Sekolah-Menulis Online |
29 May 2007, 08:27 pm
When FANATIK meets TOLERANSI
Salah satu salah kaprah yang sangat kronis di dunia kita saat ini adalah: adanya anggapan bahwa FANATISME dan TOLERANSI merupakan dua musuh bebuyutan. Keduanya tak mungkin dipersatukan, tak mungkin seiring sejalan. Fanatik diartikan sebagai sebuah sikap “merasa paling benar dan tidak bisa menerima perbedaan”. Sedangkan toleransi adalah sebaliknya; “tidak merasa paling benar dan sangat akomodatif terhadap segala jenis perbedaan.” Fanatik dianggap sebagai sebuah sikap yang sangat tercela, sedangkan toleransi merupakan sikap yang sangat ideal di tengah keberagaman manusia di muka bumi ini.
Benarkah demikian? Continue Reading »
Makna Pahlawan itu Relatif, Jenderal!

Hari ini, 10 November 2006, adalah hari pahlawan. Dan setiap kali mendengar istilah “pahlawan”, ada yang bergejolak di hati saya. Saya ingat dengan “Taman Makam Pahlawan”. Sesuai namanya, seharusnya semua orang TANPA KECUALI yang diberi gelar pahlawan dimakamkan di sini. Tapi apa faktanya? Kita tentu tahu sendiri, bukan? Mungkin nama ini perlu diganti menjadi “Taman Makam TNI dan Polri” atau “Pemakaman TNI dan Polri”. Penamaan yang aneh terhadap tempat ini seolah-olah menyiratkan bahwa yang dianggap sebagai pahlawan hanyalah mereka yang bekerja di bidang militer dan kepolisian.
Ya, pemerintah memang mengakui bahwa orang-orang dari luar kalangan militer dan kepolisian pun layak disebut pahlawan. Berulang kali pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan kepada orang-orang sipil. Tapi apakah tindakan seperti ini saja sudah cukup? Continue Reading »








