Writing is not my hobby. It’s a part of my life

Panduan Penulisan dan Penerbitan Buku untuk Pemula, Dapatkan Voucher Rp 150.000 dari SMO

Sekolah-Menulis Online
Versi Baru!

Pendaftaran 24 Jam Nonstop. Investasi Bisa Dicicil Perbulan.

Sekolah-Menulis Online (SMO)
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat!

Semua kegiatan belajar berlangsung lewat internet. Anda tak perlu ke luar rumah, tak perlu meninggalkan aktivitas lain.
Info Selengkapnya >>>

 

22 Dec 2006, 09:53 am

Musafir Kehidupan

Posted in Puisi

Aku adalah derap
sebentuk asa yang kurangkai jadi mimpi
pelabuhan yang lama kusiapkan
dengan dermaga dan perahu beserta pantai yang mendebarkan

Aku adalah jejak
derap yang menghendak hingga kau menatap
dan Dia memberi setitik cahaya
sebentuk kekuatan yang membuatku berdiri tegak
melangkah pasti dan meninggalkan prasasti

Aku adalah langkah
seulas senyum yang kusiramkan ke taman hati
taman yang membuat dunia bagai pelangi
taman yang penuh asa dan mimpi-mimpi

Aku adalah musafir
pengelana yang tak pernah usai mengayuh di lautan kehidupan

Senayan, 22 Desember 2006

Jonru

Butuh banyak keberanian untuk berubah, apalagi berubah dari sebuah kemapanan. Tapi aku harus mencoba!”


Ingin ngobrol bareng Jonru mengenai Penulisan, Blog Writing,
Web Copy, atau Jurnalistik? Klik DI SINI :)

5 Responses to “Musafir Kehidupan”

  1. 1
    mey Said: @ 22 Dec 2006 11:49 am 

    assalamualaikum..
    salam kenal, aku baru selse baca cinta tak terlerai, bagus puisi2 yang ada di halaman belakang.

  2. 2
    jonru Said: @ 22 Dec 2006 01:15 pm 

    waalaikumsalam
    thanks ya mey…
    puisi2 itu buatan teman saya kok
    yang buatan saya cuma satu :)

    salam kenal juga

  3. 3
    Bonatua_766hi Said: @ 17 Jan 2007 07:08 pm 

    Puisi yang baik mas…… tapi kalo boleh me(langkah) dulu baru bunyi suara (derap) setelah itu meninggalkan (jejak) jadi susunannya adalah:

    Aku adalah langkah
    seulas senyum yang kusiramkan ke taman hati
    taman yang membuat dunia bagai pelangi
    taman yang penuh asa dan mimpi-mimpi

    Aku adalah derap
    sebentuk asa yang kurangkai jadi mimpi
    pelabuhan yang lama kusiapkan
    dengan dermaga dan perahu beserta pantai yang mendebarkan

    Aku adalah jejak
    derap yang menghendak hingga kau menatap
    dan Dia memberi setitik cahaya
    sebentuk kekuatan yang membuatku berdiri tegak
    melangkah pasti dan meninggalkan prasasti

    Aku adalah musafir
    pengelana yang tak pernah usai mengayuh di lautan kehidupan

    btw, mas aku bisa minta izin gak ngasih puisi ini ke orang yang kucintai namun aku gak yakin mampu memilikinya
    tks,

  4. 4
    Jauhari Said: @ 14 Feb 2007 04:59 pm 

    Keren mas ;)

  5. 5
    wawan Said: @ 06 Apr 2007 03:37 pm 

    bagus mas….
    ada baiknya apa yang ada pada diri memang dikeluarkan sebagai potensi yang bisa digali bukan menjadi petaka pada diri sendiri apalagi bagi orang lain.kebetulan aku juga menjadikan menulis sebgai bagian dari hidupku.
    kalau boleh aku juga turut menuang isi pikiran buah pemahaman buat sendiri dan smoga menjadi suatu hal yang dapat dimanfaatkan buat smua.

    ibu

    coba kau tutup mata perlahan
    tatkala berhadap dengan ibu yang telah tersakiti
    pasti kau kan tahu
    sedalam apa cinta dan pengorbanan itu
    matanya berkaca, sedikit mengerutkan dahi
    tuanya pun kian jelas terlihat
    ya….
    ia berharap yang terbaik
    ya….
    ia pula berharap yang terindah
    untuk siapa ia tersenyum di pagi hari
    menggoreng telur sedikit gosong
    mengaduk segelas teh manis panas
    malam datang ia membelai
    timangnya dengan suara lembut
    membawamu mimpi indah
    penuh cinta seorang dewi
    tak kuasa mata tertutup ini menangis
    angkuh dan gerutu pun mematuh lagi
    saat semuanya tlah pergi
    bersama harumnya nama dan senyum indah
    sesalmu pun tiada akhir

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment