<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: [Kiat Sukses] Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan</title>
	<atom:link href="http://www.jonru.net/kiat-sukses-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jonru.net/kiat-sukses-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan</link>
	<description>Writing is not my hobby. It's a part of my lifestyle</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:01:12 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Terapi Menulis untuk Menyembuhkan Penyakit Hati dan Pikiran (1) &#124; Jonru on the Web</title>
		<link>http://www.jonru.net/kiat-sukses-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan/comment-page-1#comment-140834</link>
		<dc:creator>Terapi Menulis untuk Menyembuhkan Penyakit Hati dan Pikiran (1) &#124; Jonru on the Web</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 00:28:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/?p=230#comment-140834</guid>
		<description>[...] [Kiat Sukses] Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan (Di sini saya bercerita tentang kegiatan menulis yang bisa mengatasi salah satu kelemahan saya: [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] [Kiat Sukses] Mengubah Kelemahan Menjadi Kekuatan (Di sini saya bercerita tentang kegiatan menulis yang bisa mengatasi salah satu kelemahan saya: [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Minder terhadap artikel Orang Lain Yangg Jauh Lebihh Bagus &#124; blogwalking.web.id - My blogwalking journey</title>
		<link>http://www.jonru.net/kiat-sukses-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan/comment-page-1#comment-125430</link>
		<dc:creator>Minder terhadap artikel Orang Lain Yangg Jauh Lebihh Bagus &#124; blogwalking.web.id - My blogwalking journey</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 16:10:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/?p=230#comment-125430</guid>
		<description>[...] Tini baca tulisan aku Yangg ini. Dari situ, semoga Tini bisaa belajar dari kiat Yangg aku terapkan guna menyiasati rasa minder. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Tini baca tulisan aku Yangg ini. Dari situ, semoga Tini bisaa belajar dari kiat Yangg aku terapkan guna menyiasati rasa minder. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Minder terhadap Tulisan Orang Lain yang Jauh Lebih Bagus &#124; PenulisLepas.com</title>
		<link>http://www.jonru.net/kiat-sukses-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan/comment-page-1#comment-124228</link>
		<dc:creator>Minder terhadap Tulisan Orang Lain yang Jauh Lebih Bagus &#124; PenulisLepas.com</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Mar 2011 01:27:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/?p=230#comment-124228</guid>
		<description>[...] Tini baca tulisan saya yang satu ini. Dari situ, semoga Tini bisa belajar dari kiat yang saya terapkan untuk menyiasati rasa minder. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Tini baca tulisan saya yang satu ini. Dari situ, semoga Tini bisa belajar dari kiat yang saya terapkan untuk menyiasati rasa minder. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kiat Sukses Kaya Dari Menulis&#160;&#124;&#160;SWATT &#8211; Online</title>
		<link>http://www.jonru.net/kiat-sukses-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan/comment-page-1#comment-124145</link>
		<dc:creator>Kiat Sukses Kaya Dari Menulis&#160;&#124;&#160;SWATT &#8211; Online</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Mar 2011 03:36:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/?p=230#comment-124145</guid>
		<description>[...] saya pun termasuk orang yang kurang pintar bergaul. Seperti yang saya jelaskan di sini dan di sini, saya aslinya sangat minderan. Tapi saya mencoba menyiasati rasa minder tersebut – antara lain [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] saya pun termasuk orang yang kurang pintar bergaul. Seperti yang saya jelaskan di sini dan di sini, saya aslinya sangat minderan. Tapi saya mencoba menyiasati rasa minder tersebut – antara lain [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bukan penulis biasa</title>
		<link>http://www.jonru.net/kiat-sukses-mengubah-kelemahan-menjadi-kekuatan/comment-page-1#comment-123283</link>
		<dc:creator>bukan penulis biasa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 09:12:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/?p=230#comment-123283</guid>
		<description>jatuh bagun dalam menulis kerap saya alami. hampir semua buku yg saya tulis selalu diwarnai dengan gemiricik air mata. tapi buku yg saya terbitkan selalu naik cetak 4 sampai 8 kali dalam 2 tahun. sekarang setelah 10 tahun didera penyakit yg hingga kini tak ada obatnya, tak menyurutkan langkah saya untuk kembali menerbitkan buku. walaupun sarana tak saya miliki, kadang ngetik dirumah teman, tidur berpindah dari rumah teman satu ke rumah teman yg lain, kadang 2 hari puasa hanya bersahur dan berbuka air putih, untuk berangkat ke kantor penerbit saja saya harus ngutang uang untuk ongkos pp pada teman, malu tapi saya berusaha untuk tegar dan tebal muka. seribu caci maki pun bertebaran. bahkan ada teman saya ketakutan kalau saya datang ke rumahnya, takut saya numpang tidur dan pinjam ongkos. saya terus bergerak. jika tak ada ongkos ke kantor penerbit, dari stasiun ui ke kantor penerbit saya jalan kaki. padahal saya dalam keadaan puasa. alhamdulilah baik-baik saja. kalau saya kebingungan mau tidur di mana, saya tidur di masjid, bergabung dengan mereka yg sedang iftikah.

semua saya jalani dengan iklas dan ridho. semua bukan menjadi penghalang buat saya untuk mundur. 

alhamdulilah,
dalam waktu 2 bulan, dengan linangan air mata, doa yg menyertainya dan tahajud yg tak pernah berhenti

sekarang saya dikontrak selama 1 tahun untuk menulis 4 buku setiap bulannya, penerbit lain minta setiap bulan 1 buku, dan saya juga menjadi kontribusi  di majalah untuk mengasuh rubrik inovasi dan kreatif sebanyak 8 halaman. 

sekarang saya juga sedang mengerjakan buku setebal 500 halaman dengan 1000 foto untuk penerbit nasional di Jkt. rencana harga buku tersebut 150 ribu. materi buku tsb asli hasil riset saya selama berbln-bln, dan saya yakin buku tsb akan laku mengingat buku tsb bisa membantu banyak orang dalam mengantisapi kenaikan harga bahan makanan yg naik setiap hari.   

mendapat tawaran yg begitu banyak malah membuat saya kebingungan, karena saya butuh uang untuk  biaya ujicoba. ketika saya mengajukan uang dp, penerbit berjanji akan membayar setelah semuanya sudah jadi.  itu hal biasa yg terjadi pada semua penerbit. istilahnya, penulis &quot;nalangin&quot; atau &#039;minjemi&#039; dulu, atau biaya produksi untuk sementara ditanggung penulis dulu, nanti setelah  naskah, foto dan desain bukunya selesai, penerbit akan menggantinya.
 
saya percaya saja. sebab mereka bukan penerbit biasa, tapi penerbit skala nasional. jadi tak main-main dlm hal ini.

untuk buku sistem jual putus, untungnya memang lumayan. untuk 4 buku untungnya bisa 4 sampai 6 juta per bulan.  

lewat halaman ini, barangkali ada orang yg mau bekerjasama. tentu bukan kerjasama biasa. ada perjanjian di atas hitam putih. atau pak Jonru punya solusi??

terimakasih.

terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jatuh bagun dalam menulis kerap saya alami. hampir semua buku yg saya tulis selalu diwarnai dengan gemiricik air mata. tapi buku yg saya terbitkan selalu naik cetak 4 sampai 8 kali dalam 2 tahun. sekarang setelah 10 tahun didera penyakit yg hingga kini tak ada obatnya, tak menyurutkan langkah saya untuk kembali menerbitkan buku. walaupun sarana tak saya miliki, kadang ngetik dirumah teman, tidur berpindah dari rumah teman satu ke rumah teman yg lain, kadang 2 hari puasa hanya bersahur dan berbuka air putih, untuk berangkat ke kantor penerbit saja saya harus ngutang uang untuk ongkos pp pada teman, malu tapi saya berusaha untuk tegar dan tebal muka. seribu caci maki pun bertebaran. bahkan ada teman saya ketakutan kalau saya datang ke rumahnya, takut saya numpang tidur dan pinjam ongkos. saya terus bergerak. jika tak ada ongkos ke kantor penerbit, dari stasiun ui ke kantor penerbit saya jalan kaki. padahal saya dalam keadaan puasa. alhamdulilah baik-baik saja. kalau saya kebingungan mau tidur di mana, saya tidur di masjid, bergabung dengan mereka yg sedang iftikah.</p>
<p>semua saya jalani dengan iklas dan ridho. semua bukan menjadi penghalang buat saya untuk mundur. </p>
<p>alhamdulilah,<br />
dalam waktu 2 bulan, dengan linangan air mata, doa yg menyertainya dan tahajud yg tak pernah berhenti</p>
<p>sekarang saya dikontrak selama 1 tahun untuk menulis 4 buku setiap bulannya, penerbit lain minta setiap bulan 1 buku, dan saya juga menjadi kontribusi  di majalah untuk mengasuh rubrik inovasi dan kreatif sebanyak 8 halaman. </p>
<p>sekarang saya juga sedang mengerjakan buku setebal 500 halaman dengan 1000 foto untuk penerbit nasional di Jkt. rencana harga buku tersebut 150 ribu. materi buku tsb asli hasil riset saya selama berbln-bln, dan saya yakin buku tsb akan laku mengingat buku tsb bisa membantu banyak orang dalam mengantisapi kenaikan harga bahan makanan yg naik setiap hari.   </p>
<p>mendapat tawaran yg begitu banyak malah membuat saya kebingungan, karena saya butuh uang untuk  biaya ujicoba. ketika saya mengajukan uang dp, penerbit berjanji akan membayar setelah semuanya sudah jadi.  itu hal biasa yg terjadi pada semua penerbit. istilahnya, penulis &#8220;nalangin&#8221; atau &#8216;minjemi&#8217; dulu, atau biaya produksi untuk sementara ditanggung penulis dulu, nanti setelah  naskah, foto dan desain bukunya selesai, penerbit akan menggantinya.</p>
<p>saya percaya saja. sebab mereka bukan penerbit biasa, tapi penerbit skala nasional. jadi tak main-main dlm hal ini.</p>
<p>untuk buku sistem jual putus, untungnya memang lumayan. untuk 4 buku untungnya bisa 4 sampai 6 juta per bulan.  </p>
<p>lewat halaman ini, barangkali ada orang yg mau bekerjasama. tentu bukan kerjasama biasa. ada perjanjian di atas hitam putih. atau pak Jonru punya solusi??</p>
<p>terimakasih.</p>
<p>terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

