|
Sekolah-Menulis Online |
03 Nov 2006, 08:16 am
Selera publik memang terkadang misterius
Dari semua foto karya saya yang telah dipajang di Galeri Keadilan, foto yang satu ini ternyata mendapat nilai tertinggi dari para pengunjung. Padahal menurut saya, foto ini biasa-biasa saja.
Aslinya, kualitas foto ini sangat jelek. Saya memotretnya (pakai kamera Canon PS A510) dengan cahaya yang amat minim. Maklum, di dalam ruangan.
Ini adalah pemandangan di dalam Lawang Sewu, sebuah gedung tua yang terletak di tengah kota Semarang. Beberapa waktu lalu saya sempat datang ke sana, menjelajahi isinya bersama rombongan peserta pelatihan jurnalistik.
Ketika melintas di tangga dekat lobi yang menuju lantai atas, saya tertarik melihat pemandangan di sana, lantas saya memotretnya. Hasilnya biasa-biasa saja. Bahkan cahayanya sangat minim (atau “under” dalam bahasa fotografi), dan objeknya tidak fokus alias buram. Tapi kemudian saya lakukan olah digital, dan hasilnya adalah seperti yang Anda lihat.
Sekali lagi, menurut saya foto ini biasa-biasa saja. Ini bukan foto favorit saya.
Tapi selera publik memang seringkali misterius. Mungkin sama misteriusnya dengan foto ini, hehehe…
Banyak orang yang kagum pada foto ini, sehingga ia pun menjadi foto saya yang mendapat nilai paling tinggi di Galeri Keadilan.
Jika bersedia, bisakah Anda menyebutkan kenapa foto ini membuat banyak orang terkesan?
Terima kasih banyak.
| Ingin ngobrol bareng Jonru mengenai Penulisan, Blog Writing, Web Copy, atau Jurnalistik? Klik DI SINI :) |
4 Responses to “Selera publik memang terkadang misterius”
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI











sy merasa bahwa fotonya memang biasa2 (maklum kagak ngarti fotografi) tp kemungkinan org2 menyukainya karena kesan tiga dimensi yg ditampilkan dengan adanya tangga dan dinding/ jendela kaca yg berbentuk pentagon serta memanjang ke atas memberi kesan atapnya tinggi sekali, sehingga ada perasaan yg lega seolah2 merasa ada dalamnya
terima kasih banyak bu rina…
masukannya sangat detil dan berharga
wah..mas jonru hebat, tapi emang foto tersebut mempunyai nilai lebih. saya melihat dari sisi pencahayaanya bukan dari tangga atau bahan bakunya hehehhe. di edit pakai photoshop aja mas sekalian di baut misterius hihihiih, tinggal bermaen-maen dengan blending modenya photoshop jadi dech
diedit lagi?
wah…. saya belum ada ide baru nih, hehehe…