[Kiat Sukses] Kapan Saat yang Tepat untuk MENYERAH?
“Lho, kenapa harus menyerah?
Bukankah agar sukses, kita harus selalu optimis, tetap semangat, terus mencoba walau beribu kali gagal, walau banyak halangan dan kendala?”
Ya, memang benar. Tapi bukan berarti kita tidak boleh menyerah sama sekali.
Walau saya sering membuat tulisan yang isinya memberi semangat dan motivasi kepada teman-teman sekalian, bukan berarti saya tak pernah menyerah.
Ketika SD, saya pernah menyerah dalam belajar bermain gitar. Saya tetap tidak bisa juga walau sudah berkali-kali mencoba. Teman-teman lain dengan amat mudah mengenali kunci C dan berbagai macam kunci lainnya di snar gitar, sementara saya sama sekali tidak bisa melihat di mana bedanya. Teman-teman lain dengan sangat mudah memainkan nada dari lagu tertentu hanya setelah mereka mendengarnya satu kali saja. Sementara saya? Blank sama sekali soal begituan
Dulu, saya merasa bahwa saya tak berbakat bermain gitar. Tapi saya lantas ingat pada seorang teman sesama penulis bernama Kinoysan. Dia sudah menerbitkan banyak buku dan hampir semuanya best seller. Awalnya, Kinoysan sama sekali tak kepikiran untuk menjadi penulis. Dia bahkan merasa tak punya bakat menulis.
Tapi ketika kuliah, perusahaan keluarganya bangkrut, dan ayahnya sudah ultimatum bahwa kuliah Kinoysan tak dapat lagi diteruskan karena masalah keuangan. Pada saat itulah Kinoysan berpikir keras. Dia memutuskan untuk menjadi penulis, dengan harapan honor-honor tulisan dia bisa digunakan untuk membiayai kuliah. Maka dia pun berhasil. Berhasil lulus kuliah dan menjadi penulis best seller.
Hal yang membuat Kinoysan berhasil bukanlah bakat, karena dia sendiri merasa tak berbakat menulis.
Dari cerita inilah, antara lain, saya percaya bahwa keputusan saya dulu untuk menyerah dalam bermain gitar bukan karena faktor bakat. Tapi karena saya merasa bahwa menjadi pemain gitar bukanlah pilihan hidup saya. Saya merasa tidak kehilangan apapun ketika berhenti belajar bermain gitar. Tak ada cita-cita atau mimpi masa depan saya yang menjadi korban. SECARA PRIBADI, saya merasa bahwa “bisa/pintar bermain gitar” bukanlah sesuatu yang penting.
Maka ketika saya menyerah, ya nothing to loose saja gitu lho
* * *
Ada banyak cerita lainnya di mana saya MENYERAH terhadap hal-hal tertentu.
Tahun 2000-an saya pernah kepikiran untuk belajar web programming dan web design secara lebih mendalam. Tapi niat ini saya urungkan.
Tahun 2006 lalu, saya memutuskan untuk lebih fokus ke penulisan nonfiksi ketimbang fiksi yang sudah saya geluti sejak kecil.
Tanggal 19 Maret 2007 saya menyerah dan berhenti sebagai pekerja kantoran, beralih status sebagai seorang entrepreneur.
Dan masih banyak kejadian lainnya.
Satu hal yang pasti:
Saya menyerah bukan karena putus asa. Saya menyerah karena alasan PILIHAN HIDUP.
Saya menyerah, tidak memperdalam keahlian web programming dan web design, karena saya merasa pilihan hidup saya bukan di situ.
Saya menyerah belajar bermain gitar karena saya merasa pilihan hidup saya bukan sebagai pemain gitar.
Saya menyerah, berhenti sebagai pekerja kantoran, karena saya merasa bahwa ada pilihan hidup yang lebih cocok bagi saya, yakni entrepreneur.
Saya pindah haluan dari penulisan fiksi ke penulisan nonfiksi, bukan karena saya merasa tak mampu menulis cerita fiksi, tapi karena PENGALAMAN mengajarkan saya bahwa saya lebih cocok menulis nonfiksi.
Intinya: Saya menyerah bukan karena saya putus asa dan tak berani mencoba lagi. Saya percaya bahwa SATU-SATUNYA alasan untuk menyerah adalah PILIHAN HIDUP.
Toh, kita tidak mungkin bisa menguasai semua hal, bukan?
Setiap orang akan lebih baik menjadi spesialis, lalu mendelegasikan tugas-tugas yang tidak dia kuasai kepada orang-orang yang ahli di bidangnya.
Walau saya selalu berkata bahwa menulis itu sangat gampang, bukan berarti saya menyalahkan orang lain yang tak mau menulis. Bila mereka tak mau menulis karena merasa tak mampu atau tak berbakat, YA ini sikap yang sangat saya sayangkan.
Tapi bila mereka tak mau menulis karena alasan pilihan hidup, karena mereka sama sekali tidak tertarik untuk menulis, maka insya Allah saya akan sangat memaklumi dan menghormatinya.
* * *
Jadi, setiap kali Anda memutuskan untuk menyerah, pastikanlah bahwa sikap ini diambil karena pertimbangan pilihan hidup, bukan karena Anda sudah putus asa dan tak berani mencoba lagi.
Bila Anda memang punya keinginan untuk meraih A, dan pilihan hidup Anda memang A, maka jangan pernah berhenti/menyerah dalam menggapai A tersebut, walau kendala sebesar apapun menghadang!
Bila Anda bermimpi menjadi seorang penulis sukses, lalu Anda menyerah ketika naskah Anda ditolak, ketika ada orang yang mengejek tulisan Anda, ketika tak ada orang yang mengomentari tulisan di blog Anda, karena Anda tak punya komputer, karena Anda merasa tak punya waktu untuk menulis, dan seterusnya, maka sikap menyerah seperti ini tak akan bisa membawa Anda ke gerbang sukses!
Bagi seorang pemenang, kegagalan dan hambatan sebesar apapun bukanlah alasan untuk menyerah.
Bagi seorang pemenang, kegagalan dan hambatan sebesar apapun justru merupakan tantangan yang mengasyikkan untuk ditaklukkan.
PECUNDANG = Begitu gagal, dia putus asa, menyerah, merasa tak mampu.
PEMENANG = Begitu gagal, dia intropeksi diri, belajar lebih giat, dan mengatur strategi baru agar tidak gagal lagi pada langkah berikutnya.
Satu-satunya alasan bagi kita untuk menyerah adalah PILIHAN HIDUP.
Semoga Bermanfaat dan Salam Sukses!
NB: Baca artikel terkait:
- Menulis, Antara Bakat & Pilihan Hidup
Jonru
Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
http://www.SekolahMenulisOnline.com
Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Silahkan pesan di http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com
Comments
104 Comments on [Kiat Sukses] Kapan Saat yang Tepat untuk MENYERAH?
-
fauzone on
Tue, 25th Aug 2009 03:02 pm
-
jonru on
Tue, 25th Aug 2009 03:08 pm
-
LoE_Seifer on
Tue, 25th Aug 2009 04:57 pm
-
muji on
Tue, 25th Aug 2009 08:34 pm
-
marina on
Tue, 25th Aug 2009 09:33 pm
-
noerhidajat on
Tue, 25th Aug 2009 11:21 pm
-
achmad solo on
Tue, 25th Aug 2009 11:44 pm
-
danang yogisworo on
Wed, 26th Aug 2009 08:19 am
-
eko hadi p on
Wed, 26th Aug 2009 08:56 am
-
Satya Yudha on
Wed, 26th Aug 2009 09:07 am
-
rahma on
Wed, 26th Aug 2009 09:25 am
-
eka nugraha on
Wed, 26th Aug 2009 10:03 am
-
soegeng on
Wed, 26th Aug 2009 11:22 am
-
Djohan Kohar on
Wed, 26th Aug 2009 11:40 am
-
Kahar S. Cahyono on
Wed, 26th Aug 2009 11:55 am
-
salwangga on
Wed, 26th Aug 2009 01:05 pm
-
hery budi santosa on
Wed, 26th Aug 2009 01:20 pm
-
anazkia on
Wed, 26th Aug 2009 01:37 pm
-
maarjes sasela on
Wed, 26th Aug 2009 01:54 pm
-
Meizarni on
Wed, 26th Aug 2009 02:38 pm
-
rahman on
Wed, 26th Aug 2009 02:43 pm
-
wiwin on
Wed, 26th Aug 2009 02:57 pm
-
Aya on
Wed, 26th Aug 2009 03:18 pm
-
maya on
Wed, 26th Aug 2009 04:26 pm
-
bening on
Wed, 26th Aug 2009 05:33 pm
-
Tongkonan on
Wed, 26th Aug 2009 08:06 pm
-
abeykhoir on
Wed, 26th Aug 2009 11:03 pm
-
haerulsohib on
Wed, 26th Aug 2009 11:04 pm
-
Onik on
Thu, 27th Aug 2009 12:48 am
-
Usaman Hasan on
Thu, 27th Aug 2009 07:33 am
-
Sudarmanto,ST,MSi on
Thu, 27th Aug 2009 07:46 am
-
Wiwin on
Thu, 27th Aug 2009 09:12 am
-
situzplus on
Thu, 27th Aug 2009 09:14 am
-
beng2nor on
Thu, 27th Aug 2009 09:31 am
-
massol on
Thu, 27th Aug 2009 09:43 am
-
Nita on
Thu, 27th Aug 2009 09:48 am
-
Lila on
Thu, 27th Aug 2009 10:11 am
-
Afif on
Thu, 27th Aug 2009 10:28 am
-
didi purwanto on
Thu, 27th Aug 2009 10:52 am
-
DwiCy on
Thu, 27th Aug 2009 11:14 am
-
mbuy on
Thu, 27th Aug 2009 11:36 am
-
Yudi on
Thu, 27th Aug 2009 01:21 pm
-
rasu_sihotang on
Thu, 27th Aug 2009 04:39 pm
-
Lana Azkia on
Thu, 27th Aug 2009 05:31 pm
-
Lana Azkia on
Thu, 27th Aug 2009 06:27 pm
-
Lana Azkia on
Thu, 27th Aug 2009 06:27 pm
-
inuel on
Thu, 27th Aug 2009 06:58 pm
-
liffung on
Thu, 27th Aug 2009 11:35 pm
-
Armand on
Fri, 28th Aug 2009 12:58 am
-
Artikel Kehidupan on
Fri, 28th Aug 2009 08:03 am
-
Saunt on
Fri, 28th Aug 2009 08:32 am
-
annie on
Fri, 28th Aug 2009 09:51 am
-
raf paap unpad on
Fri, 28th Aug 2009 02:24 pm
-
Ryan on
Fri, 28th Aug 2009 04:13 pm
-
amran on
Fri, 28th Aug 2009 08:29 pm
-
wiwid on
Sat, 29th Aug 2009 04:47 am
-
deni on
Sat, 29th Aug 2009 07:16 am
-
Tonny Yabezpra on
Sat, 29th Aug 2009 08:35 am
-
Surat Terbuka [secara sengaja] « PoJoK YoGyA (lagi) on
Sat, 29th Aug 2009 11:17 am
-
Muhammad Nasir Siregar on
Sat, 29th Aug 2009 02:18 pm
-
Gie on
Sat, 29th Aug 2009 04:54 pm
-
Xarea on
Mon, 31st Aug 2009 09:07 am
-
bcode on
Mon, 31st Aug 2009 11:45 am
-
hary on
Mon, 31st Aug 2009 05:46 pm
-
diana on
Mon, 31st Aug 2009 10:40 pm
-
muamdisini on
Tue, 1st Sep 2009 09:15 am
-
Nazar on
Tue, 1st Sep 2009 10:44 am
-
jonru on
Tue, 1st Sep 2009 01:44 pm
-
agus on
Tue, 1st Sep 2009 06:45 pm
-
lio on
Tue, 1st Sep 2009 09:04 pm
-
mohammad hartono on
Wed, 2nd Sep 2009 05:56 am
-
jonru on
Wed, 2nd Sep 2009 07:24 am
-
pakde on
Wed, 2nd Sep 2009 09:54 am
-
cut e on
Wed, 2nd Sep 2009 02:42 pm
-
joko triyono on
Thu, 3rd Sep 2009 02:29 pm
-
jonru on
Thu, 3rd Sep 2009 04:44 pm
-
.: [ moh. rustam ] :. on
Thu, 3rd Sep 2009 10:28 pm
-
siswanto on
Fri, 4th Sep 2009 10:02 pm
-
Benarkah Anda Tak Punya Bakat Menulis? | Jonru on the Web on
Mon, 7th Sep 2009 12:28 pm
-
ami on
Tue, 8th Sep 2009 07:43 am
-
Amira on
Tue, 8th Sep 2009 08:33 am
-
Eddy on
Wed, 9th Sep 2009 09:04 pm
-
Anggoro Sulistyo on
Mon, 14th Sep 2009 03:49 am
-
putri amalia siregar on
Tue, 15th Sep 2009 12:31 pm
-
irwan on
Tue, 15th Sep 2009 03:01 pm
-
irwan on
Tue, 15th Sep 2009 03:03 pm
-
Andi on
Thu, 17th Sep 2009 04:56 pm
-
neilhoja on
Fri, 25th Sep 2009 03:26 am
-
San aji on
Sat, 26th Sep 2009 10:25 am
-
bob rowe on
Thu, 1st Oct 2009 06:15 am
-
mohammad hartono on
Mon, 5th Oct 2009 05:24 am
-
Alfred on
Sun, 11th Oct 2009 09:41 am
-
Alfred on
Sun, 11th Oct 2009 09:44 am
-
farhan on
Mon, 26th Oct 2009 11:55 am
-
anna noor on
Wed, 2nd Dec 2009 01:53 pm
-
thegreatinvestor on
Thu, 10th Dec 2009 01:20 pm
-
hanny on
Tue, 22nd Dec 2009 02:42 pm
-
hanny on
Tue, 22nd Dec 2009 02:44 pm
-
Ti2k on
Tue, 5th Jan 2010 07:45 pm
-
aris nur on
Thu, 7th Jan 2010 07:59 pm
-
dedew on
Tue, 19th Jan 2010 05:15 pm
-
cFKimberley on
Wed, 10th Feb 2010 08:08 am
-
Hilaludin Wahid on
Sun, 14th Feb 2010 01:58 pm
-
tips beli rumah on
Thu, 17th Jun 2010 01:14 pm
bagaimanna jika: hal2 yg kita sebut sebut sebagai alasan untuk menyerah hanyalah pembenaran…
Sesuai namanya, pembenaran bukanlah kebenaran
jujur … arikel ini GUE BANGET!!!!! ….
kita memang tidak seharusnya “terpenjara” dengan yang tidak kita bisa. sudah semestinya kita mencari garapan baru yang cocok untuk kita… hidup cuma sekali dan setiap pilihan PASTI ada konsekuensi . Saya termasuk tidak suka terpenjara di bidang yang tidak saya kuasai dan saya benci
betul sekali, pak… saya juga mengalami hal-hal seperti itu…
Saya adalah orang serakah. Serakah pengen bisa ini dan pengen bisa itu. Saya percaya, kalo’ saya memprosesnya, saya pasti bisa. Tapi dalam hidup ini saya berhitung. Apa yang saya miliki?, apa yang bisa saya lakukan? (teori SWAT). Tentunya tak bisa semua kita miliki dan lakukan (seperti kata Pak Jonru diatas). Maka dari berhitunglah, saya bisa tahu keadaan saya. Keadaan itulah yang saya ikhlaskan untuk menjadi PILIHAN HIDUP saya. Dengan menetapkan pilihan hidup, saya jadi tahu apa yang harus saya lakukan dan bertekad untuk mengembangkannya semaksimal mungkin dan saya tidak menyesal dengan apa yang tidak sempat saya lakukan. Kata pak jonru, nothing to loose aja gitu lho….(bukan menyeraah…. bukan menyeraaah….aaa…)
terima kasih, mas atas sharing ilmunya. saya rasa, tulisan ini sangat berbobot dan menginspirasi. sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas pencerahannya.
salam sukses
siip..pak….menyerah ada 2 pengertian…..
1.karena its my rule 4 sukses
2.krena kita berencana untuk gagal…
pilihlah pilihan hidup anda dan utamakan sesuatu hal yang bermakna dan bermanfaat,,,terbaik dan the best
nd go fighting untuk pilihan hidup anda…..
JARI MEDIA
Mas Jonru, terima kasih artikelnya membuat saya berfikir kembali tentang pilihan hidup saya…
Tulisan yang menarik dan penuh inspirasi. Terima kasih.
Intinya adalah pilihan. Sering terdengar bahwa hidup penuh dengan pilhan yang terkadang kita tidak menyadari bahwa kita sendiri yang harus membuat pilihan itu, bukan hanya menerima. Hidup akan penuh dengan pilihan ketika kita melihat peluang dan membuat pilihan atas peluang itu.
Hidup adalah membuat destinasi dan segudang usaha untuk meraihnya. Jadi kalau menyerah menurut saya bukan menyerah tapi memilih yang lebih tepat.
So buatlah hidup lebih berarti dengan pilihan dan peluang yang kita buat sendiri. The most important thing is the Value of Life.
tulisan yang hebat dan sangat menginspirasi saya ![]()
Terimaksih
wah agak tertipu, tapi ternyata tulisan motivasi lagi, inspiratif nih pak, terima kasih
saya sudah mengira bang Jonru tidak pernah menyerah untuk memotivasi rekan-rekan semua
Betul sekali Bang Jonru, saya sendiri tidak pernah menyerah untuk senantiasa belajar karena ini adalah pilihan hidup saya yaitu menjadi pembelajar seumur hidup, kalau sudah sukses ditindaklanjuti dengan menjadi mulia (berguna bagi orang lain)
Mas Jonru benar.
Bahwa setiap pekerjaan yang yang kita lakukan, seharusnya berpijak pada pilihan-pilihan yang rasional. Realistis, dan tidak sekedar mengikuti “trend”. Sebab dengan begitu, kita akan mempunyai daya tahan yang lebih lama untuk mewujudkan mimpi-mimpi menjadi nyata.
salut…. tulisan bung jonru kian ‘tak terbendung’. sal yang super pendiam terpaksa kasih komentar. perkembangan anda memang luar biasa. selamat ber-entreprenership ria dan selamat menebar ‘jin’ (boleh bilang virus klo lebih suka begitu) entreprener.
terima kasih mas jonru, semoga membawa berkah bagi kita semua
Makasih pak Guru, semoga setelah ini saya tidak menyerah kalah lagi
Saya memang kaget sekali waktu baca judul tulisannya mas Jonru, saya pikir mas Jonru nyerah ngasih motivasi sama saya. ternyata malah nambah motivasi. Thanks Brother GBU
Buat Mas jonru, terimakasih atas news letter selama 9 minggu ini, saya selalu membacanya dan mempraktekkannya sedikit demi sedikit. Walaupun saya merasa tdk berbakat,
saya belum menyerah u/tetap mencoba, suatu saat saya pasti ikut SMO, bingung masalah ngatur waktu.
Sekali lagi Saya ucapka terimakasih, atas newsletternya
yang sangat bermanfaat.
Makasih Mas.Saya sangat tertarik. Semoga saya menjadi tangguh.
Sipppppplah, saya setuju sekali. menjadi orang jangan sampai menyerah. Tantangan apalagi kegagalan akan menjadikan kita lebih dewasa
Saya sudah menyerah. Saya sudah bertahun tahun bekerja di suatu departement di sebuah perusahaan internasional. Banyak contribusi yang saya berikan, performance saya juga bagus, tidak ada complain dari atasan. Tapi juga tidak ada apresiasi dari atasan. Rekan rekan saya naik dengan sukses dan saya masih tetap di bawah. Akhirnya saya menyerah. Saya pindah ke departement lain walaupun atasan saya menjanjikan banyak hal. Apakah saya menyerah? atau itu adalah pilihan saya??
wah beneran pa, saya juga sempet kaget pas baca di awal, ternyata dalamnya bagus sekali.. semua alasan yang pa jonru bilang benar, seringkali saya menyerah, krn merasa tdk berbakat,tdk ada wkt,dll.. padahal.. saat saya berusaha menulis tentang hal-hal kecil yang terjadi di sekitar saya, saya merasa enjoy, dan berpikir saya mampu! saya ingin berusaha menjadikannya pilihan hidup..
sejak kecil saya suka tari, tapi berhubung tak dapat dukungan ortu, saya manut saja, akhirnya skr jadilah saya seorang guru komputer (padahal sama sekali nggak bercita-cita menjadi guru)
beberapa bulan yg lalu seorang teman menantangku untuk membuat cerpen, dengan penuh ketidak yakinana lahirlah cerpen pertama dalam seumur hidupku “Sepenggal kisah cinta maya”, sejak itu saya mulai bertanya-tanya inikah talentaku, ataukah hanya keisenganku (I don’t know), tapi yang jelas aku sangat enjoy menulis dan berfantasi dan juga paling luwes kalo mengikuti alunan musik he he he…
semoga segera kuketahui talentaku (aminnn)
Thanks bgt kang Jonru. Tulisan Anda benar-benar memotifasi saya untuk tetap semangat menggapai tujuan hidup, walaupun berbagai macam rintangan menghadang.
Memang setiap Insan itu punya karasteriktik beda-beda, kita tidak bisa menyalahkan orang hanya karena kekurangannya, semua pasti ada kelemahan dan kelebihan.
terlepas dari itu semua, saya punya slogan untuk menghapuskan kata “Menyerah” dan “Menyesal” dalam kamus saya. saya harus menanamkan Kalimat “semua itu bisa dikerjakan asal ada kemauan”. thank buat bangda Jonru yang sudah membagi ilmu-ilmunya kepada kami.
hidup adalah sebuah pilihan, manusia menempuh hidupnya dengan bermacam-macam cara dan pastinya berbeda, dengan perbedaan itulah kita bisa saling melengkapi, ilmu yang ada di bumi ini begitu banyak jumlahnya, dan hanya Allahlah yang sanggup menguasai ilmu-ilmu itu, sebab Dialah yang menciptakan ilmu itu, intinya, lakukanlah kegiatan atau profesi yang sreg di hati. begitu banyak pilihan tak mungkin memilihnya sekaligus. be expert, itulah yang aku tangkap dari artikel di atas. Thanks Mas Jonru, sukses buat anda..
Mas Jonru benar. Dan saya sudah menentukan pilihan hidup saya untuk menjadi seorang penulis. Karena itulah sampai sekarang saya terus menerus berjuang, dan belajar untuk menjadi lebih pintar menulis.
Saya tidak pernah menyerah meskipun beberapa tulisan saya banyak ditolak di berbagai media massa. Saya terus nekad, sambil terus memperbaiki diri…
Saya yakin kalau saya terus berusaha, suatu saat nanti pasti bisa meraih pilihan hidup saya
Terima kasih, Mas Jonru… tulisan anda ini menerangi mata dan pikiran saya, salam
Ketika masih muda saya ingin jadi penulis. Keinginan itu hanyut bersama kesibukan menghadapi gelombang kehidupan. Tahun 80-an saya suka menulis walau hanya menulis di catatan harian yang kemudian saya simpan. Sayang sekali asip dimaksud tercecer entah dimana. Nanti tahun 2002 saya mulai menulis , dan tidak lagi disimpan seperti pada tahun 80-an. Selama tujuh tahun saya menulis di berbagai media yang ada di Sulawesi Tengah. Dua tahun terakhir saya menjadi pengasuh kolom tetap (catatan pinggir)di sebuah harian (Metro Tolis, satu-satunya harian di Kabupaten Tolitoli.
Yang membuat saya pebasaran, sebab sudah hampir sepuluh kali saya mengirim tulisan ke harian Kompas, selalu saja dikembalikan. Padahal tulisan saya lumayan bagus (komentar orang, baik tua, muda, pejabat, petani, mnelayan, buruh,mahasiswa = pokoknya dari banyak kalangan.
Gimana ya, bung? Maksudnya, saya ingin sekali agar tulsian saya bisa tembus di harian seperti Kompas.
Oke, terima kasih atas semangat yang bung berikan. memang benar, kita harus selalu optimis, tidak boleh menyerah. Ketika seseorang kehilangan jiwa besar, berarti dia telah kehilangan segalanya.
Salam hangat dari Usman Hasan Tolitoli
pak, johnru
saya sudah mau kontrak dengan penerbit sebanyak 4 buah buku.
trims
Trims atas sarnnya pak. Ini sedang berusaha menyalakan semangat tapi belum 100% berhasil. MAsih moody soalya. TApi tulisan-tulisan pak jonru kayak tambahan bahan bakar. Trims sekali lagi.
jadi teringet puisi Khairil Anwar… “Aku!”
syukron bin tengkyu mas, wah beruntung banget aku dapat tulisan yang kayak begini, waktunya pas….ya pas saya lagi kehilangan mood, dalam hal apapun terutama dalam hal menulis….tapi tulisan mas yang barusan sempet menjadi cemeti, cambuk bagi saya, makasih banyak mas….btw saya juga dah kangen pengen ketemuan sama mas..
Terima kasih pak. Pelajaran baru buat saya.
Makasih, bang sudah menjadi energi pengingat saya, kami, semua kawanmu. Sip bang. memang betul. pengalaman saya, saya sering menjadi pecundang. selalu menyalahkan diri sendiri atas kegagalan. selalu takut untuk mencoba lagi. Dengan ada energi seperti ini, mudah-mudahan saya akan selalu ingat dan menerapkannya dalam hidup. Mudah-mudahan proses belajar kehidupan ini akan ada hasilnya. sekali lagi, makasih ya bang. Keep on that way!
bagus skali jonru..hampir saja saya menyerah karena ide-ide saya yg ingin saya tuangkan ke tulisan saya rasanya buntu sekarang ini,tp dengan membaca ini saya tersadar bahwa setiap org pasti punya kendala masing2 dalam dia melakukan sesuatu, so, never give up!
Terkadang… kita tidak mudah menyerah ataupun berputus asa. ketika kita mempunyai tujuan dan cita2 langkah awal untuk mempersiapkan menuju kesana yang menjadi kendala, yaitu: BINGUNG HARUS BAGAIMANA, APA, DSB.
Nulis………nulis apa?……bagaimana?…….kok mentok…. hal itulah yang sering terjakdi dan banyak dialami oelh para penulis pemula. hal itu tidak dapat dinafikan kebenarannya.
hebat ya! pendaftaran saya benar-benar ditanggapi serius. Belum pernah ada orang seperti jonru. Terimakasih
Terimakasih bang Jonru… saya jadi lebih mengerti tatkala harus meninggalakan keinginan yang saya rasa sulit tapi itu memang bukan pilihan saya
terimakasih..
Om menyerah tidaklah berarti kalah, menyerah bisa saja hanya untuk mengambil ancang-ancang gebrakan berikutnya. OK !
Benul, Pak Guru …
Menulis adalah pilihan hidup, tak peduli walau hanya menulis demi kepuasan batin dan tak menghasilkan sepeserpun … Jangan Menyerah!
Terima kasih atas bimbingannya.
Salam,
Yudi
Riau
terima kasih bang jonru.
awalnya terkejut juga sih.
inspiratif banget bang.
saluuttt…
jangan bosan2 ajarin kami ya bang..
mr. Jonru,
terimakasih atas artikelx. Gue banget! B)
Anda tahu apa yang kebanyakan dari kita pikirkan.
Mengungkapkan apa yang sulit kami ucapkan pada mereka yang tidak mengerti (terutama mereka yang berotak kiri).
akhirx sy menemukan org yg ‘sehati & sepikiran’ juga.
tp bgmn jika kita harus menjalani pilihan hidup itu sendiri, Pak Jonru? kita sudah tahu apa pilihan kita. tapi kita tidak punya orang lain untuk mensupport kita. karena sulit sekali untuk kembali bangkit–tanpa orang lain–jika sudah jatuh.
Tx b4 utk siapapun yg membantu.
B)
waow aku dah ngurangin jadwal nuliskuh ni,aduhhhhh kenapa ku jadi nmlempem gini yah,hikz,semoga aku jadi semangat lagi nich
!!
Semoga menjadi tabungan amalan anda. berkat tulisan anda ini, saya mantap berhenti jadi buruh per 1 sep 09. terima kasih dukungannya bagi hijrah ke tempat yang lebih memenuhi panggilan jiwa.
Maap beribu2 maap,baru sekarang nulis ke Bung Jonru. Diam bukan berarti kagak perhatian. Saya mengagumi bung Jonru, bukannya saya nggak mau bergabung. Soalnya saya lagi fokus AsianBrain,blm juga berhasil. Maksud saya satu persatu dulu,kalo yang satu udah berhasil baru menginjak yang lain. Selama ini saya overload hingga pusing, coba sana coba sini kagak berhasil akhirnya harus start dari awal lagi. Yah pengalaman karena nggak nurut nasehatnya bu Guru.Saat ini mulai belajar dari awal, prkatek, fokus…….
Yap betul sekali… dan saya pernah menghadapi perasaan tersebut
Bung jonru yang baik hati, apakah pilihan hidup anda saat ini sebagai penulis non fiksi dan sebagai entrepreneur sudah merupakan pilihan hidup yg tepat, atau untuk saat ini dianggap paling tepat? kalau ya bagaimana memastikan pilihan hidup yang anda pilih merupakan pilihan yg tepat?.
Saya sudah bekerja kantoran selama 23 tahun, apakah ini merupakan pilihan hidup yg tepat, saya sesungguhnya tidak yakin, apakah ada tools untuk mereview tentang tepat tidaknya pilihan kita(profesi)? mohon tanggapannya.
saya jadi malu krn saya ternyata manusia plg rajin menyerah krn malas………. tx tuk motivasinya
maka nikmat Tuhanmu yan manakah yang kamu dustakan..
JONRU benar.. dan semo9a pandan9annya pun dibenarkan oleh Allah.. Amin
jalan hidup itu sudah tercatat di Lauh Mahfudz sebelum kita dilahirkan dan sebelum lan9it dan bumi ini diciptakan..
pilihan kita adalah semata-mata Pilihan-Nya.
salam 4 jonru n friends
jadi inget hari” kemarin…
tapi makasih ya mas, atas kata”nya…
saia emank harus berusaha lebih keras lagi untuk mencapai mimpi
saia juga salaut dengan keputusan mas Jonru untuk menjadi wirausaha….
motivasi bapak sangat menyemangati saya yang akhir-akhir ini lagi down, saat tulisan saya tidak pernah terbit-terbit di media massa. Saat ini saya sementara menggarap buku pintar tokoh dirgantara Indonesia dan dunia, Ada yang berminat?
yupss bener bangets itu pak….
emank seh dalam hidup kita tidak boleh sedikitpun menyerah tetapi terkadang kalau saya lelah untuk berusaha saya akan istirahat sjenak agr dapat melangkah lebih jauh lagi dan stay fokus pada apa yang saya MAU
bettul bang jon.sip lakh.1 ju.hehe
Sampai saat ini keinginan untuk mmenjadi siswa SMO masih kuat dan ingin sekali merealisasikan, satu kendala memang di tempat saya jaringan internet masih belum begitu optimal, kemudian cara/system pendaftaran SMO belum begitu saya mengerti, nanum demikian saya akan tetap berusaha bagaima caranya menjadi siswa SMO. Thank’s
[...] kasih buat Bang Jonru yang selalu memberi inspirasi buat menulis dan mencetaknya menjadi buku. Semoga keinginanku ini [...]
hmm… gimana ya (mikir lagi), padahal saya juga pernah berkata : “berpikirlah kau terus, mati-mati berpikirlah kau nanti…”. Lae Jonru, makasih kiriman email-nya. Pingin jumpa juga tapi malu juga, ntar …disambut senyum lagi. Sedangkan psikologi orang kalah itu ribet, “senyum pun orang dikira … macamk-macam..he ..he..he ! Jazakumullahi Khairan Katsiro.
wah telat kayanya comments saya ini
memang betul kadang pilihan menyerah akan membawa kebenaran mas, tapi kadang pula sulit menentukan piihan yang akan membawa keberhasilan tersebut, jadi menentukan pilihan yang sesuai sebelum menyerahpun juga penting..
makasih mas Jonru…tuisannya Insfiratif sekali.
emang bener sieh,,,,tp kadang aq sendiri sulit tuk gapai yg Q ingnkan,,,bnyk tantangan yg dtng secr berurutan n tanpa henti2,,,,,tp smp sekarang aq ttp berusaha tuk raih ntu sma,,,makasih mas dgn pa yg anda tulis aq mnjd lbh semangat tuk hdpin smanya,,,,
Terimakasih pak buat tulisan nya, saya lagi mempelajari menulis yang baik, supaya bisa punya blog sebagus Pak Jonru
sangat berkesan, semoga saya bisa mengikuti jejak mas…
memang banyak kemudahan di era internet seperti sekarang ini, kita dengan mudahnya menghapus dan mengedit apa yang kita mau dan tidak mau tulis, tetapi semua itu lagi-lagi tergantung pada keinginan, bukan sekedar hobi…
saya merasa senang mendapat tulisan-tulisan motivasi dari mas, walaupun secara pribadi saya merasa belum menggerakkan tangan untuk mulai menulis…
terima kasih mas, saya akan coba terus, karena memang sangat ingin saya menjadi seorang penulis….
pak jonru……………
makasih tulisannya ya… bener2 mengena di ati nih….
diakui atau ga, saya merasa, saya memang mudah menyerah, apalagi dalam hal tulis menulis… padahal cita2 saya dulu pengen jadi penulis… sampe sekarang blom kesampaian nih
hiks…hiks…hiks..
tapi tulisan bapak emang mengena di ati…
saya akan coba deh…
mkasih ya pak…
wah terima kasih atas bimbingannya pak…
terus memotivasi agar saya tidak menyerah…
hehehehe…
sebelumnya juga beberapa kali saya pernah menyerah untuk hal2 yang memang saya tidak berbakat di dalamnya…
salam…
Saya termasuk orang yang tertarik kepada banyak hal. Mungkin terlalu banyak. Akibatnya tidak bisa benar-benar fokus pada hal tertentu. Yang terjadi kemudian seperti musim buah. Beberapa waktu saya sibuk di sini, beberapa waktu kemudian sibuk di sana, lain kali pindah lagi, dan begitu seterusnya.
Bagaimana cara memilih. Saya sudah coba berdialog pada diri sendiri tapi belum juga berhasil. Ada saran dan tips untuk saya?
@Nazar: Saya kira, hal seperti ini kuncinya pada diri kita masing2. Cobalah buat urutan prioritas dalam hidup Anda. Pekerjaan mana yang paling penting bagi Anda. Bila sudah ketemu, tekuni secara serius dan fokus, dan secara perlahan tinggalkan yang lain. Dulu saya juga pernah “terjerumus” ke dunia komputer/internet. Tapi akhirnya saya tinggalkan karena saya ingin lebih fokus ke dunia penulisan. Semoga bermanfaat ya
beberapa tulisan di notes facebook saya
( http://www.facebook.com/notes.php?ref=sb# /note.php?note_id=145973085773) mendapat tanggapan singkat yg positif, catatan saya tentang madura, karimunjawa, dan Pare, serta perjalanan saya naik bis ekonomi Jogja-Semarang, membuat beberapa pembaca ingin melakukan hal yg sama. Sy menulis begitu lancar untuk catatan-catatan itu, tapi di saat lain saya benar2 buntu ketika harus menulis. Sy ingin mengenali penulis macam apa saya ini, dan media apa yg cocok untuk ‘penulis’ macam saya. Saya tunggu tips berikutnya.
sebenarnya banyak sekali pengalaman hidup yang saya alami ingin saya jadikan buku, karena menurut saya banyak hal mungkin bisa saya bagikan cerita dengan banyak orang mungkin dari segi positif yang bisa di ambil maupun dari segi negatif yang bisa di jadikan pelajaran, tapi saya masuh bingung untuk memulainya. gemana tips nya……!? sebelumnya tks atas jawabannya,,….!
Ha,,,haa oh mas jonru, saya juga ikut menyerah karena profesi menulis berbeda dengan pemain gitar ,seorang pemain gitar bisa di katakan tidak memerlukan belajar atau tidak perlu sekolah ha..ha.. di banding seorang penulis,karena seorang penulis harus orang sekolahan dan banyak pengetauhannya ,,,jadinya ketika mas jonru masih sd belajar gitar kemudian menyerah itu betol ha,,ha,, namanya anak sd belajar gitar yach jadinya jadi pengamen ha..ha…begitu juga sebaliknya anak sd belajar menulis kemudian jadi penulis yach bisa tetapi tetap saja bahasanya seperti orang yg tidak punya bakat jadi penulis ha..ha…alias masih seperti anak sd padahal sydah sma seperti saya ha..ha…bakat bagi saya pengertianya seperti hoby ,nach saya hoby menulis mendengarkan musik dan sedikit bisa bermain musik ,serta bekerja saya hoby ,tetapi kalau misalnya sedang bekerja nadanya ada gangguan yang tidak logis atau tidak masuk akal bagaimana saya bisa bekerja atau bermain musik ha..ha.. yach artinya kita mencari nadanya kan sulit mas jon ru yach tidak apa harus pindah kerja ha,,ha,, kalau pindah kerja artinya itu sudah menyerah yach tidak mas jonru?Begini mas jonru ,di bulan puasa ini yang baik makan yang enak enak biar gemuk dan suara kita jadi enak wach mama masakkannya enak sekali bumbunya apa tho ma?Seperti itu mas jonru kalau saya menyanjung istri saya wach misalnya mas jonru mengetaui istri saya dan tau rasa masakannya pasti jatuh cinta karena rasa masakannya ha..ha..
seperti hoby
@lio: coba klik http://www.jonru.net/kiat-menulis-bebas-kiat-paling-jitu-agar-kita-selalu-lancar-menulis
Wow..amazing sekali!! sangat inspiratif.
Saya juga sering nih mengalami banyak pilihan. Lebh pusing lagi memilih diantara dua pilihan yang sama2 bagus. Sampai harus istikharah segala mas. Untungnya saya selalu nerimo dengan konsekuensi dari pilihan saya itu tanpa harus menggerutu dibelakang hari…
Urusan menyerah. Syaa menyerah kalau lelah.. kalau belum lelah… hajaaaaaar terus mas.
Regard
dari tulisan di atas, benar-benar membuka mata saya. padahal saya ingin sekali menulis. tapi belum juga memulai, dan saya sempat menyerah. saya seprti battery yang baru dicharg. ada semangat untuk memulai kembali keinginan lama yang sempat tertunda.
pak,..saya juga tidak akan meyerh untuk medapatkan buku cara gampang menerbitkan buku,…sy rasa NTB tidak terlalu jauh…mohon di bantu pak.
@Joko triyono: Buku MBIG bisa dipesan secara online Pak. Coba kirim email ke mbig[at]naskahoke.com (ganti [at] menjadi @), sertakan nama dan alamat lengkap, juga no. telpon. Ditunggu ya
waaaah” comment yg ke 77 neeeh, jawuh jgaa, pdhal blum brpa lma stelah email bpk msuk k email sya,,,
salut tuk Pak Jonru
Ingin nyaa saya ikuut skolah menulis pak Jonru, tapiiiii..
skarang saya telah berkuliah di palu (sul-teng) seandainya bpak bisa mampir kesini, pasti senang skaliii ^^
oh yah pak, saya kehabisan ide neh, mau nulis dengan materi apa yah pak? >__<” tlong ide” kreatifnya pak,,,
atau buat tman” lain, krim sran ke email saya sja :
m_rustam_as@yahoo.co.id
TERIMAKASIH…
SALAM SUKSES!!!
pengalaman mas Jonru menambah keyakinan saya bahwa untuk mewujudkan apa yang kita impikan harus tetap fokus. sebagaimana mereka-mereka yang sukses adalah orang-orang yang fokus pada suatu bidang yang mereka yakini dapat menghantarkan mereka pada keberhasilan.
[...] dijawab, saya akan kutipkan sebuah pengalaman saya yang pernah ditulis di sini beberapa waktu lalu. Ketika SD, saya pernah menyerah dalam belajar bermain gitar. Saya tetap tidak [...]
di awal saya tertawa karena melihat gambar kucing yang lucu dan terlintas di benak saya, it’s not serious thing. But…., saya salah.
Sepertinya apa yang ditulis oleh Pak Jonru ini ‘gue banget’. Gagal, putus asa, meyerahdan nothing to do.
Tulisan ini menginspirasi saya untuk lebih baik lagi, menjadi orang yang pantang menyerah, dan menyerah untuk pilihan hidup.
Thank you so much
kadang kesalahan yang pernah kita lakukan membuat kita putus asa untuk menggapai impian kita. tapi satu hal yang perlu diingat oleh kita, bahwa kita adalah orang yang tangguh dan pantang menyerah. buktinya saat mulai belajar berjalan pasti kita pernah jatuh berkali – kali sebelum berhasil bisa berjalan dengan tegap sampai akhirnya kita bisa berlari. begitu kan pak Jonru ?!
MUSIK HIPNOTIS ANTI DEPRESI !!
BANTU MEREKA YANG TIDAK TAHU JALAN KELUARNYA !!
Di luar negeri sudah banyak yang menggunakan musik terapi untuk kesuksesan hidup dan keuangan.Jika anda lebih yakin dengan teknologi sekarang boleh coba musik terapi hipnotis di
http://www.peluangkita.org
Mungkin benar juga, aku sering gagal dalam berobsesi terhadap sesuatu hal karena tanpa aku sadari aku merasa “sesuatu itu” bukan pilihan jalan hidup. Karena merasa ‘bukan pilihan jalan hidup dan tanpa itu nyatanya tetap bisa hidup’ berakibat kurang kuat dalam mewujudkan sesuatu itu dan akan langsung “mutung” ketika menemui kendala.
Alternatif mengatasi itu, ada baiknya kita gunakan semboyan dalam bahasa Jawa “yen wedi aja wani-wani, yen wani aja wedi-wedi” ketika hendak memutuskan memilih “sesuatu hal”. Bagaimana, Pak Jonru?
masih belum menyerah, hanya waktu sangat terbatas, saya harus buat skala prioritas,
Seperti pembenaran ya…hehee, moga2 secepatnya sy bisa bergabung di pelatihan…salam sukses buat Bang Jonru
saya tidak akan menyerah, till the end off my life, trims banget bang Jonru
tahukah anda, bahwa ucapan seorang motivator mampu memecahkan batu karang yang menghadang dipersimpangan jalan hidup kita
Instabilitas itu penting, tapi yang lebih penting lagi stabilitas dalam diri. Instabilitas terkait dengan kecenderungan kita terhadap hal-hal yang kita ingin lakukan, sedangkan stabilitas kaitannya dengan konsentrasi dan fokus terhadap satu hal yang paling kita inginkan. Jadi, bertindaklah dalam sesuatu yang menurut hati kita paling sesuai; jangan seperti bongkahan kayu dalam sungai, yang kanyut oleh alirannya. Semoga kita semua tidak mudah “menyerah” dalam “berkarya”….
heheh… setuju pak jonru.
seperti sekarang, saya juga menyerah menulis fiksi, dan beralih ke non fiksi, karena pilihan hidup.
terima kasih atas tulisannya. boleh saya simpan? atau kapan2 saya posting di blog? atau saya rewrite dari idenya? hehe..
idenya keren.
Thank inspirasinya
Thanks for posting such a good news!
Mas jonru , maaf yach sebelumnya karena saya mau menyampaikan email mengenai lowongan kerja yang bang jonru kirimkan kepada kami,Saya ssepertinya tidak memenui syarat tetapi seperti bang jonru jelaskan bahwa teman atau saudara yang berminat tolong di beritau untuk melamar lowongan pekerjaan tsb,nach ini begini anak saya perempuan yang sekarang sudah bekerja di rumah sakit MELIA
di daerah cilengsi bogor,oh iya saya sebagai orang tuanya sepertinya anak saya bakat di bidang penulisan ,meskipun anak saya lulusan dari akademi gisi dan bekerja di rs melia bagian gisi hanya mengasahnya bang jonru mungkin bisa memberi jalan keluarnya . Siapa tau anak saya berminat dan bang jonru bisa membantu nanti saya beritaukan anak saya biar anak saya kirim email ke mas jonru , karena saya pikir dengan menulis sebagai kerja sampingan anak saya ada tambahan hasil kerja ha..ha.. udah dulu bang jonru salam dari kami warga jogja mengucapkan mohon maaf lahir batin untuk bang jonru dan semua staf karyawan belajar menulis serta semua pengunjung aktif belajar menulis online .semoga selalu mendapat hidayah dan inayah dari tuhan yang benar lagi lurus yaitu tuhan ALLOH SWT,amin.
wah dapat pencerahan dari mas jonru
salam hangat mas…saya blogger baru, yang baru mulai belajar menulis, terutama di blog…
membaca ulasan mas jonru di atas..semakin membulatkan tekad saya untuk mencapai hal-hal yang saya impikan sekaligus tetap mengintrospeksi diri
luarbiasa..
salam hangat
Pencerahan yang luar biasa mas… Terimakasih…
setelah membaca post mas Jonru, saya semakin bertekad untuk menggapai mimpi-mimpi saya dan tetap introspeksi diri
salam hangat mas Jonru
yang saya suka dari blog ini adalah mengajarkan cara mendidik dengan seni dan ketulusan
salam kenal dari blog pemikir cerdas, tips dan trik meningkatkan kemampuan serta ketajaman berpikir
http://ninjafar.wordpress.com
Thanks pak. akan dijadikan motivasi untuk terus mencoba dan belajar menjadi lebih baik lagi
Sebenarnya kita tidak boleh menyerah, sampai semuanya tercapai dan tidak ada lagi kemungkinan usaha yg bisa kita lakukan…itulah, maksimisasi usaha, dan biarkan hasilnya Allah yg ngatur.
Kalaupun mau, barang kali tujuan kita atau pilihan kita saat ini tidak pas u/ kita, kita harus memutar u/ mencoba alternatif (pilihan ) lain…
regards
thegreatinvestor
http://www.thegreatinvestor.com
terimakasih atas motivasinya
terimakasih atas motivasinyasaya akan coba lebih fokus lg sama apa yg saya harapkan dan saya impikan……
Pertama saya baca kirain soal pembenaran bahwa memang ada saat nya kita harus menyerah tapi ternyata tdk begitu..Memang benar, hidup cuma sekali tapi pilihan hidup yang banyak menuntun kita untuk bisa menentukan pilihan hidup yang tepat untuk masa depan kita sendiri dan fokus satu tujuan untuk menjalani nya agar apa yang kita cita2 kan bisa terwujud.Amin..
kebetulan awal dari kebenaran…saya setuju banget…ebaat salutt buat bang jonru
makasih suhu,,stelah baca artikelnya,,saya jdi tau makna pilihan hidup..
tpi kadang memang susah untk menentukan pilihan hidup yg akan qta pilih..
The essay composing can not constantly be a kind of fun. The research paper writing would take a long time. Smart people will offer to buy an essay online. I do guess that this can be the correct way out.
pokokya dahsyat dah…
gak ada kata mnyerah…dan gak ada waktu untk menyerah..
Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.
Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
-
Jonru's Fan Page
-
Twitter
-
Koprol, atau
-
Account Facebook Saya
Mau diskusi atau konsultasi seputar penulisan? Klik di sini









Blog ini sangat 









