|
Sekolah-Menulis Online |
17 May 2007, 10:37 am
Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis
Apa resepnya agar kita bisa produktif menulis? Bagaimana caranya agar kita selalu banyak ide untuk menulis?
Terus terang, dulu saya belum punya jawaban yang pas untuk pertanyaan ini. Secara objektif, saya merasa bahwa saya cukup produktif menulis, dan selalu banyak ide untuk dituangkan. Tapi begitu ada orang yang tanya apa resepnya, saya bingung harus menjawab apa.
Alhamdulillah, beberapa waktu lalu saya menemukan jawaban itu! Ini bermula dari kunjungan saya ke sebuah diskusi sastra di Universitas Indonesia, pembicaranya adalah Maman S. Mahayana.
Sastrawan kita yang satu ini berkata, “Rajin-rajinlah menulis. Lama-kelamaan di otak kamu akan terbentuk sebuah ’sistem menulis’.”
Ya, kalimat aslinya memang tidak seperti itu. Saya hanya menulis ulang berdasarkan ucapan Bang Maman yang saya dengar.
* * *
Kalau kita amati, setiap manusia memang punya kecenderungan yang berbeda-beda. Cobalah amati perilaku seorang pebisnis MLM. Setiap kali ketemu orang, bawaannya selalu ngajak ikutan, merayu setiap orang agar mau jadi downline-nya, atau minimal membeli produk-produknya. Sepertinya, ia selalu melihat semua orang sebagai mesin uang yang siap untuk dikeruk.
Kenapa bisa seperti itu? Sebab, pada otak si pebisnis telah terbentuk sebuah “sistem MLM”. Sistem ini menyebabkan dia selalu melakukan hal-hal yang berhubungan dengan MLM: mencari downline, merayu orang, memuji-muji produk yang ia jual, dan sebagainya.
* * *
Nah, hal seperti ini pun berlaku pada dunia penulisan.
Kenapa kita tidak bisa produktif menulis? Kenapa kita sulit menemukan ide tulisan? Bisa jadi, ini karena di dalam otak kita belum terbentuk “sistem menulis”. Otak kita belum menjadi “writing oriented”.
Karena itulah, kita harus melatih otak kita agar menjadi “writing oriented”, agar di dalamnya terbentuk sebuah “sistem menulis”.
Caranya:
- Jadikan kegiatan menulis sebagai pilihan hidup, bukan hobi semata yang dikerjakan hanya ketika ada mood, atau hanya ketika ada sisa waktu. Dengan kata lain, jadikanlah kegiatan menulis menjadi bagian dari gaya hidup anda (Inilah sebabnya, saya sekarang pakai motto “Writing is not my hobby. It’s a part of my life“).
- Rajin-rajinlah menulis. Tulislah apa saja yang bisa ditulis. Hari ini kamu telat bangun? Tulis! Kemarin kamu menyenggol kucing tetannga? Tulis! Kamu ingat pada seorang teman di masa lalu yang sangat lucu? Tulis! Kamu ingin mendebat ucapan seseorang? Tulis! Kamu bosan melihat perilaku para politisi? Tulis! Pokoknya tulislah apa saja. Cara menulisnya bisa dibaca di sini.
Intinya, kita harus membiasakan diri untuk menulis. Semakin sering menulis, insya Allah keahlian kita makin baik, dan otak kita akan semakin sering mengeluarkan ide-ide cemerlang.
Apakah ini hanya teori semata? Tidak! Sebab saya sudah pernah membuktikannya.
Antara tahun 1996 hingga 2004, saya vakum menulis, bahkan melupakan dunia penulisan. Saat itu, sulit sekali rasanya bagi saya untuk menemukan ide tulisan.
Sejak 2004, saya kembali rajin menulis. Saya juga mulai rajin ngeblog. Dan subhanallah…. Di luar dugaan, hampir setiap saat selalu muncul ide-ide baru di pikiran saya. Saking banyaknya, saya kewalahan sehingga banyak ide tersebut yang belum sempat ditulis.
Penulis terkenal Stephen King dalam bukunya On Writing pun menceritakan hal yang mirip. Ia pernah kecelakaan sehingga harus istirahat selama tiga bulan. Selama itu, dia tidak menulis sama sekali. Ketika ia sudah baikan dan mulai menulis lagi, Stephen King merasa amat sulit menulis. “Saya seperti seorang penulis pemula yang belum tahu bagaimana cara menulis,” ujarnya.
Lalu ketika memaksakan diri dan terus berlatih menulis, Stephen King pun merasakan hal yang luar biasa: kemampuan menulisnya kembali seperti sediakala.
* * *
Saat ini, para penulis era teknologi informasi diuntungkan oleh kehadiran blog. Media yang satu ini memungkinkan kita menulis tentang apa saja dan dengan cara apa saja yang kita inginkan, tanpa harus melalui prosedur “seleksi naskah” dan sebagainya. Kita adalah raja pada blog buatan kita, karena itu kita bebas mengisinya dengan apa saja yang kita mau.
Nah, jika kamu ingin menjadi penulis yang produktif dan banyak ide, cobalah terapkan kiat di atas, dan segeralah membuat blog (jika belum punya). Ketahuilah, blog sangat bermanfaat bagi para penulis.
Cilangkap, 17 Mei 2007
Jonru
| Ingin ngobrol bareng Jonru mengenai Penulisan, Blog Writing, Web Copy, atau Jurnalistik? Klik DI SINI :) |
14 Responses to “Kiat agar Punya Banyak Ide dan Produktif Menulis”
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI










Ah, artikel-artikel mengenai penulisan di sini sangat mencerahkan! Terima kasih karena sudah berbagi
Salam.
sama, sama hanny
semoga bermanfaat ya….
Membaca artikel anda sangat mencerahkan bagi saya. Agak menyesal karena baru mengetahui ada sumber info di sini. Saya berencana untuk semakin serius dalam belajar menulis, meskipun dari alif baa taa tsa..apa boleh buat. Bravo mas Jonru.
Salam
[...] di dalamnya, Anda tak perlu ikut tes apapun, tak perlu membayar biaya apapun. Anda hanya perlu menulis, menulis, dan [...]
[...] di dalamnya, Anda tak perlu ikut tes apapun, tak perlu membayar biaya apapun. Anda hanya perlu menulis, menulis, dan menulis (”Menulislah Tanpa Banyak Teori,” kata Mas [...]
Masyaallah….makasih banyak pak atas postingannya…saya jadi termotivasi lagi untuk menulis, apalagi skrng saya jg sudah memilki Blog http://ocehankoe.blogspot.com
wassalam
Assalamu’alaikum…
saya suka membuat sebuah cerita namun terkadang ketika saya punya ide, saya bingung apa yang harus saya tulis terlebih dahulu? seseorang pernah bilang “kalau kamu buat sebuah cerita dan tahu akhir cerita atau kemana jalan cerita itu maka kamu bisa memulainya dari mana saja”. Dan sekarang saya tidak tahu harus mulai dari mana, karena terkadang jalan ceritanya malah tidak sesuai dengan ide awal saya,,,
mungkin mas, bang or bung Jonru punya masukan atau saran buat saya?
terima kasih sebelumnya
Wassalam
terus berkarya!
salah satu kebiasaan yang bisa melatih dan menyegarkan ide -ide menulis ialah memberi komentar di blog orang lain.
mas jonru, saya di masa kuliah suka menulis dan kebetulan saya juga aktif di lembaga pers mahasiswa. nah salah satu cara untuk membangkitkan ide menulis adalah dengan cara banyak membaca. namun problemnya sekarang saya sudah bekerja, meskipun sempat untuk online di internet namun ketika melihat tulisan yang sangat banyak kita menjadi males dan ngantuk bawaannya. bagaimana cara mengatasi problem ini? thanks ya
makasih ya atas semua saran2nya….
bener2 bermanfaat!puas deh…bisa nambah semangat untuk terus menulis..
saya senang sekali menulis…ntah nulis diary,puisi,pantun,cerpen…pokoknya gak peduli nulis ja…hehehe..
makasih…!:)oia tapi gimana caranya mendalami karakter ya??kadang saya bingung menetapkan karakter.
makasih..
ya saya juga mengalami seperti yang bapak rasakan. saya suka nulis diary yang tebelnya gak kepayang dari jaman smp kelas 1 ampe kuliah. pas saya review ulang ternyata, ok juga kata-katanya. kemudian saya menulis cerpen2 dan sempat vakum dan mengalami hal seperti itu alias buntu! tapi tidak dalam menulis aja sih, dalam hal lain juga. pokonya yang terpenting itu continuitas nya . bisa itu karena biasa.
Benar-2 mencerahkan !
Saya akan coba..
Terimakasih atas amalnya menulis artikel ini.
[...] terkait, klik di sini dan di [...]