Writing is not my hobby. It’s a part of my life
jonru - kenangan wisuda TDA

Sekolah-Menulis Online
Cara Modern Menjadi Penulis Hebat!
Semua kegiatan belajar berlangsung lewat internet. Anda tak perlu ke luar rumah, tak perlu meninggalkan aktivitas lain.
Info Selengkapnya.

Siapa Blogger Paling Jago?
Nyatakan Pendapat Anda, Sebelum Keduluan Orang Lain! Klik DI SINI.

 

16 Apr 2007, 02:50 pm

Inilah si penipu itu!

Posted in Sehari-hari, Umum, Waspada Penipuan

Teman-teman, masih ingat kan… dengan kasus penipuan sayembara novel yang saya ceritakan beberapa bulan lalu? Jika belum tahu, coba baca kisahnya di sini dan di sini :)

Tanpa sengaja, saya membaca sebuah posting di milis Apresiasi Sastra. Posting ini sebenarnya sudah beredar sejak Maret 2007 lalu. Tapi karena adanya kesalahan teknis, baru saya baca tanggal 5 April 2007.

Berikut adalah posting email tersebut yang ditulis oleh seseorang yang bernama Christine Caroline.

Memang ini hanya cuplikan dari sejumlah “dialog” via email. Saya pun tidak mengikuti kasus ini sejak awal.Tapi saya yakin, dari cuplikan di bawah ini pun, kita sudah bisa menangkap inti permasalahannya.

Dulu, saya mencoba merahasiakan nama si penipu tersebut. Tapi setelah membaca tulisan di bawah ini, saya merasa tak perlu ragu-ragu lagi.

Ya, benar. Orang yang berusaha menipu saya dulu itu pun mengaku bernama DICKA MULYONO. Secara sekilas, dia pun pernah bercerita pada saya bahwa naskahnya sering ditolak oleh penerbit. Jadi.. saya cukup yakin bahwa orang yang mencoba menipu saya dulu itu sama dengan orang yang diceritakan pada tulisan di bawah ini.

Selamat menikmati.

===================

Maaf, Pak Titon saya nggak tau apa2. Yang kirim bukan saya tapi teman saya Dicka Mulyono. Dia pakai email saya. Saya nggak pernah mengirimkan karya apapun, apalagi mengakui karya orang lain sebagai karya saya sendiri.

Saya benar-benar nggak tau permasalahan ini. Tapi, saya akui saya memang secara nggak langsung memang terlibat dalam masalah ini karena melalui email sayalah teman saya mengirimkan naskah punya Pak Titon, karena itu saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada Pak Titon. Sungguh, bukan saya yang mengirimkan naskah Pak Titon ke penerbit yang Pak Titon maksud. Gimana bisa saya mengirimkan naskah orang ke penerbit sedangkan saya sangat nggak menyukai bidang menulis.

Sekali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya pada Pak Titon. Pak Titon teman saya yang bernama Dicka Mulyono ini juga udah cukup sering menipu orang, dan imbasnya selalu saya yang kena. Namun, saya bisa gimana selain memaafkan kekhilafannya dan menerima kembali menjadi teman saya. Jika, tidak keberatan saya juga bersedia meminta maaf atas kekhilafan teman saya, Dicka Mulyono. Mungkin dia frustasi karena naskahnya selalu ditolak oleh penerbit, makanya dia mengambil jalan pintas seperti itu.

Kiranya Bapak sudi memaafkan teman saya dan tidak mempermasalahkan hal ini pada pihak berwajib. saya berjanji akan menjamin teman saya tidak akan mengulangi perbuatan terkutuk ini yang bisa merugikan orang lain. Saya menghaturkan permohonan maaf ribuan kali dan terima kasih, jika Pak Titon bersedia meluluskan permintaan saya.

Salam sejahtera,

Christine Caroline

Jadi, ternyata si Dicka itu sudah lama jadi penipu ya?

Cilangkap, 15 April 2007
Jonru


Ingin ngobrol bareng Jonru mengenai Penulisan, Blog Writing,
Web Copy, atau Jurnalistik? Klik DI SINI :)

6 Responses to “Inilah si penipu itu!”

  1. 1
    Rien Said: @ 20 Apr 2007 10:36 pm 

    salam kenal mas:)
    saya malah tetep aneh dengan orang yang bernama christine caroline, kok mau-maunya email dia pakai untuk hal-hal yg ga bener seperti ini…

    semoga ga akan terulang lagi…

  2. 2
    tami Said: @ 19 Jun 2007 06:46 pm 

    Halo mas…
    saya juga setuju sama pendapat rien,
    bagaimana jika kita hindari saja dicky mulyono dan cc alias christine caroline.
    Kalo masalah berakhir dengan maaf saja rasanya hal ini akan terus menerus berulang…

  3. 3
    jonru Said: @ 19 Jun 2007 08:45 pm 

    rien dan tami…
    memang sih, maunya nangkap si dicka itu
    tapi kita juga tidak tahu keberadaan dia
    itulah masalahnya :(

    namun dengan adanya tulisan ini, moga2 deh tak ada lagi yang mudah tertipu oleh orang2 seperti dia.

  4. 4
    Arti Said: @ 09 Nov 2007 04:12 pm 

    Salam kenal…
    Saya rasa tak ada ampun bagi seorang penipu, kok sampai hati gitchu… Jadi penulis itu harus tahan banting dan tak kenal putus asa, kalau naskahnya sering ditolak, ya nyoba lagi, ya nggak? Namanya juga kayak orang jualan, siapa tahu di penerbit lain diterima. Makanya sebelum mengirim naskah, harus tahu dulu visi dan misi dari penerbit yang bersangkutan, oke!
    Saya juga pernah jadi korban penipuan seorang penulis. Padahal bukunya sudah pernah ada yang terbit, tapi kok tega ya nipu orang! Saya tidak mau menyebutkan namanya , dan biar hanya Allah S.W.T yang akan membalas perbuatannya.

  5. 5
    liliezer Said: @ 04 Jan 2008 09:49 am 

    setuju dengan rien, waktu aku baca tulisan di atas juga langsung kepikiran jangan2 dua orang itu satu adanya. salam kenal…

    liliezer, salam kenal juga

    thanks atas komentarnya

    Jonru

  6. 6
    Nagini_the_author Said: @ 07 Jul 2008 07:35 am 

    jadi kasian ya sama si dicka siapalah namanya ini
    gara-gara dendam karena naskahnya ditolak terus ya…

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment