Dilema Utama di Dunia Penerbitan Buku
Semua penerbit pasti ingin menerbitkan buku sebanyak mungkin. Semakin banyak buku yang mereka terbitkan, maka diharapkan semakin banyak profit yang dihasilkan. Karena itu, mereka butuh banyak pasokan naskah dari para penulis.
Memang, banyak naskah yang mereka terima. Banyak penulis yang sangat antusias dalam mengirim naskah ke penerbit.
Tapi sayangnya, naskah yang sesuai keinginan si penerbit, jumlahnya tidak seberapa. Read more
Kursus Menulis untuk Anak 2011
Bila Anda punya anak berusia 8 hingga 12 tahun, hobi menulis, dan tinggal di Jakarta dan sekitarnya, ayo manfaatkan libur sekolah 2011 ini dengan belajar menulis. Sebab Writers Academy sedang membuka kelas khusus belajar menulis anak, mulai akhir Juni hingga awal Juli 2011.
Anak Anda akan dibimbing untuk menuliskan pengalaman pribadi mereka menjadi naskah yang berkualitas.
Jadi daripada libur sekolah diisi dengan kegiatan bersenang-senang belaka, kenapa tidak kita manfaatkan dengan sesuatu yang bermanfaat untuk masa depan mereka? Siapa tahu, anak Anda kelak bisa menjadi penulis sukses seperti J.K. Rowling atan Andrea Hirata!
Untuk pendaftaran kelas khusus belajar menulis anak tersebut, dan info selengkapnya, silahkan klik di sini >>
Thanks
Jonru
[Blogger Sejati Minggu Ini] Firman Nugraha
Selama mengenal internet, saya pun mengenal banyak praktisi IT yang pintar menulis. Mereka umumnya belajar menulis secara otodidak saja, dan hasilnya sangat luar biasa!
Satu di antara Orang IT yang seperti itu adalah Firman Nugraha. Ia seorang web & mobile developer. Bahasa awamnya, dia ahli dalam membuat fitur atau sistem yang serba canggih untuk handphone dan website.
Walau pekerjaan sehari-harinya sangat bernuansa technical, tapi Firman (bersama seorang temannya) juga mendedikasikan hidup untuk menulis dan mengelola sebuah website bertema “info dan berita IT”, yakni www.teknojurnal.com. Di website inilah dia produktif menulis. Read more
Selain Adsense, Program Pay per Click Apalagi yang Bagus?
selain adsense – Dulu, saya pernah ikut Google Adsense. Tapi tragisnya, sudah diblokir. Sejak saat itu, saya boleh dibilang tak punya semangat lagi untuk menekuni bisnis pay per click (PPC).
Lagipula, menurut saya Adsense identik dengan serba repot. Dulu pembayaran baru bisa pakai cek. Mengurusnya super ribet. Kini bisa pakai Western Union. Walau lebih mudah ketimbang cek, tapi tetap saja ribet. Selain itu, proses pendaftarannya pun tidak mudah. Belum lagi aturan yang diterapkan sangat banyak dan njlimet.
Karena itulah, saya memutuskan untuk say goodbye saja pada Google Adsense. Read more








Jonru adalah:

