Jangan Setia pada Perusahaan Tempat Anda Bekerja!

February 8, 2012
Filed under: Renungan 

“Setialah pada perusahaan tempat Anda bekerja.”

Hm, Anda mungkin sudah terlalu sering dan sudah sangat familiar dengan himbauan di atas. Betul?

Ya, pada taraf tertentu, Anda yang masih jadi karyawan memang harus setia pada kantor yang menggaji Anda; Harus taat pada aturan-aturan yang mereka tetapkan; Harus bekerja sesuai dengan job dec Anda; Tak boleh membocorkan rahasia perusahaan; tak boleh nyambi bekerja di perusahaan lain (bila Anda adalah karyawan full time); dan seterusnya.

Pada konteks seperti itu, memang benar Anda harus setia pada perusahaan.

Tapi yang saya maksud pada judul tulisan ini… bukanlah seperti itu. Kalau Anda penasaran, coba simak kalimat-kalimat berikut:

Perusahaan tempat Anda bekerja bisa bangkrut, tapi profesi yang Anda tekuni tak akan pernah bisa bangkrut, kecuali Anda sendiri yang membangkrutkannya.

Perusahaan bisa mem-PHK Anda, tapi profesi yang Anda tekuni tak akan bisa mem-PHK siapapun.

Perusahaan hanya bisa membayar Anda dengan jumlah tertentu. Profesi bisa membayar Anda dengan jumlah tak terbatas, tergantung besar kecilnya upaya Anda.

Setia pada perusahaan tempat Anda bekerja, akan membuat diri Anda selalu tergantung padanya. Tapi setia pada profesi akan membuat hidup Anda mandiri. Anda bebas memilih mau bekerja di mana, bekerja untuk siapa, dan sebagainya. Terserah Anda.

Setia pada perusahaan akan membuat waktu Anda lebih banyak terkuras untuk mengurus perusahaan ketimbang keluarga. Setia pada profesi akan membuat Anda bisa mengurus pekerjaan dan profesi secara seimbang.

* * *

Nah, sekarang sudah jelas, kan?

Intinya begini:

Selama ini banyak sekali karyawan yang SALAH KAPRAH dalam mengartikan makna “setia pada perusahaan”. Akibatnya, mereka bekerja mati-matian untuk perusahaan. Mereka bekerja keras untuk mengembangkan perusahaan yang menggaji mereka.

Saking asyik dan fokusnya membesarkan perusahaan MILIK ORANG LAIN, mereka jadi lupa untuk mengembangkan diri sendiri. Akibatnya ketika mereka di-PHK atau perusahaan bangkrut, tak ada yang bisa mereka lakukan selain mencari pekerjaan di tempat lain. Mau berwirausaha? Belum berani karena merasa belum siap, belum punya keahlian apapun yang bisa “dijual”.

Nah, pada konteks seperti inilah saya menghimbau Anda untuk tidak setia pada perusahaan. Maksudnya: Anda tentu harus taat pada aturan-aturan mereka; Anda tentu harus bekerja sesuai job desc Anda. Tapi jangan sampai ketaatan seperti ini membuat Anda lupa untuk mengembangkan diri sendiri.

Mulai sekarang, cobalah serius menekuni hobi, minat dan passion Anda. Jangan ragu-ragu menginvestasikan waktu, uang dan tenaga Anda untuk mengasah dan mengembangkan keahlian Anda. Sebab seperti yang saya tulis di sini, keahlian-lah yang akan “menyelamatkan” hidup Anda di masa depan. Sebaliknya, perusahaan tempat Anda bekerja tak akan bisa menolong Anda bila terjadi sesuatu yang menyebabkan mereka tak bisa lagi mempekerjakan Anda!

NB:
Tulisan ini terinspirasi oleh obrolan dengan mas Budi Putra ketika kami sama-sama mengisi seminar blogging di Lhokseumawe tanggal 26 Januari 2012 lalu. Dia saat itu berkata:

“Setialah pada profesi, bukan pada perusahaan tempat Anda bekerja.”

Mas Budi sendiri sudah mempraktekkan ucapannya itu. Dia dulu bekerja di majalah Tempo. Ketika karirnya di sana sedang bagus-bagusnya, dia resign dan memilih jadi full time blogger. Lalu dia direkrut oleh Yahoo! untuk mendirikan dan mengembangkan Yahoo! Indonesia. Dia pun menjalankan tugas ini dengan baik serta profesional. Setelah Yahoo! Indonesia maju pesat, mas Budi resign dan memilih pekerjaan lain.

Tapi walau selalu pindah-pindah kerja, sejak dulu dia selalu setia dan konsisten pada SATU profesi saja.

Silahkan baca juga artikel terkait:
- Apa yang Menyelamatkan Anda dari Ancaman Krisis Global?
- Ingin Menemukan Lentera Jiwa? Ini Kiatnya!
- [Kiat Sukses] The Power of KONSISTEN

Terima kasih, semoga bermanfaat!
Follow me: @jonru

 

Baca Artikel Terkait:

  • Tak ada artikel terkait

Comments

37 Comments on Jangan Setia pada Perusahaan Tempat Anda Bekerja!

  1. virtaxp on Wed, 8th Feb 2012 7:45
  2. luar biasssaaaaaaaa pak !

  3. ImamS on Wed, 8th Feb 2012 7:45
  4. Terima kasih atas artikel pagi yang menginspirasi pola pikir saya ke depannya.

  5. mashengky on Wed, 8th Feb 2012 7:46
  6. untung saya setia pada perusahaan milik saya sendiri wkwkwkwk…

  7. Vivi Damayanti on Wed, 8th Feb 2012 8:13
  8. aku setuju banget pada tulisan ini, terutama pada bagian ini : “keahlian kita lah yang akan menelamatkan kita”

    sippp bangett

  9. Toni Santoni on Wed, 8th Feb 2012 9:24
  10. Ya, benar sekali pak! Sy jg pernah mengalami kondisi seperti itu, Pak! Namun sy kadang sempat “bingung” dgn soal profesi. Pertanyaan sy gini Pak; apakah profesi sama dengan hobi? Lantas, sy juga (pada kondisi tertentu) sering “kebingungan” menentukan atau –mencari– “passion” sy sendiri. Dan 1 lagi pak Jonru, apakah hobi sama dengan passion? Mohon tanggapannya, pak! Sebelumnya, tentu sy ucapakan terima kasih..

  11. Jonru on Wed, 8th Feb 2012 9:36
  12. @Toni Santoni: Profesi adalah apapun itu yang kita tekuni secara serius dan menjadi sumber penghasilan. Jika hobi kita kembangkan menjadi sumber penghasilan, maka itulah hobi sekaligus profesi.

    Tentang cara mencari passion dst, coba Pak Toni baca tulisan2 yang saya link di bagian akhir tulisan ini. Semoga bermanfaat ya :)

  13. hariswae on Wed, 8th Feb 2012 9:51
  14. luar biasa sekali pak..kondisi seperti ini yang sedang saya alami… Terlalu setia membuat jenuh saja.

  15. grandchief on Wed, 8th Feb 2012 10:00
  16. Artikel yang mencerahkan di pagi hari pak,memang sepertinya harus setia dengan profesi pak,biar kemampuan kita bisa semakin terasah kedepannya :)

  17. Toha Zakaria on Wed, 8th Feb 2012 12:58
  18. “jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar”

  19. Li on Wed, 8th Feb 2012 17:01
  20. sembilan tujuuuuu :-D

  21. mayoh on Thu, 9th Feb 2012 8:57
  22. Super sekali….he,,pinjem kata2nya Mr. Mario Teguh
    Terimakasih Mr. Jonru sudah banyak wawasan yang anda berikan pada saya, saya janji akan mengamalkan saran diatas. semoga Mr. Jonru selalu dianugerahi kesehatan selalu dan keberkahan rezeki. mohon do’a supernya.
    Senang berkenalan dengan Anda.

  23. Kade on Thu, 9th Feb 2012 9:10
  24. Mantap pak…. kita kan kerja di suatu perusahaan karena kita jualan skill ya pak… jadi skill itulah yang membuat kita ada… :-D

  25. Ditter on Thu, 9th Feb 2012 20:07
  26. Sangat mencerahkan, Pak :-)

    Ini saya bekerja keras di perusahaan si Bos niat utamanya sih sebenarnya bukan untuk perusahaan semata, melainkan juga untuk mengembangkan diri saya. Dan memang saya banyak sekali belajar dari tempat kerja saya itu. Membuat saya semakin mantap dalam meniti karier dari profesi yg saya tekuni ini, hehe….

  27. Evi on Fri, 10th Feb 2012 9:06
  28. Very inspiring! Jadi membuat saya untuk merenung….!! Betul sekali…at the end of the day…we are responsible for our own life…

  29. Putra Eka on Fri, 10th Feb 2012 9:29
  30. Alhammdulillah pelajaran yang saya dapatkan di dunia kerja membantu saya untuk menjadi full time blogger. Seperti saat ini. Saya sangat setuju sekali dengan artikel bang Jonru diatas.

  31. Suyanto on Fri, 10th Feb 2012 16:26
  32. Ya saya sangat respon dan bahkan saya pun sering memberikan suport kepada generasi pekerja muda yang pernah sempat tidak fokus terhadap pekerjaannya yang ia kerjakan dalam bentuk apapun dan dengan siapapun, ternyata tidak membawa dirinya menguntungkan, terutama kepercayaan tidak tumbuh dari pihak luar dirinya, kedua ketrampilan tidak pernah lekat pada dirinya bahkan tidak bertambah,ketiga hasilnya pasti setengah-setengah artinya tidak memuaskan sesuai rencana, kempat hasil dan waktu selalu tidak tepat, sementara setelah aku membaca artikel ini saya sangat mendukung dan bahkan sangat memerlukan suport isi dan maksud seperti di artikel ini, saya sendiri membiasakan sikap seperti ini memang benar apa yang
    kita lakukan pasti diakui oleh semua pihak atas hasil dan pertanggungjawaban nya. sehingga saya sendiri karena dengan modal sungguh dan setia pada profesi apapun bentuknya tidak pernah memandang gengsi dan yang paling penting halal ternyata membawa nikmat bagi cita-cita pribadi dan kini membawa dampak positip terhadap orang lain, bahkan orang lainpun ikut ambil bagian atas karya yang saya lakukan dan akirnya sanggup memberikan jalan keluar ekonomi mereka meskipun tidaklah terlalu hebat, tetapi sikap mereka laku dan layak jual kepada siapa dan dimana sesuai profesinya.

  33. Mugniar on Fri, 10th Feb 2012 20:47
  34. Mas Budi anti kemapanan rupanya ya :)
    Suami saya 10 thn yang lalu keluar dari zona nyamannya di perusahaann minyak yang bikin orang ngiler dengan gajinya. Orang-orang pada bilang ‘bodoh’ atau ‘gila’. Ada yg diam sih tapi tidak jelas mengerti atau bingung mau bilang apa hehehe.

    Bagi saya tidak ada masalah karena kesetiaan mendampingi suami di mana pun dia nyaman adalah ‘kesetiaan pada profesi’ saya sebagai seorang istri.

    Meski gaji seperti yang dulu tidak mampir lagi ke rekening kami, tapi hidup bisa dibikin nyaman koq. Semua kan masalah setting pikiran disertai kejernihan hati.

    Terimakasih sharingnya yang menarik bang Jonru.
    ^__^

  35. Blogerdin on Sat, 11th Feb 2012 1:15
  36. Artikel yp penuh inspirasi. Trima kasih byk Pk.Jonru.

  37. nyoto on Sat, 11th Feb 2012 13:38
  38. Tuhan mungkin tidak langsung menunjukkan jalan kepada saya seperti halnya para Rasul. Tapi Tuhan berkuasa menjadikan orang seperti pak Jonru untuk menjadi salah satu pelita bagi mereka yang ada dalam kegelapan.
    Than’x atas semua ilmunya mas !! terutama MBIG-nya. It’s help me so much

  39. Jamal Rahmat on Sat, 11th Feb 2012 21:06
  40. Wah benar sekali itu pak Jonru. Tapi, dalam konteks nyatanya setiap orang punya mindset “setia dengan perusahaan sama dengan mendapatkan uang bonus”, hahaha…

  41. Bisnis Karyawan on Mon, 13th Feb 2012 8:24
  42. haha..betul sekali pak jonru..kalau setia sama perusahann..yang enak ya para bos2..kerja capek-capek yg naik pangkat bos..salam sukses..ditunggu tulisan lainnya pak..

  43. Nurrahman Al Maghribi on Wed, 15th Feb 2012 17:31
  44. pada bagian ini “Setialah pada profesi, bukan pada perusahaan tempat Anda bekerja.” sangat inspiratif dan saya sedang mengalami keadaan seperti ini, setelah baca tulisan ini saya akan coba menerapkan pd diri saya pak :) terima kasih banyak untuk inspirasi nya.

  45. iwan on Thu, 16th Feb 2012 13:47
  46. Good Article. Sy setuju. PROFESI = SPESIALISASI.

  47. Pernahkah? « InungBlog on Fri, 17th Feb 2012 0:00
  48. [...] bagi saya untuk menjawab nya dengan sederahana. Kalau saja saat itu saya sudah membaca artikel ini mungkin saya akan bisa menjawabnya dengan sederhana dan lancar memaparkan apa yang saya [...]

  49. hakim on Fri, 17th Feb 2012 17:58
  50. iya bener pak,,,kita harus mempunyai komitmen pada pekerjaan kita bukan pada perusahaan…

  51. windi teguh on Sun, 19th Feb 2012 12:11
  52. Artikel yang menohok.Jadi mikir, keahlian saya apa ya??
    Harus mulai mempersiapkan diri dr sekarang, krn kt tdk tahu apa yg terjadi besok. Trm kasih bang jonru

  53. Software Akuntansi on Mon, 20th Feb 2012 0:22
  54. Sebenarnya “kesetiaan pada perusahaan” lebih sering dialami oleh karyawan baru. Tapi tidak untuk karyawan lama, bahkan mereka berfikir bagaimana supaya memiliki usaha sendiri dan memperkerjakan orang lain, bukan sebagai pekerja sebuah perusahaan.

  55. Chair casters on Mon, 20th Feb 2012 12:06
  56. Wah bener banget tu mas…saya sendiri mengalaminya..selama kuarng lebih 18 tahun saya sangat loyal terhadap perusahaan dimana saya bekerja..ternyata salah besar, dimana ternyata perusahaan tidak pernah memikirkan masa depan kita…perusahaan hanya membayar kita…beruntung saya sekarang melek internet dan sudah mampu mandiri…salam sukses selalu..

  57. Cholifah on Wed, 22nd Feb 2012 4:20
  58. betul sekali, meskipun bermula dari hobi bisa jd sumber penghasilan yang progresif… meskipun masih merintis berpenghasilan dari hobi, membaca tulisan ini jadi ingin lebih profesional lg atas pilihan itu dan rasanya tidak ingin kembali menjadi orang kantoran. cukup di rumah saja.
    salam kenal p’ Jonru

  59. ahmad on Fri, 24th Feb 2012 8:45
  60. makasih pada jonru menyajikan makanan jiwa. semoga sukses

  61. Jefry on Sat, 25th Feb 2012 16:10
  62. Benar juga apa yang anda katakan namun tak sedikit pula perusahaan2 tertentu yang baik dan sampai saat ini masih mempertahankan para karyawannya.

  63. Pernahkah? | InungGoBlog on Sat, 25th Feb 2012 17:00
  64. [...] bagi saya untuk menjawab nya dengan sederahana. Kalau saja saat itu saya sudah membaca artikel ini mungkin saya akan bisa menjawabnya dengan sederhana dan lancar memaparkan apa yang saya [...]

  65. affanul on Tue, 6th Mar 2012 15:57
  66. Yup betul mas jonru, terima kasih tulisanya sangat inspiratif,..
    semoga kita selalu terus mengembangkan kemampuan yang kita miliki sehingga kita dapat menjadi diri sendiri dan mandiri,..

  67. pemiwan on Sun, 11th Mar 2012 23:33
  68. Tulisan yang sangat bagus bang Jonru, memang saya alami sendiri bang, saya sudah kerja selama 9 tahun dan mencoba untuk setia dan loyal pada perusahaan namun apa daya ternyata perusahan hanya mengeksploitasi karyawan nya sendiri. memeras dan memanfaatkan karyawan semaksimal mungkin dan membayarnya sebatas aturan pemerintah atau UMK / UMR. Kalau perusahaan rugi karyawan diberitahu dan kalau perusahaan untung karyawan tidak akan pernah tahu. Begitulah nasib menjadi buruh di indonesia bang tidak akan pernah punya masa depan lebih baik seperti yang diucapkan abang…., bekali dan kembangkan diri agar bisa kerja mandiri dan segera tinggalkan perusahaan kalau ada kesempatan untuk membuat usaha sendiri. Nasib BURUH di Indonesia hanya sekedar untuk makan saja bang dan tetap saja melarat. Harapan saya jangan pernah mau jadi buruh dinegara sendiri dan orang asing jadi majikan kita inilah yang dinamakan penjajahan gaya baru gaya liberalisme dan kapitalisme. Buruh di indonesia akan tetap melarat selama diterapkan aturan UMK/UMR oleh para penghianat bangsa. Tinggalkan profesi buruh dan hiduplah mandiri. Buka Pikiran dan Kembangkan diri. salam kenal bang Jonru dan tetaplah berjuang untuk kemajuan rakyat Indonesia. Merdeka.

  69. iramosoc on Mon, 12th Mar 2012 10:56
  70. Wah mas jonru…..pas banget. Semoga ini menjadi cemeti hati dimasa mendatang, sekian lama waktu telah saya lewatkan….insya allah esok masih ada.

    Salam,

  71. fathoniarief on Fri, 16th Mar 2012 10:54
  72. Saya tertarik dengan petikan dari mas Budi Putra “Setialah pada profesi, bukan pada perusahaan tempat Anda bekerja.” Sejak lulus kuliah saya berusaha menerapkan itu hehe meskipun prakteknya susah ya mas..pernah jadi kontributor, jadi wartawan koran, wartawan majalah sekarang jadi penulis content web …
    Apalagi kalau dikaitkan dengan iming-iming penghasilan…hmmm

    [...] ketika saya harus berhenti/diberhentikan dari pekerjaan saya lalu bagaimana? Menurut saya, tulisan ini bisa memberi penjelasan bagi anda. Berantakan sekali ya tulisan saya di posting kali ini. Hehehe, [...]

Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.

Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
- Jonru's Fan Page
- Twitter
- Belajar Menulis GRATIS di Facebook


WARNING: Komentar yang tujuannya hanya untuk mencari backlink akan dihapus. Kecuali jika isi komentar Anda memang bagus. Be friendly please :)





Buffer
Pin It