“Maaf, Saya Sibuk. Tak Sempat Menulis!”

May 1, 2009
Filed under: Dunia Penulisan, Motivasi, Renungan, Sehari-hari, kiat sukses 

sibuk belajar menulisEmpat hari belakangan ini, saya berhadapan dengan empat hal yang berkaitan dengan ucapan “Saya sibuk”.

Yang pertama:
Saya sedang menyiapkan sebuah buku tentang motivasi menulis. Di dalam buku tersebut, saya menulis sebuah bab tentang mitos “kesibukan”. Mohon doanya, semoga buku ini cepat kelar dan terbit di pasaran, ya :)

Yang kedua:
Tulisan Agung “Mbot” di blognya yang berjudul “Gue Terlalu Sibuk Buat Nulis”.

Yang Ketiga:
Tulisan Lalu Abdul Fatah berjudul “Jamal Terselip di Tulisan Ini. Mohon Selamatkan Dia!”, yang merupakan RESPONS terhadap tulisan Agung Mbot di atas.

Yang keempat:
Barus saja ada teman yang menyapa saya lewat Yahoo! Messenger. Dia berkata, “Saya ingin jadi penulis sukses, tapi kesibukan di kantor menghambat saya.”

Saya tersenyum geli, lalu dengan spontan saya jawab, “Yang menghambat itu bukan pekerjaan anda, tapi pola pikir anda sendiri. Sekarang saya ingin tanya, apakah bagi anda menjadi penulis sukses itu penting atau tidak?”

“Sangat penting,” sahutnya

Kalau anda menganggap itu sangat penting, lantas kenapa anda tidak mau meluangkan sedikit saja waktu anda SETIAP HARI untuk menulis?”

Ya, kita selalu berkata bahwa ini penting, itu sangat penting, dan seterusnya. Tapi sayangnya, itu baru sebatas gombal belaka.

Kita tidak merealisasikannya menjadi TINDAKAN NYATA.

* * *

sibuk belajar menulisBaiklah, di bawah ini saya kutipkan sedikit dari tulisan pada buku terbaru saya yang saat ini sedang dalam proses penulisan.

Pertanyaan #01: Apakah Anda serius ingin menjadi penulis sukses?

Kalau jawaban Anda TIDAK, maka saya justru heran. Anda tidak serius untuk menjadi penulis sukses, tapi Anda dengan sangat serius membaca buku ini. Hei, mungkin ada yang salah di pikiran Anda. Coba cek dulu ke dokter :)

Sementara bila jawaban Anda YA, maka pertanyaan selanjutnya:

Pertanyaan #02: Tadi Anda berkata “Jadwal saya padat”. Ini artinya Anda punya banyak aktivitas, bukan? Kita sebut saja, salah satu aktivitas Anda tersebut bernama “Kegiatan A”.

The question is: “Mana yang lebih penting bagi ANDA, “Kegiatan A atau menulis?”

Kalau Anda bingung harus menjawab apa (dengan kata lain Anda ragu), maka wajar bila Anda selama ini belum mulai menulis juga. Anda tak ubahnya seperti seorang pemuda yang menyetop taksi di jalan raya. Lalu ketika si sopir taksi bertanya “Mau ke mana”, anda menjawab, “Hm, ke mana ya?”

Kalau Anda menganggap “Kegiatan A lebih penting,” maka wajar bila Anda rela mengorbankan kegiatan menulis demi Kegiatan A. Saran saya, berhentilah membaca buku ini. Anda tidak membutuhkannya. Selama ini Anda sebenarnya hanya SEOLAH-OLAH ingin menjadi penulis sukses, padahal sebenarnya tidak!

Kalau Anda menjawab “Keduanya sama-sama penting”, maka selama ini Anda telah bersikap tidak adil. Anda seperti seorang ayah yang punya dua anak, tapi Anda lebih menyayangi anak yang satu dibanding anak yang lain.

Anda mengatakan “Kegiatan A dan menulis sama-sama penting.” Tapi Anda meluangkan banyak waktu untuk kegiatan A, sementara untuk kegiatan menulis Anda selalu beralasan “Tidak ada waktu.”

Halo? Anda sudah paham prinsip keadilan, bukan?

Kalau Anda menjawab “Kegiatan menulis lebih penting daripada kegiatan A”, maka Anda bukan hanya tidak adil, tapi juga aneh bin ajaib. Anda seperti seorang ayah yang lebih menyayangi anak tetangga daripada anak kandung Anda sendiri!

* * *

Oke, sekarang kita asumsikan bahwa jawaban Anda untuk pertanyaan kedua di atas adalah “sama-sama penting” atau “menulis lebih penting”. Artinya, Anda memang menganggap bahwa kegiatan menulis itu penting bagi diri Anda.

Pertanyaan #03:
Kalau Anda menganggap bahwa menulis itu penting, lantas kenapa Anda selama ini selalu menggunakan alasan “sibuk” untuk menghindarinya? Sementara untuk kegiatan lain yang Anda anggap sama atau agak sama pentingnya, Anda selalu MENYEDIAKAN waktu khusus?

sibuk belajar menulisHm, saya yakin Anda mulai mikir-mikir :)

Inti dari masalah ini sebenarnya HANYALAH tentang kemauan dan komitmen Anda untuk MENYEDIAKAN WAKTU. Itu saja. Tak lebih dan tak kurang.

Jadi saudara-saudara sekalian,
Masalah yang sebenarnya di sini bukan soal sibuk atau tidak, bukan soal ada waktu atau tidak ada waktu.

Yang perlu Anda lakukan adalah mengubah POLA PIKIR, seperti di bawah ini.

(1) Kalau Anda menganggap bahwa menjadi penulis sukses itu penting, maka Anda juga harus menganggap bahwa kegiatan menulis itu penting.

(2) Kalau Anda menganggap bahwa kegiatan menulis itu penting, maka Anda harus punya komitmen untuk menyediakan waktu khusus bagi kegiatan menulis.

(3) Kalau Anda masih berkata, “Saya sibuk, tak ada waktu,” maka saya akan bertanya lagi, “Anda masih ingin menjadi penulis sukses atau tidak?”

Jika Anda menjawab, “Ya, saya masih ingin menjadi penulis sukses,” maka tak ada jalan lain: Ayo sediakan waktu khusus untuk menulis. Jangan pakai alasan apapun lagi. Oke?

* * *

Bicara soal kesibukan, sebenarnya Anda tidak sendirian. Hampir semua orang pasti sibuk. Tantowi Yahya sangat sibuk. Agnes Monica juga sibuk. Stephen King sama saja. Bill Gates apalagi.

Tapi kenapa mereka bisa menjadi orang sukses? Kenapa mereka bisa menangani demikian banyak pekerjaan dan masalah? Padahal waktu yang tersedia untuk Bill Gates dan Anda sama-sama 24 jam sehari. Tak ada bedanya!

Orang-orang yang jadwalnya padat adalah orang-orang yang punya waktu luang sangat sedikit, bahkan mungkin tidak ada. Karena itulah mereka sangat menghargai waktu. Mereka tak ingin melewatkan sedetik pun untuk hal-hal yang tidak produktif. Mereka tidak suka menunda-nunda. Sebab bila menunda, mereka akan kehilangan kesempatan. Dii depan sudah banyak menunggu aktivitas-aktivitas lain.

Jadi bila Anda termasuk orang yang sangat sibuk, jadwal sangat padat, maka yang perlu Anda lakukan adalah:

1. Menghargai waktu, tidak suka menunda-nunda

2. Disiplin dalam mengelola waktu

3. Sediakan waktu khusus untuk menulis. Demi Tuhan, sediakan waktu khusus untuk menulis!

Salah satu rahasia orang sukses adalah kemampuan mereka dalam mengelola waktu. Bagaimana caranya agar dengan waktu yang tersedia, mereka bisa melaksanakan semua tugas secara efektif dan efisien.

Orang sukses bukanlah orang yang punya banyak waktu luang. Orang sukses adalah orang yang pintar dan disiplin dalam mengelola waktu.

* * *

“Oke, sekarang saya SUDAH SADAR bahwa saya harus menyediakan waktu khusus untuk menulis. Pertanyaan selanjutnya, Bagaimana caranya?

kiat sukses menulisYa, ini sebenarnya hal yang sangat teknis. Karena itu, saya akan berikan jawaban teknis pula.

Dulu, ketika masih menjadi pekerja kantoran, saya juga sangat sibuk. Saya harus berangkat ke kantor sekitar jam 6.30 pagi, lalu malamnya tiba di rumah sekitar jam 19.00 atau 20.30 dalam keadaan lelah dan mengantuk berat.

Anda mungkin berpikir bahwa saya tidak punya waktu untuk menulis.

Tapi silahkan kecewa karena Anda keliru! Justru pada kondisi seperti itulah saya berhasil menyelesaikan penulisan novel “Cinta Tak Terlerai”.

Saya selalu berusaha untuk mandi, sarapan dan berpakaian lebih pagi, sehingga tepat pukul 06.00 saya sudah siap untuk berangkat. Berdasarkan pengalaman, saya biasanya masih bisa sampai di kantor secara tepat waktu bila saya berangkat dari rumah pukul 06.30. Itu artinya saya punya waktu luang selama setengah jam.

Maka waktu setengah jam inilah saya manfaatkan sebaik-baiknya untuk menulis. Setelah jam 06.30 tiba, saya segera berhenti menulis. Walau sedang asyik-asyiknya, walau ide sedang lancar-lancarnya, walau nulisnya lagi nanggung, saya tidak peduli. Saya harus segera berhenti menulis atau saya akan terlambat tiba di kantor dan ditegur oleh atasan.

Sekarang coba Anda bayangkan:
Anda secara rutin dan konsisten menulis satu halaman sehari. Bila kegiatan ini Anda lakukan secara rutin, berarti dalam setahun Anda sudah berhasil menulis naskah setebal 365 halaman. Hm… bahkan 100 atau 50 halaman naskah pun sudah bisa menjadi sebuah buku. Apalagi 365 halaman, tentu lebih bisa lagi!

Catatan:
Tidak ada rumus baku mengenai “kapan waktu yang tepat untuk menulis”. Masing-masing orang punya preferensi yang berbeda-beda. Silahkan cari sendiri waktu yang paling tepat dan paling menyenangkan untuk diri Anda sendiri.

Terima Kasih dan Salam Sukses!

Jonru
- Founder BelajarMenulis.com & PenulisLepas.com
- Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
- Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”

  • Share/Bookmark

Comments

78 Comments on “Maaf, Saya Sibuk. Tak Sempat Menulis!”

  1. juwariyah sukiyadi on Fri, 1st May 2009 11:07 am
  2. Dengan membaca artikel di atas saya jadi malu, mengapa ingin menjadi seorang penulis tetapi tidak pernah mau menulis ? Tapi jujur, yang menjadi kendala tidak menulis itu adalah rasa tidak percaya diri akan bisa menulis atau tidak, kadang-kadang keinginan menulis ada, tapi mau menulis apa yang akan ditulis karena tidak punya ide yang menurut saya cemerlang. oK Thank`s sarannya.

  3. m. jhon on Fri, 1st May 2009 11:54 am
  4. setelah membaca dan memahami uraian diatas jelas terlihat semua tergantung kemauan dan latihan yang banyak. thank’s for yuor solutions.

  5. qonita on Fri, 1st May 2009 12:27 pm
  6. Thanks a lot. Rasanya kepala saya kena jitak:-) Iya deh, ngaku…Memang belum sungguh2 betul mau meluangkan waktu buat menulis. Semoga Allah mudahkan semua urusan…….

  7. iramosoc on Fri, 1st May 2009 12:28 pm
  8. Subhanallah….benar ! selama ini inikita terlena dengan kesibukan kita yang begitu menyita waktu. Terimakasih banyak pak, insya allah lebih baik memanaj waktu. Memang yang bisa menentramkan diri kita itu ya kita sendiri…pak saya ada beberapa contoh tulisan yang selama ini saya buat, mohon tanggapan boleh ya…terimakasih banyak sebelumnya…
    Saya malu sekali sebagai kakak tertua, malah dicontohkan oleh adik-adik, adik saya yang bungsu malah sudah membuat 5 buku yang menjadi panduan program wisata sayangnya ide ini kemudian dicaplok habis oleh perusahaan tempatnya bekerja..tapi adik saya yg persis dibawah saya sudah menyarankan untuk dibuat buku sendiri dan diserahkan ke penerbit. Dia bisa berkata demikian karena ternyata adik saya itu yg selama ini menjadi fotographer (sama ya) sudah menjadi kontributor penulisan di majalah fotografi, dan rencananya dalam waktu dekat akan mengirimkan naskahnya ke penerbit aduh…saya seneng banget mendengarnya…malu sekali rasanya selama ini tulisan saya hanya mengisi frivate folder saya di PC …tapi justru karena itu saya jadi tambah semangat…hebat..ternyata terkadang kita harus terlecut dengan orang lain dulu ya..hehehhe…Yang jelas tekad saya makin kuat untuk terus menerus menulis, insya allah semoga saya bisa mewujudkan semua ini dalam waktu sesegera mungkin…amiin…
    Salam…

  9. Agus on Fri, 1st May 2009 01:54 pm
  10. Dasyat!!

    Makasih atas pencerahanya Pak Jonru!

  11. M. Ainul Ghozie on Fri, 1st May 2009 02:28 pm
  12. wow keren banget!!!

    makasih atas solusinya semoga tulisan ini bermanfaat bagi saya dan yang lainnya dan saya sangat senang sekali atas motivasi untuk bisa menjadi penulis sukses

    mohon infonya kalau ada tulisan ttg motivator yg lainnya.

    salam.
    M. Ainul Ghozie

  13. sugiharto on Fri, 1st May 2009 02:48 pm
  14. Salamun alaikum,

    betul apa kata Pak Jonru. Kemauan sangat penting. Kita sudah menunda-nunda kemauan, kita sering tidak disiplin dan tidak mau meluangkan waktu. terima kasih atas saran dan solusinya.

  15. rhirye on Fri, 1st May 2009 03:02 pm
  16. Makasiih bang…sangat mencerahkan…smangatt..smangatt…

    )**klo bukunya dah jd boleh menghubungi gak buat referensi atau sp tau bisa diedit…hehe.. ;D

  17. sespi on Fri, 1st May 2009 03:08 pm
  18. Assalamualaikum wr wb

    Terima kasih banyak bang Jonru, benar sekali sebetulnya motivasi diri yang belum kuat, ditambah dengan rasa malas dan kepercayaan diri yang kurang, jadilah mimpi bisa menulis hanya jadi omong kosong belaka.

    Sekali lagi terima kasih, semoga bisa bermanfaat dan lebih memotivasi saya untuk mulai berlatih menulis.

  19. dani on Fri, 1st May 2009 03:10 pm
  20. Ya, terima kasih. saya akn kembali coba menulis…
    tapi…
    ya harus menulis emang

  21. iesa on Fri, 1st May 2009 03:18 pm
  22. saluut… buat bapak.
    saya sangat terharu mendengarnya…tapi saya hanya penulis kacangan–penulis diary biasa… ^_^

  23. Sahman Sabirin on Fri, 1st May 2009 03:42 pm
  24. Saya sangat ingin menjadi penulis beken. Alhamdulillah sudah saya rintis, dan sudah ada buku yang diterbitkan oleh Esis Erlangga.
    Tullisan populer sudah ada walau sedikit yang sudah dipublikasikan media massa. tulisan saya disajikan di blog http://www.sahmans.com
    Mohon dikunjungi, dan dikomentari.
    Terima kasih

  25. Kiagus Hasanuddin on Fri, 1st May 2009 03:57 pm
  26. Thanks..
    Saya jadi bersemangat lagi nerusin Novel yang nggak selesai2..

  27. iis alwi on Fri, 1st May 2009 04:00 pm
  28. he he kayaknya aku “dipaksa ber pikir” untuk lebih jauh lagi. ternyata memotivasi diri itu beraaaaaat dan susaaah banget,tapi email2 dari jonru selalu mengusik saya sehingga saya bikin blog pribadi untuk ajang latihan menulis. aku ingin kaya dari menulis ……

  29. Billy Koesoemadinata on Fri, 1st May 2009 04:46 pm
  30. wah..wah.. jadi keingetan, masih banyak stok naskah di bank data kompi yang belum kelar2.. :D

  31. yadi on Fri, 1st May 2009 05:23 pm
  32. thanks mas Jonru
    tulisannya bagus…

  33. Husni on Fri, 1st May 2009 06:00 pm
  34. Thx… bang Jonru semakin matang sebagai motivator dunia penulisan…

    semoga buku2nya segera meluncur lebih deras.

  35. Shidiq on Fri, 1st May 2009 06:55 pm
  36. matur suwun, pak Jonru.
    tulisannya cukup memotivasi kami…..

  37. mas'ud on Fri, 1st May 2009 07:05 pm
  38. Ass. bapak jonru terima kasih atas motifasinya, saya terus terang sudah lama berkeinginan utk bisa menulis, apalagi sampai bisa dimuat di surat kabar, lebih2 bisa diterbitkan,(nggak kebayangkan rasanya hoo ge er ni pak}. Tapi aku sulit harus mulai darimana ? mohon arahannya pak, terima kasih, wassalam. Mas’ud Surabaya

  39. Okti Shanti on Fri, 1st May 2009 07:57 pm
  40. Wah jadi malu banget nih…
    Soalnya kalo nulis suka tergantung ama mood.
    Kadang pas dapet ide tapi lagi sibuk
    kadang pas longgar…eh inspirasi nya gak muncul

  41. Dewi Karunia on Fri, 1st May 2009 08:04 pm
  42. iya, daya juang memang penting. Tekad dan disiplin. Terima kasih buat pencerahannya.

  43. fakhrul on Fri, 1st May 2009 08:16 pm
  44. ..hooi bngun!!, seakn tlisan or motifsi itu menggughku dri tdur nyenykku..trmaksih pk jorno,,smga dngan keingnan kuatku and motfsi2 dri bpak dpet menjdi kobran api bwt kesukssan menulsku..

  45. Yenie N. Saleh on Fri, 1st May 2009 08:20 pm
  46. Ass pak Jonru, tulisannya memotivasi banget! Jadi pengen nulis lagi. Lagi kepengen bikin novel nich, tapi dari dulu alasannya sibuuuukkkk mulu! Thanks sudah membuka fikiran kita…

  47. Noe`Nyk on Fri, 1st May 2009 08:24 pm
  48. Thanks a lot
    It`s very important for me

  49. pody on Fri, 1st May 2009 08:56 pm
  50. Jonru, sukses yaa…
    baru baca nih tulisanmu. Jadi inget, dulu dari SMA sampai kuliah, suka rajin nulis2 terus dikasih baca ke gue. Ternyata ada manfaatnya juga skrg ya? Ikut senang melihatnya….

  51. mayang on Fri, 1st May 2009 11:25 pm
  52. maluuuu jadinya sama diri sendiri dan mas jonru (dl testimoni saya tentang pelatihan menulis EDAN pernah dijadikan iklan ya mas),ternyata…tekad waktu itu belum cukup kuat untuk dibuktikan…hik..hik..kok bisa-bisanya ya merasa orang super sibuk di dunia…(padahal azzam menulisnya yang belum super kuat)harus lebih jeli lagi memanfaatkan ‘waktu tepat’ untuk nulis, nulis, dan nuliiissss!!!!
    Thanks a lot ya mas, sukses selalu…

  53. cindy on Sat, 2nd May 2009 01:40 am
  54. Terimakasih banyak Mas Jonru,
    Tulisan2nya memberi semangat!.

  55. Fajri U on Sat, 2nd May 2009 01:50 am
  56. saya suka menulis sesuatu yang mengajak diri sendiri untuk berdiskusi lebih dalam. dan inspirasi untuk menulis timbul pada saat yang tidak diduga. saat ide itu muncul, feel-nya langsung dapat dan rangkaian kata langsung terlintas di benak. Namun, sering (hampir selalu) ia muncul saat sikon tidak memungkinkan saya untuk meluapkan itu semua ke dalam bentuk tulisan (kadang kalimat yang terlintas di otak terlalu cepat untuk dieja, tapi dapat dirasakan maknanya). Nah, ujung2nya idenya meluap gitu aja deh… sekalipun sempat bikin mind map/draft-nya, tapi saat saya mencoba untuk menjabarkannya di kali yang lain, saya begitu kesulitan karena “feel”-nya udah ga dapat lagi (hanya kalimat yang “kosong” yang saya pegang).
    Ada yang bisa bantu, ngasih saran ‘n masukan?????

  57. Inggar on Sat, 2nd May 2009 02:25 am
  58. Ass …
    Pak Jonru, tks bwt tulisannya …
    Saya baru saja “menyelesaikan” coretan2 yang sempat hilang timbul …
    Semoga ke depan saya bisa lebih meluangkan waktu untuk menulis … He, he …

  59. agusta on Sat, 2nd May 2009 04:21 am
  60. trims Mas Jonru untuk tulisannya yg memotivasi kita untuk lebih fokus dan meluangkan waktu untuk menulis.
    bravo..

  61. edijacky on Sat, 2nd May 2009 06:13 am
  62. makasih mas jonru, saya sangat banyak belajar dari banyak tulisan anda, makasih banyak, sangat memotivasi,

  63. santoso "tosa' aja on Sat, 2nd May 2009 06:42 am
  64. betul sekali bung Jonru ulasan diatas menyadarkan saya kita perlu manajemen waktu, karena waktu tidak bisa diputar ulang, biasanya langkah awal yg berat melangkah. salam sukses

  65. mashita on Sat, 2nd May 2009 08:19 am
  66. yup.harus di coba

    thanx

  67. zulmadi on Sat, 2nd May 2009 10:46 am
  68. terima kasih pak jonru !!! Bapak Benar !!! dan Sangat Benar ??? Apakah kami ini termasuk orang-orang yang munafik ??? kita ingin menulis dan kita cinta menyapa dan menegur dan tersenyum dan menangis sambil menulis untuk diri dan saudara-saudara kita, dan kita juga masih ingin sukses jadi seorang penulis, kerja hanya ngorok dan nonton TV menyigi para politisi. Mulai dan mulai detik ini insyaallah saya akan coba pak jhon dan semoga saya jangan termasuk kedalam kelompok orang-orang munafik. Sekali lagi terima kasih.

  69. sunarno on Sat, 2nd May 2009 12:07 pm
  70. sebanrnya saya pingin menulis yang banyak, tidak sekedar meramaikan weblog, kewajiban dikelas, dan juga sebagai redaktur majalah komunitas, namun yang lagi-lagi kelemahan menata diri masih menjadi ganjalan utama.

  71. M R Ridho on Sat, 2nd May 2009 12:07 pm
  72. Syukron jazilan pak Jonru, nanti ana mau konsultasi biosa khan?

  73. rizal hakki on Sat, 2nd May 2009 04:20 pm
  74. saya ingin sekali jadi penulis ,tapi…. tapi….. banyak sekali tapinya , ya … mudah mudahan atau mudah betulan bisa menjadi penulis lepas , tapi lagi kalau sudah menulis mau diapain tulisannya , nggak tau , pada hal diotakku punya 1001 pengalaman , ya kali , tapi lagi gimana menuangkannya dalam tulisan yang bisa menghasilkan uang , ya mungkin nggak percaya diri kali yang menghambatnya , tul nggak pak JONRU

  75. arisman on Sat, 2nd May 2009 08:34 pm
  76. mas. dr dulu saya sangat tertarik dengan belajar menulis .com

  77. Ani on Sat, 2nd May 2009 10:31 pm
  78. Thanks 4 sharing Mas. Saya jd inget sebuah kalimat entah dari buku mana ya intinya: ‘kita tidak bisa menyuruh orang olah raga untuk kita’

  79. dinu on Sun, 3rd May 2009 08:59 am
  80. Thank a lot Sir…
    kadang yg sering terjadi kita ‘sibuk’ tjebak dg ide-ide yg hanya ada d pikiran-angan2,lamunan,dll-… tapi kemudian tdk bisa dituangkan. cara satu2nya mmg harus memakskan diri u/sgera mnuliskannya, meski tulisan itu msh kasar… Bgitu bukan?

  81. yon's on Sun, 3rd May 2009 12:43 pm
  82. maat saya sibuk cari istri, gak sempet menulis :-p

    tenang bang, ntar dech aye bikin buku yg HEBAT :-)

  83. ojan on Sun, 3rd May 2009 07:55 pm
  84. pelajaran ini sangat tepat buat saya. bukan karena saya orang sibuk, bukan juga karena saya malas menulis. tapi karena saya belum benar-benar menjawab pertanyaan: apakah saya serius ingin jadi penulis atau tidak?
    sekarang, saya menjawab: ya.
    dan, saya akan memulai dengan melanjutkan novel yang pernah tertunda.
    terima kasih pak Jonru.

  85. Cah Sholihah on Sun, 3rd May 2009 09:11 pm
  86. Wah aku jadi malu, aku selalu banyak alasan untuk menghindar menulis, padahal aku sudah punya fasilitas laptop, akses internet, blog dan website sendiri,dan suami yang selalu motivasi aku.

  87. maskin on Mon, 4th May 2009 09:17 am
  88. terima kasih banyak atas ide-idenya, ternyata apa yang saya lakukan selama ini tak sepenuhnya bisa menjamin saya menjadi orang yang sukses, dan setelah saya membaca tulisan Bapak saya saya sadar bahwa ternyata waktu luang itu bisa diciptakan dengan kesadaran yang sungguh-sungguh. mulai sekarang saya sudah mulai menulis. thank u very much

  89. Nur Hayati on Mon, 4th May 2009 11:13 am
  90. Subhaanallah, luar biasa !

    Saya akan mencoba menulis setiap ada waktu luang, walau hanya 5 menit.

  91. putik mp on Mon, 4th May 2009 12:30 pm
  92. terima kasih atas solusinya…
    ada kalanya di satu hari saya semangat utk menulis, tapi nggak sedikit waktu juga saya malas utk menulis. Waktu luang sbnrnya slalu ada, cm keseriusan yg blm ada. jadi malu, hehehe… Mudah2an setelah melihat tulisan ini saya jadi lbh semangat.
    Trim’s
    Slalu Semangat! :)

  93. Lila on Mon, 4th May 2009 01:11 pm
  94. hehehe,saya sebenarnya bukan ga punya waktu..tapi malasnya itu lo terkadang aduuuuuuuuuuuh minta ampun dech..

  95. Dias Ardini Ruly on Mon, 4th May 2009 01:17 pm
  96. Hehehe jadi malu nih sama diri sendiri. Niat sudah ada tapi mulainya kok berat sekali ya …. Ide apa yang akan mau ditulis sudah ada tapi mau mulai dari mana bingung. Mungkin karena tidak punya guidelines jadi kurang “PD” rasanya. Saya akan mulai serius menekuni kegiatan baru ini. Mudah2an berhasil … Thank you for your advice ..!

  97. fitri on Mon, 4th May 2009 02:04 pm
  98. satu kata, fitri malu

  99. zakiyah on Mon, 4th May 2009 03:15 pm
  100. bener bin betul pak Jonru!
    bagaimana mengalahkan ketidakdisiplinan pribadi yang sulit. Karena musuh terbesar qita adalah diri kita sendiri kan….so jangan bosan mengingatkan kami. thanks

  101. Indonesian burger on Tue, 5th May 2009 08:38 am
  102. Menarik, jadi ingin menulis tentang usaha ku nih

  103. madoji on Tue, 5th May 2009 12:23 pm
  104. yah. kemarin sempat pengen nanya ke Pipiet Senja. gimana caranya bisa mikir padahal sakit thalasemia. juga gimana bisa mikir ketika capek banget habis ngurus rumah tangga. juga ketika anak sedang tidur dan pengen nulis, tapi ditunda karena mikirnya pasti gak bisa nulis tuntas. pasti nanggung. percuma. ternyata nulis nanggung bisa saja disambung terus ya. sampai di rumah pasti langsung saya coba. suwon mas jonru

  105. Digdo on Tue, 5th May 2009 03:01 pm
  106. Makasih banget mas Jonru yang sudah menyadarkan saya dan bener memang selama ini saya merasa sibuk sebenernya adalah males kalo mau ditilik lebih dalam lagi. Saya pernah mencoba tetapi terlalu lama mencari judul atau masalah apa yang dapat ku tulis, saya terlalu banyak membaca buku tetapi koq tidak jadi penulis sungguh sangat riskan.

  107. emqie on Tue, 5th May 2009 03:03 pm
  108. mikum, mas jonru. saya kesulitan mendownload ebook gratis yang mas berikan. selalu muncul halaman yang sama yaitu TDW, tak ada tanda2 bahwa saya akan mendownloadnya, tolong kasih tau ya mas caranya, ma’lum saya masih pemula. makasih banyak. wassalam

  109. emqie on Tue, 5th May 2009 03:06 pm
  110. mas, kira2 web mana yang menampung tulisan untuk pemula dan dibayar walau sedikit

  111. jonru on Tue, 5th May 2009 04:17 pm
  112. @emqie: Mulai hari ini, program download gratis memang sudah dihentikan, karena TDW University sudah resmi dibuka.

  113. Cute ant on Tue, 5th May 2009 05:58 pm
  114. Wah..kebuka mata hati saya.
    Saya dulu punya teori yang seperti itu tapi nggak pernah dipraktekkan. Setelah baca yang ini, semoga, do’a-kan saya, bisa mempraktekkannya tiap saat.
    Makasih om jonru ,,,sukses selalu

  115. zui on Thu, 7th May 2009 03:09 pm
  116. Maaf selama ini saya sadar telah membuang waktu saya tuk tidak menyempatkan menulis, semoga untaian motivasi tersebut sapat menjadi tergugah dan bersemangat!! doakan saya,
    Terima kasih,,,

  117. dardiri on Fri, 8th May 2009 01:23 pm
  118. wow! hebat banget, makasaih ya, akan saya coba.makasih banget, akan saya coba

  119. nidya on Sat, 9th May 2009 12:24 am
  120. jadi malu hati. aku tuh mmg hobi nulis tp sjk pnya anak 3 aku btl2 sibuk. tp insyaAlloh aku akan mengikuti saran diatas. thx.

  121. Gita on Mon, 11th May 2009 08:46 pm
  122. Waduh saya seperti kena tinju nih…. syukron banget bang Jonru, itulah potret saya… masih belum bisa adil,nulis kalau ada waktu aja dan dikejar deadline (kebetulan saya duduk di redaksi majalah kantor sih). Kalau nulis buku harian sih bisa berlembar-lembar (meski juga gak setiap hari, biasanya kalau lagi melow). Obsesi saya, pengin banget tulisan saya jadi buku dan mejeng di toko buku (berani mimpi sih) cuma kadang bingung mau nulis apa ya? BTW, nasehat abang jadi cambuk buat saya untuk lebih adil buat waktu menulis. jangan bosan-bosan melecut ya Bang.
    skali lagi syukron.

  123. alif on Wed, 13th May 2009 12:47 pm
  124. yap… setelah membaca artikel di atas, merupakan sindiran yang tajam buat saya. banyak waktu saya yang terbuang hanya untuk membayangkan naskah saya di muat apa tidak? akhirnya naskah itu tidak pernah selesai…thanks banget atas motivasinya.

  125. saiful on Fri, 15th May 2009 09:50 am
  126. thanks boss sarannya.
    saya pikir hanya belum memprioritaskan aja untuk menulis.
    ok aku janji aku harus menulis peristiwa terkesan setiap hari minimal satu lembar. brovo bung jonru…!!!
    jazakallah khoir
    wassalam

  127. ezzie on Sat, 23rd May 2009 11:36 am
  128. yeah may be emank tu yang batu yang sulit banget ku hindari, tapi setelah baca buku di atas akhirnya aku sadar, aku terlalu menelantarkan waktu luangku.
    okay. since now, q gak kan ;lagi ngebasahin ewaktu2 luangq wat hal2 yang g pentiniiiiiiiiiii………ng banget, termasuk ngebrozzzzzz n ngalamoen.hehehehe………………………… yeah minta doanya aja!!!!!!!!1

  129. yunita ag on Thu, 4th Jun 2009 07:01 pm
  130. waduh-waduh…jadi banyak pikiran nih bung…
    http://ifearth.blogspot.com/

  131. antown on Wed, 10th Jun 2009 04:31 pm
  132. sudah ada desain covernya belum pak, mungkin saya bisa membantu kalau mau buat buku

    salam hangat

  133. cheya on Mon, 22nd Jun 2009 08:23 pm
  134. Subhanallah… saya beruntung membaca tulisan kakak.. smg Allah menambah keberkahan dalam hidup kak jonru. Mksh dah sharing ilmu yang menakjubkan. Alahmdulillah, saya smakin bersemangat!!! mksh yaaa

  135. KESIBUKAN YANG MENJADI ALASAN | avartara[dot]com on Tue, 23rd Jun 2009 04:50 pm
  136. [...] diri bahwa menulis itu penting apapun medianya saat ini. Dan mengutip kalimat yang disampaikan Jonru Ginting inti dari masalah ini sebenarnya HANYALAH tentang kemauan dan komitmen untuk MENYEDIAKAN WAKTU. [...]

  137. IIN INDRAWATI on Wed, 24th Jun 2009 06:53 pm
  138. salam sukses, after i read u’r article, now i know, how difficult to build our character, sorry my english is nat so good. Thanks a lot ya… mudah2an tulisan jonru bisa melecut diri ini untuk lebih menghargai waktu dan belajar mengatur waktu lebih efisien tidak hanya untuk menulis tapi juga untuk kegiatan lainnya.

  139. joko triyono on Thu, 25th Jun 2009 12:41 pm
  140. Semoga semangatini tetap terjaga Amin,..

  141. dian on Tue, 7th Jul 2009 05:39 pm
  142. maaf, saya sibuk, tidak sempat membaca postingan ini. ;-)
    hehehe…
    jadi malu sendiri aku mas.
    nanti malam mulai menulis lagi ahhh…
    terima kasih semangatnya

  143. melva on Thu, 23rd Jul 2009 01:00 pm
  144. he…he….he…..,bener-bener banget,tuh yang diomongin ama mas jonru.T.O.P.BGT.
    Kayaknya aku juga kudu lebih pinter ngatur waktu soalnya aku juga lagi buat planing.kalau novel yang aku kerjakan harus sudah selesai akhir bulan delapan ini.cayoooo…. maju terus pantang mundur

  145. ratna on Sun, 16th Aug 2009 04:10 pm
  146. tntowi yahya,agnes monica, bill gates. mereka sukses bukan dari manulis.banyak jalan buat sukses,,hehehe,,ngeles aja

    aku ingin menulis, tapi terkadang aku takut untuk menulis
    takut keingetan masa lalu,jadi lebih milih mendem perasaan
    padahal salah satu cara untuk mengurangi beban mental adalah dengan menulis.gimana tuh???
    nulis enggak,curhat sama orang lain juga enggak

    seringnya,udah nulis sampe empat lembar terus mandeg ide ceritanya,,

  147. ofiq on Sun, 25th Oct 2009 12:42 pm
  148. salam. saya merasa malu katika bembaca tulisa bapak junro,dibandingkan bapak, sya adalah orang yang mempunyai waktu banyak, cuma tidak dupakai sebagai mana mesting, dan bahkan di buang begitu saja, dari tulisan bapak saya termotifasi untu jadi penulis, dan saya akan melowongkan waktu husus, untuk nulis. harapan saya buat bapak, kirimkan solisi dan motifasi, takutnya saya sewaktu-waktu lalai dalam belajar menulis, mungkin dengan membaca tilisan bapak yang sebelumnya males nulis bisa timbul keinginana lagi, dan bahkan tambah semangat. amin

  149. awhal on Tue, 10th Nov 2009 11:02 am
  150. bagaimana tuh daftrar kursus gratis? apakah daftarnya saja yg gratis tp kursusnya tidak?? n bagaimana cara belajarnya?? thax

  151. jonru on Tue, 10th Nov 2009 04:40 pm
  152. @awhal: Mungkin yang anda maksud adalah “kursus gratis pintar menulis dalam 9 minggu”. Ya, ini benar2 gratis. Anda akan mendapat 1 materi perminggu (selama 9 minggu) yang berisi kiat2 jitu soal penulisan. Kalau mau bergabung, coba klik http://newsletter.belajarmenulis.com

    [...] mereka gagal. Bagaimana mungkin dibilang gagal, jika mencoba saja belum pernah. Mereka mengaku terlalu sibuk, banyak kendala, belum tahu caranya, MERASA MINDER, dan sebagainya dan sebagainya. Ah, banyak [...]

  153. Fiek Yanto on Fri, 13th Aug 2010 07:14 pm
  154. :D Saya jadi malu sendiri setelah mambaca artikel ini , jadi selama ini tekad saya kurang kuat atau commitment saya kurang.

    Thanks alot friend :)

Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.

Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
- Jonru's Fan Page
- Twitter
- Koprol, atau
- Account Facebook Saya

Mau diskusi atau konsultasi seputar penulisan? Klik di sini