<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Ketika Ngeblog Tidak Lagi Bebas</title>
	<atom:link href="http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas</link>
	<description>Writing is not my hobby. It's a part of my life</description>
	<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 02:17:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: dhani</title>
		<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-25180</link>
		<dc:creator>dhani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 17:33:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-25180</guid>
		<description>Saya pernah mengalami hal semacam itu mas. Entah kenapa orang2 menanggap blog yg saya tulis sebagai blog sains, padahal saya sendiri tidak berniat menjadikannya demikian. Akibatnya, saya terpaksa menulis entri khusus untuk menjelaskan duduk perkaranya: http://blog.dhani.org/2006/12/blog-sains/

&lt;blockquote&gt;Mas Dhani...
Personal branding kita memang terkadang ditentukan oleh orang lain.
Blog saya ini pun sama. Aslinya saya mengisi blog ini dengan tulisan apa saja, namun lebih condong ke penulisan. Tapi malah dikasih award "blog terbaik untuk kategori internet marketing"

hehehehe.. :)&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah mengalami hal semacam itu mas. Entah kenapa orang2 menanggap blog yg saya tulis sebagai blog sains, padahal saya sendiri tidak berniat menjadikannya demikian. Akibatnya, saya terpaksa menulis entri khusus untuk menjelaskan duduk perkaranya: <a href="http://blog.dhani.org/2006/12/blog-sains/" rel="nofollow">http://blog.dhani.org/2006/12/blog-sains/</a></p>
<blockquote><p>Mas Dhani&#8230;<br />
Personal branding kita memang terkadang ditentukan oleh orang lain.<br />
Blog saya ini pun sama. Aslinya saya mengisi blog ini dengan tulisan apa saja, namun lebih condong ke penulisan. Tapi malah dikasih award &#8220;blog terbaik untuk kategori internet marketing&#8221;</p>
<p>hehehehe.. <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vavai</title>
		<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-24914</link>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 14:21:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-24914</guid>
		<description>Saya kira ada perbedaan penafsiran disini, mas Jonru. Saya yakin, dengan kapabilitas yang dimiliki mas Jonru, bisa memahami dan memaknai tulisan saya bukan dalam pengertian membedakan seorang blogger itu semacam mesin pabrik atau bukan.

Analogi saya soal 'menulis berdasarkan pesanan' dan saran agar kita menulis dengan hati tidak dalam konteks kebebasan melainkan dalam konteks menulis secara lepas (seperti situs yang dikembangkan mas Jonru juga, penulislepas :-D ). Menulis dengan hati bisa diasosiasikan sebagai menulis tanpa pretensi. Just Write !

Quote Brokencode sangat tepat, menulis dengan hati, bukan hati-hati.

Istilahnya, karena relasi dengan tulisan Firman Firdaus, menulis dengan hati dan bukan pabrikasi dianalogikan juga sebagai menulis tanpa jaim. Tentu tak ada masalah jika kita menulis dengan mempertimbangkan baik dan buruk, dan itu bisa kita kembalikan pada nurani kita, itulah menulis dengan hati.

BTW, perbedaan pendapat menurut saya merupakan sesuatu yang bisa memberikan nuansa dan pemahaman yang lebih baik mengenai satu persoalan ditinjau dari berbagai segi. Tak ada masalah. Kita bisa saja sepakat untuk tidak sepakat. Kalau segala sesuatu harus homogen kan malah aneh ya :-)

Thanks buat pandangan mas Jonru.

&lt;blockquote&gt;Mas Vavai...
terima kasih banyak atas masukannya yang sangat berharga

sukses selalu ya


Jonru&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira ada perbedaan penafsiran disini, mas Jonru. Saya yakin, dengan kapabilitas yang dimiliki mas Jonru, bisa memahami dan memaknai tulisan saya bukan dalam pengertian membedakan seorang blogger itu semacam mesin pabrik atau bukan.</p>
<p>Analogi saya soal &#8216;menulis berdasarkan pesanan&#8217; dan saran agar kita menulis dengan hati tidak dalam konteks kebebasan melainkan dalam konteks menulis secara lepas (seperti situs yang dikembangkan mas Jonru juga, penulislepas <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> ). Menulis dengan hati bisa diasosiasikan sebagai menulis tanpa pretensi. Just Write !</p>
<p>Quote Brokencode sangat tepat, menulis dengan hati, bukan hati-hati.</p>
<p>Istilahnya, karena relasi dengan tulisan Firman Firdaus, menulis dengan hati dan bukan pabrikasi dianalogikan juga sebagai menulis tanpa jaim. Tentu tak ada masalah jika kita menulis dengan mempertimbangkan baik dan buruk, dan itu bisa kita kembalikan pada nurani kita, itulah menulis dengan hati.</p>
<p>BTW, perbedaan pendapat menurut saya merupakan sesuatu yang bisa memberikan nuansa dan pemahaman yang lebih baik mengenai satu persoalan ditinjau dari berbagai segi. Tak ada masalah. Kita bisa saja sepakat untuk tidak sepakat. Kalau segala sesuatu harus homogen kan malah aneh ya <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Thanks buat pandangan mas Jonru.</p>
<blockquote><p>Mas Vavai&#8230;<br />
terima kasih banyak atas masukannya yang sangat berharga</p>
<p>sukses selalu ya</p>
<p>Jonru</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: brokencode</title>
		<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-24903</link>
		<dc:creator>brokencode</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 08:32:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-24903</guid>
		<description>kalau masih terkekang aturan dan jaim, belum "bebas" pak. menulislah dengan hati bukan dengan hati-hati :D
saya sih cuek aja, biar salah satu tulisan saya melahirkan kecaman dari institusi atau pribadi tertentu. cuma sebuah opinion, kenapa harus repot.

&lt;blockquote&gt;seperti yang saya sebutkan di atas:

Kita bebas memutuskan apapun di blog kita, termasuk memutuskan untuk "memangkas" kebebasan kita sendiri.

Demikian pendapat saya

btw,.. thanks atas masukannya

Jonru&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau masih terkekang aturan dan jaim, belum &#8220;bebas&#8221; pak. menulislah dengan hati bukan dengan hati-hati <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
saya sih cuek aja, biar salah satu tulisan saya melahirkan kecaman dari institusi atau pribadi tertentu. cuma sebuah opinion, kenapa harus repot.</p>
<blockquote><p>seperti yang saya sebutkan di atas:</p>
<p>Kita bebas memutuskan apapun di blog kita, termasuk memutuskan untuk &#8220;memangkas&#8221; kebebasan kita sendiri.</p>
<p>Demikian pendapat saya</p>
<p>btw,.. thanks atas masukannya</p>
<p>Jonru</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jiewa</title>
		<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-24875</link>
		<dc:creator>Jiewa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 06:16:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-24875</guid>
		<description>Benar sekali, saya juga merasa menulis di blog tidak 100% bebas. Satu yg paling saya hindari adalah menulis tentang kerja dan suasana di kantor, sangat berbahaya bila dibaca atasan ! :D

&lt;blockquote&gt;yup betul
dulu juga sempat ada berita:
ada karyawan yang dipecat gara2 membeberkan "rahasia dapur" kantornya di blog :)

(sayangnya, saya lupa link-nya)

Jonru&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar sekali, saya juga merasa menulis di blog tidak 100% bebas. Satu yg paling saya hindari adalah menulis tentang kerja dan suasana di kantor, sangat berbahaya bila dibaca atasan ! <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>yup betul<br />
dulu juga sempat ada berita:<br />
ada karyawan yang dipecat gara2 membeberkan &#8220;rahasia dapur&#8221; kantornya di blog <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>(sayangnya, saya lupa link-nya)</p>
<p>Jonru</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yon's revolta</title>
		<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-24858</link>
		<dc:creator>yon's revolta</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 04:55:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-24858</guid>
		<description>bang kl daku paling suka nulis model cicken soup (blog).

kalau untuk yang "spesialis" nulis di media  cetak aja seputar "Kajian media" ini mungkin personal branding.
gimana kalau yang seperti ini :-)

&lt;blockquote&gt;ya itu bagus saya kira

(btw pertanyaan ente sering bikin bingung, hehehehe...)

Jonru&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bang kl daku paling suka nulis model cicken soup (blog).</p>
<p>kalau untuk yang &#8220;spesialis&#8221; nulis di media  cetak aja seputar &#8220;Kajian media&#8221; ini mungkin personal branding.<br />
gimana kalau yang seperti ini <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>ya itu bagus saya kira</p>
<p>(btw pertanyaan ente sering bikin bingung, hehehehe&#8230;)</p>
<p>Jonru</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
