Belum Bisa Membedakan FIKSI dengan NONFIKSI?

February 18, 2008
Filed under: Dunia Penulisan 

Pada sebuah kegiatan di Sekolah-Menulis Online BelajarMenulis.com beberapa hari lalu, ada dua siswa yang menanyakan hal yang sama:

“Awalnya saya menulis nonfiksi, yakni sebuah artikel tentang A. Tapi lama-kelamaan, tulisannya kok menjadi fiksi, ya? Bagaimana cara mengatasinya?”

Pertanyaan ini membuat saya agak bingung, karena itu saya meminta si siswa untuk memberikan penjelasan lebih detil.

Mereka pun menjelaskan.

“Begini. Saya kan menulis sebuah artikel tentang A. Di situ saya menjelaskan analisis dan diskripsi tentang A itu. Tapi tanpa saya sadari, tulisan itu akhirnya berubah menjadi penulisan opini saya mengenai A.”

“Oke, lalu di mana letak fiksinya?” tanya saya.

“Ya pada opininya itu.”

“Lho, Anda menganggap opini itu sebagai fiksi?”

“Memang begitu, kan?”

* * *

Terus terang, kejadian ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya. Sekitar setahun lalu, saya pun pernah ditanyai oleh seorang teman, “Apa sih, perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi?”

Bahkan, seorang teman pernah berkata, “Saya sudah terbiasa menulis dengan gaya bahasa yang ringan, pakai sapaan AKU, pokoknya jauh dari resmi. Karena itulah saya tidak berani menulis nonfiksi. Soalnya nonfiksi itu kan tulisan yang serius dan resmi.”

Sejujurnya, selama ini saya menganggap bahwa SEMUA penulis PASTI sudah tahu apa perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi. Tapi pengalaman-pengalaman di atas, terus terang membuat saya terperangah sekaligus sadar, bahwa anggapan saya ternyata keliru.

Dari hasil obrolan dengan teman yang belum bisa membedakan antara fiksi dengan nonfiksi tersebut, saya mendapat kesimpulan bahwa dia mengira pembedaan antara fiksi dengan nonfiksi adalah dalam hal GAYA BAHASA. Bila suatu tulisan menggunakan bahasa yang “mendayu-dayu”, indah, nyastra, berbunga-bunga, maka itu adalah tulisan fiksi.

* * *

Mungkin, banyak di antara Anda – para penulis senior – yang geleng-geleng kepala dan merasa heran atas cerita saya di atas. Itu bukan karangan saya semata, tapi itu adalah fakta yang saya temukan di lapangan.

Karena itulah, kali ini saya mencoba memberikan semacam “pelurusan makna” atas isu yang – barangkali – “cukup krusial” ini. Bila tidak diluruskan, saya khawatir jika di masa depan, makin banyak orang yang salah kaprah mengenai perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi.

Baiklah!

Perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi sebenarnya SANGAT SEDERHANA. Kita akan mulai dari hal yang paling mudah dipahami.

Selama ini, Anda tentu sudah sering mendengar istilah ‘perusahaan fiktif’. Saya yakin Anda tahu apa maksud dari istilah ini. Ya, perusahaan fiktif adalah perusahaan bohongan, tidak benar-benar ada.

Nah, TULISAN FIKSI memiliki pengertian yang lebih kurang sama. “Fiksi” dan “fiktif” berasal dari suku kata yang sama, jadi artinya pun lebih kurang sama. Fiksi adalah jenis tulisan yang hanya berdasarkan imajinasi. Dia hanya rekaan si penulisnya.

Jadi, Anda pasti sudah setuju sekarang, bahwa jenis-jenis karya tulis berikut ini merupakan karya fiksi:
Cerita pendek (cerpen), novel, sinetron, telenovela, drama, film drama, film komedi, film horor, film laga.

* * *

Jika Anda telah paham apa itu FIKSI, maka memahami NONFIKSI akan jauh lebih mudah. Coba amati kata NON yang terdapat di depan kata FIKSI. Arti dari “non” adalah “tidak” atau “selain”.

Jadi, TULISAN NONFIKSI adalah tulisan-tulisan yang isinya BUKAN FIKTIF, bukan hasil imajinasi/rekaan si penulisnya.

Dengan kata lain, NONFIKSI adalah karya tulis yang bersifat faktual. Hal-hal yang terkandung di dalamnya adalah nyata, benar-benar ada dalam kehidupan kita.

Jadi, Anda pasti sudah setuju sekarang, bahwa jenis-jenis karya tulis berikut ini merupakan karya nonfiksi:
Artikel, opini, resensi buku, karangan ilmiah, skripsi, tesis, tulisan-tulisan yang berisi pengalaman pribadi si penulisnya (seperti diary, memoar, chicken soup for the soul, laporan perjalanan wisata), berita di koran/majalah/tabloid, film dokumenter, dan masih banyak lagi.

* * *

Kesimpulan:

Perbedaan antara fiksi dengan nonfiksi sebenarnya hanya terletak pada masalah faktual atau tidak, imajiner atau tidak.

Jadi, perbedaan antara keduanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan gaya bahasa atau apapun selain masalah fakta atau imajiner.

Dengan demikian, bisa saja tulisan nonfiksi menggunakan gaya bahasa yang “nyastra”, mendayu-dayu, berbunga-bunga, sebagaimana halnya yang sering kita temukan pada naskah-naskah cerita pendek (cerpen) atau novel. Tulisan nonfiksi bisa saja menggunakan bahasa yang sangat serius, atau sangat santai dan selengekan, seperti buku Kambing Jantan karya Raditya Dika.

Dan – SECARA TEORI – bisa saja cerpen atau novel menggunakan bahasa yang serius dan formal seperti skripsi atau karangan ilmiah. Ya, itu bisa saja. Kenapa tidak? Jangan katakan itu tidak mungkin, sebab siapa tahu suatu saat nanti ada penulis yang berhasil menulis novel dengan menggunakan bahas ilmiah, tapi tetap asyik untuk dibaca.

Di dunia jurnalistik, kita juga mengenal istilah “jurnalisme sastra”, yakni penulisan berita (NONFIKSI) yang menggunakan gaya bahasa sastra, sehingga berita-berita yang kita temukan di majalah tertentu akan terasa seperti novel. Padahal yang ditulis di sana adalah KISAH NYATA atau FAKTA, atawa NONFIKSI.

* * *

Sebagai penutup, saya merasa perlu memaparkan dua hal berikut:

SATU:
Memang, karena alasan tertentu, ada juga penulis yang memasukkan unsur-unsur fiksi ke dalam tulisan nonfiksi. Misalnya: Seorang wartawan menulis sebuah berita, lalu di dalamnya ada wawancara imajiner dengan seorang tokoh yang juga imajiner.

Mungkin Anda mengira bahwa tulisan jenis ini adalah 50 persen nonfiksi dan 50 persen fiksi. Ada juga yang berpendapat ini sudah 100 persen fiksi. Sementara orang lainnya mengatakan tulisan seperti ini masih murni nonfiksi.

Kita bisa saja berdebat panjang mengenai hal-hal seperti itu. Tapi menurut saya, itu bukanlah hal yang terlalu prinsip untuk dibahas. Selama tulisan tersebut bermanfaat bagi pembaca dan tidak merugikan siapapun, saya kira berdebat tentang jenis tulisan hanya akan membuang-buang waktu.

DUA:
“Bagaimana bila IDE DASAR dari tulisan fiksi adalah FAKTA? Contohnya, banyak juga film atau novel yang diangkat dari kisah nyata.”

Untuk menjawab pertanyaan ini, coba Anda baca tulisan saya yang berjudul “Menulis Cerpen Berdasarkan Kisah Nyata”.

Semoga bermanfaat, dan semoga tak ada lagi salah kaprah mengenai pengertian fiksi dan nonfiksi.

Cilangkap, 18 Februari 2008

Jonru

Baca Artikel Terkait:

  • Tak ada artikel terkait

Comments

49 Comments on Belum Bisa Membedakan FIKSI dengan NONFIKSI?

  1. arham on Sat, 23rd Feb 2008 23:39
  2. sekadar saran om, kalo untuk saya tulisan NF yg Campur F seperti nomor 1, itu justru menarik…

    OK deh Arham..
    thanks ya, atas masukannya

    [...] online yang semula masih bercampur antara kelas fiksi dan nonfiksi, kini dipisah. Masing-masing kelas memiliki jadwal konferensi online yang [...]

    [...] ada pembagian kelas fiksi dan nonfiksi. Ketika membawakan materi fiksi misalnya, saya merasa “sungkan” terhadap Mbak Tati yang [...]

    [...] Fiksi dan Nonfiksi adalah dua jenis tulisan yang berbeda. Untuk melihat di mana bedanya, silahkan klik di sini. [...]

  3. eRJi on Mon, 29th Sep 2008 3:28
  4. Opini yang sama.. tdk berani menulis karena gaya bahasa yg terkadang kurang fix dgn pokok bahasan.

    tapi sekarang sudah banyak karya F yang dicampur dgn Science .. buat saya itu sungguh menarik..

    Ada sisi santai dan seriusnya..

  5. Kiat Menulis Esai | BelajarMenulis.com on Thu, 23rd Oct 2008 10:18
  6. [...] Fiksi dan Nonfiksi adalah dua jenis tulisan yang berbeda. Untuk melihat di mana bedanya, silahkan klik di sini. [...]

  7. yudhis on Tue, 16th Dec 2008 9:55
  8. sory om klo menurut saya apapun itu yang penting yagh nulis dolo…
    klo kata buku yang pernah saya baca (cieee) klo cuma debat kapan kelarnya mandek ama debat doank….
    nyang penting nulis and nulis….
    klo perlu ampe modar ^-^

  9. itok on Mon, 13th Apr 2009 16:05
  10. salam kenal om, mungkin yang jadi masalah adalah tidak berani memulai, takut salah, dan sebagainya…

  11. noery on Fri, 8th May 2009 17:53
  12. Thx bgt nih infonya…
    Jujur info tersebut sgt berharga buatku yg lg blajar “menulis” sesuatu yg bermanfaat.
    Meski dulu disekolah(SD,SMP,SMU) udh pernah dijelasin bedanya F dan NF tapi buat aku yg baru minat nulis,hal itu baru kelihatan manfaatnya penjelasan ini…
    Sekali lagi thx a lot Uncle…

  13. Tonny Yabezpra on Mon, 11th May 2009 10:23
  14. Terimkasih telah menjelaskan tentang perbedaan Fiksi dan Non Fiksi mudah-mudahan bermanfaat, namun demikian karena saya baru rencana ikut dalam SMO dan ingin menjadi penulis mohon dapat diberikan modul dan kiat-kiat bagaimana caranya menjadi seorang penulis yang nantinya diterima oleh semua pihak (pembaca).

  15. andin on Thu, 28th May 2009 19:12
  16. Jadi intinya apa?

  17. Lily Multatuliana on Mon, 6th Jul 2009 12:05
  18. apakah semua novel or cerpen disebut karya sastra?..
    kalu tidak semua novel bisa disebut karya sastra, apa yang membedakannya?…

  19. agung lindu nagara on Mon, 13th Jul 2009 18:38
  20. terimakasih bang Jonru, berdasar pengalaman menjadi wartawan, dalam jurnalistik jika sumbernya imajiner pasti tidak akan dimuat, meskipun feature sumber harus jelas, jika minta disamarkan, maka ganti dengan nama lain

    maaf sekedar berbagi info

    terimakasih atas ilmu menulis gratisnya

  21. mohammad hartono on Wed, 9th Sep 2009 5:38
  22. Terima kasih penjelesannya mengenai fiksi dan non fiksi ,saya jadi ngerti ha..ha… saya memang bodoh sekali orangnya.Oh iya bagaimana mengolahnya cerita non fiksi jadi cerita fiksi?Ini kan memerlukan diplomasi penulisan bagi penulis yang sudah ahli?

  23. jonru on Wed, 9th Sep 2009 8:55
  24. @M Hartono: Diplomasi penulisan seperti apa maksudnya nih? Kalau mengubah nonfiksi menjadi fiksi, ya tinggal tambahkan saja imajinasi ke dalamnya.

  25. Aji on Mon, 12th Oct 2009 22:40
  26. makaci atas penjelasannya

    [...] perbedaan antara tulisan fiksi dengan nonfiksi. Saya pernah membahas hal ini secara jelas dan detil di sini. Lantas, beberapa bulan sebelumnya saya juga pernah membuat tulisan yang temanya mirip, berjudul [...]

    [...] Belum bisa membedakan antara Fiksi dengan Nonfiksi? Klik DI SINI [...]

  27. rajak on Sat, 30th Jan 2010 18:22
  28. bagaimana cara kita agar bisa membedakan keduanya

  29. jonru on Sat, 30th Jan 2010 21:23
  30. @Rajak: Lho, kan di atas sudah dijelaskan :)

  31. mitha on Tue, 23rd Mar 2010 22:53
  32. Syukurlah saya menemukan artikel ini, semula saya sempat lupa dengan perbedaannya, karena pelajaran tentang ini sudah lama mengendap dan tertimbun dengan sejumlah memori2 baru yang tidak sedikit jumlahnya. Okelah kalau begitu, salam kenal yaaaa…… Thank you so much!

  33. Iqbal on Sat, 26th Jun 2010 9:41
  34. Menurut pandangan saya, baik fiksi maupun non-fiksi memang masing2 punya kriteria tertentu, tapi apapun tulisan yang kita buat mestilah harus menarik bagi pembacanya dan punya nilai jual yang bisa menarik pembeli, mau gaya apapun cara penulisan kita yang penting nilai jualnya, betul gak Pak Jonru? Mohon tanggapannya. salam saya baru aja bergabung dengan blog ini……salam kenal semua.

  35. imroatul on Thu, 22nd Jul 2010 12:04
  36. terima kasih saya jadi paham antara buku fiksi dan non fiksi sekarang.
    sebelumnya saya pun juga bingung membedakan antara fiksi dan non fiksi.

  37. robbyn on Mon, 26th Jul 2010 7:37
  38. blog walking, , ,

  39. cindy on Wed, 22nd Sep 2010 18:36
  40. akhirnya sy menemukan forum yang open air atas hasrat terpendam sy terhadap dunia penulisan.Tak pernah saya tahu bagaimana memulainya?berkutat dengan teori2 yang sy baca tentang menulis semakin saya tenggelam dalam kebingungan,alhasil tak satupun karya tertuang.surut dalam keraguan,mampukah saya menulis????????????????

  41. Jonru on Wed, 22nd Sep 2010 21:17
  42. @Cindy: Itu buktinya anda sudah mampu menulis :)

  43. yudi on Wed, 1st Dec 2010 16:47
  44. thanks ini yang saya cari…. terima kasih banyak

  45. tasya shasha on Sat, 15th Jan 2011 12:24
  46. makasiii, jadi ngerti deeehhhh

  47. Anisah Widyastuti on Mon, 14th Mar 2011 9:29
  48. wah lagi bingung karena dapet tugas dari suatu lembaga, aku nemu blognya pak Jionru.sip deh nisa jadi mulai mengerti the diffrences between them , dan aku sudah bisa memutuskan untuk mengambil non fiksi :)

  49. Dinda on Sun, 3rd Apr 2011 21:32
  50. Artikel ini ngebantu bgt buat ujian prktk besok..makasih banyak!

  51. Risa anggraeny on Thu, 21st Apr 2011 18:54
  52. lalu persamaan untuk karya fiksi dan non fiksi apa kalau gitu??? butuh penjelasan ni buat bahan mid semester.. tq

  53. Jonru on Fri, 22nd Apr 2011 5:42
  54. @Risa: persamaannya ya sama-sama tulisan :-D

  55. Miftahur Rahman el-Banjary on Tue, 10th May 2011 20:11
  56. Berdasarkan pengalaman & profesi saya yang bergelut dlm dunia kepenulisan, saya kurang sepakat dengan pendapat Mas Jonru bahwa cerita fiktif itu selamanya imajinasi atau tulisan berdasarkan khayalan si penulisnya.

    Saya banyak menulis cerita-cerita atau peristiwa yang sesungguhnya benar-benar terjadi, kemudian saya kemas kembali dlm bentuk cerpen atau saya masukkan dlm bagian-bagian plot novel. Ada bnyak novel2 dunia, bahkan banyak jg novel karya penulis Tanah Air yg menulis karya fiktif berdasarkan realita, jadi saya kira penjelasan Mas Jonru masih sedikit membingungkan.

    Mohon tanggapan dr Mas Jonru,

  57. Jonru on Wed, 11th May 2011 5:30
  58. @Miftahur: Kisah nyata pada cerita fiksi itu fungsinya sebagai IDE CERITA, atau BAHAN BAKU untuk dirangkai menjadi cerita. Ketika kisah nyata sudah ditambah dengan imajinasi, maka dia menjadi fiksi. Tapi ketika kisah nyata ditulis apa adanya tanpa dibumbui imajinasi, maka itu adalah nonfiksi. Begitu Mas penjelasannya. Salam sukses ya :)

  59. Siti Badriyah on Thu, 19th May 2011 13:31
  60. Apakah komik termasuk ke dalam fiksi?

  61. ayuri on Fri, 1st Jul 2011 14:36
  62. saya mau nanya, nih…kalo misalnya ada perlombaan yang menysratkan menulis cerita non fiksi, gimana mereka tau kalo itu rekaan atau kisah nyata sementara perbedaan fiksi dan non fiksi juga tidak terpatok.
    nanya lagi nih…bisa nggak bikin cerpen non fiksi dan apa bedanya dengan fiksi? maaf banyak nanya.. jawaban mas jonru sungguh berarti. heehe

  63. Jonru on Mon, 4th Jul 2011 11:31
  64. @Ayuri: Di atas kan sudah saya jelaskan perbedaan yang sangat jelas di antara keduanya. Kenapa Anda kok mengatakan “perbedaan tidak terpatok”?

    Cerpen itu fiksi, jadi aneh sekali bila ada istilah “cerpen nonfiksi” :-D

  65. Lucky on Tue, 9th Aug 2011 10:33
  66. Salam sastra, mas saya izin copas materi yg berjudul Belum Bisa Membedakan FIKSI dengan NONFIKSI? yg ada di Jonru on the Web utk dishare di Group TAMAN SASTRA ya,terima kasih sebelumnya,dan sekaligus mengundang mas utk bisa share ilmu2nya di group tersebut,terutama pd postingan materi ini nantinya:)

  67. abahmanula on Mon, 13th Feb 2012 22:26
  68. abahmanula blm habis abah untuk baca tulisan nanda yang sangat bermutu ini N abah udah 71 tahun menjalani hidup dlm kehidupan ini, rasanya udah kebelet untuk joint dlm course online nya jonru ini………yha abah mo buat kisah NONFIKSI kehidupan abah, apakah bisa ditulis ke FIKSI ajee jadi NOVEL dan menjadikan sebuah buku yang abah persembahkan terutama ke pd 4 anak2 abah, N cucu2 abah tercinta , bersyukur sekiranya bermanfaat N berkah untuk kaula muda belia ….. abah selalu berkata pd ninik abah ( tunangan istila abah) ma.! Kl anak udah menikah itu artinya udah anak orang, yg penting mereka tdk menganggu kita lagi, kan mereka lg berjuang utk menjalani hidup kehidupannya bersama anak2 dan isterinya….. abah kembali akan ber-hapy2 selagi masih sehat N amint2 jangan kesampaian pd tn Alzhaemers desease. …….. Wait abah pasti mo joint kursusnya slm abah untuk nanda Jonru …

  69. wahyu on Sat, 21st Apr 2012 18:52
  70. makasiih om atas penjelasannya pengertian ini sngat membantu saya
    karena saya gak mengerti sama sekali
    sekali lagi makasih

  71. adyt on Wed, 3rd Oct 2012 6:40
  72. terimakasih sekali pak. sekarang saya baru tahu, betul2 sangat membantu.

  73. die on Mon, 8th Oct 2012 9:24
  74. Sip gan,sukses slalu bwt blognya.
    minta sarnnya sm blog ane mudakaroh.wordpress.com

  75. Ama on Mon, 19th Nov 2012 7:34
  76. Bagai mana pak, kalau ada sebuah cerita nyat yg menceritakan tentang sebuah kisah yg tak nyat.

  77. Jonru on Tue, 20th Nov 2012 4:36
  78. @Ama: Contohnya seperti apa?

  79. tika wulandari on Sun, 3rd Feb 2013 21:05
  80. menurut saya pribadi fiksi dan nonfiksi ..
    contoh ny fiksi —–> seprti buku buku pelajaran , modul dan sebagainya
    sedangkan
    nonfiksi———-> seperti buku buku majalah, dongeng … dsb…..

    :)

    bner kagag ?
    kasih masukan please..

  81. Farida Durrotun Nasihah on Sun, 10th Feb 2013 7:14
  82. wah ini… terima kasih :)

  83. welly prasetyo on Fri, 31st May 2013 12:30
  84. saya ingin bertanya apakah dalam menilai suatu karya dan menentukan tulisan tersebut fiksi atau nonfiksi dapat ditentukan dari POV orang ke-3? adakah cara untuk mengetahui sebuah tulisan itu fiksi atau tidak selain pengakuan dari penulis?

    terima kasih. atas jawabannya.

    salam,
    welly

  85. siti maesaroh on Wed, 5th Jun 2013 9:38
  86. Assalamu`alaikum…perkenalkan saya maesaroh..sempat saya membaca naskah fiksi & non fiksi, sedikit pemasukan ke otak perbedaan naskah fiksi &nonfiksi tersebut… saya ingin mencoba menulis dengan hasil karyaku sendiri…akan tetapi karyanya mengenai tentang apa-apa aja pa…??

  87. yusuf13 on Mon, 23rd Dec 2013 0:30
  88. thanks atas ilmu yang bermanfaatnya salam sastra dari semua kumpulan penulis

Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Silahkan isi formulirnya di bawah ini.
Kalau ingin menampilkan foto di samping komentar Anda, silahkan atur melalui Gravatar.

Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung di:
- Jonru's Fan Page
- Twitter
- Belajar Menulis GRATIS di Facebook


WARNING: Komentar yang tujuannya hanya untuk mencari backlink akan dihapus. Kecuali jika isi komentar Anda memang bagus. Be friendly please :)