|
Sekolah-Menulis Online |
22 Dec 2006, 09:53 am
Musafir Kehidupan
Aku adalah derap
sebentuk asa yang kurangkai jadi mimpi
pelabuhan yang lama kusiapkan
dengan dermaga dan perahu beserta pantai yang mendebarkan
Aku adalah jejak
derap yang menghendak hingga kau menatap
dan Dia memberi setitik cahaya
sebentuk kekuatan yang membuatku berdiri tegak
melangkah pasti dan meninggalkan prasasti
Aku adalah langkah
seulas senyum yang kusiramkan ke taman hati
taman yang membuat dunia bagai pelangi
taman yang penuh asa dan mimpi-mimpi
Aku adalah musafir
pengelana yang tak pernah usai mengayuh di lautan kehidupan
Senayan, 22 Desember 2006
Jonru
“Butuh banyak keberanian untuk berubah, apalagi berubah dari sebuah kemapanan. Tapi aku harus mencoba!”
| Ingin ngobrol bareng Jonru mengenai Penulisan, Blog Writing, Web Copy, atau Jurnalistik? Klik DI SINI :) |
5 Responses to “Musafir Kehidupan”
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI










assalamualaikum..
salam kenal, aku baru selse baca cinta tak terlerai, bagus puisi2 yang ada di halaman belakang.
waalaikumsalam
thanks ya mey…
puisi2 itu buatan teman saya kok
yang buatan saya cuma satu
salam kenal juga
Puisi yang baik mas…… tapi kalo boleh me(langkah) dulu baru bunyi suara (derap) setelah itu meninggalkan (jejak) jadi susunannya adalah:
Aku adalah langkah
seulas senyum yang kusiramkan ke taman hati
taman yang membuat dunia bagai pelangi
taman yang penuh asa dan mimpi-mimpi
Aku adalah derap
sebentuk asa yang kurangkai jadi mimpi
pelabuhan yang lama kusiapkan
dengan dermaga dan perahu beserta pantai yang mendebarkan
Aku adalah jejak
derap yang menghendak hingga kau menatap
dan Dia memberi setitik cahaya
sebentuk kekuatan yang membuatku berdiri tegak
melangkah pasti dan meninggalkan prasasti
Aku adalah musafir
pengelana yang tak pernah usai mengayuh di lautan kehidupan
btw, mas aku bisa minta izin gak ngasih puisi ini ke orang yang kucintai namun aku gak yakin mampu memilikinya
tks,
Keren mas
bagus mas….
ada baiknya apa yang ada pada diri memang dikeluarkan sebagai potensi yang bisa digali bukan menjadi petaka pada diri sendiri apalagi bagi orang lain.kebetulan aku juga menjadikan menulis sebgai bagian dari hidupku.
kalau boleh aku juga turut menuang isi pikiran buah pemahaman buat sendiri dan smoga menjadi suatu hal yang dapat dimanfaatkan buat smua.
ibu
coba kau tutup mata perlahan
tatkala berhadap dengan ibu yang telah tersakiti
pasti kau kan tahu
sedalam apa cinta dan pengorbanan itu
matanya berkaca, sedikit mengerutkan dahi
tuanya pun kian jelas terlihat
ya….
ia berharap yang terbaik
ya….
ia pula berharap yang terindah
untuk siapa ia tersenyum di pagi hari
menggoreng telur sedikit gosong
mengaduk segelas teh manis panas
malam datang ia membelai
timangnya dengan suara lembut
membawamu mimpi indah
penuh cinta seorang dewi
tak kuasa mata tertutup ini menangis
angkuh dan gerutu pun mematuh lagi
saat semuanya tlah pergi
bersama harumnya nama dan senyum indah
sesalmu pun tiada akhir