman yang belum lama saya alami adalah memproduksi buku untuk kepentingan sebuah kongres nasional dengan spesifikasi sbg berikut:
    ukuran jadi : B5 25 x 18 cm, 230 halaman, bahan kertas : HVS 80 gsm (cetak BW), bahan jilid AP 260 gsm (cetak separasi di laminasi), finishing : Hot melt Binding, quantity 800 pcs. Saya Jual Rp. 12.500/buku, padahal jika buku dibuat 3000 eksemplar harga satuannya mungkin bisa saya kasih sampai dibawah Rp. 8.000/ buku.
    Besarnya rentang harga tawar dari percetakan yang didapat Mas Jonru mungkin salah satu sebabnya kurang detailnya spek dan quantity. Disamping tentu saja ditentukan juga oleh rasa kemanusiaan orangnya. Masih dari pengalaman saya pribadi dalam menentukan keuntungan (margin), selalu mempertimbangkan aspek-aspek berikut ini:
    1. Besaran Down Payment (DP), semakin besar DP semakin kecil modal pribadi yang digunakan, artinya prosentase margin saya otomatis juga akan dikurangi.
    2. Resiko dan tingkat kesulitan, pekerjaan yang rumit atau diburu waktu biasanya akan meningkatkan biaya produksi. Hal ini terkait dengan upah buruh dan resiko-resiko tak terduga.
    3. Masa Pembayaran, pembayaran cash and carry, biasanya dibedakan dengan pembayaran dengan Giro mundur. Hal ini masih berkaitan dengan modal yang berputar.
    4. Quantity;
    5. Emotional and Personal approach; konsumen yang rewel biasanya kena charge he he
    Kebiasaan saya selama ini rata-rata mengambil margin tidak lebih dari 30% dari HPP, kecuali pada kasus-kasus tertentu biasa berfluktuasi.
    maaf kepanjangan…

  7. 7
    Setan Merah Said: @ 05 Nov 2007 11:42 pm 

    Thanks for all, saya pungut pengalaman berharga ini.

  8. 8
    eretnoni Said: @ 08 Jan 2008 12:47 pm 

    Mas JONRU,
    Matur nuwun ya sudah nambah isi kepala saya lewat tulisan2 yg kaya raya ini.
    ada satu pertanyaan, gimana kita menerbitkan buku dan memasarkannya kalo kita sendiri gak punya modal. secara kasaranya, gimana membuat tulisan ini langsung jadi buku dan nangkring di gramedia dkk?

    Makaci sebelumnya yaaa

  9. 9
    S.am Said: @ 10 Jan 2008 11:38 am 

    wadu2 memang susah juga kalau ngomong tentang harga produksi. sama masalahnnya harga rencana di awal kandas ditengah jalan lantaran oplah cetak kita rendah, coba bisa cetak 3000 eksemplar pasti lebih murah. tapi siapa punya duit segitu bannyak? kita penerbitan indie yang hanya mengantongi 3 jeti hampir ngak bisa napas kalau mau cetak. wal hasil yah cari percetakan yang lebih mudah, dengan resiko cacat produk karena si percetakan blom begitu menguasai cetak buku, atau di penjilitannya, pokoknya makan ati deh….

  10. 10
    S.am Said: @ 10 Jan 2008 11:45 am 

    eretnoni Said: @ 08 Jan 2008 12:47 pm

    Mas JONRU,
    Matur nuwun ya sudah nambah isi kepala saya lewat tulisan2 yg kaya raya ini.
    ada satu pertanyaan, gimana kita menerbitkan buku dan memasarkannya kalo kita sendiri gak punya modal. secara kasaranya, gimana membuat tulisan ini langsung jadi buku dan nangkring di gramedia dkk?

    Makaci sebelumnya yaaa

    maaf mas karena blom ada yang menanggapi mungkin saya akan sedikit berbagi dengan anda. saya juga gak punya modal dengan self publising saya, alternativnya cari sekitar 5 orang temen untuk urunan, dan biasannya cara begini akan kandas ditengah jalan he… maaf ya gak solutip.
    kedua, cari penulis yang mau membiayai bukunnya, mas eretnoni tinggal urus maslah produksi sampai cari ISBN sekalian setor ke distributor, kemungkinan berhasilnya akan lebih besar, jangan lupa kesepakatan bagi hasil sama penulisnnya yang juga ikut infestasi modal.
    bisa dibayangkan anda bekerja sama dengan 10 penulis dalan 3 bulan pertama, jika merekan (penulis) mau ngongkosin sekita 5 juta berarti modal kita udah 50 jeti, dasyat kan? dan artinya kita bisa diuntungkan 50% dari laba penjualan, kalau laku dipasaran he…

    Pak S.am
    cerita anda menarik sekali
    thanks atas sharing-nya ya…

  11. 11
    susilo dwi budiadi, se Said: @ 23 Feb 2008 11:41 am 

    maaf mas mau tanya ini gimana saya menetukan harga sebuah naskah novel dari sebuah penulis, sekarang ini kan banyak yang bisa nulis tapi cara menetukan bahwa novel yang akan kita beli itu baik tidaknya dari mana? sebelumnya terima kasih

    Halo Susilo…
    Ada begitu banyak faktor untuk menentukan harga jual buku, termasuk novel.
    Masalah kriteria novel yang baik, ya agak susah juga. Mungkin kita perlu membaca dulu resensinya, atau mendengarkan penilaian dari orang2. Sebab cover dan harga jual bukanlah ukuran kualitas.

    Semoga komentar saya membantu, ya…

  12. 12
    hadi Said: @ 10 Mar 2008 12:33 pm 

    saya kira bagus juga tuh pengalaman bang Jonru. Eh..ngomong2 gimana kalo kita join yuk bikin self publishing. Karena 2 buku yang pernah ku tulis selama ini aku terbitin ke penerbit. jadi dapetnya kecil cuma 10% royaltinya. hehe pls call me on hartono.hadi@gmail.com

    WaH ide bagus Pak Hadi
    saya coba pertimbangkan dulu ya…

  13. 13
    tendi rahmat Said: @ 06 Apr 2008 03:44 am 

    sebagai orang percetakan kita juga dulu begitu, ambil untung sebesar-besarnya bahkan bisa besar sekali.
    Tapi sekarang lain mas, saya udah hampir 6 tahun mencoba memimpin percetakan dengan model toko glosir, artinya berapapun untungnya kita ambil. Sekarang sayapun mencoba menerapkan open manajemen, sehingga para pemesan tahu berapa keuntungan yang saya dapatkan, saya juga menerapkan sistem ongkos kerja saya (Maklon). Biar sama-sama enak. mau coba mas, saya tunggu ya di http://www.majidjayaputra.com

    Pak Tendi, terima kasih banyak atas masukannya

    Jonru

  14. 14
    setya Said: @ 21 Apr 2008 11:32 am 

    salam hormat,
    saya punya tulisan mau saya terbitkan, tapi saya tidak punya duit buat bayar cetak, adakah solusinya ?
    terimakasih

  15. 15
    Dzikri Said: @ 29 Apr 2008 10:53 am 

    Salam Sejahtera untuk semuanya,,

    Saya cuma ingin sekedar konsultasi,,saya belum mengerti benar tentang bisnis yang ada di percetakan,,yang saya mengerti hanya duduk di depan komputer hingga larut malam mencoba membuat beberapa design yang belum sepenuhnya mahir (masih tahap belajar).

    Saya pernah ditawari kerja untuk mendesign berbagai macam design oleh sebuah percetakan, baik itu baligho, X-banner, rolling banner, spanduk, leafet, dll..

    Tapi karena saya orang awam yang belum sepenuhnya mengerti bisnis percetakan itu seperti apa,,jadi menurut saya percetakan tersebut sangat tidak menghargai orang design,saya sendiri merasa tersinggung,,entah apa percetakan tersebut tidak ingin membayar design saya atau memang design saya yang kurang cocok untuk percetakan dia,,sebelumnya kita sudah buat perjanjian..tapi perjanjian itu ternyata dilanggar,,salahnya dari saya!!saya tidak minta perjanjian secara tertulis,,

    Saya cuma ingin bertanya.
    Apakah semua percetakan seperti itu?
    Apakah dunia bisnis seperti itu?
    Apakah dunia kerja seperti itu?
    Dan seandainya design yang saya buat di publikasikan, apakah saya berhak menuntut atas design saya itu?

    Dan kesalahan saya yang sangat fatal adalah saya terlalu awam dan tidak begitu mengerti tentang bisnis seperti itu,,dan saya kirim semua design saya secara keseluruhan baik mentah dan jadi.

    Terima kasih untuk Om Jonru
    Semoga Web site nya dikenal masyarakat luas

    Thanks

  16. 16
    Ana Said: @ 07 May 2008 11:43 am 

    Salam,

    Banyak faktor yang mempengaruhi harga cetakan, di antaranya seperti yang diceritakan oleh Aceng!: ukuran buku, spesifikasi halaman, oplah, jumlah warna, penggunaan jenis kertas, cara pembayaran.

    Tapi perhitungan di setiap percetakan mungkin berbeda.
    Untuk itu saya sarankan untuk survey harga dari beberapa percetakan sebelum mencetak.

    Kami menyediakan jasa percetakan buku dengan harga bersaing. Mutu dan ketepatan waktu juga dijaga. Beberapa penerbit langganan kami juga memasukkan bukunya ke Gramedia.

    Boleh dihubungi ke deviana.nlcp@yahoo.com

    Terima kasih

  17. 17
    frog Said: @ 14 May 2008 02:58 pm 

    ada yang mau bantu saya!!!!!!!!!!????????
    saya mau cetak buku
    1. sebanyak 1000 exp. cover art caroon 260 gr, HVS 80 gr, ukuran 18 x 24 cm, 4/1 cover, 1/1 isi 230 halaman 4/4 isi 15 halaman, finishing : Perfect binding + laminating doft di cover di muka + lidah buku
    2. sebanyak 200 exp. cover art caroon 260 gr, HVS 80 gr, ukuran 14 x 20 cm, 1/1 isi 150 halaman, 1/1 cover (warna coklat tua, finishing : Perfect binding + laminating doft di cover di muka
    Paket Desain Cover dan Layout Isi Buku

    ada yang mau bantuuuuuuuu atau nawarin diri untuk mencetak….pls help me..thanks..browwwwwww

  18. 18
    frog Said: @ 14 May 2008 02:59 pm 

    ini contak saya 02130134116 or email frog_aha0109@yahoo.com.

  19. 19
    Irawan Said: @ 18 May 2008 12:26 am 

    Salam kenal,

    Saya mau kasih info mungkin bisa berguna untuk alternatif mencetak buku dengan lebih murah, cepat, dan bahkan bisa dikerjakan sendiri tanpa perlu operator khusus (kalau mau beli mesinnya)

    Alternatif mencetak bisa menggunakan mesin GESTETNER COPYPRINTER (Digital Duplicator)seperti yang banyak dipakai banyak percetakan-percetakan besar dan kecil belakangan ini untuk mencetak buku (cuma biasanya percetakan merahasiakan jenis mesin ini karena sudah otomatis dan mudah dioperasikan sendiri spt photocopy jadi takut langganannya beli dan cetak buku sendiri kali :D)

    Gestetner yang terkenal sebagai penemu mesin cetak stensil sejak 125 tahun lalu ini mencetak dengan hasil kualitas tinggi yang konstan dan bersih mulai cetakan pertama hingga terakhir, dengan kecepatan cetak 90 - 130 lembar/menit mencetak buku akan sangat cepat, penggunaan lebih mudah dari mesin photocopy, dapat mencetak di kertas tipis mulai 35 gram hingga kertas/karton tebal 230 gram, hanya perlu max.175 watt dan min.8 watt, dapat mencetak berwarna (spot colour) dan langsung dari komputer (optional), biaya cetak paling rendah dibanding mesin lain hingga Rp.5/lembar (kalau cetakan banyak).

    Mesin dipasarkan dalam keadaan baru (brand new) oleh PT. Arotech International selaku agen tunggal Gestetner CopyPrinter di Indonesia dengan harga mulai 30 jutaan.

    Bagi yang berminat dapat menghubungi no. telp 021-68777725

  20. 20
    nur Said: @ 25 Jun 2008 04:22 pm 

    Pak Irawan, bagus nggak kalo buat nyetak halaman berfoto? Ntar hasilnya ikutan kayak fotokopi gak…?hehe…Kira2 rata nggak hasilnya kalo dicetak depan belakang? Kan kalo difotokopi biasanya lari ke mana2…
    And terakhir, boleh tau gak harganya?
    BTW, pengen tanya ke forum, kalo mau nyetak buku dengan kertas koran 70gr apa lebih murah dibanding kertas HVS 70 gr?
    Thx
    Nur

  21. 21
    nemo Said: @ 15 Jul 2008 02:44 pm 

    salam kenal,,
    wah makasi banyak utk semua masukan yg sangat masuk ini,,
    disini saya juga sedang bingung dengan percetakan,,kmrn sempat melakukan transaksi dg sebuah percetakan,,namun pada saat harga sudah ok,,di tengah jalan tiba2 mrk menaikkan harga hingga 50% lebih,dengan berbagai alasan,sehingga pekerjaan saya ikut kacau..
    lalu saya mau tanya ini apakah ada yg bisa bantu,,
    saat ini saya mau mencetak dg daftar seperti ini,,kira2 berapa harga cetak yang umum di pasaran??atau kalau ada yang berminat silahkan kontak email saya
    terimakasih
    -120 exp. cover art caroon 260 gr, isi full color art paper, ukuran 20 x 20 cm, 1/1 isi 100 halaman, 1/1 cover finishing : Perfect binding + laminating doft

  22. 22
    Murti Pw Said: @ 25 Jul 2008 12:38 pm 

    Memang benar banyak konsumen yang dibikin bingung dengan harga cetak yang “variatif” bahkan dengan kesenjangan yang demikian jauh.Saya marketing di sebuah percetakan mungkin disini bisa urun rembug. Di percetakan dimana saya bekerja harga ditentukan oleh seorang estimator yang mana dalam perhitungannya menggunakan software khusus untuk percetakan.(kalau ada yang berminat untuk membeli softwarenya mungkin kami masih bisa membantu).Jadi disini dasar penentuan harganya pasti / tidak ngawur.Mengenai mahal-murah itu relatif sekali.Berbicara cetak-mencetak berarti kita berbicara tentang quantity (ini sudah rumus pasti).Jumlah banyak tentunya lebih murah untuk hitungan per bukunya, tapi bila kita mencetak dalam jumlah kecil (minim/dibawah minim)tentu saja semua Cost Produksi awal dibebankan kepada konsumen, hal ini logis karena percetakan mana yang mau nombok film, plat master bahkan disain.Nah penghargaan terhadap hal-hal tersebut juga harus dipahami oleh konsumen, sehingga antara penulis dan pihak percetakan dapat berjalan sinergi menjadi simbiosis mutualisma (bukan parasitisma).Demikian sedikit pendapat saya bila ada yang berminat sharing silakan email ke trewelulemu@gmail.com atau trewelulemu71@yahoo.com

  23. 23
    Fajar Said: @ 01 Aug 2008 11:55 pm 

    Salam kenal…
    Memang ada banyak faktor yang mempengaruhi harga sebuah produk percetakan seperti dikemukakan di atas, harga yang di tawarkan pun bervariatif, benar kata mas Jonru kadang-kadang harganya sangat berbeda jauh antara percetakan 1 dengan yang lain. Untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan budget, kita kadangkala harus survey ke banyak percetakan. Nah ini yang biasanya malas kita lakukan. Berikut adalah web yang memberikan informasi online harga produk percetakan, sayangnya belum semuanya tercover [buku salah satunya :D)
    http://www.percetakan.biz
    klik aj menu info harga , isi spsifikasi dan jumlah order, dapat dah tu harga. Lumayan untuk sebagai perbandingan, langsung pesan juga bisa [hehehe... sekalian numpang promosi ni mas Jonru]. Thanks

  24. 24
    hariz Said: @ 04 Aug 2008 04:13 pm 

    setau saya harga cetak setiap buku bergantung jumlah, kalo misal pesan 500 eks dihargai 5500/eksemplar, 1000 eks dihargai 4500, kalo pesen 2000 biayanya tinggal 3500 per eksemplar ketika pesan awal ke percetakan karna tdk ad cetakanx memnungkinkan biaya mahal tp kalo lngsung cetak byk lebih mrh

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment