<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Beginilah Cara Koran Tempo Menyerang Sastra Islam</title>
	<atom:link href="http://www.jonru.net/beginilah-cara-koran-tempo-menyerang-sastra-islam/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jonru.net/beginilah-cara-koran-tempo-menyerang-sastra-islam</link>
	<description>Writing is not my hobby. It's a part of my lifestyle</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Feb 2012 20:39:47 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: muhammad ikbal</title>
		<link>http://www.jonru.net/beginilah-cara-koran-tempo-menyerang-sastra-islam/comment-page-2#comment-141288</link>
		<dc:creator>muhammad ikbal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 08:11:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/?p=188#comment-141288</guid>
		<description>as.w.w..usahakan hal-hal yang tidak menimbulkan konflik, jika media-media yang menjadi provokasi terjadinya konflik,..di sarankan dengan baik-baik bila perlu di hentikan aja..jangan sampai terulang kembali kasus-kasus konflik nasional karena hanya karena persoalan-persoalan sara....para provokator2 yang mengacauakan bangsa ini..sikat dan hilangkan dari muka bumi..ini..jangan..manfaatkan media untuk urusan yang prinsip..ingt negara ini mencari ketenangan..teroris yang paling kejam bukanlah teroris yang membunuh pakai boom,tapi terroris paling kejam adalah orang yang merusak fikiran manusia lewat tulisanya dan lisan serta misionarisnya...heran negara ini tidak pernah masalah itu datang dari islam..yang duluan memancing adalah yg selalu memushi islam..ingat kasus ambon dan konflik-konflik sara dimana...yang mendahului bukan islam lo..tapi islam di manfaatkan di cuci otaknya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab..........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>as.w.w..usahakan hal-hal yang tidak menimbulkan konflik, jika media-media yang menjadi provokasi terjadinya konflik,..di sarankan dengan baik-baik bila perlu di hentikan aja..jangan sampai terulang kembali kasus-kasus konflik nasional karena hanya karena persoalan-persoalan sara&#8230;.para provokator2 yang mengacauakan bangsa ini..sikat dan hilangkan dari muka bumi..ini..jangan..manfaatkan media untuk urusan yang prinsip..ingt negara ini mencari ketenangan..teroris yang paling kejam bukanlah teroris yang membunuh pakai boom,tapi terroris paling kejam adalah orang yang merusak fikiran manusia lewat tulisanya dan lisan serta misionarisnya&#8230;heran negara ini tidak pernah masalah itu datang dari islam..yang duluan memancing adalah yg selalu memushi islam..ingat kasus ambon dan konflik-konflik sara dimana&#8230;yang mendahului bukan islam lo..tapi islam di manfaatkan di cuci otaknya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dodge</title>
		<link>http://www.jonru.net/beginilah-cara-koran-tempo-menyerang-sastra-islam/comment-page-2#comment-134562</link>
		<dc:creator>Dodge</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 05:37:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/?p=188#comment-134562</guid>
		<description>Pernah di rubrik Pendapat ato laporan khusus tentang Abu Bakar Baasyir. Mungkin maksud Koran Tempo adalah untuk meng-counter pendapat ABB mengenai Islam dan Jihad, namun yang dijadikan nara sumber kok ya Ulil Abshar Abdala, yang nota bene orang pun tau siapa Ulil, seorang pentolan Jaringan Islam Liberal. Menurut saya, Artikel itu malah menjadi rancu, dan tidak berhasil menarik simpati pembaca Islam pada umumnya, karena tidak terwakili di artikel tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah di rubrik Pendapat ato laporan khusus tentang Abu Bakar Baasyir. Mungkin maksud Koran Tempo adalah untuk meng-counter pendapat ABB mengenai Islam dan Jihad, namun yang dijadikan nara sumber kok ya Ulil Abshar Abdala, yang nota bene orang pun tau siapa Ulil, seorang pentolan Jaringan Islam Liberal. Menurut saya, Artikel itu malah menjadi rancu, dan tidak berhasil menarik simpati pembaca Islam pada umumnya, karena tidak terwakili di artikel tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mutaki</title>
		<link>http://www.jonru.net/beginilah-cara-koran-tempo-menyerang-sastra-islam/comment-page-2#comment-130699</link>
		<dc:creator>mutaki</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2011 21:59:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/?p=188#comment-130699</guid>
		<description>terus dan terus berkarya karena Allah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terus dan terus berkarya karena Allah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jonru</title>
		<link>http://www.jonru.net/beginilah-cara-koran-tempo-menyerang-sastra-islam/comment-page-2#comment-127558</link>
		<dc:creator>Jonru</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 14:54:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/?p=188#comment-127558</guid>
		<description>@jojo: Terima kasih atas komentar Anda. Apapun dan bagaimanapun tanggapan Anda, bagi saya itu bukan hal yang perlu dipermasalahkan, sebab setiap perbedaan perlu dihargai.

Tapi saya merasa perlu sedikit melakukan klarifikasi pada Anda:
Tulisan saya di atas bukan bicara soal keluhan atau &quot;tangisan&quot; saya mengenai karya saya yang tidak laku.

Justru saya hendak menyampaikan: Kalau karya sastra saya termasuk yang tidak laku, kenapa Koran Tempo menggunakan nama saya untuk mengcounter para sastrawan yang jauh lebih hebat dari saya?

Bahasa gampangnya: Kenapa saya yang masih di level anak TK, disejajarkan dengan lulusan S3?

Dan yang lebih tragis: Pendapat tersebut ternyata hanya fiktif. Saya sama sekali tak pernah mengucapkannya.

Itulah yang membuat saya berkesimpulan, tulisan Koran Tempo tersebut penuh rekayasa untuk menyerang sastra islam dengan cara yang TIDAK LUCU :)

Demikian klarifikasi saya. Btw kasus di atas sebenarnya sudah selesai. Yang saya tulis ini sekadar informasi saja.

Thanks ya
Jonru</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@jojo: Terima kasih atas komentar Anda. Apapun dan bagaimanapun tanggapan Anda, bagi saya itu bukan hal yang perlu dipermasalahkan, sebab setiap perbedaan perlu dihargai.</p>
<p>Tapi saya merasa perlu sedikit melakukan klarifikasi pada Anda:<br />
Tulisan saya di atas bukan bicara soal keluhan atau &#8220;tangisan&#8221; saya mengenai karya saya yang tidak laku.</p>
<p>Justru saya hendak menyampaikan: Kalau karya sastra saya termasuk yang tidak laku, kenapa Koran Tempo menggunakan nama saya untuk mengcounter para sastrawan yang jauh lebih hebat dari saya?</p>
<p>Bahasa gampangnya: Kenapa saya yang masih di level anak TK, disejajarkan dengan lulusan S3?</p>
<p>Dan yang lebih tragis: Pendapat tersebut ternyata hanya fiktif. Saya sama sekali tak pernah mengucapkannya.</p>
<p>Itulah yang membuat saya berkesimpulan, tulisan Koran Tempo tersebut penuh rekayasa untuk menyerang sastra islam dengan cara yang TIDAK LUCU <img src='http://www.jonru.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Demikian klarifikasi saya. Btw kasus di atas sebenarnya sudah selesai. Yang saya tulis ini sekadar informasi saja.</p>
<p>Thanks ya<br />
Jonru</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jojo</title>
		<link>http://www.jonru.net/beginilah-cara-koran-tempo-menyerang-sastra-islam/comment-page-2#comment-127557</link>
		<dc:creator>jojo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 May 2011 14:31:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.jonru.net/?p=188#comment-127557</guid>
		<description>waw, saya mau komentar sedikit. lepas dari aturan2 jurnalistik, menurut saya karya yang telah dipublikasikan statusnya sangat mutlak untuk dipuji, diapresiasi, maupun dikritisi termasuk karya-karya sastra islam indonesia yang sudah dirilis. dan menurut saya nama-nama hebat dengan berbagai karya dan penghargaan tersebut juga bukan tolak ukur kesempurnaan karya mereka. apalagi tulisan mas jonru mewakili persepsi sebagian orang termasuk saya terkait dengan karya sastra islam indonesia yang ada sekarang ini. yang saya takutkan adalan persepsi anda terhadap koran tempo merupakan representasi dari karakter anda sendiri.. yang saya lihat dari tulisan anda terhadap koran tempo dan Jonru malah sangat naif. cara penyampaian anda konservatif dan tidak berkarakter mungkin hal ini yang membuat karya anda tidak laku. (MUNGKIN). apalagi pada wacana di atas sedikit tersirat unsur &quot;narsis&quot;. maju terus sastra islam indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waw, saya mau komentar sedikit. lepas dari aturan2 jurnalistik, menurut saya karya yang telah dipublikasikan statusnya sangat mutlak untuk dipuji, diapresiasi, maupun dikritisi termasuk karya-karya sastra islam indonesia yang sudah dirilis. dan menurut saya nama-nama hebat dengan berbagai karya dan penghargaan tersebut juga bukan tolak ukur kesempurnaan karya mereka. apalagi tulisan mas jonru mewakili persepsi sebagian orang termasuk saya terkait dengan karya sastra islam indonesia yang ada sekarang ini. yang saya takutkan adalan persepsi anda terhadap koran tempo merupakan representasi dari karakter anda sendiri.. yang saya lihat dari tulisan anda terhadap koran tempo dan Jonru malah sangat naif. cara penyampaian anda konservatif dan tidak berkarakter mungkin hal ini yang membuat karya anda tidak laku. (MUNGKIN). apalagi pada wacana di atas sedikit tersirat unsur &#8220;narsis&#8221;. maju terus sastra islam indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

