<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ketika Ngeblog Tidak Lagi Bebas</title>
	<atom:link href="http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas</link>
	<description>Writing is not my hobby. It's a part of my lifestyle</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 10:01:12 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Kpop Kola &#187; Wawancara 2PM dengan Majalah ViVi Jepang November 2011 part 1 &#124; Source For K-Pop Albums, Style, Goodies, and K-Drama Reviews</title>
		<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas/comment-page-1#comment-141048</link>
		<dc:creator>Kpop Kola &#187; Wawancara 2PM dengan Majalah ViVi Jepang November 2011 part 1 &#124; Source For K-Pop Albums, Style, Goodies, and K-Drama Reviews</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 01:00:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-141048</guid>
		<description>[...] SayaKim Tae Hee: &#8220;Song Seung Hun Orang yang Sangat Menarik&#8221;Manfaat Shalat TahajjudKetika ngeblog tidak lagi bebasWOWMAGZ Free Downloadable Graphic Design E-Magazine,showcasing ARTworks from Worldwide [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] SayaKim Tae Hee: &#8220;Song Seung Hun Orang yang Sangat Menarik&#8221;Manfaat Shalat TahajjudKetika ngeblog tidak lagi bebasWOWMAGZ Free Downloadable Graphic Design E-Magazine,showcasing ARTworks from Worldwide [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: How To Build Wealth From Nothing</title>
		<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas/comment-page-1#comment-118640</link>
		<dc:creator>How To Build Wealth From Nothing</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 04:00:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-118640</guid>
		<description>[...] you can commence learning immediately without money or advanced machine skills. More information: football t shirt   No Comments &#187;   [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] you can commence learning immediately without money or advanced machine skills. More information: football t shirt   No Comments &#187;   [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia</title>
		<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas/comment-page-1#comment-117040</link>
		<dc:creator>Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 13:24:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-117040</guid>
		<description>very very nice blog,.thanks for your info sir,.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>very very nice blog,.thanks for your info sir,.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dhani</title>
		<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas/comment-page-1#comment-25180</link>
		<dc:creator>dhani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Dec 2007 17:33:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-25180</guid>
		<description>Saya pernah mengalami hal semacam itu mas. Entah kenapa orang2 menanggap blog yg saya tulis sebagai blog sains, padahal saya sendiri tidak berniat menjadikannya demikian. Akibatnya, saya terpaksa menulis entri khusus untuk menjelaskan duduk perkaranya: http://blog.dhani.org/2006/12/blog-sains/

&lt;blockquote&gt;Mas Dhani...
Personal branding kita memang terkadang ditentukan oleh orang lain.
Blog saya ini pun sama. Aslinya saya mengisi blog ini dengan tulisan apa saja, namun lebih condong ke penulisan. Tapi malah dikasih award &quot;blog terbaik untuk kategori internet marketing&quot;

hehehehe.. :)&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pernah mengalami hal semacam itu mas. Entah kenapa orang2 menanggap blog yg saya tulis sebagai blog sains, padahal saya sendiri tidak berniat menjadikannya demikian. Akibatnya, saya terpaksa menulis entri khusus untuk menjelaskan duduk perkaranya: <a href="http://blog.dhani.org/2006/12/blog-sains/" rel="nofollow">http://blog.dhani.org/2006/12/blog-sains/</a></p>
<blockquote><p>Mas Dhani&#8230;<br />
Personal branding kita memang terkadang ditentukan oleh orang lain.<br />
Blog saya ini pun sama. Aslinya saya mengisi blog ini dengan tulisan apa saja, namun lebih condong ke penulisan. Tapi malah dikasih award &#8220;blog terbaik untuk kategori internet marketing&#8221;</p>
<p>hehehehe.. <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Vavai</title>
		<link>http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas/comment-page-1#comment-24914</link>
		<dc:creator>Vavai</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Dec 2007 14:21:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/ketika-ngeblog-tidak-lagi-bebas#comment-24914</guid>
		<description>Saya kira ada perbedaan penafsiran disini, mas Jonru. Saya yakin, dengan kapabilitas yang dimiliki mas Jonru, bisa memahami dan memaknai tulisan saya bukan dalam pengertian membedakan seorang blogger itu semacam mesin pabrik atau bukan.

Analogi saya soal &#039;menulis berdasarkan pesanan&#039; dan saran agar kita menulis dengan hati tidak dalam konteks kebebasan melainkan dalam konteks menulis secara lepas (seperti situs yang dikembangkan mas Jonru juga, penulislepas :-D ). Menulis dengan hati bisa diasosiasikan sebagai menulis tanpa pretensi. Just Write !

Quote Brokencode sangat tepat, menulis dengan hati, bukan hati-hati.

Istilahnya, karena relasi dengan tulisan Firman Firdaus, menulis dengan hati dan bukan pabrikasi dianalogikan juga sebagai menulis tanpa jaim. Tentu tak ada masalah jika kita menulis dengan mempertimbangkan baik dan buruk, dan itu bisa kita kembalikan pada nurani kita, itulah menulis dengan hati.

BTW, perbedaan pendapat menurut saya merupakan sesuatu yang bisa memberikan nuansa dan pemahaman yang lebih baik mengenai satu persoalan ditinjau dari berbagai segi. Tak ada masalah. Kita bisa saja sepakat untuk tidak sepakat. Kalau segala sesuatu harus homogen kan malah aneh ya :-)

Thanks buat pandangan mas Jonru.

&lt;blockquote&gt;Mas Vavai...
terima kasih banyak atas masukannya yang sangat berharga

sukses selalu ya


Jonru&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kira ada perbedaan penafsiran disini, mas Jonru. Saya yakin, dengan kapabilitas yang dimiliki mas Jonru, bisa memahami dan memaknai tulisan saya bukan dalam pengertian membedakan seorang blogger itu semacam mesin pabrik atau bukan.</p>
<p>Analogi saya soal &#8216;menulis berdasarkan pesanan&#8217; dan saran agar kita menulis dengan hati tidak dalam konteks kebebasan melainkan dalam konteks menulis secara lepas (seperti situs yang dikembangkan mas Jonru juga, penulislepas <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' />  ). Menulis dengan hati bisa diasosiasikan sebagai menulis tanpa pretensi. Just Write !</p>
<p>Quote Brokencode sangat tepat, menulis dengan hati, bukan hati-hati.</p>
<p>Istilahnya, karena relasi dengan tulisan Firman Firdaus, menulis dengan hati dan bukan pabrikasi dianalogikan juga sebagai menulis tanpa jaim. Tentu tak ada masalah jika kita menulis dengan mempertimbangkan baik dan buruk, dan itu bisa kita kembalikan pada nurani kita, itulah menulis dengan hati.</p>
<p>BTW, perbedaan pendapat menurut saya merupakan sesuatu yang bisa memberikan nuansa dan pemahaman yang lebih baik mengenai satu persoalan ditinjau dari berbagai segi. Tak ada masalah. Kita bisa saja sepakat untuk tidak sepakat. Kalau segala sesuatu harus homogen kan malah aneh ya <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Thanks buat pandangan mas Jonru.</p>
<blockquote><p>Mas Vavai&#8230;<br />
terima kasih banyak atas masukannya yang sangat berharga</p>
<p>sukses selalu ya</p>
<p>Jonru</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

