Kiat Menulis Sinopsis Novel

August 10, 2010
Filed under: Dunia Penulisan, Perbukuan 

belajar menulis novelBila Anda mengirim naskah novel ke penerbit, biasanya editor mereka meminta agar sinopsis ceritanya dilampirkan juga. Sayangnya, banyak penulis yang justru mengirim sinopsis yang isinya tidak sesuai harapan. Lebih parah lagi, mereka belum tahu apa yang dimaksud dengan sinopsis novel.

Sinopsis sebenarnya sama artinya dengan ringkasan. Jadi dengan kata lain, si editor meminta Anda untuk mengirim ringkasan cerita dari novel Anda.

Apa tujuannya?
Tentu saja agar si editor tahu, naskah novel Anda tersebut bercerita tentang apa, bagaimana struktur dan alur ceritanya, dan seterusnya.

Kenapa si editor harus mengetahui hal tersebut?
Sebab naskah novel berbeda dengan naskah nonfiksi. Kalau saya disuruh mempelajari dan menilai sebuah buku nonfiksi, insya Allah saya bisa mengerjakannya hanya dalam hitungan kurang dari 30 menit. Saya cukup membaca daftar isinya, lalu membaca seluruh isi naskah dengan metode fast reading. Beres dah! Sangat gampang.

Tapi novel benar-benar berbeda. Si editor tak akan bisa mempelajari dan menilai sebuah naskah novel hanya dengan membaca daftar isinya, atau dengan fast reading. Untuk menilai sebuah novel, apakah dia layak terbit atau tidak, si editor harus membacanya secara cermat dan teliti, kalimat demi kalimat, dari awal hingga akhir. Dan untuk membaca sebuah novel yang tebal dengan cara seperti itu, tentu dibutuhkan waktu yang cukup lama.

Tentu saja, para editor di mana-mana itu sangat sibuk. Mereka tak akan bersedia menghabiskan waktu untuk membaca novel kiriman Anda yang “belum jelas apakah nanti akan layak terbit atau tidak.”

Dalam hal inilah, sinopsis novel sangat dibutuhkan. Lewat ringkasan cerita setebal 1 atau 2 halaman inilah, si editor bisa menilai apakah sebuah naskah novel layak untuk dipelajari lebih lanjut atau tidak.

Dengan kata lain, sinopsis novel sangat bermanfaat bagi seorang editor agar dia bisa bekerja secara lebih efektif, tanpa harus menghabiskan banyak waktu untuk hal-hal yang tak penting.

Maksudnya gimana, nih? Apakah novel saya tidak penting?
Jangan tersinggung dulu, hehehe…. Begini:

Coba bayangkan situasi berikut:

  1. Si editor menerima naskah Anda, lalu dia membaca sinopsisnya selam 5 menit. Setelah itu, dia memutuskan naskah Anda belum layak terbit. Lalu naskah Anda dikembalikan.
  2. Si editor menerima naskah Anda, lalu dia membaca isi novelnya dari awal hingga akhir, dan ini memakan waktu 10 hari. Setelah itu, dia memutuskan naskah Anda belum layak terbit. Lalu naskah Anda dikembalikan.

(Catatan: Yang saya tulis di atas hanya contoh gambaran yang buruk, ya. Jadi jangan langsung keder atau khawatir. Sebab peluang naskah Anda untuk diterima atau layak terbit pun Insya Allah tetap besar. Tetap semangat!)

Nah, jika Anda yang jadi editor yang serba sibuk, hampir tak ada waktu luang, maka Anda memilih nomor berapa?

Tentu saja nomor 1. Sebab inilah cara terbaik dalam rangka efektivitas dan efisiensi waktu.

Kalau memilih nomor dua, tentu si editor telah “menyia-nyiakan waktunya selama 10 hari” untuk membaca sebuah naskah yang ternyata tidak layak terbit. Padahal si editor ini pasti super sibuk. Banyak pekerjaan lain yang sudah menanti. Naskah Anda hanya satu di antara ratusan naskah lain yang harus dia pelajari.

Jadi, singkat cerita, menulis sinopsis novel bagi seorang penulis sangatlah penting. Sebab sinopsis cerita novel SANGAT MEMBANTU tugas para editor!

Okelah kalau begitu. Tapi bagaimana format penulisan sinopsis novel?

Karena sinopsis adalah ringkasan, maka formatnya pun sederhana saja. Coba Anda tuliskan saja ISI CERITA novel Anda, dari awal hingga akhir. Gampang kan?

Yang patut diingat:

  1. Tulislah sinopsis novel Anda dengan bahasa yang lugas saja, to the point. Tak perlu pakai gaya bahasa yang berbunga-bunga, indah, mendayu-dayu, dan seterusnya. Pokoknya bahasa yang standar saja.
    .
  2. Anda tidak perlu memasukkan opini, pendapat, kesan pesan atau apapun ke dalam sinopsis novel Anda. Jadi Anda tak perlu repot-repot menulis seperti ini (contoh):

    “Ini adalah sebuah cerita yang sangat unik, belum pernah ditulis sebelumnya. Kisahnya sangat romantis, penuh kesan, inspiratif, bla.. bla.. bla….”

  3. Anda juga tidak perlu membuat kalimat-kalimat menggantung dan bikin penasaran, seperti ini:
  4. “Apakah Joko dan Dewi akhirnya bersatu dalam pernikahan? Simak jawabannya pada novel ini.”

.

Satu hal yang perlu kita sadari:
Sinopsis yang kita kirim kepada editor TIDAK SAMA dengan sinopsis yang biasanya dimuat di back cover sebuah novel yang sudah terbit. Kalau yang di back cover itu sih, tujuannya memang untuk marketing. Agar si calon pembeli penasaran, lalu segera membawa novel tersebut ke kasir :)

Karena itulah, pada sinopsis back cover, sangat wajar bila ada kalimat menggantung dan bikin penasaran seperti yang saya contohkan di atas.

Adapun sinopsis yang Anda kirim ke editor, itu bukan untuk tujuan marketing (sebab naskah Anda juga belum tentu diterbitkan, hehehe….), tapi semata-mata agar si editor tahu apa sebenarnya isi novel Anda, bagaimana alur ceritanya, dan seterusnya.

Karena itu, dalam menulis sinopsis novel, Anda tak perlu ragu-ragu menceritakan isi cerita naskah Anda DARI YANG PALING AWAL HINGGA YANG PALING AKHIR.

Anda tak perlu membuat si editor penasaran dengan menulis, “Bagaimana kelanjutan hubungan Dewi dan Joko? Simak terus isi novel ini.” Tak perlu seperti ini!

Silahkan tulis saja di sinopsis Anda secara blak-blakan, seperti ini misalnya:

“Setelah kejadian itu, hubungan Dewi dan Joko semakin akrab. Mereka pun akhirnya menikah dan hidup bahagia selamanya.”

.

belajar menulis novelNah, bila Anda sudah memiliki novel, dan ingin dipandu proses penulisannya oleh penulis berpengalaman….
Novel Anda juga akan dibantu proses penerbitannya…
Maka… bergabunglah dengan Sekolah-Menulis Online, tepatnya kelas “Asistensi Penulisan Buku Fiksi”.
Info selengkapnya, KLIK DI SINI >>

.

Contoh Sinopsis Novel

Agar lebih jelas, berikut ini saya lampirkan contoh sebuah sinopsis novel, diambil dari sinopsis novel saya, “Cinta Tak Terlerai” yang diterbitkan oleh DAR! Mizan tahun 2005 lalu. Sekadar info, ini adalah sinopsis yang saya kirim ke editor Mizan. Dan sinopsis yang dimuat di back cover novel ini benar-benar berbeda. Karena keduanya memang berbeda, fungsinya pun berbeda.

Anda bisa melihat pada sinopsis di bawah ini, isinya murni ringkasan cerita. Tak ada opini, pendapat, kesan-pesan, dan seteterusnya. Saya juga menceritakan seluruh isi cerita dari awal hingga akhir, tak ada yang tersisa, tak ada bagian cerita yang ditutupi dengan tujuan untuk membuat penasaran.

Catatan:
(semoga ini penting buat Anda dalam menyusun sinopsis novel Anda)

  1. Pada novel “Cinta Tak Terlerai”, saya menggunakan format “juru cerita” seperti yang biasa digunakan oleh Seno Gumira Ajidarma pada cerpen-cerpennya. Saya merasa format ini penting untuk diceritakan, maka saya menjelaskannya di dalam sinopsis (lihat alinea pertama).
    .
    Jadi bila novel Anda memiliki konsep tertentu yang unik dan perlu dijelaskan kepada si editor, sebaiknya Anda menuliskannya di dalam sinopsis.
    .
  2. Terus terang, gaya penulisan novel saya ini banyak dipengaruhi oleh “Saman” karya Ayu Utami. Hm, bukan soal isi cerita dan muatannya ya, hehehehe.. (dari segi ini sih, saya tidak sepakat dengan beliau). Tapi yang saya tiru adalah gaya dan teknik berceritanya saja. Pada tiap bab, muncul tokoh yang berbeda-beda sebagai AKU. Misalnya pada bab I, yang menjadi “aku” adalah Reywina. Pada bab II, yang jadi aku adalah Rudi. Demikian seterusnya.
    .
    Nah, format seperti ini sempat membuat saya bingung, bagaimana cara yang tepat untuk menulis sinopsisnya. Harus dari sudut pandang tokoh yang mana?
    .
    Akhirnya, saya menulis sinopsis berdasarkan sudut pandang tokoh Andika saja. Dan hasilnya bisa Anda lihat di bawah ini.
    .
    INTINYA:
    Bila Anda mengalami kebingungan seperti yang dulu saya alami (mungkin karena alur cerita novel Anda cukup kompleks dan rumit misalnya), maka cobalah menulis sinopsis dengan cara yang membuat Anda merasa paling nyaman. Anda bisa meniru cara saya, yakni dengan menulis sinopsis berdasarkan sudut pandang salah seorang tokoh saja. Atau cara lain pun bisa, terserah Anda.
    .
    Yang penting: Anda merasa nyaman, dan isi sinopsis tetap bisa menggambarkan isi cerita novel Anda secara garis besarnya.

.

Oke, selamat menbaca contoh sinopsis di bawah ini. Semoga bermanfaat!

.

Sinopsis Novel “Cinta Tak Terlerai”

Karya Jonru

Kisah pada novel ini dituturkan dengan format “juru cerita”, yakni seorang tokoh misterius yang hadir pada prolog, bagian sebelas, dan epilog. Pada bagian 1 hingga 10, tokoh-tokoh utama pada novel ini (Andika, Rudi, Reywina dan Pramita) tampil bergantian sebagai tokoh “aku”.

Novel ini berkisah tentang Andika, seorang anak konglomerat yang kaya raya. Walau kaya, ia sangat kesepian dan merindukan kasih sayang serta kebahagiaan yang tak pernah ia dapatkan. Ia bersahabat dengan Rudi, seorang mahasiswa sederhana yang pintar bergaul, alim, baik hati, dan pintar berbisnis.

Sepanjang hidupnya, Andika selalu mencari kebahagiaan dari gadis-gadis yang dipacarinya. Tapi tak ada pacarnya yang bertahan lebih dari tiga bulan, karena ia cepat bosan dan merasa tak bisa menemukan kebahagiaan dari mereka. Ketika pacaran dengan Desyana, Andika merasa kebahagiaannya telah tiba, karena ia merasa sangat cocok dengan gadis itu. Tapi tragisnya, tiba-tiba Desyana pergi meninggalkannya.

Andika jadi trauma dan memutuskan untuk tidak pacaran lagi selama berbulan-bulan. Suatu hari di masa OPSPEK, dia dan Rudi berbisnis pemotretan di kampus. Di sana, tanpa sengaja Andika melihat foto Reywina. Foto itu dicurinya dan disimpannya di rumahnya.

Beberapa bulan kemudian, Andika dan Reywina jadi akrab. Reywina yang sebenarnya tidak gampang jatuh cinta, luluh hatinya karena kebaikan hati dan sikap Andika yang amat memanjakannya. Akhirnya, Reywina pun bersedia jadi pacar Andika.

Tapi justru pada saat seperti itu, Reywina tiba-tiba tahu bahwa Andika adalah orang yang dulu mencuri foto OPSPEK-nya. Itu membuatnya benci pada Andika. Hubungan mereka retak dan putus. Andika stress, meminta maaf pada Reywina. Tapi Reywina sudah tak peduli.

Andika kalut, merasa amat menyesal. Ia pun menculik Reywina dan menyekapnya di rumahnya. Untung saja Rudi datang sebagai pahlawan untuk menyelamatkan Reywina. Hal ini membuat Reywina kagum dan jatuh simpati pada Rudi. Di akhir cerita, Reywina dan Rudi pun menikah.

SELESAI.

.

* * *

Semoga Bermanfaat.

Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda!

Jonru

Founder & Mentor Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat
http://www.SekolahMenulisOnline.com

Penulis Buku “Menerbitkan Buku Itu Gampang!”
Panduan Langkah-langkah Penulisan & Penerbitan Buku untuk Pemula
Silahkan pesan di http://www.MenerbitkanBukuItuGampang.com

Penulis Buku “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat!”
Buku Pertama di Indonesia yang Tidak Sekadar Berisi Kiat Jitu di Bidang Penulisan,
Tapi Juga MOTIVASI TERBAIK untuk Memandu Anda Mewujudkan Impian sebagai Penulis Sukses!
Klik http://www.PenulisHebat.com

Baca Artikel Terkait:

  • Tak ada artikel terkait

Comments

35 Comments on Kiat Menulis Sinopsis Novel

    [...] This post was mentioned on Twitter by Vinca C. Rosellinia, jonru and jonru, jonru. jonru said: Tulisan terbaru di blog saya: "Kiat Menulis Sinopsis Novel". Silahkan dibaca di http://www.jonru.net/kiat-menulis-sinopsis-novel [...]

  1. Mimin on Tue, 10th Aug 2010 10:55
  2. Setelah sekian lama sy nggak main ke sini. Akhirnya terterik juga. Bermanfa’at sekali buat sy Bang. Karena sedang berusaha menyelesaikan novel dr 2 thn yg lalu.

  3. Achmad Zulfikar on Tue, 10th Aug 2010 22:42
  4. woww.. aku tertarik banget untuk membuat suatu Sinopsi Novel :) gmana caranya yahh .. aku masih newbie , dengan memulai share materi untuk kawan pelajar :) mungkin bapak bisa bantu saya untuk menjadi penulis handal ?

  5. Abdoorahman on Wed, 11th Aug 2010 22:43
  6. Artikelnya bermanfaat banget nih bang, sekaligus bisa menjadi semacam panduan untuk peminat penulis cerpen. Minat bikin cerpen lagi gak bang Jonru?:D

  7. Cara Membuat Facebook on Fri, 13th Aug 2010 10:15
  8. mas jonru bisa mengetahui sampai sedetail itu.pengalaman di bidang menulisnya pasti lama

  9. myralove =) on Sun, 15th Aug 2010 17:21
  10. sanagt-sangat berguna. Terima kasih ye.
    walaupun saya bukannya bercita-cita untuk menjadi penulis..tapi,adalah beberapa karya yang sudah saya hasilkan
    buat masa ini cuma menjadi tatapan saya dan kawan2
    mungkin kalau ada rezeki,boleh saya memajukan diri =)

  11. cheap jerseys on Tue, 17th Aug 2010 7:18
  12. Thanks for such a great post and the review, I am totally impressed! Keep stuff like this coming.

  13. Gari on Tue, 31st Aug 2010 8:56
  14. Nice tips. Kalo saya pribadi sih lebih suka nulis premisnya dulu. Premis kayak misalnya “Seorang selebritis baru Indonesia yang jatuh cinta dengan penyandang autis”. Premis itu penting banget karena bakal bisa dipake “menjual” naskah kita dalam waktu sesingkat mungkin. Premis itu juga bakal dipake sama penerbit buat ngajuin ke toko buku, dan akhirnya bisa buat menarik calon pembaca.

  15. chikachiko on Tue, 14th Sep 2010 15:24
  16. thanks nuat penjelasannya, untung aja ada blog ini, jadi masalah bikin sinopsis beres deh! :D

  17. NHL Jerseys on Mon, 15th Nov 2010 10:04
  18. Dear friends, thank you for visiting our website ,we are an international trade company,which specializes in NFL jerseys.We wholesale jerseys at competitive price,providing a huge range of NFL jerseys of different teams,such as Arizona Cardinal,Atlanda Falcons ,Baltimore Ravens,etc.You can buy cheap NHL JerseysWelcome to visist here .

  19. uggs outlet on Tue, 16th Nov 2010 16:57
  20. buat masa ini cuma menjadi tatapan saya dan kawan2
    mungkin kalau ada rezeki,boleh saya memajukan diri

  21. yohanez on Sun, 28th Nov 2010 21:59
  22. thnxs ea info.ny sngat berguna untuk saya,,,….

    [...] sinopsis novel, kiat penulisannya bisa langsung Anda baca di sini <<== Silahkan klik saja [...]

  23. Kang Salman on Fri, 5th Aug 2011 14:05
  24. TErima kasih atas arahannya salam

  25. ergo baby carriers on Mon, 15th Aug 2011 9:11
  26. thnxs ea info.ny sngat berguna untuk saya,

  27. Beats by dre on Mon, 29th Aug 2011 9:08
  28. TErima kasih atas arahannya salam

  29. ardian on Fri, 9th Sep 2011 8:48
  30. jadi dlam pmbuatan novel tu yg baik buat sinopsisny dlu lalu ngembangin inti novel crita nya ato novel nya dlu d buat??

  31. aulia nur anisakura on Sun, 23rd Oct 2011 10:51
  32. thanks 4 ur info…..

    caiia hrap caiia dpat mnuliez sinopsis dg baik…

  33. Nandia on Wed, 26th Oct 2011 16:57
  34. Berarti apa harus mengirimkan 2 sinopsis (untuk back cover & untuk sang editor) ke penerbit/editor??
    Mohon penjelasannya, terima kasih :)

  35. Jonru on Wed, 26th Oct 2011 21:04
  36. @Nandia: Sinopsis back cover biasanya dibuat oleh penerbit. Tapi kalau penulis mau memberi masukan juga boleh :)

  37. DiEnd on Wed, 7th Dec 2011 17:09
  38. trims yah
    bantu banget
    akhirnya aku sedikit paham tentang sinopsis
    yang aku blm paham bagian paragraf awal sinopsis itu mksdnya apa?

  39. alvita on Mon, 13th Feb 2012 10:05
  40. wahhhhhhhhhhh bermanfaat banget……….. terus gimana ya kalo seusia aku yg baru usia 13 tahun bikin novel tntng pembunuhan berantai? sedangkan d cerita itu tokoh nya udh mahasiswa….? dan cuma 33 lembar? di ukuran krtas A4 gimana cara menarik penerbit menerbitkan novel saya ini?

  41. Jonru on Mon, 13th Feb 2012 11:00
  42. @Alvita: Tak masalah, yang penting naskah kamu memang bagus. Selama punya nilai jual yg baik,. penerbit akan tertarik. Justru usia kamu yang masih muda bisa jadi nilai jual sendiri, bila naskah kamu memang bagus dan unik.

  43. risa on Wed, 21st Mar 2012 7:47
  44. alhamdulillah pagi-pagi dapat ilmu berguna…
    salam sukses selalu, bang jonru!
    ^_^

  45. dani ntez on Mon, 2nd Apr 2012 0:46
  46. keren2 dah bagus2 cerita novel nya.jd ingin membuat novel ni?
    sya pnya ide dan cerita seru tp sya tidak bsa nulis na gmana dng?
    menambah wawasan saya jg buat novel

  47. Gara Pratama on Wed, 4th Apr 2012 1:38
  48. baru pertama kali
    lewat sini.. trnyta menarik juga..

    trimakasih informasinya kk… ^^

  49. dian on Tue, 22nd May 2012 18:50
  50. AKU SUKA BAGUs bangetsss

  51. Barkah on Mon, 4th Jun 2012 4:24
  52. Terima kasih banyak bang..
    seperti cerah setelah mendung, saya di hipnotis lagi untuk terus menulis bang, dan itu karena artikel ini. saya mau nanya bang :)

    1. Dalam mengirim naskah ke penerbit, bolehkah kita mengirim naskah ke penerbit lebih dari satu penerbit secara bersamaan, apa kita tunggu konfirmasi di satu penerbit dahulu??

    2. Terus kalau naskah resmi ditolak kita boleh mengirim ke penerbit lain?? dengan naskah yang sama??

    tolong ya bang…

  53. Jonru on Mon, 4th Jun 2012 8:36
  54. @Barkah:
    1. TAK BOLEH. Itu tidak etis dan salah satu pantangan terbesar di dunia penulisan. Kirim ke satu penerbit saja. Kalau ditolak, baru dikirim ke penerbit lain.
    2. Boleh.

  55. dave on Fri, 14th Sep 2012 15:38
  56. wah terima kasih banyak, isi postingannya berguna sekali :D

  57. Bayu Prasetyo on Sun, 14th Oct 2012 14:57
  58. Thank’s ya,.. kak Jonru,..

    Sekarang Saya Jadi Bisa Membuat Sinopsis,..

    Sekali Lagi Thank’s ya,.. Sukses Terus Buat Kak Jonru,…. ^.^

  59. Yati on Sun, 9th Jun 2013 10:54
  60. keren banget isinya. bermanfaat. makasii..
    akhinya sy gk bingung bkin sinopsis novel sy.. :)

  61. dinah on Sun, 1st Sep 2013 0:41
  62. Mksih infonya, bermanfaat sekali .. Sukses buat Jonru :)

  63. avriliean on Sat, 1st Mar 2014 1:35
  64. i love it… thanks buat infonya. aku harap dengan ini, aku bisa mencapai cita-citaku yang selama ini aku inginkan…
    :D

  65. eka rihan k on Wed, 21st May 2014 20:29
  66. Terima kasih arahannya Pak Jonru. Insya Allah.

Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.

Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
- Jonru's Fan Page
- Twitter
- Belajar Menulis GRATIS di Facebook


WARNING: Komentar yang tujuannya hanya untuk mencari backlink akan dihapus. Kecuali jika isi komentar Anda memang bagus. Be friendly please :)