Cerpen: Skandal Sex Mister LHO

May 21, 2013
Filed under: Karyaku 

skandal sex mister lhoKenalkan, nama saya Bedjo, seorang penulis pemula. Hari ini saya amat bahagia, karena baru saja UNTUK PERTAMA KALINYA berhasil menulis cerpen. Cerpennya berbau 17 ke atas pula. Asyik, bukan?

Karena cerpen pertama, pasti banyak kekurangan di sana sini. Untuk itulah, saya bawa cerpen ini ke seorang penulis senior berinisial A. Minta dibedah olehnya. Agar saya tahu di mana kekurangan naskah saya. Siapa tahu, nanti saya bikin cerpen lagi yang banyak, lalu diterbitkan di Dapur Buku. Kan asyik, tuh.

Dan tentang siapa si A ini, tak perlulah saya sebut namanya. Tak penting. Skandal sex pasti lebih menarik bagimu, bukan?

Begitu menyodorkan cerpen itu kepada A, tangan saya bergetar, jantung berdebar-debar. Ada rasa takut, cemas, khawatir, jangan-jangan karya pertama ini akan dibantai habis-habisan. Tapi saya berusaha tenang dan percaya diri. Namanya juga belajar, tentu harus siap menghadapi hal-hal seperti itu, bukan?

Untungnya, si A punya senyum yang sangat ramah. Hati ini pun jadi sedikit tenang.

“Cerpen apa yang kamu bawa itu?” ujarnya.

“Sebuah cerpen bertema korupsi yang berbalut skandal sex.”

“Oh ya?” matanya langsung berbinar-binar. Dasar playboy, di mana-mana sama saja! “Pasti sangat menarik. Bagaimana jalan ceritanya?”

“Apa saya harus menceritakannya? Apa tidak lebih baik jika Mas A membacanya saja? Nanti kan Mas bisa tahu sendiri, gimana ceritanya.”

“Kamu ini mau belajar atau ngajak debat?”

“Belajar, dong, Mas.”

“Kalau mau belajar, ayo sebutkan gimana ceritanya. Kalau mau berdebat, maaf saya tak ada waktu.”

“Hm… oke deh. Akan saya jelaskan. Begini ceritanya, Mas. Jadi di sebuah negeri yang tak jelas wujudnya, tersebutlah seorang ketua parpol berinisial LHO. Dia ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Komisi….”

“Maksud kamu Komisi Pemberantasan Korupsi?”

“Bukan, Mas. Ini namanya memang Komisi Pemberantasan Komisi. Disingkat KPK.”

“Oke, silahkan dilanjut.”

“Jadi, Mister LHO ini ditangkap karena diduga sebagai koruptor, diduga menerima suap dari seorang makelar bernama Pak Tonah, di mana Pak Tonah diduga masih satu partai dengan LHO, dan diduga keras bahwa….”

“Walah, banyak banget DIDUGA-nya!”

“Iya, Mas. Isi cerpen ini memang banyak berupa dugaan. Tapi pembaca nanti akan menganggap bahwa dugaan itu merupakan kenyataan.”

“O, gitu, ya? Oke, silahkan dilanjut.”

“Jadi, karena dugaan-dugaan itu, Mister LHO akhirnya ditangkap oleh KPK. Di tengah penyelidikan, Pak Tonah melakukan pengakuan bahwa Mister LHO tidak bersalah. Intinya, pengakuan dia telah mematahkan semua dugaan dan tuduhan terhadap Mister LHO.

Lalu Mister LHO dituduh lagi dengan pasal tindak pidana pencucian daging sapi. Eh, tuduhan ini pun tidak terbukti. Gimana mau mencuci sapi? Wong sapinya aja belum diterima. Benar gak, Mas?”

“Iya, deh. Atur aja!”

“Namun terlepas dari tuduhan dan dugaan yang tak terbukti itu, Pak Tonah ternyata terlibat dalam berbagai macam skandal sex dengan sejumlah wanita sexy. Lalu belakangan, Mister LHO pun diduga punya skandal sex dengan seorang perempuan berinisal DM.”

“DM? Maksud kamu Direct Message? Twitter dong!”

“Hehehe…, ini bukan DM yang di Twitter kok, Mas.”

“Oke, silahkan dilanjut!”

“Baik, Mas. Jadi Mister LHO ini diduga punya skandal sex dengan DM.”

“Hm, lagi-lagi DIDUGA, ya?”

“Ya, gitu deh, Mas. Di cerpen ini, saya juga bercerita bahwa Pak Tonah pernah tidur dengan seorang perempuan berinisial M. Lalu Pak Tonah juga pernah memberikan hadiah mobil kepada seorang perempuan lain bernama VS. Mungkin mereka pernah tidur bareng juga. Lalu…”

“Hei, tunggu sebentar! Saya merasa aneh dengan cerpen kamu ini. Jumlah tokohnya banyak banget!”

“Iya, memang banyak, Mas. Sengaja, biar rame. Hehehe….”

“Lalu ceritanya juga tiak fokus. Awalnya soal korupsi alias suap. Lalu beralih ke kasus pencucian sapi. Lalu tiba-tiba melenceng ke skandal sex. Kok bisa melebar ke mana-mana begitu, sih?”

“Ya, memang ceritanya seperti itu, Mas.”

“Tapi skandal sex itu tak ada hubungannya dengan korupsi, kan?”

“Jelas ada dong, Mas. Misalkan jika Mister LHO punya hubungan khusus dengan DM, dan LHO sudah memberikan banyak harta kepada DM. Tentu sangat kuat DIDUGA bahwa uang yang dia berikan itu merupakan hasil korupsi.”

“Lho, kata kamu tadi Mister LHO sudah terbukti tidak korupsi. Jadi gimana ceritanya, harta yang diberikan kepada DM adalah dari hasil korupsi?”

“Ya, memang tak ada ceritanya, Mas. Tapi kalau Mister LHO benar-benar punya skandal sex dengan DM, itu kan tidak baik, Mas. Dosa besar. Zinah. Memalukan bangsa!”

“Iya, betul, Perbuatan seperti itu – jika MISALNYA skandal sex-nya benar-benar ada – memang sangat memalukan, dan itu termasuk dosa besar. Tapi saya mau tanya pada kamu, nih. Tema cerpen kamu ini apa? Memberantas korupsi, atau membeberkan aib orang lain?”

“Ya, tema tentang korupsi dong, Mas.”

“Kalau tentang korupsi, ngapain masalah skandal sex juga dibahas? Kalaupun MISALNYA Mister LHO benar-benar ada skandal sex dengan DM… hm… ini cuma misalnya lho ya…, Bukankah itu merupakan urusan pribadi mereka? Bukankah itu aib yang seharusnya tidak diumbar ke ruang publik? Bukankah itu tak ada kaitannya dengan dugaan korupsi Mister LHO? Terlebih karena belakangan terbukti, Mister LHO tidak terlibat korupsi. Jadi sungguh aneh, kenapa kok masalah skandal sex itu dihubung-hubungkan dengan tema utama cerpen kamu ini, yakni korupsi. Kenapa?”

Saya diam, bingung harus menjawab apa.

“Saya kira,” lanjut A, “Cerpen kamu ini jelek banget. Maaf ya, saya harus berkata blak-blakan. Saya benar-benar tak tahan untuk berkata jujur. Cerpen kamu sangat jelek. Ceritanya ngelantur ke sana ke mari. Sangat tidak fokus. Jumlah tokohnya pun terlalu banyak. Kamu mau bikin cerpen atau gado-gado?”

“Dua-duanya sih, Mas. Hehehe…”

“Dua-duanya?”

“Iya. Soalnya ibu saya di rumah jualan gado-gado juga, sih.”

“O, pantes. Jadi cerpen ini sebenarnya kamu persembahkan untuk ibu kamu?”

“Bukan, Mas. Cerpen ini memang pesanan ibu saya. Dia nyuruh saya menulis cerita seperti itu.”

“OOOO… JADI INI CERPEN PESANAN?”

“Ya, gitu deh.”

Si penulis senior yang berinisial A itu tersenyum geli. Lalu manggut-manggut. Diam sebentar. Mungkin dia sedang berpikir.

Lalu sekitar dua menit kemudian A mengangkat wajahnya dan berkata, “Kamu tahu gak sih? Seandainya cerpen yang kamu tulis ini merupakan kisah nyata, saya yakin orang-orang yang awalnya tak simpati pada parpolnya Mister LHO pun, lama-lama akan jadi heran, curiga, bertanya-tanya. Ada apakah gerangan, kok kasus ini jauh lebih aneh ketimbang cerpen yang paling fiktif sekalipun?”

Saya diam, tertegun, tak tahu lagi harus berbuat apa. Saya kini yakin seyakin-yakinnya, bahwa saya belum bisa membuat cerpen yang baik.

“Maafkan Bedjo, Mama.” (*)

Kampung Makasar, 21 Mei 2013

Tertanda,
Jonru
Founder & CEO Dapur Buku
Cara Baru Menerbitkan Buku

Follow me: @jonru

Baca Artikel Terkait:

  • Tak ada artikel terkait

Comments

20 Comments on Cerpen: Skandal Sex Mister LHO

  1. Iklan Baris Gratis on Wed, 22nd May 2013 6:38
  2. memang tidak fokus kesana kemari, memang seperti itulah alurnya yang sengaja dibuat,

  3. Dewa Langit on Wed, 22nd May 2013 9:28
  4. Bingung
    Dah itu ajah

  5. diko on Wed, 22nd May 2013 11:35
  6. kampung makasar punya penulis lain ternyata. saya juga dari kampung makasar tp bukan penulis

  7. Jonru on Wed, 22nd May 2013 11:40
  8. @Diko: Salam kenal :-)

  9. Iwan Yuliyanto on Wed, 22nd May 2013 11:55
  10. Edukasinya ngena banget :)

  11. sandy on Wed, 22nd May 2013 12:16
  12. saya enggak bingung baca cerpen ini.. soalnya saya udah punya bekal sebelum baca cerita ini… hampir setiap hari ngikuti beritanya… :D

  13. whenthey kurniawan on Wed, 22nd May 2013 12:42
  14. Keren pak.
    Saya mau memulai belajar menulis,
    berbayar ataupun gratis.
    Bisa bantu saya pak?

  15. Aferu on Wed, 22nd May 2013 15:35
  16. “katanya” jika hukum dan pers sudah tidak bisa diandalkan, Sastra yang harus angkat bicara… siip Bang Jonru…

  17. Fauzi on Wed, 22nd May 2013 15:37
  18. Bener banget ini mirip kisah nyata..
    Cuman di cerpen gak diceritakan ada gerombolan tak tau malu menyusup ke kantornya parpol.
    Kalo di kisah nyata namanya LHI, parpolnya PKS
    kabarnya malah banyak yang berbondong-bondong daftar menjadi anggota

    Salam Kenal mas, keluarga kami kelahiran Kampung Makasar Juga.

  19. Jonru on Wed, 22nd May 2013 16:07
  20. @Fauzi: Salam kenal juga :-)

  21. ummfatih on Thu, 23rd May 2013 4:10
  22. lucu mas, mudah dicerna :)

  23. sandhi on Thu, 23rd May 2013 10:43
  24. ijin share bang :D

  25. OXA Entertainment on Thu, 23rd May 2013 18:53
  26. media masa kini lebih senang blow up yang masih “katanya” dan “diduga” namun keywordnya menjual, daripada fakta yang anti-populer.
    sedih, tapi itulah kenyataannya,

  27. Maman on Thu, 23rd May 2013 21:16
  28. izin share bang..good article

  29. abinyailham on Fri, 24th May 2013 5:53
  30. mengena,tajam dan tanpa basa-basi … ijin share ya mas …

  31. betty on Sun, 26th May 2013 0:04
  32. subhanaullah…
    beginilah jika sastra sudah bicara, semuanya menjadi gamblang. Tak perlu banyak ngomong.
    salam kenal pak..

    cerpennya “Daleem banget” maknanya..

  33. Pandu pinuji on Wed, 5th Jun 2013 19:20
  34. Salam pak, Cerpennya enak di baca, ceritanya menarik sesuai realita yang sedang terjadi sekarang, he, he,

  35. Bambang Witjaksana on Mon, 10th Jun 2013 16:41
  36. Salam kenal pak Jonru, Sederhana dan sangat mengena

  37. Jonru on Tue, 11th Jun 2013 11:26
  38. @Bambang Witjaksana: Salam kenal juga Pak :-)

  39. Ahmad Alfan on Sat, 20th Jul 2013 4:15
  40. Hanya dari sebuah berita ternyata dapat dijadikan sebuah cerpen yang sangat menarik. Mudah dibaca, ringan, segar dan menurut saya nilai humornya tinggi. Salam kenal Pak Jonru. Senang dapat mengenal dan membaca karya-karya anda. Terima kasih.

Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.

Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
- Jonru's Fan Page
- Twitter
- Belajar Menulis GRATIS di Facebook


WARNING: Komentar yang tujuannya hanya untuk mencari backlink akan dihapus. Kecuali jika isi komentar Anda memang bagus. Be friendly please :)