[Kiat Menulis] Tentang Kerangka Karangan dan Aliran Sesat

May 6, 2009
Filed under: Dunia Penulisan 

sisir - alat bantuKenapa banyak di antara kita yang suka mandeg dalam menulis? Salah satu alasannya, karena kita selama ini dikuasai oleh sebuah “aliran sesat” yang berjudul “perlunya membuat kerangka karangan dalam menulis”.

“Aliran sesat” ini diajarkan di sekolah-sekolah, dan kita pun mungkin sudah hafal bagaimana doktrinnya. Seorang guru Bahasa Indonesia yang berdiskusi dengan saya beberapa waktu lalu, mengatakan, “Kerangka karangan itu wajib dibuat sebelum mulai menulis. Sebab dengan kerangka karangan, siswa akan lebih mudah dan terarah dalam mengembangkan tulisannya.”

Oke, itulah aliran sesat tersebut!

Sekarang, mari kita bermain-main dengan analogi.

Sisir adalah ALAT BANTU untuk merapikan rambut. Anda setuju? Saya yakin YA!

Lantas, coba perhatikan foto Ilham Anas, si Obama Palsu berikut ini, yang rambutnya super cepak.

obama palsu

Apakah dia butuh sisir untuk merapikan rambutnya?
Saya yakin, jawaban Anda adalah TIDAK.
Dia mungkin hanya butuh bantuan jari-jari tangannya untuk merapikan rambut, dan sedikit air barangkali :)

* * *

Nah, demikianlah analogi yang pas untuk kerangka karangan!

Kerangka Karangan Itu Alat Bantu!

Sebagai alat bantu, tentu kita membutuhkannya bila dia MEMBANTU mempermudah pekerjaan kita. Namun bila alat bantu justru mempersulit pekerjaan kita, masihkah kita membutuhkannya? Dan masihkah ia layak disebut alat bantu?

Kerangka karangan itu alat bantu dalam menulis. Tujuannya adalah untuk mempermudah kita dalam menulis.

Karena itu, bila Anda merasa dipermudah oleh kerangka karangan, maka silahkan pakai. Tapi bila kerangka karangan justru membuat Anda terkekang, sulit dalam menulis dan seterusnya, maka sebenarnya Anda tidak butuh kerangka karangan sama sekali!

Sama seperti Ilham Anas, si Obama Palsu, yang tidak butuh sisir untuk merapikan rambutnya!

* * *

Oke, berikut adalah beberapa pertanyaan dan jawaban seputar kerangka karangan.

1. Siapakah yang butuh kerangka karangan?

Umumnya, para penulis pemula masih membutuhkan kerangka karangan dalam menulis. Sebabnya, rata-rata penulis pemula masih suka ngelantur ke mana-mana. Tulisan mereka belum bisa fokus. Mereka butuh kerangka karangan agar tulisan mereka menjadi fokus dan lebih terarah.

Sementara bagi penulis yang sudah berpengalaman, mereka biasanya sudah TERLATIH untuk membuat tulisan yang fokus dan terarah. Karena itu, mereka biasanya tidak butuh kerangka karangan.

Tapi tidak peduli apakah Anda masih pemula atau sudah sangat berpengalaman dalam menulis, Anda TETAP BUTUH kerangka karangan bila Anda memang merasa bahwa dia memang benar-benar bisa membantu mempermudah Anda dalam menulis.

Namun sebaliknya:
Tidak peduli apakah Anda masih sangat pemula atau sudah sangat berpengalaman dalam menulis, Anda TIDAK BUTUH kerangka karangan bila dia justru mempersulit proses penulisan Anda.

2. Bagaimana cara membuat kerangka karangan yang baik?

Tidak ada aturan atau rumus apapun yang perlu Anda pelajari. Silahkan buat kerangka karangan dengan cara dan format apapun, terserah Anda! Yang penting cara dan format tersebut membuat Anda merasa nyaman dan lebih mudah dalam menulis. Itu saja. Titik. Tak usah memikirkan hal-hal yang sebenarnya tak perlu Anda pikirkan. Tak perlu mempersulit hal-hal yang sebenarnya mudah.

Jangan sampai terjadi:
Proses penulisan Anda justru mandeg gara-gara Anda kesulitan dalam membuat kerangka karangan. Hehehehe.. ini sebuah ironi yang memalukan!

INGAT! Kerangka karangan itu alat bantu. Tentu aneh dan ironis bila alat bantu justru membebani pekerjaan Anda. Alat bantu itu tujuannya untuk mempermudah Anda, bukan sebaliknya. Oke?

3. Apakah ada alat bantu selain kerangka karangan?

Sampai hari ini, saya belum menemukan adanya alat bantu lain. Bila Anda menemukan ada alat bantu lain yang – MENURUT ANDA – jauh lebih bagus, lebih efektif, lebih membantu ketimbang kerangka karangan, ya silahkan Anda pakai.

Jangan merasa bahwa kerangka karangan itu KITAB SUCI yang tak terbantahkan. Demi Tuhan, kerangka karangan itu HANYA ALAT BANTU! Bila Anda menemukan alat bantu yang lebih baik, why not? Silahkan dipakai sesuka Anda :)

4. Apakah boleh bila hasil tulisan kita berbeda dari kerangka karangan yang telah kita buat sebelumnya?

SANGAT BOLEH. Apakah Anda akan masuk neraka atau masuk penjara hanya gara-gara membuat tulisan yang berbeda dengan kerangka karangan?

Come on guys, opeh your mind :)

Sekali lagi, kerangka karangan itu bukan kitab suci. Oke?

daftar belanjaAgar lebih jelas, coba bayangkan situasi berikut:
Ada seorang ibu yang pergi ke mall untuk berbelanja. Dari rumah, dia sudah membuat check list yang berisi barang-barang yan akan dia beli:

1. sabun mandi
2. odol
3. sayur bayam
4. daster warna pink
5. susu
6  roti tawar

Setiba di mall, dia langsung belanja. Check list yang dia bawa benar-benar membantu dia untuk mengingat barang apa saja yang harus dia beli. Dia pun bisa fokus untuk hanya membeli barang-barang yang terdapat di check list tersebut.

Tetapi ketika berbelanja, dia ingat bahwa dia juga sebenarnya perlu membeli handuk. Maka handuk pun dia beli.

Dia juga tiba-tiba berpikir bahwa daster yang bagus sebenarnya warna biru, bukan pink. Maka daster yang akhirnya dia beli berbeda warnanya dengan yang tercantum di check list.

Dia juga tiba-tiba berpikir bahwa sayur bayam tak perlu dibeli. Maka dia batal membeli sayur bayam.

Dan seterusnya.

Nah, Anda bisa menganalogikan kerangka karangan seperti check list belanjaan si ibu tersebut.

Dia membuat check list itu dengan cara dan format yang terserah dia. Yang penting check list itu membantu dia dalam berbelanja.

Dan dalam prakteknya, dia tidak perlu patuh 100% terhadap check list yang sudah dia buat. Artinya, fleksibel aja gitu loch :)

5. Ketika menulis, saya dibayang-bayangi oleh kerangka karangan. Saya khawatir bila isi tulisan saya tidak sesuai dengan kerangka karangan yang telah dibuat. Bagaimana, dong?

Hehehehe…
Ingatlah sekali lagi Sobat:
Kerangka karangan itu alat bantu. Dia seharusnya membuat Anda terbantu. Dia seharusnya mempermudah proses penulisan Anda.

Dari pertanyaan Anda di atas, yang terjadi justru sebaliknya, bukan?
Kerangka karangan justru mempersulit Anda.

Sekali lagi:
Hehehehe…. :)

Maka bila situasinya seperti ini, yang perlu Anda lakukan adalah:

1. Lupakan kerangka karangan. Anda mungkin tidak membutuhkannya. Mungkin Anda akan lebih lancar dan nyaman menulis tanpa kehadiran kerangka karangan. Anda mungkin sama seperti  Ilham Anas, si Obama Palsu, yang tidak butuh sisir untuk merapikan rambutnya.

ATAU:

2. Terapkan kiat yang jitu. Anda selama ini mungkin menggunakan sisir eh… kerangka karangan dengan cara yang belum tepat.

Berikut cara yang tepat:

(1) Dengan asumsi bahwa Anda memang butuh kerangka karangan, awali proses penulisan Anda dengan membuat kerangka karangan. Bagaimana format dan caranya? Di atas sudah dijelaskan. Oke?

(2) Setelah itu, mulailah menulis. Menulislah secara bebas, spontan, sesuka Anda. Hilangkan semua beban dari pikiran Anda. Lupakan dulu semua teori, kiat menulis, dan seterusnya. Pokoknya menulislah sesuka-suka Anda.

(Artikel tentang kiat menulis bebas bisa dibaca di sini)

Termasuk kerangka karangan yang telah Anda buat tadi, silahkan lupakan dulu. Jangan diingat-ingat. Jangan sampai Anda dibayang-bayangi oleh makhluk yang bernama kerangka karangan tersebut. LUPAKAN DIA UNTUK SEMENTARA. Oke?

(3) Setelah semua ide berhasil dituangkan ke dalam tulisan, barulah kerangka karangan tadi dilirik lagi. Silahkan sekarang Anda mencocokkannya dengan tulisan yang telah dibuat.

Cara mencocokkannya lebih kurang sama seperti ibu-ibu yang mencocokkan check list daftar belanjaan dengan barang-barang yang telah dia beli di mall. Ingat contoh tentang ibu-ibu di atas. Begitulah caranya.

* * *

Nah, demikianlah kiat teknis seputar kerangka karangan. Semoga mulai saat ini, kita terbebas dari doktrin dan aliran sesat mengenai kerangka karangan.

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

NB:
Silahkan baca artikel terkait: “Bagaimana Cara Menjadi Penulis”

Jonru

Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
http://www.SekolahMenulisOnline.com

Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Silahkan pesan di http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com

  • Share/Bookmark

Comments

72 Comments on [Kiat Menulis] Tentang Kerangka Karangan dan Aliran Sesat

  1. nugraha on Thu, 7th May 2009 10:41 am
  2. Tepat sekali apa yg dikatakan mas Jonru. Saya sendiri merasa kesulitan dengan adanya kerangka karangan. Malah tadinya saya sama sekali tidak bisa “mengarang bebas” untuk blog saya, sekarang, karena mungkin sudah terlatih, kadang tulisan itu mengalir begitu saja, begitu ada di otak.

  3. mirwan on Thu, 7th May 2009 11:07 am
  4. mas jonru kalau di baca kiat menulisnya kaya gampang ya ,tapi kalau sudah mencoba menulis kok kadang mandek ya..

  5. danang yogisworo on Thu, 7th May 2009 11:08 am
  6. terima kasih atas ilustrasi daftar belanjaan ibu tersebut

  7. Arta on Thu, 7th May 2009 11:36 am
  8. salam,

    artikel yang menarik dan sangat informatif sehingga memberikan wawasan dan pola pikir yang baru tentang menulis itu sangat menyenangkan….

    salam

  9. maya on Thu, 7th May 2009 11:42 am
  10. setuju mas…..,
    karangan itu akan keluar dan mengalir dgn sendirinya tanpa harus ada keterpaksaan seperti ini seperti itu….,

    maya salah satu orang yang agak susah menulis melalui kerangka karangan, tapi kebanyakan soal ujian di sekolahan seperti itu…., dan si guru akan mengatakan tidak boleh lari dari kerangka karangan.

    terima kasih mas atas informasinya….., melalui ini maya dapat bertukar fikiran bersama mantan guru di sekolan yah sekalian reunian……,

  11. Luhur Airpa Sunan on Thu, 7th May 2009 11:46 am
  12. Astaghfirullah.., gak nyangka selama ini saya jadi salah satu pengikut aliran sesat, tho?!?
    Yang paling mengena:
    Jangan sampai terjadi:
    Proses penulisan Anda justru mandeg gara-gara Anda kesulitan dalam membuat kerangka karangan. Hehehehe.. ini sebuah ironi yang memalukan!

    Kasihan deh, gue… :)
    Terima Kasih Mas Jonru, sudah “menyesatkan” saya kembali ke jalan yang benar.
    Salam kenal. Nama saya Luhur Airpa Sunan. Saya mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saya senang membaca. Mohon bantuannya supaya saya jadi senang menulis juga.
    Terima kasih…

  13. Kisah Inspiratif penjaga semangat on Thu, 7th May 2009 11:59 am
  14. terima kasih Mas jonru…
    salam kenal dari ary..
    sangat bermanfaat buat pemula seperti ary,

  15. Gus AR (anasrullah) on Thu, 7th May 2009 12:26 pm
  16. Mas jonru, terusterang saya sangat kagum pada njenengan lho. Maunya saya, saya segera menulis dan terus berproduksi.Terus terang lagi, emangnya tadi byar pet po, saya maaf mengakui diri sendiri, bahwa saya ada bakat menulis tapi kok…., lha ini tapi nya ini mas yang mengganggu saya. Wis mas, Insya Allah dan doakan saja ya Mas pada saatnya nanti saya akan menulis.

  17. ibu imas on Thu, 7th May 2009 12:45 pm
  18. Yup……… betul sekali
    memang sering tersesatnya seperti itu
    trmkash

  19. wahyu27 on Thu, 7th May 2009 01:07 pm
  20. alibrainers on Thu, 7th May 2009 01:15 pm
  21. Dulu saat sekolah saya sering dikomentari oleh Guru Bahasa Indonesia (saya selalu dapet nilai jelek kalo B Indonesia), soalnya sering diluar konteks, suka yang aneh2 kalo ngarang (habis masa dari dulu Budi ama Ibu nya Budi aja yang terkenal :p). Tapi sekarang saya bangga ^_^ ternyata mereka sesat… hahahahah!

  22. Lis on Thu, 7th May 2009 01:36 pm
  23. Sejak tahu ada aturan kerangka karangan hingga saat ini saya suka merasa “berdosa” kalau menulis tanpa kerangka karangan.Tapi kini saya sudah tercerahkan. Terimakasih banyak atas pencerahannya.

  24. bella on Thu, 7th May 2009 01:40 pm
  25. infonya bagus banget tuh!
    thank yup mas jonru

  26. Faiz on Thu, 7th May 2009 02:12 pm
  27. informatif sekali pak jonru, I miss your information Always.

  28. jonru on Thu, 7th May 2009 02:25 pm
  29. @mirwan: Terapkan kiat menulis bebas, dong. Di atas sudah ada penjelasannya.
    Kalau pakai kiat menulis bebas, Insya Allah bisa lancar banget menulisnya

    Selamat mencoba :)

  30. Ummu Zalfa on Thu, 7th May 2009 02:25 pm
  31. Terima kasih Mas, Infonya sangat membantu. kalo ga dijelasin mungkin masih banyak yang tersesat, termasuk daku. pada umumnya qta memang masih berpegang pd ilmu sesat, ternyata jika terus dipegang memang menyesatkan.. tq…tq….

  32. maqhia nisima on Thu, 7th May 2009 02:45 pm
  33. Terima Kasih infonya. Memang benar, membuat kerangka karangan dulu kadang tidak sama dengan yang kita tulis. Sebab saat nulis kadang di tengah jalan masuk ada ide baru… he he he jadi sekarang lebih enak buat catatan nama tokoh dan karakter supaya tdk lupa.
    Semangat yuk…!!!

  34. zui on Thu, 7th May 2009 03:17 pm
  35. Iya benar apa yang diungkapkan Pak Jonru. Memang benar dalam membuat tulisan diperlukan terlebih dahulu adanya kerangka karangan. Sehingga dalam pembuatan sebuah karangan akan runtut atau sistematis dan akan berkembang pula ide-ide yang kreatif. Selain itu, seseorang pewara atau pembicara juga sangat membutuhkan kerangka atau catatan penting untuk memberikan performance yang maksimal.
    SEMANGAT SElalu!!!!

  36. iffah on Thu, 7th May 2009 03:52 pm
  37. setuju pak jonru…

    meski pemula…
    kalo saya sih lebih nyaman g pake kerangka karangan
    jadi pas nulis idenya lebih ngalir
    dan ga da beban…

    terima kasih

  38. Tongkonan on Thu, 7th May 2009 04:34 pm
  39. Saya termasuk orang yang merasa di persulit oleh kerangka karangan. Dengan tulisan mas Jonru ini, saya jadi lebih semangat lagi untuk belajar menulis tanpa harus terpaku pada kerangka karangan/tulisan.

  40. putik mp on Thu, 7th May 2009 04:49 pm
  41. yup betul… memang menyesatkan! :)
    tapi aku lebih sering mandeg gara2 kebingungan sama kata2 yg ingin di sampaikan. Mungkin karena kebanyakan yg wara wiri di pikiran.
    Trim’s…
    Slalu Semangat!

  42. rudy azhar on Thu, 7th May 2009 06:05 pm
  43. artikelnya tokcer banget bang, bagus untuk inspirasi kita-kita semua yang akan mulai menulis…..

  44. ANEP on Thu, 7th May 2009 06:22 pm
  45. Wah benar-benar “menyesatkan”.
    Alhamdulillah, selama saya sedikit suka menulis gak pernah pake kerangka karangan. Kalau rumus nulis saya, pertamakali keluarkan seluruh ide di kepala, yang dianggap sesuai dengan bahasan tulisan. Di tulisan pertama ini tak peduli salah hurup, kata atau kalimat. Ngalor ngidul gak apa-apa.
    Kalau tulisan dianggap dah selesai, baru kembali dari awal memeriksa apakah ada argumen yang dibangun sudah bagus/sesuai belum dengan pokok bahasan nyambung tidak, termasuk melengkapi data-data.
    Ketiga kali, baru memeriksa kata-kata yang dianggap paling cocok. Apakah perlu kasar, halus atau lain-lain.
    Keempat kalinya, baru memeriksa seluruh tulisan dan merapikan kata, kalimat, logika, hingga titik atau koma.
    Karena saya masih belum pandai menulis, biasanya selalu mengulang-ulang membaca tulisan dan memperbaikinya hingga 10 kali. Setelah dianggap bagus baru dikirim ke media massa.
    Alhamdulillah, hasilnya kalau dirata-ratakan, jika lima tulisan dikirim ke koran, paling satu yang tidak dimuat.
    Eh, tapi kalau tulisan ini hanya satu kali menulis, lho. Jadi masih ngalor ngidul. Heee Trim Mas Jonru atas tips-tips menulisnya.

  46. aulia on Thu, 7th May 2009 08:21 pm
  47. Baru tahu itu sesat, saya kira sayanya aja yang tidak pandai membuat kerangka karangan. apalagi setelah dialog sama sarjana bahasa. jadi tambah bingung.

    Makasih ya

  48. yudi hidayat on Thu, 7th May 2009 08:30 pm
  49. maksih ya Mr. Jonru atas informasinya, sepertinya memang itulah yang dulu saya terima dari guru-guru saya disekolah.

  50. fakhrul on Thu, 7th May 2009 09:28 pm
  51. yaa, sya rasa smuany kembli kpda penlis sndiri,, klu krangka tlisan memang di btuhkan, ya silhkan aj di pkai lgian kan juga membntu..nmun klaupn krangka tersbut sedkit menguntngkan bgi yng sdah profsionl, atau mlah bkin rumt dn mandeg, ya lbih baik d tingglkn tuk smentra wakt..! trima ksih pak jornu ats motivsi jtuny..

  52. widi on Thu, 7th May 2009 09:40 pm
  53. wah2….! betul buanget. makasih buanyak ya?

  54. Yenie Sutopo on Thu, 7th May 2009 11:56 pm
  55. Mas Jonru… Selama ini aku menulis tanpa kerangka karangan. Pernah sih kepikir bikin kerangka dulu, tp blm pernah dicoba. Kalo tanpa kerangka lbh mudah, why not?

  56. Salut Muhidin on Fri, 8th May 2009 07:41 am
  57. Mas Jonru,

    Saya setuju dengan analogi kerangka pikir dengan check-list belanja. Artinya kerangka pikir itu hanya alat bantu, tetapi pada saatnya kita diminta untuk bisa fleksible dengan gaya dan alur cerita kita. Kadang apa yg direncanakan bisa saja berubah karena situasi dan kondisi. Thanks for sharing this inspiring techniques. Salam menulis

  58. rean on Fri, 8th May 2009 09:01 am
  59. wah keren..
    tapi mas kadang sy bikin puisi menurut saya dah nyambung antara bait 1 & 2 tapi sering bgt dikoment
    “gak nyambung bgt” gimana tu mas

  60. Ferdian Adi on Fri, 8th May 2009 09:12 am
  61. Bapak tolong kunjungi tulisan2 saya dong. Karena nggak ingin terbatasi kerangka karangan/tulisan kadang saya juga segera menuliskan apa yang ada dipikiran dengan menghubungkan segala pengetahuan yg ada di otak. Jadinya asal tidak ya. Semoga tidak sih. Sedang belajar menulis nih Pak.Salam silaturrahmi.

    http://www.FerdianAdi.com

  62. mury on Fri, 8th May 2009 11:10 am
  63. terima kasih atas sarannya, jonru…
    saya salah satu orang yang berpegang teguh pada pentingnya kerangka karangan untuk membuat tulisan saya fokus. tulisan tersebut membuka mata saya untuk lebih fleksible…thanks a lot.

  64. mury on Fri, 8th May 2009 11:13 am
  65. saya akan coba amalkan saran jonru…

  66. iroen on Fri, 8th May 2009 11:41 am
  67. saya bersyukur walaupun agak terlambat berkenalan dengan mas jonru
    tapi tidak apa-apa sekarang agak lega tidak terikat oleh kerangka. trim banyak.

  68. Vee on Fri, 8th May 2009 03:35 pm
  69. YUps,, Vee nggak suka di kekang kerangka karangan, tapi ketika kefokusan mulai hilang, dan melantur hingga ke arah timur dari arah yang sebelum nya barat,, maka vee akan kembali membuat kerangka di tengah-tengah alur.. Hanya membantu fokus saja.

  70. diah arie setiawati on Fri, 8th May 2009 03:48 pm
  71. bener mas, buat saya yg namanya “kerangka karangan” malah bikin stress. Malah gak bisa keluar semua yang ada di otak, akhirnya saya lebih suka nulis tanpa menerapkan teori tersebut. Thanks mas untuk sharing ilmunya, sukses slalu buat mas Jonru !!

  72. sakura on Fri, 8th May 2009 10:21 pm
  73. benar juga mas, kadang kalu bikin dulu kerangka, kadang ide-ide yang udah terkumpul di otak pada terbang, thank yah..

  74. vee on Sat, 9th May 2009 02:24 pm
  75. yup..terimakasih mas atas artikelnya. ngomomg2 saya punya beberapa bukunya mas jon riyadi loh,,eh ups maksudnya mas jonru. pertamakali saya denger n baca tulisan mas tahun 2002 di majalah an-nida, eh an-nida masih ada ngak yah.

  76. awan_clickerz on Sat, 9th May 2009 10:44 pm
  77. Hmmm….
    makasih semua team
    aku makin semangat dlm memulai suatu tulisan,
    meski belm juga START

    siiiip

    Yup !

  78. Wendi on Sun, 10th May 2009 01:50 pm
  79. untuk rambut jenis ‘ilmiah’, saya percaya masih tetap memerlukan sisir untuk merapikannya, mungkin lain hal nya dengan karangan fiksi. tapi tergantung jenis rambutnya juga kyk nya…

  80. am4t1ran on Sun, 10th May 2009 09:49 pm
  81. wah.. paling buntut..
    tapi pas banged number 41

    makasih kang… ilmunya amat membantu…

  82. Gita on Mon, 11th May 2009 09:02 pm
  83. satu lagi rumus menulis yang saya dapat, bebas dari aturan main, wah… ini yang disebut flow kata Mihaly, ya…, saya mencoba mengikuti rumus flow, mengalir saja..memang betul sih…jadi susah brenti karena jadi ekstase dalam menulis, cuma kasus yang saya alami, kadang itu tulisan jadi melebar, meluas kemana-mana, gimana ya ?. Saya malah gak pernah pake kerangka karangan karena jadi terikat.
    Bagaimanapun,kembali ke masing-masing penulis, gimana enaknya deh…. Yang jelas terima kasih buat Bang Jonru saya jadi makin manteb…teb…

  84. hartono on Mon, 11th May 2009 10:49 pm
  85. mas jonru terima kasih masukannya dari teori tsb di atas ha..ha…Akan tetapi prakteknya saya masih banyak kendala karena saya tidak banyak pengetauan mengenai ilmu jadinya merangkai kalimat atau menghubungkan kerangka membuat karangan penulisan masih sering berhenti di tengah kalimat dsb.

  86. jou on Tue, 12th May 2009 09:36 am
  87. mundak siip!!

  88. Wib on Tue, 12th May 2009 01:09 pm
  89. Betul Pak Jonru, kerangka karangan memang kdg2 malah bikin pusing. Tapi kalaupun tidak ada kerangka karangan yang hrs ada adalah “thesis tulisan”. Ini penting agar tulisan tidak lari kemana-mana. Yang penting lagi terus berpikir kreatif agar gagasan & ide2 tulisan tidak beku. Utk inspirasi yang menggugah kreativitas.

  90. fauzan on Tue, 12th May 2009 07:19 pm
  91. pak Jonru,
    beberapa jam yang lalu saya membaca pengantar sebuah buku. katanya begini:
    “tulisan dalam buku ini bukan tulisan seorang penulis, dan sebenarnya bukan untuk diterbitkan. tetapi ini hanyalah catatan seseorang tentang perjalanannya mengunjungi berbagai tempat.”
    beberapa puluh menit sebelum itu, pada saat duduk santai, seorang senior saya juga sempat berkata:
    “kenapa sih teman-teman sukanya tidak menggunakan referensi dalam menulis?” komentarnya ketika membaca sebuah terbitan yang memuat tulisan teman-teman kami.

    tetapi, dalam kuliah kali ini, saya mendapat jawabannya.
    terimakasih pak Jonru.

  92. juwariyah on Wed, 13th May 2009 09:09 am
  93. Ok. Sangat setuju sekali.
    Saya juga saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Mas Jonru, bahwa untuk memulai menulis tuangkan saja keinginan untk menulis tanpa menghiraukan tentang, ejaan, bahasa dll. Insya Allah saya sudh mencoba, tapi belum fokus. Thx

  94. darmawan on Wed, 13th May 2009 11:46 am
  95. Terima kasih Mas Jonru atas kiriman kiat menulis yang bermanfaat, sangat memotivasi saya untuk mulai mencoba menuangkan apa yang saya pikirkan ke dalam sebuah tulisan.

  96. sudjonoaf on Thu, 14th May 2009 12:44 pm
  97. Ya..ya.. Mas Jonru top markotop. Saya sudah mempraktekan semuanya entah saya sadari atau tidak, dan hasilnya? Dua duanya masih belum beres he.he.. coba lagi! Suwun

  98. Say on Thu, 14th May 2009 06:42 pm
  99. Saya masih level playgroup nie.
    Rasa2nya byk hal yg mau dituangkan dlm tulisan. Tapi belum sampe berapa kalimat trus mandeg hehehe….(pake ga pake kerangka :-S)
    Makasih buat sharingnya pak jonru.
    Salam kenal

  100. mala on Fri, 15th May 2009 09:54 am
  101. kalo saya malah kebanjiran ide , malah tulisan melantur kemana2. jadi outline saya lihat setelah berakhir. dan jadi semnagt buat nge-cut tulisan sendiri,,,hehe

  102. Wasi Abdullah, S.Pd on Sat, 16th May 2009 07:05 pm
  103. Memang benar adanya, kerangka karangan justru sering membelenggu penulis. Bukannya mengembang justru kadang membatasi. Kadang kalau ada ide sesaat justru malah repot, lho kok nggak ada dalam kerangka karangan.

    Akibatnya banyak orang seprti saya ini, keracunan ajaran sesat mulai dari SD. Celakanya sampai sekarang ini di SD, SMP, maupun SMA pakem penulisan ya belum berubah. Kalau ada soal ” Sebelum menulis sebuah karangan lebih dahulu membuat…. ” kalau dijawab selain kerngka karangan dijamin dapat nilai 0.

    Ok, trim bung Jonru. Semoga mendapat balasan yang lebih besar dari Allah SWT, atas amal kiat-kiatnya dalam menulis.

  104. saiful-jogja on Sun, 17th May 2009 08:43 am
  105. bravo bung jonru!
    sepakat dengan pendapat antum. tapi Allahamdulillah justru dengan kerangka karangan aku lebih fleksibel. sewaktu-waktu aku bisa meneruskan dan meninggalkan tulisan tanpa khawatir kehilangan arah. salah satu ciri smart work adalah bekerja dengan alat. kalau antum yang terbelenggu dengan alat, artinya kalian masih belum mahir menggunakan atau belum familiar aja dengan alat. coba berlatihlah menggunakan alat. kalau dah mahir anda akan luar biasa, karena alat adalah daya ungkit untuk memaksimalkan potensi diri.begitu bung jonru, sukses untuk anda. tabik bung!

  106. risang on Sat, 23rd May 2009 08:06 am
  107. ternyata yang saya pikirkan dulu salah ya.
    trims mas buat sharingnya. amat sangat berguna buat saya.

  108. ezzie on Sat, 23rd May 2009 11:15 am
  109. makin nambah perut mules nih!
    dulu aq pernah pake kerangka karangan, tapi hasilnya kerangka itu malah ngebuat semua kata dan kalimat yang mau q tulis terlalu terpacu pada kerangka tersebut , jadi bisa dibilang kalo nulis make kerangka karangan tuh tambah rumit n kesusahan{itu kalo bagi gw}
    tapi …………………Bagi lu lu yang kesulitan nulis kalo tanpa kerangka karangan, ya pake aja, gak ada yang salah kan?????????????
    tapi menurut gw, enakan langsung, karna kita bisa nulis bebas dan selalu bisa dapet inspirasi dan imajinasi buat nulis sebuah karangan………………:)

  110. ju on Sat, 6th Jun 2009 06:58 am
  111. wah…telat ni eke

  112. ju on Sat, 6th Jun 2009 06:59 am
  113. wah telat ni

  114. ju on Sat, 6th Jun 2009 07:00 am
  115. hiks…
    makasih banyak ya jon…
    moga mulai dari skrang eke semangat lagi ni

  116. farhan on Sun, 7th Jun 2009 11:11 am
  117. wah analoginya tepat sasaran.
    sepertiya mas jonru memang pandai menulis.

    selamat yah..

    btw buku karangan mas jonru bisa didapatkan dimana

    salam kenal

    farhan

    http://www.uangsuper.com
    pelajari cara membedakan website penipu dan yg jujur
    di US

    GRATIS bonus

  118. Fadzli on Thu, 11th Jun 2009 08:46 am
  119. Rasanya Pak Jon,

    Cikgu di Malaysia yang mengajar bahasa pun risau anak murid tidak tahu menulis. Rasanya mungkin banyak sangat ajaran sesat dalam mengajar menulis.

    Fadzli

  120. arkasala on Sun, 14th Jun 2009 09:59 pm
  121. salam kenal pak. Kadang juga yang membuat kita lambat menulis karena kita suka menjadi juru bagi diri sendiri. Bagaimana ni pak cara mengatasinya. tks

  122. Lex dePraxis on Tue, 23rd Jun 2009 11:43 pm
  123. Hahahaha, sisir.. ilustrasi yang bagus.

  124. marina on Sat, 27th Jun 2009 04:32 pm
  125. Saya tidak tahu persis apakah tulisan sy pake kerangka karangan atau tidak. Yang jelas diotak saya sudah kebayang poin2 penting yg harus saya tulis dan ujungnya bakal gimana. Makanya kalau sudah nulis, saya ga mau berhenti, takut gambaran2 di otak itu hilang. Kalau punya wkt sempit, sy cepet2 aja nulis poin2nya dulu. Mungkin itu kerangka karangan juga ya? Trus klo udah selesai nulis, bgtu di otak saya ada poin baru, cepet2 saya edit. Ga prnh bisa nunggu bbrp hari, krn rasanya pengen cepet2 menyempurnakan tulisan. Jadi suka kepikiran trs.

  126. andry on Thu, 3rd Dec 2009 10:10 pm
  127. terima kasih,,,

  128. astaga.com lifestyle on the net on Tue, 15th Dec 2009 08:23 pm
  129. bener2 mantep. wow..

    astaga.com lifestyle on the net

  130. Fajar on Mon, 21st Dec 2009 10:43 pm
  131. trnyta slama ini dbayang-byangi olh ajaran itu yg sbtulnya mmbuat kt mandek….
    trims mas ats pnjelasnnya.

  132. din's_pya on Fri, 8th Jan 2010 12:09 am
  133. Bissmillah… Pak… Saya coba… Tulisan = kalam… sebelum sy coba menulis sy akan mencoba membaca = iqro’ dulu Tulisan-tulisan yg tersebar disekitar sy… Terimaksih atas ilmunya… semoga Allah menambah kekayan ilmu Bapak… Wsslm…

  134. yisri on Sat, 16th Jan 2010 04:44 pm
  135. makasi banyak pak jamru atas kebikannya, semoga dibalas atas kebaikannya,,,

  136. QkElla on Wed, 3rd Feb 2010 06:30 pm
  137. I do really like your famous text! Could you create the term papers for example? Because I know that a good essay writing service can write well researched research papers of supreme quality.

  138. barkah on Fri, 19th Feb 2010 06:09 am
  139. Wah… aku setuju banget.Karena ribet dan sulit banget.
    Lebih enak langsung ja..

  140. vina on Wed, 30th Jun 2010 05:35 pm
  141. SOK TAU LO JONRU! KAYA LAKU AJA BUKU2 LO!

  142. Jonru on Thu, 1st Jul 2010 08:37 am
  143. @Vina: Jangan jadi pengecut. Tunjukkan dirimu dan bersuaralah dengan gagah berani!

Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.

Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
- Jonru's Fan Page
- Twitter
- Koprol, atau
- Account Facebook Saya

Mau diskusi atau konsultasi seputar penulisan? Klik di sini