Writing is not my hobby. It’s a part of my life

belajar menulis - penulis suksesPenulis SUKSES Berawal dari BelajarMenulis.com.
Sibuk, atau sulit mencari pelatihan penulisan di tempat Anda? Gabung saja di Sekolah-Menulis Online. Kapan Saja di Mana Saja. Berlaku Internasional.

Cara Menerbitkan Buku >>

eBook GRATIS 10 Kiat Sukses Berbisnis Online >>

Membedah Bisnis Anne Ahira >>

 

20 Jun 2008, 09:07 am

[Kiat Sukses] Ingin Meramal Masa Depan Anda?

Posted in Dunia Penulisan, Motivasi, Renungan, Sehari-hari

Tadi malam (19 Juni 2008), saya merasa amat beruntung karena menyimak acara Business Art di O Channel bersama Pak Mario Teguh. Temanya sangat menarik, karena berhubungan dengan urusan “ramalan masa depan”.

Selama ini, banyak orang yang pergi ke peramal atau paranormal untuk mengetahui masa depan mereka. Apakah nasib mereka akan baik, beruntung, atau justru buruk plus celaka? “Bertanyalah pada ahlinya!”

Sebenarnya - menurut Pak Mario Teguh - kita tak perlu mendatangi peramal untuk mengetahui masa depan kita. Lagipula, bukankan mendatangi peramal itu perbuatan syirik dan termasuk dosa yang paling berat karena menyekutukan Allah?

Dari sudut pandang manusia, sebenarnya tak ada yang pasti mengenai masa depan kita. Bila ada orang yang mengatakan “Masa depan kamu cerah”, dia sebenarnya salah. Juga bila ada orang yang mengatakan “Masa depan kamu suram”, dia pun salah. Kenapa keduanya salah? Karena tak ada manusia yang bisa melihat masa depan. Continue Reading »


11 Jun 2008, 03:18 pm

[Kiat Sukses] Jadilah Orang yang Menguntungkan!

Posted in Bisnis, Motivasi, Renungan, Sehari-hari, Sekolah-Menulis Online, Sosial Budaya

Ide awal tulisan ini berasal dari ucapan Pak Mario Teguh dalam acara Business Art di O Channel beberapa waktu lalu. Pak Mario bilang, pribadi yang disukai oleh semua orang adalah pribadi yang menguntungkan. Sebuah penjelasan yang sangat singkat, padat, namun penuh makna. Lantas tadi malam (10 Juni 2008), saya berkunjung ke rumah seorang sahabat - pengusaha bernama Pak Arief. Ada ucapan dia yang membuat saya teringat lagi pada ceramah Pak Mario Teguh, dan menggerakkan saya untuk menulis artikel ini.

Bila Anda adalah seorang karyawan, maka perusahaan tempat Anda bekerja akan mati-matian mempertahankan Anda (bahkan mungkin menaikkan gaji Anda tiga kali dalam setahun - seperti yang pernah dialami Tung Desem Waringin), bila mereka menganggap Anda adalah karyawan yang menguntungkan. Kehadiran Anda di perusahaan tersebut mungkin membuat profit perusahaan meningkat tajam, atau membuat para staf lebih bersemangat dalam bekerja. Dalam versi Aa Gym, Anda adalah tipe “karyawan wajib”, yakni karyawan yang sangat dirindukan kehadirannya dan sangat disesali kepergiannya. Continue Reading »


16 May 2008, 02:28 pm

Akhirnya Saya Termotivasi untuk Menjadi Kaya!

Posted in Motivasi, Renungan, Sehari-hari

Anda boleh tak percaya (bahkan mungkin bingung), tapi terus terang saya pernah takut menjadi orang kaya.

Sejak kecil, saya memang hidup dalam keluarga kelas bawah. Kekurangan dari segi materi. Ketika saya masih SD, keluarga kami pernah terpaksa mengganti nasi dengan bubur, demi menghemat beras. Bahkan hingga kuliah, saya belum pernah memiliki sepeda, karena orang tua saya tak sanggup membelikannya. Saya sering punya keinginan ini itu, tapi belum terkabul juga karena tak punya uang.

Alhamdulillah, secara perlahan perekonomian keluarga kami meningkat. Saat ini, saya merasa bersyukur karena dari segi materi kami sudah jauh lebih baik. Tapi memang, untuk disebut sebagai orang kaya sepertinya belum memenuhi kriteria. Mobil saja belum punya. Seandainya tidak dibelikan oleh mertua, hingga kini kami mungkin belum bisa punya rumah sendiri.

Mohon maaf, saya bukan bermaksud mengeluh atau tidak bersyukur. Namun semoga penjelasan demi penjelasan di bawah bisa membuat Anda paham apa maksud saya yang sebenarnya. Continue Reading »


28 Mar 2008, 02:34 pm

Sombong dan Percaya Diri, Apa Bedanya?

Posted in Dunia Penulisan, Motivasi, Renungan, Sehari-hari

Percaya DiriSetelah mengikuti Workshop EDAN setahun lalu, alhamdulillah rasa percaya diri saya meningkat secara drastis. Jika dulu saya sering bertanya “Apa saya mampu? Apa saya punya kompetensi?”, kini saya dengan penuh percaya diri berkata bahwa saya mampu, saya punya kompetensi.

Namun setelah beberapa minggu berlalu, setelah beberapa saat “terlena” oleh rasa percaya diri yang demikian kuat dan menggebu-gebu, tiba-tiba saya sadar. Saya dilanda rasa takut yang luar biasa. Saya khawatir bila saya secara sangat halus terjebak ke dalam sebuah sikap yang sangat dibenci oleh Allah: SOMBONG!

“Apakah saya telah berubah menjadi orang sombong? Apakah saya sekarang merasa sebagai orang yang sangat hebat?”

Ketika saya berkata “Saya seorang penulis dengan kompetensi yang tak dapat diragukan” (ini adalah salah satu hal yang diajarkan pada Workshop EDAN), apakah itu menandakan bahwa saya sedang sombong? Continue Reading »


23 Mar 2008, 10:14 am

Gaya Hidup: Buku vs Handpone

Posted in Motivasi, Perbukuan, Renungan, Sehari-hari

Buku vs HandphoneApakah manusia benar-benar memerlukan handphone?
Di era serba canggih seperti saat ini, rasanya ada yang kurang seandainya kita tak punya handphone. Memang manusia tak akan mati hanya gara-gara tak punya handphone. Tapi benda mati yang satu ini telah menyebabkan demikian banyak manusia mengalami ketergantungan kronis. Jika seorang karyawan pergi ke kantor dan lupa membawa handphonenya, hampir dapat dipastikan ia akan kelabakan sehari penuh.

Continue Reading »


18 Mar 2008, 06:22 am

Kiat Menemukan Bisnis yang GUE BANGET

Posted in Bisnis, Motivasi, Sekolah-Menulis Online

Bila ada waktu, coba Anda dekati para tukang parkir, satpam, offilce boy, atau pekerja-pekerja kelas bawah lainnya. Ajak mereka bicara dengan akrab. Setelah sekitar 30 menit ngobrol, kemungkinan besar Anda akan mendengar pertanyaan seperti ini, “Pak, ada lowongan enggak?”

“Emang Abang mau cari pekerjaan baru? Kan udah enak kerja di sini.”

“Ah, gajinya kecil, Pak. Enggak cukup buat keluarga. Kerjanya juga berat. Kalau ada pekerjaan yang lebih baik, kabari saya ya, Pak.”

* * *

Sejujurnya, saya sudah sangat sering terlibat dalam pembicaraan seperti itu. Intinya, mereka TIDAK MENIKMATI pekerjaan mereka. Mereka tidak happy. Tapi mereka tak punya pilihan lain, karena asap dapur harus tetap ngebul.

Continue Reading »


16 Mar 2008, 11:30 am

Hari Ini, Persis Setahun Lalu…

Posted in Kilas Balik 2007, Motivasi, Renungan, Sehari-hari

Tanggal 16 Maret 2007, persis setahun lalu, adalah hari terakhir saya sebagai pekerja kantoran di CBN. Sejak saat itu, saya resmi menjadi orang bebas atawa wirausahawan.

Banyak liku-liku yang saya lewati, termasuk pahit getirnya kehidupan ketika saya nyaris tak punya uang.

Bahkan tulisan saya yang berjudul “[Kiat Sukses] Menikmati Episode Duka Lara” pun sebenarnya hanya sebuah upaya saya untuk menghibur diri sendiri yang sedang menghadapi masalah finansial. Continue Reading »


31 Jan 2008, 09:56 am

Siapa yang Menjamin Kesuksesan Anda?

Posted in Motivasi, Renungan

Beberapa waktu lalu, saya menerima SMS dari seorang teman. Awalnya, dia bertanya tentang Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com. Saya pun menjawab seperlunya.

Lalu, dia mengirim SMS lagi. Kali ini berbunyi, “Apakah dengan mengikuti Sekolah-Menulis Online ini, ada jaminan bahwa pesertanya akan menjadi penulis handal atau penulis sukses?” Continue Reading »


16 Aug 2007, 04:29 pm

Maaf, saya tidak lagi menerima pesanan!

Posted in Bisnis, Motivasi, Renungan, Sehari-hari

Ketika memutuskan untuk berhenti ngantor tanggal 19 Maret 2007 lalu, saya sudah berniat menjadi seorang penulis freelance. Antara lain, mengerjakan tulisan-tulisan pesanan. Dan karena banyak orang yang meminta saya membuat website , saya pun menerima banyak order pembuatan website.

Tapi, hanya 5 bulan setelah menjalani bisnis seperti itu, saya merasa bahwa SAYA TELAH GAGAL. Indikatornya: Continue Reading »


02 Jul 2007, 08:09 am

[Kiat Sukses] Menikmati Episode Duka Lara

Posted in Dunia Penulisan, Motivasi, Renungan
“Orang lain hanya melihat 1 persen kesuksesan saya. Mereka tidak melihat 99 persen kegagalan saya.” (Bill Gates)

Mungkin ini adalah salah satu kebiasaan buruk manusia; Kita terlalu sibuk mengagumi kesuksesan orang lain. Kita ngiler melihat sosok pengusaha sukses, penulis top, penyanyi terkenal, atau dai kondang. Kita membayangkan betapa bahagianya hidup mereka, karena mereka berada di puncak kesuksesan.

Kita lupa satu hal, bahwa tak ada kesuksesan yang gratis. Tak ada kesuksesan yang dapat diraih dalam sekejap. Mungkin Anda membantah, “Ada kok yang sekejap. Contohnya finalis Indonesian Idol.” Continue Reading »