Writing is not my hobby. It’s a part of my life
jonru - kenangan wisuda TDA

Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat!
Semua kegiatan belajar berlangsung lewat internet. Anda tak perlu ke luar rumah, tak perlu meninggalkan aktivitas lain.
Info Selengkapnya.

Siapa Blogger Paling Jago?
Nyatakan Pendapat Anda, Sebelum Keduluan Orang Lain! Klik DI SINI.

 

21 Nov 2006, 01:54 pm

Menulis, antara bakat dan pilihan hidup

Posted in Dunia Penulisan

Dulu, Saya beberapa kali diajak oleh orang-orang tertentu untuk bergabung dengan bisnis Multi Level Marketing (MLM). Pernah saya tergoda, terjun beberapa bulan di dunia yang satu itu. Akhirnya, saya tewas dengan mengenaskan, karena memang saya merasa tak punya bakat sama sekali. Karena itu, saya sering jengkel luar biasa ketika ada pebisnis yang masih ngotot merayu saya dengan ucapan, “Untuk terjun ke bisnis, bakat itu tidak perlu, kok. Saya aja dulunya tak punya bakat sama sekali. Tapi saya bisa sukses seperti sekarang ini.”

Tragisnya, di dunia penulisan pun saya seringkali mendengar seorang penulis senior yang bicara seperti itu. “Untuk jadi penulis hebat, bakat itu tak terlalu penting, kok. Bla… bla.. bla…” Lebih tragis lagi, ternyata saya sangat setuju dengan pendapat itu!

Setelah berpikir lebih dalam, saya menyesali diri sendiri, merasa sangat bodoh. Kenapa saya bersikap amat diskriminatif? Saya setuju dengan pendapat mengenai tidak pentingnya bakat di dunia penulisan, tapi saya sangat tidak setuju dengan hal yang sama di dunia bisnis. Apakah saya sudah menjadi semacam ibu tiri yang pilih-pilih kasih?

Oke, saya akhirnya menyerah, mencoba mencari argumen yang lebih kuat dan masuk akal. Kenapa saya merasa tidak punya bakat di bidang bisnis, dan saya sama sekali tidak tergerak untuk terjun ke sana?

Setelah berpikir lebih dalam lagi, saya menemukan sebuah jawaban yang agaknya cukup valid, mungkin bisa membungkam mulut si pebisnis yang tak pernah henti merayu saya.

“Ini adalah sebuah pilihan hidup!”

Ya, benar. Semuanya berpulang pada pilihan hidup.

Jika mau dan punya motivasi yang kuat, saya yang tidak punya bakat bisnis sama sekali ini, suatu saat nanti mungkin bisa menjadi seorang pengusaha sukses yang kaya raya. Saya mungkin bisa menjadi seorang raja MLM yang bisa membeli Kepulauan Seribu, bahkan pulau Bali. Jika punya motivasi yang sangat kuat, saya akan berjuang keras agar bisa sukses di dunia MLM yang amat membahagiakan dari segi materi.

Tapi yang terjadi selama ini; saya tak punya semangat sama sekali. Ketika dulu saya terjun ke dunia MLM, saya menjadi orang yang sangat malas. Malas mencari downline, malas mencari pembeli. Ketika bertemu dengan seorang calon pembeli/downline yang sangat potensial pun, saya bersikap ogah-ogahan. Saya bukan tipe manusia agresif yang melihat sosok seorang manusia sebagai ladang duit yang amat menggiurkan. Saya pikir, enggak penting-penting amat gitu lho, mencari uang dengan cara seperti itu.

Dan itulah alasan utama kegagalan saya di bidang bisnis, khususnya MLM. Saya pernah menceritakan hal ini pada seorang teman yang juga mencoba merayu saya untuk menekuni bisnis MLM yang ia ikuti. Anehnya, dia malah menyalahkan MLM saya terdahulu. Padahal saya tahu, sayalah yang salah. Saya pikir, teman ini mungkin hanya mencoba menjelek-jelekkan perusahaan saingannya, itu saja.

* * *

Saya kira, dunia penulisan pun seperti itu. Kalau kamu punya bakat yang luar biasa di bidang penulisan, maka kamu punya potensi yang sangat luar biasa pula untuk menjadi seorang penulis handal. Bakat yang baik akan membuat seorang calon penulis lebih mudah dalam menyerap teori-teori penulisan. Proses belajar yang dilaluinya akan lebih cepat dan sederhana ketimbang mereka yang tidak punya bakat sama sekali.

Tapi, jangan sedih dulu, wahai penulis yang tak berbakat! Saya belum selesai bicara. Pembicaraan kita berikutnya adalah: ternyata bakat saja tidak cukup. Kamu punya bakat yang sangat luar biasa, itu sangat bagus. Perlu disyukuri. Tapi apa arti itu semua jika kamu tidak punya motivasi dan keinginan yang kuat? Kamu tak akan pernah menjadi seorang penulis.

Saya punya sekitar 10 atau 15 orang teman yang bertipe seperti itu. Bakat menulis mereka sangat bagus. Tapi ketika saya mengkompori mereka untuk menekuni dunia penulisan secara lebih serius, mereka menjawab dengan santai, “Saya menulis untuk iseng-iseng aja, kok!”

“Belum pernah kepikiran untuk mengirim naskah kamu ke majalah atau penerbit?”

“Buat apa? Apakah itu penting bagi hidup saya?”

* * *

Maka, di sinilah para penulis yang tak berbakat bisa menghibur diri. Silahkan, anda bisa tersenyum lebar sekarang. Sebuah kemenangan besar menanti anda. Kuncinya hanyalah kalimat klise berikut: Ternyata bakat saja tidak cukup. Banyak orang yang bilang bahwa peran bakat bagi? keberhasilan seorang penulis hanya sekitar 10 persen, atau bahkan 1 persen. Kita tak perlu berdebat soal jumlah persennya. Itu tidak penting, saudara-saudara sekalian! Sebab ini bukan rumus kimia.

Yang penting untuk kita percayai: di mana ada kemauan, di situ ada jalan. I believe I can fly. Jika aku percaya bahwa aku bisa terbang, maka aku bisa terbang.

Mungkin peribahasa ini terlalu mengada-ada. Tapi intinya adalah: KEINGINAN dan MOTIVASI yang kuat merupakan FAKTOR PENENTU TERBESAR dalam meraih sukses di bidang apapun. Di bidang bisnis? Ya. Di bidang penulisan? Ya juga. Saya yang tidak berbakat sama sekali di bidang bisnis, akan bisa jadi pengusaha sukses dan kaya raya, jika saya memang punya motivasi dan keinginan yang sangat tinggi. Dan kamu yang merasa tidak punya bakat menulis sama sekali, suatu hari nanti mungkin bisa mengalahkan popularitas Agatha Christie atau Stephen King. Who knows?

Tapi, seperti yang saya sebutkan di atas, ini semua memang kembali ke masalah pilihan hidup. Seorang teman saya pernah berkata, “Saya merasa rugi jika menghabiskan waktu hanya untuk mengetik di depan komputer dan mengarang cerita yang tidak nyata. Mending benerin genteng atau ngisi bak mandi.”

Apakah saya marah mendengar ucapan seperti itu? Insya Allah tidak, karena saya tahu ini menyangkut pilihan hidup. Terus terang, saya pun akan mengucapkan kalimat yang lebih kurang sama untuk dunia bisnis. “Saya merasa rugi jika menghabiskan waktu hanya untuk mengumpulkan downline dan merayu orang-orang untuk bergabung dengan bisnis saya.” Ini bukan pilihan hidup saya. Saya lebih suka mencari uang dengan cara menjual tulisan-tulisan saya. Saya merasa bahagia, karena lewat tulisanlah saya tidak hanya mendapat uang, tapi memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menularkan pemikiran-pemikiran saya kepada orang lain.

Tapi tentu saja, saya harus menghargai orang lain yang menjadikan MLM dan sejenisnya sebagai pilihan hidup mereka. Toh, setiap orang pasti berbeda, bukan?

* * *

Jadi, bagi kamu yang ingin jadi penulis dan merasa tak punya bakat, saya kira inilah resep yang cukup jitu: Jadikan menulis sebagai bagian dari pilihan hidup kamu. Jangan perlakukan ia sebagai hobi semata, yang ditekuni di kala senggang saja, lalu ditinggalkan jika kesibukan tugas kantor atau pekerjaan di toko menyita banyak waktu kamu.

Ketika peluncuran buku Antologi cerpen FLP Hongkong, Helvy Tiana Rosa berkata pada para penulis di sana yang semuanya berprofesi sebagai pembantu rumah tangga, “Mulai sekarang jika ada orang yang bertanya apa pekerjaan kalian, jawablah ‘profesi kami penulis dan hobi kami membantu orang lain’.”

Saya kira, inilah sikap yang seharusnya diambil oleh penulis - baik yang berbakat maupun tidak - jika mereka ingin terjun dan sukses di dunia penulisan. Katakan pada diri kamu sendiri, “Saya adalah penulis. Hidup saya untuk menulis. Menulis adalah bagian dari gaya hidup saya.”

Pesan saya untuk para penulis yang berbakat, “Apa kamu tidak merasa rugi karena menyia-nyiakan pemberian Tuhan yang sangat berharga?”

Pesan saya untuk penulis yang tidak berbakat, “Ayolah. Kamu bisa mengalahkan para penulis yang berbakat itu, karena mereka sama sekali tidak punya niat untuk bersaing dengan kamu.”

Maaf bila tidak berkenan.

Senayan, 12 Desember 2005

Jonru
(bersyukur karena merasa punya bakat menulis sejak kecil dan punya keinginan yang kuat untuk jadi penulis)

Tulisan ini sudah dimuat juga di sini :)


Ingin ngobrol bareng Jonru mengenai Penulisan, Blog Writing,
Web Copy, atau Jurnalistik? Klik DI SINI :)

20 Responses to “Menulis, antara bakat dan pilihan hidup”

  1. 1
    kus Said: @ 22 Nov 2006 11:24 am 

    bedanya penulis berbakat , tak perlu banyak belajar dan mencari karena hampir di setiap goresan penanya adalah harga.

    penulis tidak berbakat atau tidak memiliki bakat menjadi penulis bisa saja menjdai penulis besar tapi tentu dengan perjuangan “lebih” daripada penulis berbakat.

    mau jadi penulis berbakat atau tidak berbakat , itu bukan pilihan hidup. Kita tak bisa memilih.

    Yang pasti tekuni dan yakini, karena keyakinan bisa meruntuhkan apa saja. ( Kenji Endoh , 20th Century Boys- Urasawa Naoki , Kodansha Published (c) 2004 )

  2. 2
    MT Said: @ 25 Nov 2006 05:19 pm 

    hehehe… mas Jonru anti MLM, sama seperti saya. Tapi mas Jonru, menurut pengalaman saya, motivasi saja tidak cukup untuk menjadi apa yang kita pilih dalam hidup. Perlu satu KEYWORD lagi yang selama ini sebenarnya sudah mas Jonru lakukan, yaitu : KOMUNITAS. Ya, dengan adanya komunitas, bakat, kemauan, dan motivasi,bisa terus diupgrade!

    kalau soal motivator dan MLM saya pernah nulis pengalaman seperti di sini : http://lingkaran.wordpress.com/2006/07/08/super-trainer-dan-tukang-santet/

  3. 3
    jonru Said: @ 28 Nov 2006 09:57 am 

    buat kus:
    betul banget
    jangan pernah menyerah ya…
    motivasi adalah yang utama untuk meraih sukses!

  4. 4
    jonru Said: @ 28 Nov 2006 10:00 am 

    buat MT:
    sebenarnya saya tidak anti MLM
    setelah saya pelajari, sebenarnya konsep MLM itu bagus

    cuma, citra MLM jadi buruk gara2 banyak anggota MLM yang berusaha dengan cara-cara yang tidak simpati.

    tapi kenapa saya tidak mau ikut MLM? Alasannya ya karena itu tadi. Saya merasa itu bukan pilihan hidup saya. Dan saya kira “bukan pilihan hidup” tidak sama dengan “anti” bukan?

  5. 5
    az Said: @ 29 Nov 2006 12:55 am 

    ane suka semua tulisan ini, Mlm itu ngebingungin.

  6. 6
    nadz Said: @ 14 Dec 2006 08:34 am 

    Mlm emang bikin eneg, diteror terus gw….
    Munlis didepan komputer emang enak, meskipun hasilnya kadang bikin eneg…

  7. 7
    cindymon Said: @ 26 Dec 2006 02:51 pm 

    saya ndak percaya bakat, kita bisa menjadi apa saja yang kita pilih.

  8. 8
    andra Said: @ 15 Jan 2007 03:06 pm 

    Alhamdulillah…..makasih

  9. 9
    hikmat Said: @ 11 Mar 2007 03:40 am 

    Slam kenal utk semua.Terus terang mas , saya orang yang baru di dunia tulis menulis tetapi ingin melihat apakah ada bakat atau gak, Jadi why not terjun aja. Terutama dalam rangka mengisi content web.Sebelumnya saya hanya nulis utk tugas sekolahan aja.
    Saya cukup takjub dengan apa yang dilakukan mas disini.
    Tulisan anda memberikan semangat bagi para penulis baru seperti saya dan memberikan prespektif bagi penulis yang telah lama berkecimpung.
    Tentang MLM, menurut saya itu sebuah sistem yang telah ada mekanismenya sendiri sehingga orang yang terlibat atau dilibatkan akan bertindak sesuai yang telah digariskan/sistem/biz model tsb, dan bagi orang tertentu lain bisa salah presepsi.Jadi menurut saya positif thinking aja dan jangan sampai merusak hub baik dengan teman kita tersebut. Saya sering ditawari , lalu saya ajak diskusi aja, terutama sistem motivasinya dan akhirnya menolak secara halus. Hubungan kita semakin baik sebagai teman.

  10. 10
    Fia Said: @ 16 Apr 2007 10:35 am 

    Untuk menjadi penulis butuh satu hal lagi dalam kaitannya dalam kegiatan menulis, satu hal ini penting karena tak akan bisa dilakukan oleh sembarang orang. Menulislah dengan hati, tuangkan apa yang ada dalam benark hati kita penuh cinta dan keikhlasan karena tak ada suatu karya yang baik dilahirkan atas dasar terpaksa atau kerja rodi tanpa hati yang ikhlas.

  11. 11
    Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis Pinged With: @ 17 May 2007 10:29 am 

    [...] Jadikan kegiatan menulis sebagai pilihan hidup, bukan hobi semata yang dikerjakan hanya ketika ada mood, atau hanya ketika ada sisa waktu. Dengan kata lain, jadikanlah kegiatan menulis menjadi bagian dari gaya hidup anda (Inilah sebabnya, saya sekarang pakai motto “Writing is not my hobby. It’s a part of my life“). [...]

  12. 12
    Jonru on the Web » Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis Pinged With: @ 17 May 2007 10:37 am 

    [...] Jadikan kegiatan menulis sebagai pilihan hidup, bukan hobi semata yang dikerjakan hanya ketika ada mood, atau hanya ketika ada sisa waktu. Dengan kata lain, jadikanlah kegiatan menulis menjadi bagian dari gaya hidup anda (Inilah sebabnya, saya sekarang pakai motto “Writing is not my hobby. It’s a part of my life“). [...]

  13. 13
    lenijuwita Said: @ 17 May 2007 12:37 pm 

    Saya baca “beberapa kesalahan blogger pemula”, akibatnya berhenti deh belajar nulis, untungnya saya baca artikel ini. Coba lagi deh belajar nulis, minimal untuk mengingatkan diri sendiri aja, makasih ya…..artikel2nya yang selalu “inspiring”

  14. 14
    tunjungsari Said: @ 21 Sep 2007 12:59 pm 

    salam kenal.menurutku, bakat itu penting, tapi kemauan lebih penting. bener banget mz Jonru, yang nggak berbakat nggak usah takut sama yang berbakat, karena walaupun mereka adalah pesaing, tapi kalau mereka nggak berminat, ya sama saja.
    Semangat buat semua penulis muda yang mungkin masih di tahap iseng menulis…

  15. 15
    akimasa Said: @ 25 Sep 2007 02:41 pm 

    Saya setuju sekali dengan tulisan mas Jonru ini..
    saya pribadi tidak membenci bisnis mlm, tetapi saya benar2 tidak mau menempuh jalan itu.. Walaupun saya tahu bahwa banyak sekali orang di dunia tsb yang berhasil menjadi kaya raya..
    Mereka berhasil karena mereka memang bekerja keras dan memiliki motivasi yang kuat..dan itu memang jalan hidup yg mereka pilih..
    Tidak seperti saya yang tidak memiliki ketertarikan di dunia tersebut..
    Saya merasa jika saya mengajak teman saya bergabung di bisnis mlm, mungkin saya telah membebani teman saya itu..
    Karena saya sendiri sangat merasa terbebani saat diajak bergabung mlm.. Apalagi oleh teman sendiri..
    Menurut saya, dan ini adalah pilihan hidup saya, lebih baik menjalani hidup ini seperti apa yang kita inginkan.. Harta bukan segalanya, hidup aman bersama orang yg dicintai dan bisa mengerjakan hal-hal yang kita sukai (seperti menulis, menggambar, bermain, dll) menurut saya itu sudah cukup.. Yang penting kita menjadi orang yg baik dan tidak menyusahkan orang lain..

  16. 16
    Bisnis Online vs Penghasilan Online | Jonru on the Web Pinged With: @ 02 Jan 2008 08:23 am 

    [...] kan tidak punya bakat bisnis,” mohon maaf karena saya harus menyarankan Anda untuk membaca tulisan yang yang satu ini. Di situ, Anda akan menemukan bahwa PILIHAN HIDUP-lah yang menjadi penentu keberhasilan seseorang, [...]

  17. 17
    desy Said: @ 27 May 2008 04:14 pm 

    karena saya suka menulis artikel yang relatif jauh lbh pendek drpd buku, apa tulisan anda yg di atas jg berlaku untuk penulisan artikel?thx b4

    Desy…
    Tulisan di atas berlaku bagi semua penulis, tanpa kecuali

    Bahkan tulisan di atas bisa berlaku bagi siapa saja, tak peduli apapun profesinya, karena ini bisa menyangkut pilihan hidup secara umum.

    Salam sukses ya…

    Jonru

  18. 18
    ummufatih Said: @ 27 May 2008 11:23 pm 

    Assalamu’alaikum
    Saya orang yang tertarik ingin belajar menulis, tapi merasa gak bisa menulis. Saya juga blogger pemula…merasa seringkali buntu dan tak bisa memulai kata2 apa yang pantas untuk ditulis di blog saya jadinya…saya sering dihinggapi rasa malas menulis blog…bahkan seringkali khawatir tulisan saya gak bagus atau kurang menarik dan mersa gak berbakat nulis. Tapi saya pingin sekali bisa menulis! Untuk itu saya coba googlink cari situs pemandu, eh akhirnya menemukan situs nya mas jonru dan belajarmenulis.com ini, wah saya jadi semangat untuk banyak belajar jadinya, mudah2an dengan gabung disini saya jadi bisa menulis dengan baik. Terimakasih

    Waalaikumsalam…
    Amiin…
    Saya doakan semoga sukses jadi penulis hebat ya….

    Jonru

  19. 19
    Bagaimana Mendatangkan Banyak Inspirasi? | BelajarMenulis.com Pinged With: @ 07 Aug 2008 07:19 am 

    [...] PILIHAN HIDUP. Sebagai bahan referensi, Sanah bisa membaca salah satu tulisan saya yang berjudul “Menulis: Antara Bakat dan Pilihan Hidup” <<== Silahkan [...]

  20. 20
    gunawan Said: @ 24 Aug 2008 02:45 am 

    saya pengen banget bisa nulis entah itu di terima atau tidak tapi berharap di terima terus saya pengen ngebuktiin bahwa dengan kebiasaan aya mengoleksi banyak buku bisa melahirkan sesuatu yang beda.

    adakah trik jitu menulis yang tidak membosankan trus adakah ada sarat kusus jadi penulis ?

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment