|
Sekolah-Menulis Online |
01 Mar 2008, 10:58 am
Akhirnya Saya Punya Laptop!
Selama ini, saya cukup puas dengan kepemilikan PC (personal computer) yang bertengger di rumah saya. Komputer itulah yang saya gunakan untuk menulis dan bekerja.
Namun sejak beberapa bulan lalu, saya tiba-tiba kepikiran untuk memiliki laptop. Ini berawal dari kebiasaan istri saya yang suka pulang dan menginap di rumah mertua (orang tuanya) bila libur atau ada keperluan. Selama di sana, praktis saya tak bisa bekerja, tak bisa menulis. Padahal banyak waktu luang yang seharusnya bisa saya gunakan untuk kegiatan-kegiatan yang produktif (bila nganggur, tangan saya biasanya langsung “gatal-gatal”, ingin “menari-nari” di atas keyboard ).
Pada saat itulah saya berpikir, “Coba kalau saya punya laptop. Saya tentu bisa bla… bla… bla…,” (Anda tentu bisa melanjutkan kalimat ini, kan?).
Pemicu berikutnya adalah Sekolah-Menulis Online (SMO) yang saya kelola, dan punya slogan “Belajar Menulis Jarak Jauh. Kapan Saja di Mana Saja. Berlaku Internasional.”
Sungguh tragis, karena saya selaku mentor dan pengelola justru belum bisa “kapan saja dan di mana saja!” Bila jadwal konferensi online sudah menunggu dan saya sedang jauh dari rumah misalnya, saya harus buru-buru pulang ke rumah. Pernah saya harus mengelola SMO dari warnet. Pernah saya ada acara di Bandung, dan konferensi online SMO terpaksa diliburkan.
Saya pun berpikir lagi, “Coba kalau saya punya laptop!”
Maka, keinginan untuk memiliki laptop pun semakin kuat:
- Dulu ketika berkunjung ke Yogya untuk mengisi Workshop Penulisan, saya sakit keras dan tak bisa ke mana-mana. Pada saat itu, beberapa pembeli MBIG mengirim SMS, “Saya baru saya mentransfer uangnya. Mohon account saya diaktifkan segera.” Duh, bagaimana saya bisa memenuhi permintaan mereka, sedangkan saya terkapar sendirian di kamar hotel, tak bisa ke mana-mana dan tak bisa meminta bantuan siapapun? Saat itulah saya sadar bahwa saya kini seorang pebisnis online yang harus “siap 24 jam” melayani para customer. Tapi bagaimana mungkin saya bisa “siap 24 jam” bila saya sedang berada jauh dari rumah dan letak warnet sangat jauh? Saya harus online dari mana? “Andai saya punya laptop!”
- Setiap kali belanja di mall, saya selalu singgah di counter komputer. Saya perhatikan laptop-laptop yang dipajang di sana dengan penuh antusias. “Kapan ya, saya bisa memilikinya?”
- Bila ada kegiatan atau kejadian menarik, saya sering terlambat (atau bahkan tidak) menulisnya di blog. Memang, ngeblog tidak harus pakai laptop. Lewat warnet atau komputer pinjaman pun bisa. Tapi saya selalu berpikir, “Seandainya ada laptop, saya mungkin bisa menulis di blog secara ‘real time’.”
- Ketika sahabat saya Dani Ardiansyah mendapat door prize laptop pada acara HUT Sekolah Kehidupan, terus terang saya SANGAT IRI dan berkata di dalam hati, “Duh, seandainya saya yang mendapatkannya. Kapan ya, saya bisa memiliki benda impian itu?”
- Ketika saya diwawancarai oleh Metro TV, salah seorang kru mereka berkata, “Nanti ketika syuting, Pak Jonru pakai laptop, ya?” Duh, ternyata dia mengira bahwa selama ini saya mengelola SMO lewat sebuah laptop yang selalu saya bawa ke mana-mana. Bagaimana reaksinya bila dia tahu bahwa selama ini saya hanya mengandalkan sebuah PC yang bertengger di sebuah sudut kamar di rumah saya?
- Dalam acara Milad TDA tanggal 27 Januari 2008 lalu, Pak Yosef mengajak seluruh hadirin untuk berkonsentrasi dan menyebutkan SATU keinginan di dalam hati. Saat itu, saya memejamkan mata dan berbisik dengan penuh harap, “Ya Allah, izinkanlah hambaMu ini memiliki laptop.”
Beberapa teman sempat berkata, “Kalau pingin beli, ya beli aja dong. Sekarang kan banyak laptop yang harganya murah.”
“Iya, murah sih murah. Tapi kalau dana belum mencukupi, sama saja. Tetap belum bisa bisa.”
Alhamdulillah, titik terang mulai muncul ketika saya membuka pendaftaran SMO angkatan ke-2. Penghasilan dari sekolah online ini lumayan besar. Setelah dihitung-hitung dan berunding dengan istri, kami berkesimpulan bahwa anggaran untuk membeli laptop sudah tersedia. Angka yang kami sepakati adalah Rp 4 hingga 5 juta rupiah. Dengan angka itu, kami tentu belum bisa membeli laptop yang terlalu canggih. Cukup yang biasa-biasa saja, bahkan mungkin laptop second.
Tapi tak apalah.
Saya mulai browsing di internet, mencari data harga dan penjualan laptop. Dari semua informasi yang saya kumpulkan, saya akhirnya tertarik pada sebuah toko di Grogol yang banyak menjual laptop second. Dari halaman webnya, saya membaca bahwa sejumlah blogger dan penulis terkemuka pernah membeli laptop di sana. Wah, hebat banget!
Tanggal 15 Februari 2008, seusai Jumatan, saya mendatangi toko tersebut. Sayangnya, tak ada yang cocok. Ada yang bagus, merk Toshiba, harganya Rp 6,8 juta. Terlalu tinggi dan jauh di atas anggaran kami yang tetapkan.
Saya pun tidak jadi beli di sana. Namun karena masih penasaran, saya langsung menuju Mangga Dua. Pucuk dicinta ulam tiba, sebab kebetulan sekali di sana sedang ada pameran komputer. Saya pun bisa melihat berbagai macam laptop terbaru dari berbagai merek.
Sayangnya, hampir semuanya dijual dengan harga di atas Rp 6 juta (saya sempat melihat Asus Eee PC yang seharga Rp 3,7 juta, padahal harga di toko mencapai Rp 4,3 juta. Tapi saya tidak tergiur karena ukurannya ternyata sangat kecil).
Alhamdulillah, akhirnya saya ketemu dua laptop yang cukup ideal dan harganya mendekati anggaran saya. Zirex (berprosesor Intel Core 2, ada webcam-nya) seharga Rp 5,8 juta, dan Benq Joybook R43E (berprosesor Intel Celeron) seharga Rp 5,3 juta.
Karena masih sangat awam tentang laptop, saya bingung harus memilih yang mana. Saya menghubungi dua orang teman dan meminta masukan mereka. Ternyata, mereka sama-sama merekomendasikan Benq. Bahkan salah seorang dari mereka berkata, “Zirex tidak terlalu bagus.”
Akhirnya, saya mantap untuk memilih Benq. Tapi ketika keputusan sudah bulat, pameran sudah keburu tutup karena hari sudah menjelang malam.
Saya pun pulang dengan tangan kosong. Tapi keesokan harinya, saya langsung ke Mangga Dua lagi. Tanpa ba bi bu , Benq Joybook R43E segera saya beli dan bawa pulang ke rumah.
Alhamdulillah, saya merasa bersyukur karena laptop impian itu akhirnya berhasil saya miliki.
Singkat cerita, naskah yang sedang Anda baca ini ditulis dengan laptop baru tersebut, ketika saya sedang menginap di rumah mertua. Saya merasa perlu bersyukur, karena produk impian tersebut akhirnya dapat saya miliki.
Bila dipikir-pikir, ini adalah berkah dari bisnis online yang saya jalankan. Seandainya saya masih setia jadi pekerja kantoran, kemungkinan besar saat ini saya belum bisa punya laptop
Kampung Makasar, 1 Maret 2008
Jonru
NB: Ternyata laptop saya punya “kembaran”. Pak Edy pun membeli laptop pertamanya tanggal 16 Februari 2007 lalu, sama seperti saya.
| Ingin ngobrol bareng Jonru mengenai Penulisan, Blog Writing, Web Copy, atau Jurnalistik? Klik DI SINI :) |
24 Responses to “Akhirnya Saya Punya Laptop!”
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI










Assalamualaikum,
Selamat ya Pak Jonru. Minta do’a sekalian supaya saya juga bisa punya.
Terima kasih
wah, akhirnya Pak Jonru kemana-mana bisa menarikan jemarinya. Semoga sukses dengan SMO nya
salam kreatif
keren mas jonru.. salut buat anda..
Pak Nahar, Anto WN dan YF, thanks atas atensinya.
Saya doakan deh, semoga Pak Nahar juga segera punya
Sukses selalu!
Btw.. barusan ada pemadaman listrik di lingkungan saya. Tapi saya bisa tetap menulis, karena ada laptop yang pakai baterai. Hehehehe….
Alhamdulillah
Wah!! Selamat Dech buat Laptop barunya.
Jadi kepengen nieh….
Kukira Pak Jonru dah lama punya Laptop he..he..
Kalo Buat pebisnis di Internet hukumnya memang wajib kali apa ya?
Karena kebutuhan tentunya…
Keep Blogging ‘n Internet Marketing dech!!
Selamat ya… Langkah selanjutnya, masuk Portableapps.Com
Assalamu’alaikum,
kirain dari asianBrain
dari SMO toh, hehehe !
congrats ustadz !
Wassalam.
wah semakin keren aja bos. selamat yah
saya juga ingin punya laptop…
amiin..
Salam kenal bang Jonru…selamat3 dan insyaAllah akan produktif pula tu laptop, smoga selalu diberi kemudahan oleh Allah & I wish u luck always…!
saya udah punya laptop, tp ga ada internetnya. mendingan pake PC tp ada internetnya. hikss…pengenn bs online dari rmh
Pake OS apa pak? Kalo pake Windows, yang resmi ya, jangan yang bajakan. Software2 yang diinstall juga. Kalo ingin gratis, pake OS GNU/Linux aja, contohnya Ubuntu. Dijamin halal, legal, dan bebas virus
Salam kenal dan selamat!
Smoga lebih produktif dan berkah
selanjutnya mobil om… turut senang
saya lagi mempertimbangkan nih
lagi ada yg jual cuma 4 juta masih baru.
buat office bagus kan?? buat nonton video gimana yah?
hm… terus kira kira kekuragannya apa ya??
thanks
http://kaskus.us/showthread.php?t=818129
wah mas makasih banget nih, cepet uyy responnya
say terkesan sama cerita2 mas tentang pengalaman sebagai pegawai, semoga saya bisa kaya mas (saya masih mahasiswa sih)
thanks
selamat ya mas,
klu saya… huuuuhhhh…. belum bisa beli laptop sendiri
wah… ternyata apa yang saya alami sekarang ada juga yang pernah alami.. dan alhamdulillah anda berhasil mendapatkan yang dicita2kan… saya designer produk (lebih banyak ngerjain desain grafis skrg) dan baru belajar tuk bisnis online… terus terang saya sering ragu apa pilihan saya sudah benar tuk tidak bekerja untuk orang lain, dan memiliki bisnis sendiri karena terus terang, saya tidak memiliki modal yang cukup dan hutang terus bertambah… jadi bisa dikatakan modal nekat! he he… saya berbisnis dari warnet ke warnet, terkadang mengerjakan desainnya di rumah.. memang saya sangat memerlukan Laptop seperti umumnya pebisnis on-line.. mudah2an cita2 saya pun cepat tercapai… terimakasih atas posting anda yang sangat jujur, yang memberikan motivasi untuk saya tidak menyerah… sukses selalu!
Good luck dech buat mas Jonru…..
Do’ain juga yach mas,karena sy dari dulu ga’ pernah kesampean beli Lap top tsb…pas sy punya duit pasti dech sy belikan brng yang lain…and gmn caranya biar cepet punya lap topbaru kaya mas Jonur….
Sekali Lagi GOOD LUCK ..Buat Mas Jonur….SALUT Bngt
Thk’s
Y@n’s
Bapak selamat yaaa, tolong info dong alamat dari toko laptop di grogol tersebut, boyke13id@gmail.com
wah lumayan….
akhirnya sebuah pejuangan panjang telah berakhir dengan bahagia….
mudah2an kisah ini terjadi kepada banyak orang…
amin…
termasuk saya juga…
he.he.he.
wah dream come true ya mas…
mas doain saya ya pny laptop juga ya…
cos PC dekstop saya rusak berat hampir 5jt saya ilang…
smg keinginan saya mempunyai latop bs terwujud seperti mas jonru…
AMIEN….
Baca blog bapak jd bikin saya senyum2 sendiri, abs ceritanya mirip2.
Yah aku juga ikut seneng akhrnya pak Jonru punya laptop, saya udh kerja ampir dua tahun, cita2 saya kalo kerja pengan bisa mobile,online dimana aja, kapan aja alias punya laptop gitu.. Tapi saya sadar, laptop spec desain tuh mahuaalll ampe setaun hidup ngirit belum aja kesampean. Mudah2an abis pak Jonru menikmati laptop impiannya giliran saya nih, amien… Semoga bulan puasa ini do’anya di jaba