Jangan Setia pada Perusahaan Tempat Anda Bekerja!
Filed under: Renungan
Baca Artikel Terkait:
Comments
37 Comments on Jangan Setia pada Perusahaan Tempat Anda Bekerja!
-
virtaxp on
Wed, 8th Feb 2012 7:45
-
ImamS on
Wed, 8th Feb 2012 7:45
-
mashengky on
Wed, 8th Feb 2012 7:46
-
Vivi Damayanti on
Wed, 8th Feb 2012 8:13
-
Toni Santoni on
Wed, 8th Feb 2012 9:24
-
Jonru on
Wed, 8th Feb 2012 9:36
-
hariswae on
Wed, 8th Feb 2012 9:51
-
grandchief on
Wed, 8th Feb 2012 10:00
-
Toha Zakaria on
Wed, 8th Feb 2012 12:58
-
Li on
Wed, 8th Feb 2012 17:01
-
mayoh on
Thu, 9th Feb 2012 8:57
-
Kade on
Thu, 9th Feb 2012 9:10
-
Ditter on
Thu, 9th Feb 2012 20:07
-
Evi on
Fri, 10th Feb 2012 9:06
-
Putra Eka on
Fri, 10th Feb 2012 9:29
-
Suyanto on
Fri, 10th Feb 2012 16:26
-
Mugniar on
Fri, 10th Feb 2012 20:47
-
Blogerdin on
Sat, 11th Feb 2012 1:15
-
nyoto on
Sat, 11th Feb 2012 13:38
-
Jamal Rahmat on
Sat, 11th Feb 2012 21:06
-
Bisnis Karyawan on
Mon, 13th Feb 2012 8:24
-
Nurrahman Al Maghribi on
Wed, 15th Feb 2012 17:31
-
iwan on
Thu, 16th Feb 2012 13:47
-
Pernahkah? « InungBlog on
Fri, 17th Feb 2012 0:00
-
hakim on
Fri, 17th Feb 2012 17:58
-
windi teguh on
Sun, 19th Feb 2012 12:11
-
Software Akuntansi on
Mon, 20th Feb 2012 0:22
-
Chair casters on
Mon, 20th Feb 2012 12:06
-
Cholifah on
Wed, 22nd Feb 2012 4:20
-
ahmad on
Fri, 24th Feb 2012 8:45
-
Jefry on
Sat, 25th Feb 2012 16:10
-
Pernahkah? | InungGoBlog on
Sat, 25th Feb 2012 17:00
-
affanul on
Tue, 6th Mar 2012 15:57
-
pemiwan on
Sun, 11th Mar 2012 23:33
-
iramosoc on
Mon, 12th Mar 2012 10:56
-
fathoniarief on
Fri, 16th Mar 2012 10:54
-
Ruang Antara Pekerjaan, Profesi, dan Karir | InungGoBlog on
Thu, 5th Apr 2012 22:00
luar biasssaaaaaaaa pak !
Terima kasih atas artikel pagi yang menginspirasi pola pikir saya ke depannya.
untung saya setia pada perusahaan milik saya sendiri wkwkwkwk…
aku setuju banget pada tulisan ini, terutama pada bagian ini : “keahlian kita lah yang akan menelamatkan kita”
sippp bangett
Ya, benar sekali pak! Sy jg pernah mengalami kondisi seperti itu, Pak! Namun sy kadang sempat “bingung” dgn soal profesi. Pertanyaan sy gini Pak; apakah profesi sama dengan hobi? Lantas, sy juga (pada kondisi tertentu) sering “kebingungan” menentukan atau –mencari– “passion” sy sendiri. Dan 1 lagi pak Jonru, apakah hobi sama dengan passion? Mohon tanggapannya, pak! Sebelumnya, tentu sy ucapakan terima kasih..
@Toni Santoni: Profesi adalah apapun itu yang kita tekuni secara serius dan menjadi sumber penghasilan. Jika hobi kita kembangkan menjadi sumber penghasilan, maka itulah hobi sekaligus profesi.
Tentang cara mencari passion dst, coba Pak Toni baca tulisan2 yang saya link di bagian akhir tulisan ini. Semoga bermanfaat ya
luar biasa sekali pak..kondisi seperti ini yang sedang saya alami… Terlalu setia membuat jenuh saja.
Artikel yang mencerahkan di pagi hari pak,memang sepertinya harus setia dengan profesi pak,biar kemampuan kita bisa semakin terasah kedepannya
“jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar”
sembilan tujuuuuu
Super sekali….he,,pinjem kata2nya Mr. Mario Teguh
Terimakasih Mr. Jonru sudah banyak wawasan yang anda berikan pada saya, saya janji akan mengamalkan saran diatas. semoga Mr. Jonru selalu dianugerahi kesehatan selalu dan keberkahan rezeki. mohon do’a supernya.
Senang berkenalan dengan Anda.
Mantap pak…. kita kan kerja di suatu perusahaan karena kita jualan skill ya pak… jadi skill itulah yang membuat kita ada…
Sangat mencerahkan, Pak
Ini saya bekerja keras di perusahaan si Bos niat utamanya sih sebenarnya bukan untuk perusahaan semata, melainkan juga untuk mengembangkan diri saya. Dan memang saya banyak sekali belajar dari tempat kerja saya itu. Membuat saya semakin mantap dalam meniti karier dari profesi yg saya tekuni ini, hehe….
Very inspiring! Jadi membuat saya untuk merenung….!! Betul sekali…at the end of the day…we are responsible for our own life…
Alhammdulillah pelajaran yang saya dapatkan di dunia kerja membantu saya untuk menjadi full time blogger. Seperti saat ini. Saya sangat setuju sekali dengan artikel bang Jonru diatas.
Ya saya sangat respon dan bahkan saya pun sering memberikan suport kepada generasi pekerja muda yang pernah sempat tidak fokus terhadap pekerjaannya yang ia kerjakan dalam bentuk apapun dan dengan siapapun, ternyata tidak membawa dirinya menguntungkan, terutama kepercayaan tidak tumbuh dari pihak luar dirinya, kedua ketrampilan tidak pernah lekat pada dirinya bahkan tidak bertambah,ketiga hasilnya pasti setengah-setengah artinya tidak memuaskan sesuai rencana, kempat hasil dan waktu selalu tidak tepat, sementara setelah aku membaca artikel ini saya sangat mendukung dan bahkan sangat memerlukan suport isi dan maksud seperti di artikel ini, saya sendiri membiasakan sikap seperti ini memang benar apa yang
kita lakukan pasti diakui oleh semua pihak atas hasil dan pertanggungjawaban nya. sehingga saya sendiri karena dengan modal sungguh dan setia pada profesi apapun bentuknya tidak pernah memandang gengsi dan yang paling penting halal ternyata membawa nikmat bagi cita-cita pribadi dan kini membawa dampak positip terhadap orang lain, bahkan orang lainpun ikut ambil bagian atas karya yang saya lakukan dan akirnya sanggup memberikan jalan keluar ekonomi mereka meskipun tidaklah terlalu hebat, tetapi sikap mereka laku dan layak jual kepada siapa dan dimana sesuai profesinya.
Mas Budi anti kemapanan rupanya ya ![]()
Suami saya 10 thn yang lalu keluar dari zona nyamannya di perusahaann minyak yang bikin orang ngiler dengan gajinya. Orang-orang pada bilang ‘bodoh’ atau ‘gila’. Ada yg diam sih tapi tidak jelas mengerti atau bingung mau bilang apa hehehe.
Bagi saya tidak ada masalah karena kesetiaan mendampingi suami di mana pun dia nyaman adalah ‘kesetiaan pada profesi’ saya sebagai seorang istri.
Meski gaji seperti yang dulu tidak mampir lagi ke rekening kami, tapi hidup bisa dibikin nyaman koq. Semua kan masalah setting pikiran disertai kejernihan hati.
Terimakasih sharingnya yang menarik bang Jonru.
^__^
Artikel yp penuh inspirasi. Trima kasih byk Pk.Jonru.
Tuhan mungkin tidak langsung menunjukkan jalan kepada saya seperti halnya para Rasul. Tapi Tuhan berkuasa menjadikan orang seperti pak Jonru untuk menjadi salah satu pelita bagi mereka yang ada dalam kegelapan.
Than’x atas semua ilmunya mas !! terutama MBIG-nya. It’s help me so much
Wah benar sekali itu pak Jonru. Tapi, dalam konteks nyatanya setiap orang punya mindset “setia dengan perusahaan sama dengan mendapatkan uang bonus”, hahaha…
haha..betul sekali pak jonru..kalau setia sama perusahann..yang enak ya para bos2..kerja capek-capek yg naik pangkat bos..salam sukses..ditunggu tulisan lainnya pak..
pada bagian ini “Setialah pada profesi, bukan pada perusahaan tempat Anda bekerja.” sangat inspiratif dan saya sedang mengalami keadaan seperti ini, setelah baca tulisan ini saya akan coba menerapkan pd diri saya pak
terima kasih banyak untuk inspirasi nya.
Good Article. Sy setuju. PROFESI = SPESIALISASI.
[...] bagi saya untuk menjawab nya dengan sederahana. Kalau saja saat itu saya sudah membaca artikel ini mungkin saya akan bisa menjawabnya dengan sederhana dan lancar memaparkan apa yang saya [...]
iya bener pak,,,kita harus mempunyai komitmen pada pekerjaan kita bukan pada perusahaan…
Artikel yang menohok.Jadi mikir, keahlian saya apa ya??
Harus mulai mempersiapkan diri dr sekarang, krn kt tdk tahu apa yg terjadi besok. Trm kasih bang jonru
Sebenarnya “kesetiaan pada perusahaan” lebih sering dialami oleh karyawan baru. Tapi tidak untuk karyawan lama, bahkan mereka berfikir bagaimana supaya memiliki usaha sendiri dan memperkerjakan orang lain, bukan sebagai pekerja sebuah perusahaan.
Wah bener banget tu mas…saya sendiri mengalaminya..selama kuarng lebih 18 tahun saya sangat loyal terhadap perusahaan dimana saya bekerja..ternyata salah besar, dimana ternyata perusahaan tidak pernah memikirkan masa depan kita…perusahaan hanya membayar kita…beruntung saya sekarang melek internet dan sudah mampu mandiri…salam sukses selalu..
betul sekali, meskipun bermula dari hobi bisa jd sumber penghasilan yang progresif… meskipun masih merintis berpenghasilan dari hobi, membaca tulisan ini jadi ingin lebih profesional lg atas pilihan itu dan rasanya tidak ingin kembali menjadi orang kantoran. cukup di rumah saja.
salam kenal p’ Jonru
makasih pada jonru menyajikan makanan jiwa. semoga sukses
Benar juga apa yang anda katakan namun tak sedikit pula perusahaan2 tertentu yang baik dan sampai saat ini masih mempertahankan para karyawannya.
[...] bagi saya untuk menjawab nya dengan sederahana. Kalau saja saat itu saya sudah membaca artikel ini mungkin saya akan bisa menjawabnya dengan sederhana dan lancar memaparkan apa yang saya [...]
Yup betul mas jonru, terima kasih tulisanya sangat inspiratif,..
semoga kita selalu terus mengembangkan kemampuan yang kita miliki sehingga kita dapat menjadi diri sendiri dan mandiri,..
Tulisan yang sangat bagus bang Jonru, memang saya alami sendiri bang, saya sudah kerja selama 9 tahun dan mencoba untuk setia dan loyal pada perusahaan namun apa daya ternyata perusahan hanya mengeksploitasi karyawan nya sendiri. memeras dan memanfaatkan karyawan semaksimal mungkin dan membayarnya sebatas aturan pemerintah atau UMK / UMR. Kalau perusahaan rugi karyawan diberitahu dan kalau perusahaan untung karyawan tidak akan pernah tahu. Begitulah nasib menjadi buruh di indonesia bang tidak akan pernah punya masa depan lebih baik seperti yang diucapkan abang…., bekali dan kembangkan diri agar bisa kerja mandiri dan segera tinggalkan perusahaan kalau ada kesempatan untuk membuat usaha sendiri. Nasib BURUH di Indonesia hanya sekedar untuk makan saja bang dan tetap saja melarat. Harapan saya jangan pernah mau jadi buruh dinegara sendiri dan orang asing jadi majikan kita inilah yang dinamakan penjajahan gaya baru gaya liberalisme dan kapitalisme. Buruh di indonesia akan tetap melarat selama diterapkan aturan UMK/UMR oleh para penghianat bangsa. Tinggalkan profesi buruh dan hiduplah mandiri. Buka Pikiran dan Kembangkan diri. salam kenal bang Jonru dan tetaplah berjuang untuk kemajuan rakyat Indonesia. Merdeka.
Wah mas jonru…..pas banget. Semoga ini menjadi cemeti hati dimasa mendatang, sekian lama waktu telah saya lewatkan….insya allah esok masih ada.
Salam,
Saya tertarik dengan petikan dari mas Budi Putra “Setialah pada profesi, bukan pada perusahaan tempat Anda bekerja.” Sejak lulus kuliah saya berusaha menerapkan itu hehe meskipun prakteknya susah ya mas..pernah jadi kontributor, jadi wartawan koran, wartawan majalah sekarang jadi penulis content web …
Apalagi kalau dikaitkan dengan iming-iming penghasilan…hmmm
[...] ketika saya harus berhenti/diberhentikan dari pekerjaan saya lalu bagaimana? Menurut saya, tulisan ini bisa memberi penjelasan bagi anda. Berantakan sekali ya tulisan saya di posting kali ini. Hehehe, [...]
Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.
Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
-
Jonru's Fan Page
-
Twitter
- Belajar Menulis GRATIS di Facebook
WARNING: Komentar yang tujuannya hanya untuk mencari backlink akan dihapus. Kecuali jika isi komentar Anda memang bagus. Be friendly please :)









Jonru adalah:

